icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 12
Seorang Wanita yang Menawan
Jumlah Kata:709    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Reza menatap Kirana dengan matanya yang tajam.

Ini adalah pertama kalinya dia melihatnya di kantor di mana Kirana bekerja.

Hari ini, wanita itu mengenakan setelan bisnis hitam yang rapi. Kemeja putihnya di balik jaketnya telah disetrika dengan begitu hati-hati. Dia mengenakan sepasang sepatu dengan hak tinggi yang lancip untuk melengkapi penampilannya. Rambutnya yang hitam dan lembut dibiarkan bebas, terurai di bahunya. Riasan yang dia kenakan ringan dan telihat alami, dan itu menonjolkan kecerahan di matanya. Dia tampak seperti salah satu anggota kelompok profesional muda elit.

Dalam ingatan Reza, Kirana selalu mengenakan pakaian santai dengan rambut diikat dalam sanggul berantakan di belakang kepalanya. Wanita itu suka tersenyum padanya sepanjang waktu seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Sekarang, Kirana terlihat sangat berbeda. Dia memancarkan aura wanita yang kuat dan mandiri, dan sampai Reza tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangnya dari atas ke bawah dengan penuh minat.

Ini adalah sisi dari diri Kirana yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Meskipun dia enggan untuk menyapa Reza, karena dia harus menunjukkan sopan santun yang profesional, Kirana masih mengangkat kepalanya dan menyapanya dengan senyum tipis. "Bagaimana kabar Anda, Tuan Hendrawan?"

Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Reza tidak menyangka Kirana akan memperlakukannya dengan cuek seperti itu.

Di masa lalu, setiap kali dia melihat Reza, wanta itu akan bergegas ke arahnya dan menyambutnya dengan senyum manis di wajahnya. Akan tetapi sekarang, sepertinya dia bahkan sama sekali tidak mengenalnya.

Mungkin dia akan bersikap lebih ramah kepada orang asing daripada saat berhadapan dengannya.

Pada pemikiran ini, Reza merasa frustrasi.

Sementara itu, Kirana sudah berbalik dan meminta seseorang untuk mematikan lampu di ruang rapat. Berdiri tidak jauh dari Reza, dia mulai mempresentasikan penawaran kepada pria itu.

Dia telah melakukan penelitian yang luas dan rinci tentang sejarah dan latar belakang hotel. Oleh karena itu, rancangan desain yang telah dia buat terlihat sangat rapi dan profesional.

Setengah jam kemudian, Kirana menyelesaikan presentasinya, dan lampu yang ada di ruang rapat dinyalakan kembali.

Perwakilan hotel yang hadir dalam pertemuan sangat puas.

Semua bawahan Reza memuji Kirana atas pekerjaannya, dan Reza sendiri juga sangat senang dengan penawaran yang dia berikan. Anehnya, ada rasa lega dan bangga muncul di hatinya.

Tiba-tiba dia teringat apa yang dikatakan oleh Nanda kepadanya. Nanda sempat mengatakan bahwa Kirana adalah seorang desainer berbakat dan wanita yang menawan.

Reza hanya dipaksa oleh keluarganya untuk menikahi Kirana, dan itu adalah sebagian dari alasan mengapa dia tidak peduli pada wanita itu. Sampai hari ini, Reza baru menyadari bahwa dia mungkin telah memilikinya selama tiga tahun, tetapi dia tidak benar-benar mengenal sosok yang menjadi istrinya.

Setelah presentasi selesai, Alan dengan bersemangat menghampiri Reza.

"Jadi, bagaimana pendapat Anda atas penawaran kami? Apakah Anda menyukainya, Tuan Hendrawan?" tanya Alan.

Mendengar ini, Kirana merasa jantungnya melompat ke tenggorokan.

Dia telah mempersiapkan diri secara mental untuk salah satu kemungkinan tanggapan yang mungkin diberikan oleh Reza. Reza membencinya, jadi kemungkinan besar dia akan menolak tawaran yang dia berikan tidak peduli seberapa bagus itu.

Namun, dalam detik berikutnya, Reza menjawab dengan suara yang dalam dan menarik.

"Nanti, aku akan mengirim seseorang untuk datang dan berbicara denganmu tentang rincian kerja sama kita."

Apakah itu berarti dia menerima penawarannya?

Kirana menarik napas dalam-dalam, dan Alan memandangnya dengan tatapan penuh pujian.

Kemudian, Alan tersenyum lebih lebar dan berkata, "Sudah waktunya makan siang. Maukah Anda tinggal dan makan siang bersama kami, Tuan Hendrawan?"

Robi Lukman, asisten Reza, dengan sopan menolaknya, "Terima kasih atas undangan makan siang Anda, Tuan Sukarya, tetapi sayangnya, Tuan Hendrawan sudah memiliki jadwal yang padat hari ini."

Alan tentu saja mengerti bahwa orang-orang penting seperti Reza memiliki jadwal yang padat dan diperlukan di mana-mana, jadi dia hanya mengangguk dan berkata, "Tidak apa-apa. Selalu ada kesempatan lainnya."

Merasa dirinya tidak dibutuhkan lagi, Kirana berbalik dan berusaha melarikan diri dari sana.

Sejak saat dia melangkah ke ruang rapat, Reza telah menatap Kirana. Alan juga menyadari hal ini.

Alan adalah seorang pengusaha berpengalaman. Dia segera mengerti apa maksud dari tatapan penasaran yang diarahkan oleh Reza pada Kirana.

Dia melirik ke arah Kirana yang hendak keluar ruangan dan berkata, "Mari kami antar Anda ke pintu, Tuan Hendrawan. Ikutlah dengan kami, Kirana."

Kirana tidak ingin berhubungan dengan Reza di luar urusan pekerjaan.

Jadi dia menggelengkan kepalanya dan dengan hormat berkata, "Maafkan aku, Tuan Sukarya, tapi aku harus pergi dan mengurus beberapa hal lain."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya