icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 15
Merayu Pria Kaya
Jumlah Kata:651    |    Dirilis Pada:18/11/2021

Mengenakan setelan jas yang dibuat dengan rapi, sosok Kusuma terlihat sangat tinggi dan kuat. Berdiri di sana berdampingan dengan Lutfi, dia memancarkan aura yang begitu dominan.

Meskipun dia sudah menyelamatkannya, perasaan kesal melintas di mata Dewi. Orang terakhir yang ingin dilihatnya sekarang adalah playboy terkutuk bernama Kusuma ini.

Kusuma memandang Lutfi dengan dingin dan berkata dengan suara yang menusuk tulang, "Enyahlah!"

Melihat Kusuma yang melindungi Dewi, Lutfi dengan cepat memahami keadaan dan meminta maaf dengan tergesa-gesa, "Maafkan saya, Tuan Hadi. Saya tidak tahu dia adalah wanitamu. Saya tidak akan melakukannya lagi!"

Kemudian dia berlari kabur penuh dengan rasa takut dari sana.

Para penonton yang ada di dekat situ tidak berani berhenti dan menatap. Mereka segera mengalihkan pandangan mereka dan pergi untuk mengobrol dengan tamu lain.

"Kurasa, aku harus mengucapkan terima kasih." Dewi menatap Kusuma dengan pandangan tidak suka sebelum berbalik untuk pergi.

Namun, sebelum dia bisa mengambil satu langkah, Kusuma sudah terlebih dahulu meraih pergelangan tangannya dan menariknya kembali untuk menghadapnya.

Kusuma menatapnya, matanya dipenuhi dengan penghinaan. "Yah, aku minta maaf jika aku sudah mengacaukan rencanamu untuk bisa merayu seorang pria. Apakah kamu marah padaku?"

Dewi mengerutkan kening dengan sinis. "'Merayu seorang pria? Apa yang sedang kamu bicarakan?"

Kusuma berteriak, "Kamu berpakaian sangat seksi tetapi kamu tidak berbicara dengan orang lain. Apakah ini caramu untuk merayu pria kaya? Kamu tampaknya lebih licik dari wanita biasa. Sayang sekali kamu tidak terlihat begitu menarik."

Kusuma merendahkannya tanpa henti.

Dewi tidak mau diam saja dan menelan penghinaannya.

Jadi, dia berpakaian begitu seksi?

Selain lengan dan bahunya, tidak ada bagian lain dari tubuhnya yang terlihat dalam gaun ini.

Ingin merayu pria kaya?

Bagaimana bisa?

Semua orang sudah menyaksikan bahwa Lutfi-lah yang mendekatinya terlebih dahulu. Apakah ini juga bagian dari rencananya untuk bisa merayu pria kaya?

"Apakah kamu itu sudah gila?" Dewi bertanya dengan gigi terkatup.

"Apa? Apakah kata-kataku tadi itu tepat sasaran?" Kusuma mencibir dengan agresif.

Tepat ketika Dewi hendak membalas ucapan itu, sebuah suara terdengar dari belakangnya. "Dewi?"

Yang mengejutkannya, itu adalah Kuncara Lukito, rektor kampusnya. "Oh, Tuan Lukito... Selamat malam."

"Aku sudah mendengar tentang apa yang terjadi di sekolah kemarin. Itu semua salahku. Aku benar-benar meminta maaf."

"Eh... Tidak usah dipikirkan! Itu semua hanya sebuah kesalahpahaman, dan semuanya sudah diselesaikan." Merasa malu, Dewi langsung merasa menyesal sudah datang ke pesta terkutuk ini.

"Terima kasih sudah begitu pengertian. Izinkan aku untuk memperkenalkan pacarku kepadamu. Ini Kumala Sondakh. Kumala, ini Dewi Nayaka, seorang mahasiswi di kampusku."

Dewi tersenyum pada Kumala dengan sopan. "Senang bisa bertemu denganmu, Nona Sondakh."

Selama percakapan ini terjadi, ada banyak pertanyaan muncul di benaknya. Dia tidak kenal dekat dengan Kuncara, dan mereka tidak pernah berbicara dengan satu sama lain secara pribadi sebelumnya. Jadi mengapa Kuncara tiba-tiba merepotkan diri untuk menyapanya?

Kumala menjabat tangan Dewi dan berkata dengan suara lembut, "Dewi, aku sudah mendengar banyak tentangmu! Jadi rumor yang aku dengar itu benar. Kamu memang sangat cantik!"

Dewi sedikit tersipu, tersanjung oleh pujian yang diberikan oleh Kumala. Tapi apa yang dia maksud ketika tadi dia mengatakan bahwa dia telah mendengar banyak tentang dirinya?

"Aku harus berterima kasih kepada Kusuma karena meminta departemen terkait untuk menyelesaikan masalah di kampus kemarin. Kalian berdua benar-benar ditakdirkan untuk bertemu," ucap Kuncara sambil tersenyum nakal.

"Aku rasa tidak!"

"Saya rasa tidak!"

Dewi dan Kusuma berseru bersamaan.

Kemudian, mereka bertukar pandang dengan kesal sementara Kumala yang melihat itu, tertawa terbahak-bahak. "Aku punya firasat kalian berdua akan menjadi akrab. Pokoknya, ayo kita pergi, Kuncara. Kita seharusnya tidak mengganggu waktu mereka lebih lama lagi."

Kuncara mengangguk dan pergi bersama Kumala sambil bergandengan tangan.

Dewi menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan amarahnya. Ketika Kuncara dan Kumala akhirnya berada di luar jangkauan pendengaran, dia menoleh ke Kusuma dan mendesis, "Kamu terus muncul entah dari mana. Apa kamu hanya sedang mencoba menarik perhatianku?"

