icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 14
Kondisi Pasien Sangat Kritis
Jumlah Kata:650    |    Dirilis Pada:09/10/2022

"Aku akan segera ke sana!" Setelah mengucapkan kata-kata itu, Reza dengan cepat memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya.

Kirana sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia hanya melihat wajah Reza yang menjadi sangat pucat setelah panggilan telepon itu. Reza tiba-tiba meraih pergelangan tangannya sebelum dia bisa bertanya apa yang terjadi. "Masuk ke dalam mobil sekarang!"

"Mengapa? Ke mana kita akan pergi?" Dia membentak dan menolak cengkeramannya secara refleks.

"Kakek sedang dibawa ke rumah sakit sekarang. Dia berada dalam kondisi kritis," kata Reza dengan suara yang menghancurkan hati Kirana.

Reza dibesarkan oleh kakeknya, Edi Hendrawan. Satu-satunya keluarga yang Reza miliki adalah kakeknya dan kakak laki-lakinya, Rudi, yang tumbuh besar bersamanya.

Jadi, Edi dan Rudi adalah orang yang paling dihormati dan dipercaya oleh Reza di seluruh dunia. Kenyataannya, dia hanya setuju menikah dengan Kirana karena itu adalah keinginan kakeknya.

"Apa katamu?" Kirana bergumam dengan nada kaget.

Setelah dia menikah dengan Keluarga Hendrawan, dia berada di bawah tekanan besar karena banyak aturan yang mereka miliki. Tapi Edi sebenarnya bersikap baik padanya. Edi telah memperlakukannya seakan-akan dia adalah cucunya sendiri. Meskipun Edi selalu mendesaknya untuk memiliki bayi dengan Reza, dia juga telah mengingatkan Reza untuk merawatnya dan memperlakukannya dengan baik.

Kirana bergegas masuk ke dalam mobil Reza saat mendengar Edi berada dalam kondisi kritis. Akan canggung berada di dalam kendaraan yang sama dengan Reza, tetapi dia bisa menghadapinya jika itu dilakukannya untuk bertemu dengan Edi dan memastikan dia baik-baik saja.

Sopir langsung meluncur dengan cepat ke rumah sakit.

Ketika mereka tiba, mereka mendapati Heru sedang menunggu di dekat ruang operasi. Ketika Heru melihat Reza dan Kirana, dia dengan cemas berkata kepada mereka, "Saya melihatnya minum obatnya pagi ini. Dan dia terlihat baik-baik saja saat itu. Tapi tidak lama kemudian, dia tiba-tiba kehilangan kesadaran. Dokter mengatakan bahwa kondisinya saat ini kritis. Sekarang dokter terbaik di kota ini ada di sini untuk melakukan operasi padanya."

Kemudian dia segera menghibur Reza, "Jangan khawatir, Tuan Hendrawan. Kakek Anda adalah seorang pria yang baik hati. Tuhan pasti akan bersamanya."

Reza hanya menganggukkan kepalanya. Dia tidak mengatakan apa-apa untuk membalas.

Kirana menatap pintu ruang operasi yang tertutup.

Dia sering pergi mengunjungi Edi selama beberapa tahun terakhir. Dia tahu betul bahwa kesehatannya menurun dengan cepat. Reza telah menyewa banyak dokter swasta untuk merawat kakeknya di rumah. Namun, Edi tidak menjadi lebih baik.

Beberapa jam kemudian, pintu ruang operasi akhirnya terbuka.

Dokter bedah yang mengoperasi kakeknya itu adalah seorang dokter yang sangat berpengalaman dan terkenal. Ketika dia melihat Reza, dia mendorong kacamatanya ke atas pangkal hidungnya dan berbicara sebelum Reza sempat menanyakan pertanyaan apa pun tentang Edi.

"Operasinya berjalan dengan sangat baik, Tuan Hendrawan. Tapi kakekmu berada dalam kesehatan yang sangat buruk, jadi kita tidak tahu kapan dia akan bangun. Kamu harus bisa menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosionalnya dengan baik di masa depan. Ini satu-satunya cara baginya untuk bisa hidup lebih lama."

Reza akhirnya menghela napas lega saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut dokter itu.

Sungguh adalah berita bagus bahwa nyawa Edi tidak lagi berada dalam bahaya.

Reza dan Kirana menunggu di rumah sakit selama dua hari sebelum akhirnya Edi terbangun.

Edi menghela napas ketika dia melihat Reza dan Kirana.

"Kakek sudah tua. Hidup Kakek akan segera berakhir."

"Jangan bicara omong kosong seperti itu, Kakek," teriak Reza. Dia memegang tangan kakeknya dan berbicara dengan berlinang air mata, "Aku akan menyewa dokter terbaik untuk merawat Kakek. Sirimau adalah sebuah tempat yang bagus dengan iklim yang menyenangkan. Setelah Kakek keluar dari sini, aku akan mengirim Kakek ke sana untuk pemulihan. Kakek akan pulih dan hidup selama bertahun-tahun lagi."

"Reza ...." Edi sangat mengenal cucunya dengan baik. Dia tahu bahwa Reza memiliki hati yang hangat dan baik meskipun dia menampilkan sikap yang dingin. Edi menggelengkan kepalanya perlahan dan menjawab, "Kakek sangat mengenal tubuh Kakek sendiri. Kakek akan segera mati, dan Kakek akan bertemu nenekmu dan kakakmu lagi."

Bayangan Rudi muncul di dalam kepala Edi. Dia menarik napas dalam-dalam, dan matanya berkaca-kaca.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya