icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 6
Ayo Kita Mabuk-mabukan!
Jumlah Kata:839    |    Dirilis Pada: 09/10/2022

"Baiklah."

Senyum tulus akhirnya menghiasi wajah Kirana.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, yang dia lakukan hanyalah merawat Reza. Dia sama sekali tidak memiliki kehidupannya sendiri, dan dia tidak bisa menikmati waktu yang dia miliki sendiri.

Mulai sekarang, dia hanya akan menjalani hidup untuk dirinya sendiri.

Hidup dengan bebas bisa menjadi sangat sulit bagi seorang wanita yang menikah dengan seseorang dari keluarga besar dan kaya. Setelah Kirana menikah dan menjadi bagian Keluarga Hendrawan, mereka selalu mengingatkannya untuk tahu diri dan menjaga perkataan serta perbuatannya. Dia selalu mengikuti apa yang diminta oleh Keluarga Hendrawan. Hidupnya telah diatur sedemikian rupa sehingga dia bahkan tidak bisa memilih pakaian dan perhiasan yang akan dia kenakan sendiri.

Sejak menjadi istri Reza, dia telah berkomitmen untuk memenuhi kriteria Keluarga Hendrawan untuk menjadi seorang wanita yang sopan dan baik di mata mereka, yang berlaku untuk setiap keluarga kaya dan berkuasa. Tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan.

Kirana memang berubah seseorang yang lebih cantik dan anggun sebagai Nyonya Hendrawan, namun dalam prosesnya, dia kehilangan jati dirinya sendiri.

Sekarang, dia mengenakan gaun terusan merah dan riasan yang indah.

Saat Anita melihat temannya itu, Anita seketika tercengang dan merasa sahabatnya telah berubah menjadi orang lain. "Wah. Kamu terlihat menakjubkan, Kiki. Aku yakin ada banyak pria akan terpesona olehmu saat kita berjalan masuk ke bar nanti."

"Berhentilah melebih-lebihkan." Kirana sama sekali tidak berpikir dia sangat cantik. Dia hanya senang bahwa pada akhirnya dia bisa memilih gaunnya yang hendak dia pakai sendiri. Dia masih merasa sulit untuk percaya bahwa belenggu yang semula menempel padanya akhirnya terlepas.

Anita menyetir langsung ke Bar Seniwan, bar terkenal di kota.

Sementara itu, sekelompok pemuda kaya juga sedang bersenang-senang dengan gaya mereka sendiri.

Di salah satu ruang VIP di Bar Seniwan, ada asap tipis memenuhi udara serta denting gelas piala dan suara musik rave berdentang.

Beberapa pria muda yang berpakaian bagus dari keluarga kaya sedang duduk di sofa dan dikelilingi oleh wanita-wanita muda yang cantik. Tidak jauh dari situ, juga ada beberapa gadis yang bernyanyi dengan lembut. Cahaya redup membuat bayangan di wajah Reza. Rahangnya terkatup rapat, dan dia menatap ke langit-langit dengan mata yang gelap gulita bagaikan langit tanpa bintang.

"Ini sudah larut, Reza. Kenapa kamu masih ada di sini? Bukankah seharusnya kamu sudah berada di rumah sekarang? Aku dengar istrimu bergadang setiap malam untuk menunggumu pulang, dan ketika kamu tidak pulang juga, dia akan meneleponmu untuk mendesakmu agar segera pulang. Apa itu benar?" Geri Wibowo, salah satu playboy yang ada di sana, mengangkat alisnya ke arah Reza dan menggodanya.

Semua pemuda yang hadir di sana tak lain adalah teman Reza, dan mereka semua tumbuh besar bersama. Meski Reza dan Kirana tidak menggelar upacara pernikahan, mereka semua tahu tentang pernikahan mereka.

Dan mereka juga tahu alasan mengapa Kirana menikah dan menjadi bagian Keluarga Hendrawan. Mereka semua adalah pria muda yang memiliki banyak harta, jadi mereka secara alami memandang rendah seseorang serakah dan pengejar harta seperti Kirana. Jadi suara Geri penuh dengan penghinaan.

"Keluarga Tjandra sangat lemah. Sulit bagi mereka untuk bertahan hidup tanpa bantuan Reza dan Keluarga Hendrawan. Kalau tidak, mengapa mereka bersikeras menikahkan Kirana dengan Reza? Menurut pendapatku, wanita itu sudah gila jika dia pikir dia bisa mengendalikan seseorang seperti Reza. Seharusnya dia hanya fokus agar bisa secepat mungkin hamil dan melahirkan anak-anak Reza. Hanya itulah gunanya dia." Setelah minum beberapa gelas anggur, Irfan Gozali menjadi lebih tidak terkendali saat berbicara.

"Kalian semua, setidaknya tunjukkan rasa hormat?" Nanda Kalingga, yang merupakan sahabat Reza, menggelengkan kepalanya. "Ya, Keluarga Tjandra memang tidak sekaya keluarga kita, tapi menurutku itu tidak membuat Kirana secara spontan menjadi orang jahat. Dia benar-benar melakukan pekerjaan yang hebat menjadi istri Reza. Dia mungkin memang menyandang jabatan sebagai Nyonya Hendrawan, tetapi dia juga memiliki kariernya sendiri. Dia tidak seburuk yang kalian bayangkan."

Kirana bekerja sebagai desainer interior. Sebenarnya Nanda mengenalnya sejak dia mendekorasi rumahnya. Dalam ingatan Nanda, Kirana adalah seorang wanita yang lembut dan sopan. Setelah itu dia mengunjungi Keluarga Hendrawan beberapa kali, dan dia ingat suatu kali Kirana bahkan secara pribadi memasakkan makanan dan mengundangnya untuk bergabung dengan mereka untuk makan malam. Ketika para pria mengobrol di ruang kerja setelah makan malam, Kirana membuatkan teh untuk mereka, dan selama sisa malam itu, dia tidak mengganggu mereka lagi.

Ketika Nanda hendak pergi setelah menghabiskan waktu di kediaman Keluarga Hendrawan, di luar sedang hujan. Kirana yang memberinya payung, khawatir dia akan basah kuyup dan masuk angin.

Kirana telah meninggalkan kesan yang baik pada Nanda. Dia akan merasa puas dan bersyukur jika dia bisa memiliki istri seperti Kirana suatu hari nanti.

Karena itu, secara pribadi, dia sering membujuk Reza agar bersikap lebih baik pada Kirana.

"Dia hanya bekerja sebegai seorang desainer interior. Apa hebatnya pekerjaan seperti itu?" ucap Geri dengan nada meremehkan. "Lupakan tentang dia, Reza. Mari kita minum sampai mabuk malam ini."

Wajah Reza berubah semakin gelap.

Kirana melakukan pekerjaan yang hebat sebagai Nyonya Hendrawan katanya?

Memikirkan kata-kata yang wanita itu sempat katakan padanya dan saat dia mengambil kopernya dan pergi tanpa ragu-ragu, Reza merasa sedikit sedih.