"Tergantung. Apakah aku sudah mendapatkannya sekarang?"

"Ya. Kurasa rencanamu itu berhasil."

Begitu dia selesai berbicara, Dewi tiba-tiba meraih dasi Kusuma dan tersenyum menggoda padanya. Kemudian, berdiri berjinjit untuk mendekati wajah Kusuma.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Perjanjian Perceraian2 Bab 2 Tangkap Wanita Itu3 Bab 3 Memamerkan Cinta Mereka4 Bab 4 Kamu Tidak Mampu untuk Membelinya5 Bab 5 Tidak Pantas Untuk Memasuki Mal Ini6 Bab 6 Berikan Aku Informasi Tentang Wanita Itu7 Bab 7 Memberimu Pelajaran8 Bab 8 Aku Tidak Ingin Menjadi Kotor9 Bab 9 Menabrak Kusuma10 Bab 10 Keributan11 Bab 11 Permintaan Maaf12 Bab 12 Bicarakan Ini Secara Langsung13 Bab 13 Merasa Ragu Untuk Bercerai14 Bab 14 Peluncuran Produk15 Bab 15 Merayu Pria Kaya16 Bab 16 Terjatuh Bersama17 Bab 17 Satu Triliun Rupiah18 Bab 18 Video19 Bab 19 Ke New York20 Bab 20 Apakah Dia Bertemu Lawan Sepadan21 Bab 21 Kusuma Menggoda Dewi22 Bab 22 Kusuma Tahu Kebenarannya23 Bab 23 Pindah Rumah24 Bab 24 Diantar Ke Universitas25 Bab 25 Bukan Seorang Pria26 Bab 26 Kakak27 Bab 27 Markas Besar Grup Hadi28 Bab 28 Saya Ingin Anda Mencicipinya29 Bab 29 Hangus30 Bab 30 Kado untuk Kusuma31 Bab 31 Siapa yang Menindas Pacarku32 Bab 32 Tomboi Apa-apaan Ini 33 Bab 33 Aku Ingin Meminta Maaf Kepadamu34 Bab 34 Sebuah Pertarungan35 Bab 35 Dia Layak Mendapatkannya36 Bab 36 Jiwa Pemberontak37 Bab 37 Menjauh Dari Kusuma, Sang Dosen38 Bab 38 Sayangku39 Bab 39 Hukuman40 Bab 40 Di Kuburan41 Bab 41 Aku Pria yang Sudah Menikah42 Bab 42 Dia Sangat Tampan43 Bab 43 Aku adalah Suamimu44 Bab 44 Kelas Menari45 Bab 45 Kelas Bahasa Inggris46 Bab 46 Pelajaran Bahasa Inggris47 Bab 47 Kamu Menang48 Bab 48 Kembali Dari Singapura49 Bab 49 Sakit Kepala50 Bab 50 Kebenaran Telah Terungkap51 Bab 51 Tidak Tahu Malu52 Bab 52 Pencium yang Baik53 Bab 53 Mereka Bersama-sama Menipuku54 Bab 54 Sebuah Konfik55 Bab 55 Tidak Ada yang Boleh Keluar56 Bab 56 Berlutut Dan Minta Maaf57 Bab 57 Kamu Tidak Perlu Melakukan Apapun Selain Menghitung Uang58 Bab 58 Seorang Pria Yang Picik59 Bab 59 Apa Kamu Tinggal Dengan Seorang Pria 60 Bab 60 Sungguh Kejutan yang Hebat!61 Bab 61 Pengertian dan Kartu VIP62 Bab 62 Kamu Bernilai Sepuluh Triliun63 Bab 63 Lepaskan Sepatumu64 Bab 64 Aku Sudah Menikah65 Bab 65 Tertangkap Basah66 Bab 66 Tenangkan Suamimu67 Bab 67 Di Bioskop68 Bab 68 Hati yang Patah69 Bab 69 Datang Untuknya70 Bab 70 Hancurkan Toko Sialan Ini71 Bab 71 Pria yang Tidak Fleksibel72 Bab 72 Kamu Berani Menyebut Kusuma Hadi 73 Bab 73 Menikahi Galila74 Bab 74 Lebih Sering Mengenakan Gaun75 Bab 75 Ini Istriku76 Bab 76 Berhati-hatilah Dengan Megan77 Bab 77 Pertengkaran78 Bab 78 Hadiah79 Bab 79 Lakukan Apa Pun Untuk Kalian80 Bab 80 Tiga Syarat81 Bab 81 Berjalan Di Atas Landak Tanpa Alas Kaki82 Bab 82 Memberi Tamparan Di Wajahnya83 Bab 83 Tamparan84 Bab 84 Maafkan Aku85 Bab 85 Seorang Pria yang Tidak Bersalah86 Bab 86 Bersikap Baiklah Pada Dirimu Sendiri87 Bab 87 Terluka88 Bab 88 Jatuh Cinta89 Bab 89 Rayuan90 Bab 90 Di Rumah Sakit91 Bab 91 Hati-hati92 Bab 92 Kusuma, Aku Menyukaimu93 Bab 93 Aku Sudah Mendengar Apa yang Kamu Katakan94 Bab 94 Ayo Pulang95 Bab 95 Apa yang Hendak Kamu Beli96 Bab 96 Beraninya Kamu97 Bab 97 Kamu Tidak Membutuhkan Seorang Istri98 Bab 98 Apakah Kamu Sedang Mencoba untuk Meminta Maaf 99 Bab 99 Biarkan Aku Menghangatkanmu100 Bab 100 Istriku yang Keras Kepala