icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 9
Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa
Jumlah Kata:743    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Nita telah mengirimi Kirana pesan yang berbunyi, "Apakah kamu punya waktu luang sore ini, Kiki? Aku ingin berbicara denganmu. Bagaimana kalau kita berdua bertemu di kafe dekat kantormu?"

Mengapa secara mendadak Nita ingin bertemu dengannya?

Bagaimanapun, yang sudah seharusnya datang akan datang. Dia tahu tidak ada gunanya menghindarinya.

"Oke," jawab Kirana.

Dia menunggu di kafe selama setengah jam sebelum akhirnya Nita muncul di sana.

Mengenakan gaun panjang yang ketat, Nita terlihat anggun dan elegan, anting mutiaranya yang berkilau juga terlihat cukup mahal.

Setelah duduk, Nita dengan cepat meminta maaf, "Maaf, Kiki. Dalam perjalanan ke sini aku terjebak macet. Biasanya Reza yang mengantarku berkeliling, tapi dia sibuk hari ini, sehingga aku harus menyetir mobil untuk datang ke sini sendiri. Aku tidak pandai mengemudi, jadi aku datang terlambat."

Meskipun Nita meminta maaf, kata-katanya terdengar seperti menyombongkan diri pada Kirana. Nita seakan ingin memberi tahu Kirana betapa baiknya Reza padanya.

Mendengar itu membuat Kirana terdiam.

Reza hanya menghabiskan waktu dengannya ketika dia ingin berhubungan seks dengannya. Dia tidak mengajaknya pergi keluar makan malam atau bahkan mengantar jemputnya ke dan dari tempat kerja.

Ternyata Reza yang seperti itu mampu bersikap bijaksana dan penuh perhatian. Dia hanya tidak ingin menjadi perhatian dan sosok yang begitu peduli kepada istrinya sendiri.

Kirana tidak ingin membuang waktu, jadi dia berkata lugas, "Kamu tidak datang ke sini hanya untuk minum kopi denganku, 'kan? Aku tidak berpikir kita cukup dekat untuk duduk dan mengobrol bersama. Katakan saja apa yang kamu inginkan dariku."

"Aku hanya ingin menjelaskan sesuatu padamu, Kiki. Reza memang terlihat dingin di permukaan, tapi dia memiliki sifat yang hangat di balik itu semua. Dia menghargai orang-orang yang ada di sekitarnya." Nita memandang Kirana dengan puas dan melanjutkan, "Kamu pasti salah paham terhadap kami berdua. Tidak ada yang terjadi antara Reza dan aku. Kami sudah saling mengenal begitu lama. Jika kami benar-benar bersama, dia tidak akan ...."

"Dia pasti tidak akan menikah denganku, 'kan?" Kirana terkekeh dan menambahkan, "Nita, aku tahu Reza menyukaimu, dan kamu juga menyukainya. Karena kalian berdua saling menyukai, lalu kenapa kalian berdua tidak menikah saja?"

Ketika Kirana bertemu Reza, pria itu masih melajang.

Jika dia tahu bahwa Reza dan Nita masih saling menyukai, dia tidak akan pernah menjadikan dirinya sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka.

Merasa sedikit frustasi, Nita mengatupkan bibirnya.

Pria yang dicintainya sejak dulu adalah Reza, bukan mendiang suaminya, Rudi Hendrawan. Putra tertua dari Keluarga Hendrawan adalah pewaris keluarga. Dan dia tahu Reza tidak akan pernah bertengkar dengan Rudi untuk apa pun karena dia memiliki hubungan yang baik dengan Rudi.

Nita dibesarkan dalam keluarga kaya. Dia merasa bahwa dirinya hanya pantas mendapatkan yang terbaik. Bagaimana bisa dia membiarkan suaminya lebih rendah dari orang lain? Itu sebabnya dia pada akhirnya memilih Rudi.

Suatu kali saat berjalan-jalan, dia dan Rudi terkena tanah longsor. Demi untuk menyelamatkannya, salah satu kaki Rudi patah, yang membuatnya cacat seumur hidup. Cedera yang dia alami sangat serius sehingga dia harus pergi ke luar negeri untuk perawatannya. Kakeknya mengkhawatirkan keadaan Rudi, jadi dia bersikeras bahwa Rudi dan Nita harus menikah agar Rudi memiliki seseorang untuk merawatnya.

Meskipun sebenarnya Nita tidak ingin menikah dengan pria cacat, dia tidak mampu menyinggung keluarga yang kuat seperti Keluarga Hendrawan. Keluarga Hendrawan jauh lebih kuat daripada keluarganya.

Jadi dia hanya bisa menikahi orang cacat yang tidak dia cintai. Setiap menit yang dia habiskan bersama dengan Rudi terasa seperti siksaaan.

Jadi, dia sangat senang ketika pada akhirnya Rudi meninggal.

Dia tidak sabar untuk pulang ke rumah dan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya.

Akan tetapi, Kirana menghalangi rencananya.

Nita menghela napas dan berkata tanpa daya, "Aku terlalu muda saat itu. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Kalau tidak, aku yakin aku dan Reza sudah lama menikah."

Kemudian, dia memandang Kirana dan bergumam, "Ya, kamu telah menikah dengannya selama tiga tahun. Terus kenapa? Kirana, dia masih tidak menyukaimu. Menikah dengannya tidak akan mengubah fakta itu."

Kirana mengepalkan tangannya.

Dia merasa seperti Nita baru saja menusukkan duri besar di hatinya.

Sekarang setelah Nita langsung berbicara ke intinya, Kirana merasa dia tidak perlu membuang waktunya lebih lama lagi. "Nita, jika kamu datang ke sini hari ini untuk memprovokasiku, aku minta maaf telah mengecewakanmu. Aku sudah memutuskan untuk menceraikan Reza. Aku tidak menginginkan pria itu lagi. Jadi jika kamu ingin bersamanya, pergilah bersamanya dan tidak perlu menggangguku. Aku sudah tidak ada hubungannya lagi akan hal itu."

Setelah mengatakan itu, dia mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya dan meletakkannya di atas meja mereka berdua. "Kita bukan teman, jadi sebaiknya kita membayar pesanan kita sendiri-sendiri."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya