icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 3
Seperti yang Kamu Inginkan
Jumlah Kata:696    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Kirana membuka matanya saat sinar matahari pagi pertama masuk ke dalam kamar melalui tirai gorden. Saat itu fajar sudah menyingsing. Sudah waktunya untuk memulai hari baru, dan kehidupan baru baginya.

Seperti yang telah dia lakukan setiap pagi sejak menjadi istri Reza, dia mengambil pakaian yang akan dipakai oleh Reza untuk hari itu, menyetrikanya, dan meletakkannya di sofa. Kemudian, dia turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk pria itu.

Secangkir kopi panas, sebutir telur goreng, dan sepotong roti panggang dengan mentega. Semua makanan itu adalah favorit Reza.

Setelah itu, dia berjalan naik ke atas. Reza sudah bangun saat itu. Dia sedang memakai celananya. Sabuknya yang belum diikat tergantung di pinggangnya. Kirana tersipu saat memikirkan apa yang terjadi kemarin malam.

"Kamu kelelahan kemarin malam, dan kamu bangun pagi-pagi sekali. Kamu harus kembali tidur setelah aku pergi nanti." Reza berbicara sambil membelakanginya dengan suara lembut tapi terasa jauh seperti biasa.

Kirana menundukkan kepalanya dan mencengkeram ujung renda celemeknya. Dia menggosokkan jarinya ke celemeknya berulang-ulang. Telapak tangannya mulai mengeluarkan keringat dan dia merasa semakin gugup.

Dia mengambil napas dalam-dalam dan akhirnya memutuskan untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.

"Ayo kita bercerai," gumamnya. Mengeluarkan tiga kata itu dari mulutnya sepertinya telah menghabiskan seluruh kekuatannya.

Setelah jeda singkat, Reza terus memasang setiap kancing kemejanya. Kemudian dia memakai kancing mansetnya dan arlojinya.

"Reza, kamu tidur denganku agar aku bisa melahirkan ahli waris untuk Keluarga Hendrawan, yang merupakan keinginan kakekmu, 'kan?"

Kirana bahkan masih belum mau menyerah saat ini. Seks kemarin malam itu nyata dan begitu juga kenikmatan yang dirasakannya. Mungkin satu-satunya yang salah di sana adalah perasaannya pada Reza. Dia mulai membayangkan bahwa bahkan hanya untuk sesaat, mungkin Reza benar-benar mencintainya.

Reza berdiri kaku untuk beberapa saat, dan kemudian dia mengerutkan kening.

"Bukankah kamu sudah mengetahui semuanya dengan jelas?"

Detik berikutnya, dia melihat Kirana menganggukkan kepalanya sambil memasang senyum pahit di wajahnya.

Di dalam ingatannya, Kirana adalah wanita yang selalu patuh dan ramah. Namun hari ini, wanita ini sepertinya telah berubah menjadi orang lain.

Kirana menurunkan pandangannya dan menjawab, "Ya, aku mengetahui segalanya dengan sangat baik. Aku tahu kamu tidak pernah menyukaiku. Kamu membenciku. Setiap detik bersamaku adalah siksaan bagimu."

Sinar matahari menyinari wajahnya yang pucat.

Reza melihat sikap dingin dan tegas di wajahnya.

"Jadi mulai sekarang, kamu tidak perlu menoleransiku lagi. Mari kita akhiri saja pernikahan ini. Aku akan meninggalkanmu seperti yang kamu inginkan."

Dia memilih untuk pergi agar Reza dan Nita akhirnya bisa bersama.

Kirana tidak lagi ingin menjadi orang ketiga di antara mereka. Dia lelah merasa seperti badut yang tidak dihargai di wilayah suaminya sendiri. Dia merasa sudah cukup mengemis untuk cinta yang pantas dia dapatkan.

Dia akan membiarkan Reza pergi darinya. Pria itu tidak lagi perlu tidur dengannya sambil memikirkan wanita lain pada saat yang bersamaan.

Terkadang, ketika dia mabuk, dia bahkan akan memanggilnya dengan nama wanita lain.

Tiga tahun terakhir ini terasa seperti mimpi. Namun, sekarang saatnya bagi Kirana untuk bangun. Dia tidak ingin menipu dirinya sendiri lagi lebih jauh dari pada sekarang.

Reza merasa terkejut pada awalnya, dan kemudian, dia memandang Kirana dengan tatapan jijik.

Sejak mereka menikah, wanita ini telah berusaha untuk menyenangkannya dan berharap dirinya akan jatuh cinta padanya. Akan tetapi, dia juga telah membuat segalanya menjadi sangat jelas bagi wanita itu sejak hari pertama.

"Jangan bermimpi tentang hal-hal yang bukan milikmu." Itulah hal yang dia katakan pada wanita itu sejak awal.

Dia menyipitkan mata pada wanita itu, merasa bahwa dia bersikap semakin tidak masuk akal.

Dia mencibir padanya, "Ayo kita bercerai? Apakah kamu benar-benar sudah membulatkan tekadmu dan memutuskan hal ini?"

"Ya."

Kirana menganggukkan kepalanya, mengeluarkan perjanjian perceraian yang sudah dibubuhkan tanda tangannya, dan menyerahkannya kepada pria itu. "Aku sudah menandatangani perjanjian ini. Tolong tanda tangani juga perjanjian ini dan beri tahu aku kapan kita harus pergi ke catatan sipil."

Kemudian, dia mengambil kopernya dan berjalan turun ke bawah.

Reza sama sekali tidak menyangka Kirana serius melakukan hal ini. Dia menatap sosok kurus wanita itu dan kemudian berbicara padanya dengan nada tanpa emosi.

"Tidak ada jalan untuk kembali begitu kamu berjalan melewati pintu itu."

Kembali katanya?

Kirana telah mencoba sebaik mungkin untuk menunjukkan kepada Reza cintanya yang tulus dan nyata, hanya untuk disakiti dan dimanfaatkan begitu saja. Dia sudah cukup mengalaminya sekali saja.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya