icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 11
Permintaan Maaf
Jumlah Kata:812    |    Dirilis Pada:18/11/2021

Dewi terkejut karena dia tidak mengharapkan Kusuma untuk membantunya, tetapi ketika dia menatap pria itu, matanya bertemu dengan sepasang matanya yang dingin dan cuek.

Jantungnya merespons dengan berdetak kencang dan dengan cepat dia memalingkan wajah untuk mengalihkan pandangannya.

Namun, setelah dia memalingkan wajahnya, dia segera menyadari bahwa tidak perlu melakukan itu.

Lagi pula, dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Kenapa dia harus merasa seolah-olah dirinya-lah yang bersalah?

Ketika Kusuma melihat reaksi malu-malu Dewi, dia mencibir dalam hatinya, 'Apakah dia merasa bersalah sekarang?'

"Edi, apa lagi yang kamu tunggu? Ambil rekaman itu dan periksalah." Kusuma melirik Edi dengan tatapan dingin, mengerutkan alisnya.

Edi yang hanya menjadi penonton pada saat itu, kembali tersadar dan berjalan mendekati Dewi. "Nona Nayaka..."

Sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya, Dewi dengan santai menyerahkan ponselnya.

Saat Kusuma memerintahkan Edi untuk memeriksa rekaman itu, wajah Tengku menjadi pucat karena ketakutan. Dirinya berkeringat dingin, tetapi tidak berani mengatakan apa-apa.

Laporan dari Edi datang dalam waktu kurang dari lima menit.

"Tuan Hadi, tidak ada sesuatu yang mencurigakan dengan rekamannya. Tidak ada jejak bahwa rekaman itu sudah di manipulasi," ucap Edi dengan hormat.

Namun, yang sangat mengejutkannya, Kusuma justru memandangnya seolah-olah dia telah mengatakan sesuatu yang salah.

Edi telah bekerja untuk Kusuma selama bertahun-tahun sekarang. Bagaimana mungkin dia tidak tahu apa maksud dari ucapan bosnya? Dia menelan ludah dengan perasaan gugup dan menambahkan, "Tuan Hadi, direktur departemen teknologi sedang memeriksa rekaman itu secara langsung. Saya akan bertanya padanya..."

"Sudah cukup," sela Kusuma dengan suara blak-blakan.

Meskipun terkadang Edi bisa malas, dia tahu bahwa Edi tidak akan berani berbohong kepadanya tentang tugas yang begitu penting.

Sepintas Kusuma melirik ke arah Dewi saat dia memberi isyarat kepada Edi dengan tangannya untuk mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.

Sementara itu, Burhan berpikir bahwa dia akan dapat membalikkan keadaan ketika dia mendengar pernyataan yang terdengar begitu sungguh-sungguh dari Tengku dan Galila tadi, tetapi dia tidak tahu bahwa keadaan akan berubah menjadi lebih buruk. Sambil menggertakkan giginya karena marah, dia menendang putranya lagi dan meminta maaf kepada Kusuma.

"Tuan Hadi, maafkan saya. Sepertinya anak saya ini sudah lupa bagaimana harus bersikap. Ini semua merupakan salah saya. Saya akan memastikan bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Saya akan meminta seseorang di kantor administrasi untuk membatalkan penalti yang diterima oleh Dewi sekarang!"

Tengku meringis kesakitan, tapi dia tidak mencoba membela diri lagi. Dia sudah sepenuhnya kehilangan harga diri dan merasa malu.

Memberikan lirikan dingin ke arah Burhan, Kusuma berkata, "Bukan kamu yang harus meminta maaf."

Setelah mengatakan itu, dia berbalik untuk melihat Tengku, yang sedang duduk di tanah, masih meringis kesakitan.

"Benar, Anda benar!" Burhan menendang putranya lagi dan mendesak, "Meminta maaflah pada Dewi sekarang!"

Meskipun Tengku tidak tahu siapa Kusuma, dia bisa tahu dari tatapan ayahnya yang penuh dengan rasa patuh bahwa Kusuma pastilah orang yang sangat penting. Karena itu, dia tidak punya pilihan selain berdiri dan meminta maaf kepada Dewi. "Maafkan aku, Dewi."

Dewi tentu saja dapat menyadari permintaan maaf itu tidak tulus hanya dengan melihat ekspresi Tengku, jadi dia menanggapi dengan tatapan datar.

"Apakah menurutmu permintaan maafmu yang begitu sederhana akan mengakhiri masalah ini?" Kirani memutar matanya ke atas saat dia bergumam pada dirinya sendiri, tetapi dia dengan sengaja membuat suaranya cukup keras untuk bisa didengar oleh semua orang.

Suara terkesiap dari para mahasiswa bergema keras di sana.

"Hukuman yang diberikan harus sesuai dengan kejahatannya. Dilihat dari apa yang telah dia lakukan, permintaan maaf secara lisan tampaknya terlalu ringan."

"Ya, jika mahasiswa lain yang berada dalam posisinya sekarang, dia pasti akan dikeluarkan dari sekolah."

"Ck ck ck, dia punya latar belakang yang kuat. Bagaimana kita bisa membandingkan diri kita dengannya?"

Wajah Burhan kini berubah menjadi pucat pasi ketika dia mendengar apa yang dikatakan para mahasiswa. Dalam upaya untuk membendung gelombang kemarahan orang banyak, dia menggertakkan gigi dan berkata, "Tentu saja, permintaan maaf yang sederhana tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Tengku Prayitno akan dikeluarkan dari sekolah dan Galila Mustika akan diberi surat peringatan!"

Tubuh Galila ambruk ke tanah, dia benar-benar tercengang.

Sebuah surat peringatan?

Hukuman ini akan masuk dalam catatan akademisnya, yang tentunya secara permanen menodai masa depannya!

Ketika Tengku mendengar bahwa dia akan dikeluarkan dari sekolah, dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dengan tidak percaya dan berteriak, "Ayah! Kenapa? Aku tidak benar-benar serius tentang apa yang aku katakan kepada Dewi. Itu hanya kata-kata yang terucap karena aku sedang marah Kamu tidak bisa mengeluarkanku dari sekolah hanya untuk sesuatu yang begitu sepele."

Tinju Burhan bergetar karena marah ketika dia melihat putranya dan berkata, "Sayangnya, setiap tindakan yang dilakukan pasti memiliki konsekuensi dan kamu harus membayar sendiri untuk apa yang telah kamu lakukan. Aturan itu berlaku untuk semua orang yang ada di kampus ini!"

Kemudian, dia memberi isyarat kepada Paulus untuk membawa mereka pergi dari sini.

Tengku tidak berani membuat keributan di depan Kusuma, tetapi sebelum dia pergi, dia memelototi Dewi dengan mata penuh kebencian dan dendam.

Galila berjalan mengikutinya, menggertakkan giginya sebelum melemparkan pandangan marah ke arah Dewi.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Perjanjian Perceraian2 Bab 2 Tangkap Wanita Itu3 Bab 3 Memamerkan Cinta Mereka4 Bab 4 Kamu Tidak Mampu untuk Membelinya5 Bab 5 Tidak Pantas Untuk Memasuki Mal Ini6 Bab 6 Berikan Aku Informasi Tentang Wanita Itu7 Bab 7 Memberimu Pelajaran8 Bab 8 Aku Tidak Ingin Menjadi Kotor9 Bab 9 Menabrak Kusuma10 Bab 10 Keributan11 Bab 11 Permintaan Maaf12 Bab 12 Bicarakan Ini Secara Langsung13 Bab 13 Merasa Ragu Untuk Bercerai14 Bab 14 Peluncuran Produk15 Bab 15 Merayu Pria Kaya16 Bab 16 Terjatuh Bersama17 Bab 17 Satu Triliun Rupiah18 Bab 18 Video19 Bab 19 Ke New York20 Bab 20 Apakah Dia Bertemu Lawan Sepadan21 Bab 21 Kusuma Menggoda Dewi22 Bab 22 Kusuma Tahu Kebenarannya23 Bab 23 Pindah Rumah24 Bab 24 Diantar Ke Universitas25 Bab 25 Bukan Seorang Pria26 Bab 26 Kakak27 Bab 27 Markas Besar Grup Hadi28 Bab 28 Saya Ingin Anda Mencicipinya29 Bab 29 Hangus30 Bab 30 Kado untuk Kusuma31 Bab 31 Siapa yang Menindas Pacarku32 Bab 32 Tomboi Apa-apaan Ini 33 Bab 33 Aku Ingin Meminta Maaf Kepadamu34 Bab 34 Sebuah Pertarungan35 Bab 35 Dia Layak Mendapatkannya36 Bab 36 Jiwa Pemberontak37 Bab 37 Menjauh Dari Kusuma, Sang Dosen38 Bab 38 Sayangku39 Bab 39 Hukuman40 Bab 40 Di Kuburan41 Bab 41 Aku Pria yang Sudah Menikah42 Bab 42 Dia Sangat Tampan43 Bab 43 Aku adalah Suamimu44 Bab 44 Kelas Menari45 Bab 45 Kelas Bahasa Inggris46 Bab 46 Pelajaran Bahasa Inggris47 Bab 47 Kamu Menang48 Bab 48 Kembali Dari Singapura49 Bab 49 Sakit Kepala50 Bab 50 Kebenaran Telah Terungkap51 Bab 51 Tidak Tahu Malu52 Bab 52 Pencium yang Baik53 Bab 53 Mereka Bersama-sama Menipuku54 Bab 54 Sebuah Konfik55 Bab 55 Tidak Ada yang Boleh Keluar56 Bab 56 Berlutut Dan Minta Maaf57 Bab 57 Kamu Tidak Perlu Melakukan Apapun Selain Menghitung Uang58 Bab 58 Seorang Pria Yang Picik59 Bab 59 Apa Kamu Tinggal Dengan Seorang Pria 60 Bab 60 Sungguh Kejutan yang Hebat!61 Bab 61 Pengertian dan Kartu VIP62 Bab 62 Kamu Bernilai Sepuluh Triliun63 Bab 63 Lepaskan Sepatumu64 Bab 64 Aku Sudah Menikah65 Bab 65 Tertangkap Basah66 Bab 66 Tenangkan Suamimu67 Bab 67 Di Bioskop68 Bab 68 Hati yang Patah69 Bab 69 Datang Untuknya70 Bab 70 Hancurkan Toko Sialan Ini71 Bab 71 Pria yang Tidak Fleksibel72 Bab 72 Kamu Berani Menyebut Kusuma Hadi 73 Bab 73 Menikahi Galila74 Bab 74 Lebih Sering Mengenakan Gaun75 Bab 75 Ini Istriku76 Bab 76 Berhati-hatilah Dengan Megan77 Bab 77 Pertengkaran78 Bab 78 Hadiah79 Bab 79 Lakukan Apa Pun Untuk Kalian80 Bab 80 Tiga Syarat81 Bab 81 Berjalan Di Atas Landak Tanpa Alas Kaki82 Bab 82 Memberi Tamparan Di Wajahnya83 Bab 83 Tamparan84 Bab 84 Maafkan Aku85 Bab 85 Seorang Pria yang Tidak Bersalah86 Bab 86 Bersikap Baiklah Pada Dirimu Sendiri87 Bab 87 Terluka88 Bab 88 Jatuh Cinta89 Bab 89 Rayuan90 Bab 90 Di Rumah Sakit91 Bab 91 Hati-hati92 Bab 92 Kusuma, Aku Menyukaimu93 Bab 93 Aku Sudah Mendengar Apa yang Kamu Katakan94 Bab 94 Ayo Pulang95 Bab 95 Apa yang Hendak Kamu Beli96 Bab 96 Beraninya Kamu97 Bab 97 Kamu Tidak Membutuhkan Seorang Istri98 Bab 98 Apakah Kamu Sedang Mencoba untuk Meminta Maaf 99 Bab 99 Biarkan Aku Menghangatkanmu100 Bab 100 Istriku yang Keras Kepala