icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 7
Di dalam Bar
Jumlah Kata:737    |    Dirilis Pada:09/10/2022

"Kirana sedang tidak ada di rumah?" Mendengar apa yang dikatakan oleh Reza, Nanda melebarkan matanya karena terkejut. "Apakah kalian berdua sedang bertengkar? Kirana tidak mudah marah, dan dia patuh padamu. Bagaimana bisa kalian berdua bertengkar? Apakah kamu menindasnya?"

Membicarakan ini membuat Nanda menjadi merasa lebih khawatir. "Reza, Kirana adalah istrimu. Kamu harus bersikap lebih murah hati padanya. Sekarang sudah sangat larut, tapi kamu bilang bahwa istrimu tidak ada di rumah. Apakah kamu tidak mengkhawatirkan keselamatannya? Ke mana dia akan pergi malam-malam begini? Apakah kamu tahu di mana dia sekarang? Bagaimana jika seandainya dia dalam bahaya?"

Dalam bahaya?

Mata Reza berubah menjadi gelap. Kirana mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan vila tanpa melihat ke belakang. Di luar masih turun hujan ketika wanita itu pergi. Reza jarang bertanya tentang keluarganya Kirana, Keluarga Tjandra. Bahkan dia tidak tahu siapa teman-teman wanita itu atau apakah dia punya teman. Satu-satunya hal yang dia yakin tahu tentang Kirana adalah bahwa dia tidak memiliki hubungan baik dengan keluarganya sendiri. Jadi, ke mana dia akan pergi?

Tunggu dulu sebentar. Kenapa dia harus memedulikan Kirana?

Dia hanya menikahi Kirana agar bisa menghasilkan ahli waris bagi keluarganya dan sebagai ganti imbalan atas dukungan yang diberikan Keluarga Hendrawan pada Keluarga Tjandra. Bagaimana bisa wanita itu benar-benar menceraikannya? Mungkin ini semua hanya trik kecil yang dimainkan Kirana hanya untuk mendapatkan perhatiannya.

Kata-kata yang diucapkan Nanda membuat Geri kesal. "Berhenti bicara omong kosong seperti itu, Nanda. Kita ada di sini malam ini untuk menikmati waktu kita dan bersantai. Mengapa kamu harus selalu menyebutkan wanita itu? Berhentilah merusak kesenangan kita!"

Setelah mengatakannya, Geri menjentikkan jarinya untuk memanggil pelayan.

"Bawakan kami selusin Blanc de Noirs Champagne Armand de Brignac!"

Blanc de Noirs adalah salah satu sampanye dengan kualitas terbaik di dunia. Setiap tahun, paling banyak ada tiga ribu botol diproduksi, dan harga setiap botolnya sangat mahal. Pesanan yang diminta oleh Geri sangat banyak, jadi pelayan itu sangat senang mendengarnya.

"Wah, Geri. Hari ini kamu sangatlah murah hati."

"Bukan masalah besar. Selama itu bisa membuat Reza bahagia, apa yang aku keluarkan itu sepadan."

Duduk di sofa, wajah Reza tetap tanpa ekspresi. Wajah datar tanpa emosinya tampak sangat tampan dalam cahaya redup di ruangan tersebut.

Dia memancarkan aura dingin, membuatnya tampak tidak bisa untuk didekati. Dia hanya duduk di sana dan minum anggurnya.

Sementara Reza hanya duduk diam di sana, teman-temannya memeluk wanita muda cantik di samping mereka dan bermain dengan mereka.

Setelah beberapa saat, pelayan tadi kembali dengan hanya lima botol sampanye.

"Saya minta maaf, Pak. Kami awalnya memiliki lima belas botol dalam stok malam ini, tetapi sepuluh botol sampanye sudah dibeli oleh tamu lain. Mereka memesan minuman mereka sebelum Anda. Saya sungguh meminta maaf."

Geri berseru, "Sepuluh botol? Bagaimana bisa mereka memesan sampanye sebanyak itu? Siapa orang-orang ini? Aku ingin bertemu dengan mereka." Lalu, dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.

Bar Seniwan sangat luas. Begitu Kirana masuk dan duduk di bangku, dia meminta bartender untuk membawakan minuman untuknya.

"Untuk kebebasan!" Anita bersulang dengan semangat tinggi. Mereka mendentingkan gelas mereka dan tertawa.

Sosok tubuh Kirana tampak cantik dalam balutan gaun merah yang dikenakannya, dan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai membuatnya terlihat semakin menawan dalam cahaya redup bar.

Sebuah band saat ini sedang tampil membawakan lagu di atas panggung.

Kirana menopang sikunya di meja bar dan meletakkan dagunya di punggung tangannya. Dia mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh band tersebut sambil menyeruput minumannya.

Banyak pria menatapnya dengan mata buas, sepertinya mereka tak sabar untuk berjalan ke arahnya dan menyapanya. Namun, meskipun Kirana begitu menarik perhatian, ada sesuatu tentang matanya yang sedikit sipit dan pembawaan dingin yang tidak bisa dianggap enteng. Jadi, para pria di sekitarnya hanya bisa melongo dan berharap mereka cukup beruntung untuk mendapatkan perhatian wanita yang mengenakan gaun warna merah itu.

Kirana sejak masih kecil sudah tertarik pada musik dan alat musik. Sebenarnya, dia sempat bermain dalam suatu band ketika dia masih kuliah, tetapi kemudian karena suatu alasan, band itu dibubarkan.

Sungguh sangat disayangkan.

Perlahan-lahan, alkohol yang ada di tubuhnya mulai bergerak seiring dengan dendangan musik.

Kirana meletakkan gelasnya dan bergabung dengan band di atas panggung.

Setelah berdiskusi dengan anggota band, dia mengambil gitar dan mengibaskan rambutnya yang menempel di wajahnya. Mendengarkan pendahuluan lagu yang dimainkan band, dia dengan cepat mengikuti irama.

Kirana memainkan gitar dengan terampil.

Tiba-tiba, bar tersebut dipenuhi dengan musik yang menggetarkan.

Suasana yang awalnya membosankan menghilang, dan kini udara seolah-olah dipenuhi sengatan listrik. Semua orang memandang wanita berbaju merah di atas panggung, dan mata mereka berbinar penuh dengan rasa takjub.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya