icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati

Bab 4 Kamu Tidak Mampu untuk Membelinya

Jumlah Kata:646    |    Dirilis Pada: 18/11/2021

n tatapan Dewi,

nundukkan kepalanya dan menatap lipstik yang dia bawa. Berpura-pura bersikap t

lengan baju Dewi dengan penuh semangat dan berkata, "Kam

ewi, siapa wanita di

ewi, apakah Tuan Hadi ada di

anita di sampingnya

ekat mereka. "Menurutku warna itu tidak cocok untu

pa pemilik suara itu dan dia menemukan bahwa yang be

ah saling mengena

berdiri sambil bergandengan tangan dengan Kusuma. Dia membentangkan jari-jarinya yang ramping dilengkapi dengan kuku yang

na terpasang di bibirnya, dia m

siswa yang berpura-pura menjadi seoran

ini? Ya, dia memang cantik, tapi dia

atapku dengan tatapan seperti itu? Selain itu, bagai

n Olga. "Aku akan membayar untuk ini sekar

an mesin pembayaran dan menggesek kartu Dewi sebe

perti itu padaku? Kamu pikir kamu itu siapa? Kamu harusnya menyadari posisi

r bahwa kamu itu adalah orang yang pantas untuk berbelanja di tempat yang bagus seperti ini? Siapa yang mem

ak yang paling dicintai dari keluarga Malik, dia selalu membuat orang-orang berlutut padanya sejak dia ma

h Kusuma. Bertingkah seperti seorang korban, Olga memanyunkan bibirnya padanya dan berkata,

diri yang mengatakannya." Dewi menggelengkan kepala

membalas ucapan Dewi. Dia tidak punya pilihan selain meminta bantuan Kusuma

ermat, dia baru menyadari bahwa gadis

enunggu untuk mendengar apa yang akan dia katakan. Namun, dia membuka mulutn

i sedih. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia har

dang Dewi, semakin dia merasa wanita itu tampak tak asing baginya. Tiba-tiba, sebuah ingatan muncul di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati
“"Usir wanita ini keluar!" "Lempar wanita ini ke laut!" Saat dia tidak mengetahui identitas Dewi Nayaka yang sebenarnya, Kusuma Hadi mengabaikan wanita tersebut. Sekretaris Kusuma mengingatkan"Tuan Hadi, wanita itu adalah istri Anda,". Mendengar hal itu, Kusuma memberinya tatapan dingin dan mengeluh, "Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya?" Sejak saat itu, Kusuma sangat memanjakannya. Semua orang tidak menyangka bahwa mereka akan bercerai.”