Fiksi Terlaris
SelebihnyaNovel CEO Terbaik
Selebihnyabaru saja diperbarui
Selebihnya/0/29601/coverorgin.jpg?v=8d41466709386b9515973ae68513f09f&imageMogr2/format/webp)
Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
Abbot HolzmanTiga tahun pernikahan tetap tidak bisa meluluhkan hati Theo yang dingin. Ketika sebuah galeri seni runtuh saat Lena ada di sana, Theo sedang berkencan dengan wanita lain-memberinya hadiah mewah berupa jet pribadi. Tiga batang baja menancap di bahu Lena, tapi rasa sakit itu tidak bisa dibandingkan dengan hatinya yang hancur. Lena mengajukan cerai dan mengatakan pada semua orang bahwa Theo impoten. Bangkit kembali dari keterpurukan, Lena memasuki dunia desain dan masuk ke daftar elit dunia desain. Dia mengira Theo akan menikah dengan cinta pertamanya-sampai Theo muncul di peragaan busananya dan menekannya ke dinding. "Impoten, huh? Apa kamu punya nyali untuk mencoba?"
/0/34542/coverorgin.jpg?v=9d726c6313252af0419764a03b34ad37&imageMogr2/format/webp)
Istri yang Tak Diinginkan Ternyata Seorang Triliuner
Asher KnightSelama tujuh tahun, aku berperan sebagai istri pajangan yang pendiam bagi miliarder August Wijaya. Hingga suatu malam saat aku berjaga di UGD, suamiku menerobos masuk dengan panik, menggendong seorang wanita yang mengalami pendarahan hebat di balik mantelnya. Wanita itu adalah Allena, tunangan sepupunya sendiri. Sebagai perawat, aku langsung tahu penyebab pendarahannya: kista yang pecah akibat hubungan intim yang terlalu agresif. August melempar cek seratus ribu dolar untuk menutupi skandal menjijikkan itu. Puncaknya, saat teman-temannya menjebakku di sebuah klub, demi melindungi Allena dari cipratan kopi, August mendorongku dengan brutal. Tubuhku menghantam sudut meja kaca. Lengan kananku robek dalam dan darahku langsung menggenangi karpet. "Berlututlah dan minta maaf padanya." Perintah August terdengar begitu dingin, sama sekali mengabaikan darah yang mengucur deras dari tubuhku. Tujuh tahun pernikahan kami ternyata tidak ada harganya sama sekali dibandingkan kepalsuan selingkuhannya. Pria ini bahkan tidak peduli jika aku mati kehabisan darah di depannya. Aku tidak menangis. Dengan tenang, aku mengikat lenganku sendiri untuk menghentikan pendarahan, lalu menatap tajam ke arah teman-teman elitenya. "Kalian tahu kenapa dia pendarahan di UGD? Itu karena aktivitas ranjang yang terlalu brutal." Aku mengusapkan darahku tepat di dada jas mahal suamiku, lalu berbalik pergi tanpa menoleh lagi. Kontrak pernikahan kami berakhir dalam tiga hari, dan sudah saatnya aku mengaktifkan kembali identitas asliku serta menjemput putri kecilku yang selama ini kusembunyikan dari monster itu.
/0/23035/coverorgin.jpg?v=8259d498a61ed759f13755fb7aea52a4&imageMogr2/format/webp)
Gairah Pelarian Cinta
JulianaKepala ku mulai naik turun mengoral penis nya yang membuatku selalu terbayang. Sementara tangan kiri ku ikut mengocok naik turun. "Oooohhhh.... Cinta Stop...! Nanti keluaarrr! Aaaahhhh.....", lenguh Robi meminta ku berhenti mengoral penisnya. Aku berhenti dan kemudian berbalik badan, kami kembali saling pandang tanpa bicara satu kata pun. Lalu tiba-tiba tubuhku dipeluknya dan segera dibaliknya hingga kini posisi kami berganti menjadi Robi diatas tubuh ku dalam posisi missionary. Robi memandang tajam mata ku bebrapa saat seakan meminta ijin pada ku, aku hanya mengangguk dan berkata. "Pelan-pelan, ya!". Robi membelai pipi ku dan sesaat kemudian ia mencium kembali bibir ku agak lama dan setelah itu ia bicara dengan suara bergetar. "Jika sakit ngomong, ya. Ini juga yang pertama bagi ku, yang!". Aku hanya memejamkan mata saat kurasakan penisnya sudah berada di depan bibir vagina ku, di gesek-gesekannya sejenak supaya aku kembali bisa mengeluarkan cairan lubrikasi ku. Sambil terus menggesekkan penisnya di bibir vaginaku, Robi kemudian menggenggam penis nya dan mengarahkan serta menuntunnya ke bibir vagina ku. "Aawww....", pekik ku sambil meringis kesakitan saat kepala penis nya mulai membuka jalan, menuju vagina ku, 1/4 batangnya sudah memenuhi vagina ku yang kurasakan sesak dan penuh. "Sakit, Rob!", keluh ku. Robi yang melihatku meringis kesakitan kemudian ia mendiamkan sejenak sambil ia mengelus rambut dan mendaratkan ciumannya ke kening ku. Aku seperti merasa nyaman dengan perlakuannya barusan, sambil tersenyum aku berbisik pada nya. "Ambillah sayang, aku ikhlas menyerahkan untuk mu". Aku kembali memejamkan mata dan berusaha pasrah dan rileks, aku tahu ini bakalan sangat sakit dan merupakan kebanggan bagi kaum perempuan tapi rasa sayang ku menutup kesadaran ku saat itu, aku menanti dengan berdebar menyerahkan kehormatan ku pada lelaki yang sudah menaklukan hati ku. Melihat aku dengan pasrah di bawah membuat Robi mantap untuk memasukkan penis nya lebih dalam lagi hingga bisa merobek selaput darah ku. Lalu ia menghentakkan pinggulnya dengan keras sehingga membuat ku menjerit kembali. "Aaaaaawwwww..... Aduh.....! Aaaaaahhhhkkkk....".
/0/26437/coverorgin.jpg?v=7defb1e099e0469d5d8b819df5e17a97&imageMogr2/format/webp)
Dilema Cinta Penuh Nikmat
Juliana21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"
/0/26438/coverorgin.jpg?v=a62374ef56376f88395da900a2247285&imageMogr2/format/webp)
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana21+ "Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany "hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya. Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus. "Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany "Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany "nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON. Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya. Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany. Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar. Tidak lama kemudian.....
/0/34555/coverorgin.jpg?v=931548167e1d2a03524e8b53b292b313&imageMogr2/format/webp)
Pewaris yang Dicampakkan: Menikahi Taipan Tak Tersentuh
Jack FenwickAku memberikan tiga tahun masa mudaku untuk Fino, bahkan menolak tawaran karier di Eropa demi mempertahankannya. Namun, saat aku menunggunya di bandara, notifikasi dashcam mobilku tiba-tiba menyala. Di layar ponsel, aku melihat tunanganku sedang mendesah hebat, bercinta dengan adik kandungku sendiri, Shanti, di kursi belakang mobilku. Saat aku memutar video perselingkuhan menjijikkan itu di ruang keluarga, reaksi mereka justru membuat darahku membeku. Paman dan bibiku tidak marah pada mereka, melainkan menunjuk wajahku dan memakiku habis-habisan. "Ini semua salahmu! Kau terlalu dingin dan gila kerja, wajar jika Fino mencari kehangatan dari adikmu!" Tanpa rasa bersalah, pamanku langsung mengalihkan status pertunangan itu kepada Shanti demi menjaga harga saham perusahaan, sementara Fino menyeringai dan menawariku uang tutup mulut. Mereka bersekongkol membuangku seperti sampah, memutarbalikkan fakta, dan bersiap merampas habis dana perwalian peninggalan kakekku. Tiga tahun kesetiaan dan pengorbananku untuk keluarga ini dibalas dengan tikaman dari punggung oleh orang-orang yang paling kupercayai. Mereka pikir aku wanita lemah yang akan menangis memohon dan hancur tanpa nama besar keluarga. Tapi mereka salah besar. Malam itu juga, aku mengemas semua dokumen rahasiaku, melangkah keluar dari rumah beracun itu, dan langsung menemui Aditya Wijaya—paman kandung Fino, sang miliarder kejam yang paling ditakuti di Wall Street. "Aku butuh nama besarmu, mari kita menikah," tawarku padanya. Jika mereka pikir bisa menginjak-injakku, maka aku akan kembali sebagai bibi mereka dan meratakan seluruh keluarga ini ke tanah.



/0/5370/coverorgin.jpg?v=2a674aa6924609945d54c52e1c44793b&imageMogr2/format/webp)
/0/5638/coverorgin.jpg?v=ac6e1142b93103ee1ef1cb162c971dc1&imageMogr2/format/webp)
/0/6822/coverorgin.jpg?v=545b0051c1d38b83b80a962229807050&imageMogr2/format/webp)
/0/3225/coverorgin.jpg?v=0e06d8040090f31a82c795ba27159897&imageMogr2/format/webp)
/0/4822/coverorgin.jpg?v=e9d510ef16f7e302a138846ffa26a335&imageMogr2/format/webp)
/0/7267/coverorgin.jpg?v=678d7d4e9c4dcfc24edd5139bf06dd3a&imageMogr2/format/webp)
/0/30508/coverorgin.jpg?v=2c20d10388ca4581c1eace5f1e6ce93f&imageMogr2/format/webp)
/0/20606/coverorgin.jpg?v=c98e1c490cae7844ad7e903fdae0f8a1&imageMogr2/format/webp)
/0/28909/coverorgin.jpg?v=341ddf8b4db8f3ff48005139ab5ba64c&imageMogr2/format/webp)
/0/11004/coverorgin.jpg?v=3f487766eb55efe4faa0737a8aed7553&imageMogr2/format/webp)
/0/23360/coverorgin.jpg?v=2d2f8239eaf8451cd8b110e539e29803&imageMogr2/format/webp)
/0/23599/coverorgin.jpg?v=ed918f85207337f1a3fe2e5fd61a4091&imageMogr2/format/webp)