icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Genre
Penjualan terbanyak Buku Terpopuler Tip terbanyak
Bagan
Harian Mingguan Bulanan
2
Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku

Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku

Dua puluh menit sebelum pemberkatan pernikahanku dengan pewaris Dinasti Wijaya, aku berdiri di depan pintu Presidential Suite. Bukannya antisipasi bahagia, aku malah mendengar erangan serak dan cekikikan dari dalam kamar. Ternyata, tunanganku Hugo sedang bergumul di atas ranjang dengan kakak tiriku, Flora, yang dengan bangga memakai kalung berlian pengantinku. Saat aku memergoki mereka, Hugo sama sekali tidak panik atau merasa bersalah. "Jangan khawatirkan orang udik itu," geram Hugo pada Flora. "Setelah pernikahan selesai dan dana perwalian cair, aku akan membuang sampah itu kembali ke kampungnya. Aku cuma butuh akta tanahnya." Ternyata, perjanjian pranikah bernilai miliaran dolar yang baru saja kutandatangani hanyalah jebakan untuk merampas satu-satunya harta peninggalanku. Aku tidak berteriak histeris atau menangis tersedu-sedu seperti pengantin yang patah hati. Rasa mual di perutku seketika membeku, digantikan oleh ketenangan yang sangat mengerikan dan dingin. Selama ini aku ditindas dan dijual oleh ibu tiriku untuk melunasi utang judinya, dan sekarang keluarga kaya ini mengira mereka bisa memanfaatkanku sebagai pion yang bodoh. Aku mengambil korek api, membakar dokumen pranikah itu, dan menahannya tepat di bawah detektor asap. Saat alarm menjerit dan lumpur hitam berbau busuk dari penyiram air mengguyur tubuh telanjang mereka, aku membuka pintu kamar lebar-lebar untuk membiarkan para paparazzi memotret skandal abad ini. Karena mereka ingin bermain kotor, aku akan menggunakan aturan main mereka sendiri. Aku tidak akan melarikan diri, aku akan menikahi paman Hugo yang sedang koma—sang legenda keluarga Wijaya yang ditakuti—untuk menjadi nyonya besar dan menghancurkan mereka semua dari dalam.
5
Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?
11
Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.