icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Tidak Ada Tempat untuk Pergi
Jumlah Kata:695    |    Dirilis Pada:09/10/2022

Kirana memejamkan matanya untuk beberapa saat.

Reza sama sekali tidak perlu khawatir dia akan kembali. Dia tidak akan kembali ke tempat itu. Dia tidak akan membiarkan dirinya melakukan hal itu bahkan jika dia harus mati. Dia membuka matanya lagi, menggertakkan giginya, dan berjalan pergi tanpa melihat ke belakang sekali pun.

Reza mengatupkan rahangnya dan menyipitkan matanya saat melihat pintu yang tertutup rapat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Keluarga Tjandra mengandalkan dukungan dari Keluarga Hendrawan untuk bertahan hidup. Dia benar-benar tidak percaya bahwa Kirana akan benar-benar berani menceraikannya terlepas dari kenyataan itu. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak menganggap serius kata-katanya.

Pada saat ini, Nita meneleponnya. Wanita itu bertanya dengan suara lembut dan manis, "Reza, apa kamu ada di rumah?"

"Yah." Reza menjawab.

Nita merasa tertarik dengan suara seksi Reza. Dia mulai berpikir dalam hati. Suaminya sudah meninggal, dan dia tidak memiliki siapa pun yang bisa diandalkan selama sisa hidupnya.

Sekarang, Reza adalah satu-satunya pewaris Keluarga Hendrawan. Ditambah lagi, pria itu dulu menyukainya. Jadi yang perlu dia lakukan hanyalah memenangkan hatinya kembali.

Namun, dia harus bersabar untuk bisa melakukan hal itu.

Nita berkata dengan suara malu-malu, "Aku baru saja melihat Kiki tampak murung ketika dia pergi. Dia pasti telah salah paham dengan kita. Aku akan menjelaskan semuanya padanya besok. Kamu telah bekerja keras setiap hari dan merawatku pada waktu yang bersamaan. Kamu pasti merasa sangat lelah. Aku benar-benar tidak ingin kamu dan istrimu bertengkar karena aku."

Dia mencoba sebaik mungkin untuk menghibur Reza.

Nita selalu memiliki banyak pengagum di sekitarnya, jadi dia telah mempelajari cara berpikir kebanyakan pria. Pria membutuhkan dukungan dan kelembutan dari seorang wanita, dan dia perlahan-lahan dapat memenangkan hati pria hanya dengan menyediakan hal-hal itu.

Tidak tahu mengapa, Reza merasa kesal ketika dia berpikir tentang Kirana yang pergi meninggalkannya. Dia menjawab Nita setelah waktu yang lama, "Kamu tidak perlu khawatir tentang hubunganku dengan Kirana. Kamu hanya perlu menjaga dirimu dengan baik."

Nita sama sekali tidak menyangka Reza akan mengatakan hal seperti itu padanya. Dia menggertakkan giginya dan berkata, "Aku sama sekali tidak ada niatan buruk, Reza. Aku hanya peduli padamu."

"Aku sedang sibuk sekarang. Aku akan meneleponmu lagi nanti." Reza menutup telepon tanpa repot-repot menjelaskan apa pun padanya.

Nita memandangi ponselnya lekat-lekat. Kesuraman di hatinya terlihat dengan jelas di matanya. Di masa lalu, Reza selalu bersikap patuh padanya setiap kali mereka bersama, dan dia tidak pernah berbicara dengan nada seperti itu padanya.

Dia hanya tinggal di luar negeri beberapa tahun lamanya, tapi dia bisa jelas merasa ada celah di antara dia dan Reza ketika dia kembali kali ini. Mereka tidak lagi sedekat sebelumnya.

Sudah tiga tahun berlalu sejak Reza dan Kirana menikah. Apakah Reza benar-benar jatuh cinta pada wanita itu?

Nita merasa sedikit bingung, dan dia jengkel dengan spekulasinya sendiri. Reza adalah pria terbaik yang pernah dia temui di dunia ini. Dia menyukai Reza, dan dia harus bisa memenangkan hatinya.

Hujan mulai turun lagi saat Kirana keluar dari rumah. Dia berjalan di tengah hujan dengan santai sampai hujan berhenti. Tetesan air hujan meluncur dari dedaunan di atasnya.

Dia baru menyadari bahwa dia tidak punya tempat untuk pergi setelah dia berhasil keluar dari rumah Reza.

Haruskah dia kembali ke Keluarga Tjandra? Tidak. Dia tidak pantas untuk berada di sana lagi. Tempat itu bukan lagi rumahnya.

Tiba-tiba, Kirana menyadari bahwa dia hidup dengan sangat menyedihkan selama bertahun-tahun. Dia tidak punya apa-apa yang bisa dia banggakan. Tidak ada prestasi, tidak ada aset, dan tidak ada kemampuan apa pun. Tidak heran Reza sama sekali tidak menyukainya.

Dia menelepon sahabatnya, Anita Brawijaya, setelah berhasil menenangkan diri.

Sekitar setengah jam kemudian, Kirana berdiri di depan pintu rumah Anita. Anita yang sudah mengenakan piama membuka pintu dan menarik Kirana masuk ke dalam rumahnya.

Hujan telah turun cukup lama saat itu, jadi Anita merasa agak kedinginan saat membuka pintu. Dia bertanya dengan tatapan heran, "Kiki, apa yang sedang kamu lakukan sambil menyeret kopermu di tengah hujan seperti ini? Apa Reza melakukan sesuatu yang buruk lagi padamu?"

Anita dan Kirana sudah saling kenal selama bertahun-tahun, jadi Anita tahu semua yang terjadi di antara Kirana dan Reza.

Kirana merasa lelah setelah berjalan cukup lama. "Biarkan aku istirahat terlebih dahulu. Aku akan menjelaskan semuanya padamu nanti."

Dia tampak lelah dan putus asa saat ini.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya