Bos, Istri Anda Minta Cerai

Bos, Istri Anda Minta Cerai

ROSA WHITEHEAD

4.9
Komentar
2.4M
Penayangan
457
Bab

Bagi Sella Wisara, pernikahan terasa seperti sangkar yang penuh duri. Setelah menikah, dia dengan bodoh menjalani kebidupan yang menyedihkan selama enam tahun. Suatu hari, Wildan Bramantio, suaminya yang keras hati, berkata kepadanya, "Aisha akan kembali, kamu harus pindah besok." "Ayo, bercerailah," jawab Sella. Dia pergi tanpa meneteskan air mata atau mencoba melunakkan hati Wildan. Beberapa hari setelah perceraian itu, mereka bertemu lagi dan Sella sudah berada di pelukan pria lain. Darah Wildan mendidih saat melihat mantan isrtinya tersenyum begitu ceria. "Kenapa kamu begitu tidak sabar untuk melemparkan dirimu ke dalam pelukan pria lain?" tanyanya dengan jijik. "Kamu pikir kamu siapa untuk mempertanyakan keputusanku? Aku yang memutuskan hidupku, menjauhlah dariku!" Sella menoleh untuk melihat pria di sebelahnya, dan matanya dipenuhi dengan kelembutan. Wildan langsung kehilangan masuk akal.

Bab 1 Ketidakpedulian Suaminya

Saat ini awal Desember di Kota Lemi dan cuaca lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya.

Sella Wisara berbaring di tempat tidur tanpa ekspresi, mendengarkan omelan nyaring ibu mertuanya, Sophia Andino, yang datang dari lantai bawah.

"Sella! Kamu mandul dan itu sudah cukup mengecewakan. Jam berapa sekarang? Kenapa kamu belum memasak? Apa kamu ingin membuatku dan Ardin mati kelaparan?"

Sella telah menikah dengan Wildan Bramantio selama enam tahun dan selama ini, Sophia terus memarahinya karena tidak kunjung hamil. Andai saja Sophia tahu bahwa Wildan tidak pernah menyentuhnya sejak awal.

Pada saat ini, terdengar suara Ardin Bramantio mendesak, "Cepat turun dan bantu aku menyiapkan tas sekolahku. Aku mau berangkat ke sekolah."

Ardin adalah adik laki-laki Wildan. Dia merupakan seorang remaja yang selalu mempersulit Sella karena menurutnya, Sella adalah wanita yang mudah ditindas.

Begitu turun, Sella langsung pergi ke dapur dan memasak, lalu menyiapkan tas sekolah dan kotak makan untuk Ardin. Setelah itu, dia memanggil Sophia, "Bu, sarapan sudah siap!"

Sophia berjalan menuju ruang makan. Ketika melihat raut wajah Sella yang tanpa ekspresi, dia langsung marah. Dia membanting gelas di atas meja dan berkata, "Sella, kamu menghabiskan uang putraku dan tinggal di rumahnya. Beraninya kamu menatapku dengan tidak sabar seperti itu! Jika kamu terus seperti ini, aku akan segera menelepon Wildan dan memintanya untuk menceraikanmu. Percayalah padaku."

Memegang piring dengan tangan gemetar, Sella menarik napas dalam-dalam dan memaksakan diri untuk tersenyum saat berkata, "Bu, aku tidak menatapmu dengan tidak sabar."

Sama sekali tidak memercayainya, Sophia berkata dengan nada menghina, "Sella, jangan mengira karena dukungan nenek Wildan, kamu bisa menjadi istrinya selamanya. Kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Aisha. Ingat itu."

Saat Sella mendengar nama Aisha Wahadi, wajahnya memucat.

Setelah memikirkan sesuatu, Ardin menyeringai dan berkata, "Apa kamu belum tahu? Aisha akan segera pulang dari rumah sakit. Kakakku akan menjemputnya pulang untuk tinggal bersama kita."

Kelopak mata Sella berkedut dan tangannya semakin gemetar.

Merasa jijik saat melihat penampilan Sella karena mengira Sella hanya berpura-pura diperlakukan dengan tidak adil, Sophia mendengus dan melambaikan tangan dengan tidak sabar saat berkata, "Jangan berdiri di depanku. Kamu menurunkan nafsu makanku. Enyah dari hadapanku."

Sella berbalik dan naik ke atas tanpa ragu-ragu, lalu kembali masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidur.

Menjelang malam, sebuah mobil Maybach berhenti di depan rumah. Sella segera bangkit dari tempat tidur, lalu berlari ke balkon dan melihat ke bawah.

Seorang pria kurus yang mengenakan setelan jas keluar dari mobil. Dia lebih tampan daripada para bintang pria yang dilihatnya di televisi.

Merasa sepertinya ada seseorang yang sedang menatapnya, pria itu mendongak dan mata mereka bertemu. Hanya ada kedinginan dan kekejaman di matanya.

Sella sudah terbiasa dengan tatapan seperti ini.

Begitu memasuki ruangan, Sella menyiapkan air bak mandi untuk Wildan seperti biasa dan berkata, "Sayang, Nenek sudah tinggal di biara selama hampir sebulan. Sore tadi, beliau meneleponku dan bilang bahwa beliau berdoa untukmu ...."

Akan tetapi, sebelum Sella bisa menyelesaikan kata-katanya, Wildan memotong, "Ada yang ingin kukatakan padamu."

Sella menoleh ke Wildan dan mendapati Wildan sedang menatapnya dengan cuek. Tidak ada jejak kelembutan di mata pria itu.

Bibir tipis Wildan bergerak dan mengeluarkan kata-kata dengan suara yang dalam, "Aisha akan pulang. Besok kamu harus pindah."

Hati Sella langsung tenggelam. Ardin benar. "Bagaimana jika aku tidak pindah?" tanya Sella dengan suara lembut.

Wildan mengerutkan kening. Sella selalu patuh padanya dan ini adalah pertama kalinya wanita itu melawannya. Dia berkata dengan dingin, "Jangan lupa bagaimana kamu menikah denganku enam tahun yang lalu."

Tentu saja, bagaimana Sella bisa lupa?

Saat itu, Aisha mengalami kecelakaan mobil. Sella-lah yang memanggil ambulans dan juga mendonorkan darah untuk transfusi. Wildan berterima kasih pada Sella. Untuk membalas kebaikannya, dia berjanji akan memenuhi permintaan Sella.

Satu-satunya permintaan Sella adalah menikah dengan Wildan. Dia selalu memimpikan hal ini sejak pertama kali bertemu dengan Wildan saat masih duduk di bangku SMA.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Bos, Istri Anda Minta Cerai
1

Bab 1 Ketidakpedulian Suaminya

25/07/2023

2

Bab 2 Aku Tidak Akan Melayanimu Lagi

25/07/2023

3

Bab 3 Kamu Ingin Bercerai

25/07/2023

4

Bab 4 Pria Muda

25/07/2023

5

Bab 5 Catatan Harian

25/07/2023

6

Bab 6 Perceraian

25/07/2023

7

Bab 7 Sella Telah Mengkhianati Dia

25/07/2023

8

Bab 8 Apakah Kamu Menyesal Menceraikannya

25/07/2023

9

Bab 9 Apakah Kamu Mengejekku

25/07/2023

10

Bab 10 Provokasi

25/07/2023

11

Bab 11 Tidak Punya Keberuntungan Itu

25/07/2023

12

Bab 12 Setiap Orang Memiliki Rahasia Mereka Sendiri

25/07/2023

13

Bab 13 Berlutut dan Minta Maaf

25/07/2023

14

Bab 14 Kecelakaan Mobil Enam Tahun Lalu

25/07/2023

15

Bab 15 Sangat Bijaksana

25/07/2023

16

Bab 16 Video Palsu

25/07/2023

17

Bab 17 Perjamuan

25/07/2023

18

Bab 18 Hadiah Besar

25/07/2023

19

Bab 19 Aku Ingin Hati Samudra

25/07/2023

20

Bab 20 Mendapatkan Barang Mahal dari Wildan

25/07/2023

21

Bab 21 Bantu Aku Menjual Cincin Kawinku

25/07/2023

22

Bab 22 Apa Anda Ingin Saya Membuang Cincin Itu

25/07/2023

23

Bab 23 Uangku Adalah Milikmu

25/07/2023

24

Bab 24 Kurnia Adalah Orang yang Menjijikkan

25/07/2023

25

Bab 25 Kamu Tidak Perlu Khawatir tentangku

25/07/2023

26

Bab 26 Itu Tidaklah Penting

25/07/2023

27

Bab 27 Aku Akan Memberimu Pelajaran yang Bagus

25/07/2023

28

Bab 28 Apakah Kamu Berusaha Merayu Sella

25/07/2023

29

Bab 29 Kompensasinya Tidak Sepadan

25/07/2023

30

Bab 30 Nona Sella, Tolong Datang ke Kantor Polisi

25/07/2023

31

Bab 31 Membebaskan Ardin

25/07/2023

32

Bab 32 Ada Berondong Lain di Sini

25/07/2023

33

Bab 33 Sahabat Pena Wildan

25/07/2023

34

Bab 34 Membeli Arloji

26/07/2023

35

Bab 35 Pacar Mantan Suamiku

27/07/2023

36

Bab 36 Jika Kamu Kalah, Hapus Tatomu

28/07/2023

37

Bab 37 Suami Bekas

29/07/2023

38

Bab 38 Mengakui Kekalahan

30/07/2023

39

Bab 39 Lepaskan Sekarang

31/07/2023

40

Bab 40 Apakah Kamu Sedang Merayuku

01/08/2023