icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 15
Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu
Jumlah Kata:701    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Kematian Rudi adalah pukulan terakhir bagi Edi, dan kejadian itu hampir melenyapkan semangatnya.

Dia diliputi kesedihan dan penyesalan saat pertama kali mendengar berita tentang meninggalnya Rudi.

"Kakek, Kakak ... Kakak sudah berada di tempat yang lebih baik sekarang, dan dia tidak lagi menderita," kata Reza, mencoba untuk menghibur kakeknya.

Ekspresi yang terpampang di wajah Edi menjadi semakin menyakitkan untuk dilihat. "Kakek baru saja selesai menjalani operasi, jadi Kakek masih terlalu lemah untuk bisa menghadapi segala jenis stres. Tolong jangan terlalu banyak berpikir seperti ini. Kakek harus istirahat." Kirana mengingatkan.

"Baiklah." Edi menganggukkan kepalanya sambil menatap Kirana. Dia tersenyum untuk pertama kalinya sejak dia dikeluarkan dari ruang operasi. "Untungnya, kamu dan Reza masih muda dan sehat." Kemudian, dia menolehkan kepalanya ke arah Reza dan berkata, "Kamu harus memperlakukan istrimu dengan baik, dan kalian berdua harus hidup bahagia bersama. Lalu, aku akan merasa damai ketika aku mati nanti."

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Edi menyatukan tangan Reza dan Kirana.

Kirana merasakan kehangatan yang datang dari tangan Reza dan berpikir untuk segera menarik tangannya. Akan tetapi, dia menghentikan dirinya sendiri ketika dia melihat wajah Edi yang kuyu.

Saat melihat ekspresi di wajah mereka, Edi merasakan ada sesuatu yang tidak beres di antara pasangan itu, jadi dia dengan sengaja menggenggam tangan mereka lebih erat.

"Reza, Kirana adalah istrimu. Dia adalah seorang gadis yang baik. Kamu harus mencintainya dan merawatnya dengan baik." Edi menghela napas dan melanjutkan, "Kakek tidak punya keinginan lain sebelum Kakek mati. Kakek hanya ingin menyaksikan kelahiran cicit Kakek. Kalian berdua harus bekerja lebih keras jika mempertimbangkan kondisi kesehatan Kakek saat ini."

Kirana tidak tahu harus berkata apa saat mendengar ucapan itu. Dia benar-benar ingin memberi tahu Edi bahwa dia dan Reza akan bercerai.

Namun, Reza tahu apa yang ingin dia lakukan.

Jadi Reza meremas tangannya dengan keras sebelum dia bisa membuka mulutnya dan mengatakan sesuatu pada Edi. Reza berbicara pada Edi sambil tersenyum, "Kami tahu, Kakek. Kami tidak akan mengecewakan Kakek. Kakek harus banyak beristirahat. Kami akan pergi dulu untuk sekarang, tapi kami akan segera kembali untuk menjenguk Kakek lagi, oke?"

"Oke."

Edi juga merasa dia perlu tidur, jadi dia melambaikan tangannya untuk membiarkan Reza dan Kirana pergi dan berkata, "Kalian harus lebih peduli terhadap satu sama lain agar Kakek bisa segera melihat cicit Kakek."

Sebuah senyum muncul di wajahnya yang lelah setelah mengucapkan kata-kata itu.

Kirana membuka mulutnya, berniat untuk mengatakan sesuatu.

Namun, Reza meraih tangannya dan menariknya keluar dari bangsal.

Kirana melepaskan cengkeraman Reza setelah mereka keluar dari rumah sakit.

"Mengapa kamu mengucapkan kata-kata itu pada Kakek barusan? Kita akan bercerai."

Kirana sama sekali tidak mengerti. Mengapa Reza memberi Edi harapan seperti itu? Mereka akan berpisah, dan memiliki anak bersama adalah sebuah hal yang mustahil.

Reza membalikkan badannya untuk menghadap Kirana dengan mata yang dipenuhi amarah.

"Apakah kamu benar-benar berpikir untuk memberi tahu Kakek tentang perceraian kita? Apakah kamu benar-benar orang yang sekejam itu? Bukankah Kakek memperlakukanmu seperti cucunya sendiri? Kakek baru saja selamat dari operasinya dengan susah payah. Apakah kamu benar-benar ingin memberi tahu Kakek bahwa pernikahan kita telah berakhir saat beliau berada dalam kondisi lemah seperti ini? Apakah kamu ingin Kakek mati karena merasa marah dan kecewa?" Reza marah besar.

Kirana membuka mulutnya, tetapi tidak ada kata yang bisa dia keluarkan.

Setelah beberapa saat, dia mundur selangkah dan berkata, "Baiklah kalau begitu. Tapi kita tetap akan bercerai. Aku telah mengambil keputusan tentang itu, dan tidak ada yang dapat kamu lakukan untuk mengubahnya. Kita tidak akan memberi tahu Kakek tentang perceraian kita sekarang, tetapi kita akan memberi tahu Kakek setelah beliau pulih. Kakek telah bersikap sangat baik padaku, dan Kakek akan selalu menjadi keluargaku. Aku masih ingin bisa melihat Kakek di masa depan."

"Kamu ...." Reza menggertakkan giginya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Kirana akan begitu bertekad. Tidak ada seorang pun yang pernah berani menolaknya. Kirana adalah orang yang pertama. Dia tidak bisa menahan perasaan sedih saat memikirkan hal ini, tetapi dia dengan cepat mendapatkan kembali ketenangannya dan bertanya, "Apakah menurutmu Kakek mudah tertipu? Keinginan terbesar Kakek selama ini adalah menyaksikan kelahiran cicitnya."

Reza terdiam untuk beberapa saat. Kemudian dia melanjutkan dengan suara serius, "Kakek selalu bersikap baik padamu."

Reza masih ingin punya bayi dengannya?

Akan tetapi ....

"Aku tidak akan melahirkan bayimu, Reza," kata Kirana sambil menjatuhkan bahunya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya