icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 11
Sisi Lain Kirana
Jumlah Kata:734    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Panggilan itu tiba-tiba terputus begitu saja.

Menatap layar ponselnya dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Reza kepadanya, Nanda menggelengkan kepalanya dan terkekeh. "Dia benar-benar merasa cemburu. Dia hanya tidak mau mengakuinya."

Kemudian dia menghela napas dan bergumam pada dirinya sendiri, "Lupakan saja. Aku sudah mengingatkan Reza. Aku telah melakukan apa yang aku bisa sebagai temannya.

Ini adalah masalah tentang pernikahan mereka berdua. Aku benar-benar tidak boleh ikut campur lebih jauh dalam urusan keluarga mereka lagi."

...

Di dalam Perusahaan Desain Buana.

Detik di mana Kirana tiba di kantor, dia dipanggil ke kantor manajer.

Manajernya, Alan Sukarya sedang duduk di kursi berlengan.

"Kirana, kamu tahu betapa sulitnya bagi kita untuk akhirnya mendapatkan proyek desain interior untuk Hotel Madu Manis. Jika kita berhasil memuaskan mereka, untuk tahun ini perusahaan kita akan melipatgandakan keuntungan yang kita raup. Hotel Madu Manis bukanlah hotel biasa, tetapi hotel cinta paling terkenal di industri ini. Hari ini, eksekutif senior hotel akan datang dan secara pribadi berbicara denganmu tentang proyek tersebut. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat mementingkan kelangsungan proyek ini. Lakukan segala cara yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang mereka berikan untuk proyek ini. Apakah kamu paham dengan apa yang aku katakan?"

Perusahaan tempat Kirana bekerja adalah perusahaan desain interior berukuran sedang.

Dia adalah salah satu desainer senior di sana. Keahlian, pengalaman, dan mata kreatifnya jauh lebih unggul dari yang lain. Banyak klien mereka yang secara pribadi memintanya untuk mendesain untuk mereka, jadi Alan memiliki harapan yang tinggi padanya. Untuk alasan itu, proyek Hotel Madu Manis diberikan padanya.

Hotel Madu Manis adalah jaringan hotel kelas atas di seluruh negeri. Jika semuanya berjalan dengan baik dengan proyek ini, akan ada kemungkinan besar bahwa perusahaan mereka dapat memperoleh lebih banyak proyek dengan perusahaan lain di masa depan nantinya. Oleh karena itu, Perusahaan Desain Buana telah mengerahkan banyak waktu dan tenaga untuk mendapatkan proyek ini.

Kirana memahami fakta ini, dan dia mengerti seberapa pentingnya pertemuan ini, jadi dia menganggukkan kepala dengan sungguh-sungguh.

"Jangan khawatir, Tuan Sukarya. Serahkan ini padaku! Aku akan memulai semua persiapan yang diperlukan."

"Lakukan usaha terbaikmu!" komentar Alan.

Setelah pergi meninggalkan kantor Alan, Kirana pergi ke ruang konferensi untuk membuat beberapa persiapan yang diperlukan.

Kali ini, dia adalah kepala desainer, jadi dia tahu semua detail atas proyek tersebut.

Dia menunggu di ruang konferensi untuk waktu yang lama, sambil bersiap-siap.

Ketika akhirnya tiba waktunya untuk rapat, dia mendengar suara derap langkah kaki datang dari koridor, diikuti oleh suara pintu dibuka.

"Tuan Hendrawan, silakan masuk."

Kirana mendongak dan melihat seorang pria jangkung masuk. Pria itu tak lain adalah Reza!

Reza hari ini mengenakan setelan yang dibuat khusus untuknya, berjalan dengan gaya mendominasi dan diikuti oleh asisten dan rekan-rekannya.

Apa yang sedang dia lakukan di sini?

Semua rekan kerja Kirana, terutama para wanita, terpikat padanya. Salah satu dari mereka berseru, "Apakah dia wakil dari Hotel Madu Manis? Wow, dia sungguh sangat menawan!"

Yang lain berkata, "Itu Tuan Reza Hendrawan. Hotel Madu Manis sebenarnya berafiliasi dengan Grup Hendrawan. Kamu tahu, Tuan Hendrawan sendiri sering muncul di majalah keuangan. Tapi ... apa yang dia lakukan di sini sampai bersedia untuk menghadiri rapat secara pribadi?"

"Oh, astaga! Bahkan dia jauh lebih tampan dari bintang film. Aku merasa ruangan tiba-tiba menjadi lebih terang."

Meskipun Kirana dan Reza sudah menikah, pria itu tidak pernah mengizinkannya ikut campur dalam urusan Grup Hendrawan, dia juga tidak memperkenalkan istrinya itu kepada teman-temannya. Itulah kenapa dia tidak tahu tentang bisnisnya. Dan semua yang dia ketahui tentang Grup Hendrawan sama dengan yang diketahui orang biasa di luar sana.

Bahkan dia sama sekali tidak tahu isi grup dan anak perusahaannya.

Baru sekarang dia menyadari bahwa Hotel Madu Manis adalah hotel milik Reza.

Saat dia menatap pria itu, dia menarik napas dalam-dalam dan menghibur dirinya sendiri dengan pemikiran bahwa mereka hanyalah pasangan suami istri yang akan bercerai.

Mereka tinggal di kota yang sama, jadi wajar jika sesekali mereka tidak sengaja bertemu satu sama lain.

Haruskah dia menyembunyikan dirinya dari Reza untuk selamanya setelah mereka berdua bercerai?

Sudah pasti tidak!

Saat itu, Alan mendekat dan berkata, "Tuan Hendrawan, ini adalah desainer yang ditugaskan perusahaan kami untuk proyek Anda, Nona Kirana Tjandra. Usianya mungkin terlihat muda, tapi dia salah satu desainer kami yang paling berbakat dan telah menyelesaikan banyak proyek yang dipercayakan padanya dengan sempurna. Ingat kata-kata saya, Tuan, kami akan memastikan bahwa desain proyek akan dilakukan sesuai dengan standar kepuasan Anda."

Tepat setelah dia mengatakan itu, dia menoleh ke Kirana sambil tersenyum. "Kirana, ini adalah Tuan Reza Hendrawan."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya