icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 13
Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu
Jumlah Kata:663    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Alan menatapnya dengan tatapan memperingatkan dan berkata, "Apa pun itu, kamu bisa melakukannya nanti setelah kita mengantarkan Tuan Hendrawan pergi."

Ditatap oleh atasannya, Kirana tidak punya pilihan selain pergi bersama orang banyak untuk mengantarkan Reza ke pintu.

Berdiri di samping, Reza dengan jelas mendengar apa yang baru saja dia katakan. Sejak dia masuk, Kirana terus memperlakukannya seperti orang asing. Sekarang wanita itu menghindarinya seolah-olah dia memiliki penyakit parah yang menular. Apakah dia begitu mengerikan di mata Kirana?

Sekarang Reza harus mengakui bahwa Kirana jauh berbeda dari yang sebelumnya dia kenal.

Meskipun dia benci mengakuinya, dia merasa tidak senang akan hal itu.

Di gerbang perusahaan, sopir Reza sudah menunggunya di Lamborghini-nya.

Ketika sopir itu melihat bosnya mendekat, dia bergegas dan membukakan pintu mobil untuknya.

Kirana dengan hati-hati membaur dengan kerumunan, dia berusaha tetap diam, berharap tidak akan menarik perhatian siapa pun.

Reza berjalan ke mobil dan hendak masuk, tetapi tiba-tiba, dia berbalik dan menyapukan pandangan pada kerumunan di depannya. Dia dengan cepat berhasil menemukan Kirana.

"Masuk ke mobil, Kirana."

Mendengar apa yang dikatakan oleh Reza, semua orang yang di sekitar mereka secara bersamaan tersentak dan menoleh untuk melihat Kirana. Dari raut wajah orang-orang, jelas mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi sekarang.

Sambil terus menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah, Kirana tetap diam di tempat.

Dia menggigit bibirnya dan menatap Reza dengan tatapan marah. Apa yang diinginkan pria itu sekarang?

Robi tahu apa yang dipikirkan oleh Reza, jadi dia mengedipkan mata pada Alan. Alan bisa segera mengerti bahwa pasti ada hubungan rahasia yang terjadi antara Reza dan Kirana.

Dia pria yang sangat licik sehingga dia berlari kembali ke kantornya lebih cepat daripada orang lain, dan karyawannya yang lain segera mengikuti apa yang dia lakukan.

Bawahan Reza juga menyelinap pergi.

Tak lama, hanya Reza dan Kirana yang tersisa di gerbang perusahaan.

Karena sudah tidak ada orang di sekitar, Kirana berpikir tidak ada gunanya terus berpura-pura. Dia menatap Reza dengan mata dingin.

"Kenapa kamu ingin aku masuk ke mobil? Apakah kamu ingin membicarakan tentang perceraian kita? Apa kamu sudah menandatangani surat perceraiannya? Jika kamu punya waktu luang sekarang, kita bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya dan menyelesaikan prosedur perceraian yang diperlukan." Dia menambahkan dengan tegas, "Aku telah membawa semua dokumen yang diperlukan."

Kirana telah mengambil keputusan. Karena dia telah memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Reza, dia tidak mau berurusan dengannya lagi. Demi kebaikan mereka masing-masing untuk menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.

Perceraian yang mereka jalani mereka belum selesai, dan mereka masih harus melalui proses hukum. Sampai saat ini, Kirana secara hukum masih menjadi istri Reza, dan setiap menit yang dia rasakan terasa bagai siksaan baginya.

Setelah mendengar apa yang dia katakan, wajah Reza langsung menjadi gelap.

Apakah dia tidak punya hal lain untuk dibicarakan dengannya kecuali perceraian?

"Apakah kamu serius tentang perceraian kita?"

Mereka berdua telah menikah selama tiga tahun. Reza sudah terbiasa dengan kehadirannya di sisinya. Dia mengira bahwa Kirana hanya berusaha mendapatkan perhatiannya, tetapi sekarang dia memahami bahwa sesungguhnya Kirana benar-benar serius ingin bercerai dengannya.

"Ya." Kirana mencibir. "Huh! Apa kamu pikir aku hanya mengancam akan mengakhiri pernikahan kita untuk membuatmu memedulikanku? Jangan menyanjung dirimu sendiri, Reza. Aku sudah menyerahkan tiga tahun waktuku yang berharga untukmu. Cukup sudah, aku tidak mau mengorbankan apa-apa lagi. Selain itu, perceraian adalah keputusan terbaik bagi kita. Setelah kita berpisah, kamu bisa mengejar kebahagiaanmu sendiri, dan aku akan mengejar kebahagiaanku sendiri juga. Kita tidak perlu terlibat dalam kehidupan satu sama lain lagi di masa depan nanti."

"Kamu ...." Tiba-tiba, Reza tidak mampu untuk berkata-kata.

Dengan wajah dingin, Kirana berkata, "Ayolah. Mari kita pergi ke catatan sipil."

Dia tahu perceraian mereka adalah hal yang sangat mudah jika Reza menyetujuinya.

Kirana berbicara dengan nada tegas.

Namun, detik berikutnya, ponsel milik Reza berdering. Orang yang menelepon adalah Heru Bastian, kepala pelayan di kediaman Keluarga Hendrawan.

Reza mengangkat panggilan telepon dan mendengar Heru berkata dengan tergesa-gesa, "Tuan Hendrawan, tolong datang ke rumah sakit secepat mungkin. Kakek Anda baru saja pingsan, dan dokter mengatakan dia menderita serangan jantung. Sekarang, beliau sedang dilarikan ke rumah sakit."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya