icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Genre
Penjualan terbanyak Buku Terpopuler Tip terbanyak
Bagan
Harian Mingguan Bulanan
3
Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku

Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku

Dua puluh menit sebelum pemberkatan pernikahanku dengan pewaris Dinasti Wijaya, aku berdiri di depan pintu Presidential Suite. Bukannya antisipasi bahagia, aku malah mendengar erangan serak dan cekikikan dari dalam kamar. Ternyata, tunanganku Hugo sedang bergumul di atas ranjang dengan kakak tiriku, Flora, yang dengan bangga memakai kalung berlian pengantinku. Saat aku memergoki mereka, Hugo sama sekali tidak panik atau merasa bersalah. "Jangan khawatirkan orang udik itu," geram Hugo pada Flora. "Setelah pernikahan selesai dan dana perwalian cair, aku akan membuang sampah itu kembali ke kampungnya. Aku cuma butuh akta tanahnya." Ternyata, perjanjian pranikah bernilai miliaran dolar yang baru saja kutandatangani hanyalah jebakan untuk merampas satu-satunya harta peninggalanku. Aku tidak berteriak histeris atau menangis tersedu-sedu seperti pengantin yang patah hati. Rasa mual di perutku seketika membeku, digantikan oleh ketenangan yang sangat mengerikan dan dingin. Selama ini aku ditindas dan dijual oleh ibu tiriku untuk melunasi utang judinya, dan sekarang keluarga kaya ini mengira mereka bisa memanfaatkanku sebagai pion yang bodoh. Aku mengambil korek api, membakar dokumen pranikah itu, dan menahannya tepat di bawah detektor asap. Saat alarm menjerit dan lumpur hitam berbau busuk dari penyiram air mengguyur tubuh telanjang mereka, aku membuka pintu kamar lebar-lebar untuk membiarkan para paparazzi memotret skandal abad ini. Karena mereka ingin bermain kotor, aku akan menggunakan aturan main mereka sendiri. Aku tidak akan melarikan diri, aku akan menikahi paman Hugo yang sedang koma—sang legenda keluarga Wijaya yang ditakuti—untuk menjadi nyonya besar dan menghancurkan mereka semua dari dalam.
10
Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?
16
Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi

Istrinya yang Tak Diinginkan: Sang Jenius Teknologi Tersembunyi

Di malam perayaan ulang tahun pernikahan yang ketujuh, asisten Cornelius mengabarkan bahwa pria itu sedang rapat bisnis penting dan tidak bisa pulang. Namun, sebuah berita gosip di ponsel mengarahkan langkah Cassandra ke sebuah restoran mewah. Di sana, dia melihat suaminya sedang tertawa bahagia bersama cinta masa kecilnya, Halle, dan putra kandung Cassandra yang berusia tujuh tahun. Dari celah pintu, Cassandra mendengar suara nyaring putranya. "Mama sangat membosankan, aku berharap Tante Halle adalah mama kandungku." Cornelius tidak membela istrinya sama sekali. Dia malah tersenyum penuh kasih dan mengacak-acak rambut putra mereka, membenarkan ucapan kejam itu. Lebih hancur lagi, saat Cassandra membongkar robot usang pemberian suaminya, dia menemukan sebuah rekaman tersembunyi dari tujuh tahun lalu. "Kenapa kau tiba-tiba menikahi mahasiswi miskin itu, Cassandra?" "Karena dia mudah dikendalikan, tidak punya daya tawar. Dia hanya tameng sementara yang sempurna sampai Halle mau menetap." Darah Cassandra terasa membeku. Selama tujuh tahun, dia rela membuang gelar Ph.D. dari MIT dan menyembunyikan identitasnya sebagai desainer adibusana legendaris hanya demi menjadi vas bunga pajangan di Keluarga Wijaya. Ternyata, sejak detik pertama, pernikahan ini hanyalah jebakan jahat yang terencana. Malam itu juga, Cassandra melepas cincin berliannya dan pergi dari rumah itu. Dia mentransfer satu juta dolar hasil jerih payahnya sendiri ke pengacara perceraian paling kejam di New York, lalu mengunci foto-foto perselingkuhan suaminya di server awan terenkripsi. Sudah waktunya sang istri pajangan ini mengambil kembali hidupnya dan menghancurkan mereka.
19
Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"
20
Gairah Liar Nayla

Gairah Liar Nayla

Hidup itu indah, kalau belum indah berarti hidup belum berakhir. Begitu lah motto hidup yang Nayla jalani. Setiap kali ia mengalami kesulitan dalam hidupnya. Ia selalu mengingat motto hidupnya. Ia tahu, ia sangat yakin akan hal itu. Tak pernah ada keraguan sedikitpun dalam hatinya kalau kehidupan seseorang tidak akan berakhir dengan indah. Pasti akan indah. Hanya kedatangannya saja yang membedakan kehidupan dari masing – masing orang. Lama – lama Nayla merasa tidak kuat lagi. Tanpa disadari, ia pun ambruk diatas sofa panjang yang berada di ruang tamu rumahnya. Ia terbaring dalam posisi terlentang. Roti yang dipegangnya pun terjatuh ke lantai. Berikut juga hapenya yang untungnya cuma terjatuh diatas sofa panjangnya. Diam – diam, ditengah keadaan Nayla yang tertidur senyap. Terdapat sosok yang tersenyum saat melihat mangsanya telah tertidur persis seperti apa yang telah ia rencanakan. Sosok itu pelan – pelan mendekat sambil menatap keindahan tubuh Nayla dengan jarak yang begitu dekat. “Beristirahatlah sayang, pasti capek kan bekerja seharian ?” Ucapnya sambil menatap roti yang sedang Nayla pegang. Sosok itu kian mendekat, sosok itu lalu menyentuh dada Nayla untuk pertama kalinya menggunakan kedua tangannya. “Gilaaa kenyel banget… Emang gak ada yang bisa ngalahin susunya akhwat yang baru aja nikah” Ucapnya sambil meremas – remas dada Nayla. “Mmmpphhh” Desah Nayla dalam tidurnya yang mengejutkan sosok itu.