"Yah, dia sedang tidak ada di rumah malam ini. Aku akan tinggal di sini dan minum bersama kalian."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Seks Tanpa Cinta2 Bab 2 Tiga Tahun Pernikahan Tanpa Cinta3 Bab 3 Seperti yang Kamu Inginkan4 Bab 4 Tidak Ada Tempat untuk Pergi5 Bab 5 Cinta Tidak Bisa Dipaksakan6 Bab 6 Ayo Kita Mabuk-mabukan!7 Bab 7 Di dalam Bar8 Bab 8 Aku yang Traktir Minumannya9 Bab 9 Setiap Menit Bersamanya Terasa Menyiksa10 Bab 10 Menjauhlah dari Dia11 Bab 11 Sisi Lain Kirana12 Bab 12 Seorang Wanita yang Menawan13 Bab 13 Apakah Kamu Serius dengan Perceraian Itu 14 Bab 14 Kondisi Pasien Sangat Kritis15 Bab 15 Aku Tidak Akan Melahirkan Bayimu16 Bab 16 Aku Tidak Akan Menceraikanmu!17 Bab 17 Sebuah Tempat untuk Mencari Sensasi18 Bab 18 Ciumannya19 Bab 19 Aku Tidak akan Kembali ke Tempat Itu20 Bab 20 Apa Kamu Gila 21 Bab 21 Wanita yang Sudah Menikah Lebih Terampil Merayu22 Bab 22 Dia Pasti Berhubungan dengan Banyak Pria23 Bab 23 Kamu Harus Datang Sendiri dan Mengambil Tubuhnya24 Bab 24 Beraninya Kamu Memukul Istriku 25 Bab 25 Seorang Pria Berengsek26 Bab 26 Tidak Semudah Itu27 Bab 27 Aku Tidak akan Menjejakkan Kakiku Lagi ke Villa Ini28 Bab 28 Kamu Harus Membayar Atas Apa yang Baru Saja Kamu Lakukan29 Bab 29 Kamu Bukan Pelacur, 'kan 30 Bab 30 Kamu Membuatku Muak!31 Bab 31 Api Cinta32 Bab 32 Minta Maaf Padanya33 Bab 33 Keluar34 Bab 34 Kamu Terlalu Bangga35 Bab 35 Tidak Ada Pria yang akan Menolaknya36 Bab 36 Karir Adalah Hal yang Paling Penting Bagi Seorang Pria37 Bab 37 Akulah Satu-satunya Nyonya Hendrawan38 Bab 38 Dia Selalu Menjadi Korban39 Bab 39 Bercerai40 Bab 40 Siapa Orang Tua itu 41 Bab 41 Banyak Penggemar42 Bab 42 Kenakan Pakaianmu43 Bab 43 Kamu Tidak Bisa Menikahi Wanita Lain44 Bab 44 Apakah Kamu Telah Menyinggung Seseorang 45 Bab 45 Dia Masih Tidak Menginginkanmu46 Bab 46 Apakah Kamu Hamil 47 Bab 47 Ayah dari Bayi48 Bab 48 Aku Akan Melahirkan Bayi Ini49 Bab 49 Mengapa Berpura-pura Seakan-Akan Kamu Peduli50 Bab 50 Menyebabkan Masalah Lagi51 Bab 51 Orang Lain yang Bisa Dia Peras Uangnya52 Bab 52 Seumur Hidup Tidak Akan Bisa Membayarnya.53 Bab 53 Ini Semua Salahmu54 Bab 54 Wanita Murahan55 Bab 55 Aku Tidak Tertarik56 Bab 56 Aku Menculik Istrimu dan Istri Kakakmu57 Bab 57 Bom Waktu58 Bab 58 Situasi Harus Memilih Satu59 Bab 59 Kamu Hanya Seorang Wanita Simpanan60 Bab 60 Kirana Tidak Menginginkanmu Lagi61 Bab 61 Jangan Membuat Setiap Pernikahanmu Menyedihkan62 Bab 62 Apa Kamu Pernah Jatuh Cinta 63 Bab 63 Beritahukan Hargamu64 Bab 64 Sebuah Hati yang Tangguh65 Bab 65 Dia Melemparkan Dirinya Padanya66 Bab 66 Melakukan Aborsi67 Bab 67 Kamu Pikir Itu Bisa Dibilang Beruntung 68 Bab 68 Keluar dari Sini69 Bab 69 Ada Masalah Apa Denganmu 70 Bab 70 Reza adalah Seorang Bajingan71 Bab 71 Dia Tiba-tiba Mengerti72 Bab 72 Apakah Ada yang Salah dengan Reza 73 Bab 73 Kamu Tidak Pantas Disebut Sebagai Seorang Manusia74 Bab 74 Usaha Putus Asa75 Bab 75 Dia Ingin Mencium dan Memeluknya76 Bab 76 Aku Pikir Itu Berarti77 Bab 77 Seorang Pria Kusam78 Bab 78 Dia Liar di Dalam79 Bab 79 Bawa Aku Pergi Bersamamu80 Bab 80 Jangan Berpura-pura Suci dan Polos81 Bab 81 Menemui Orang Jahat Seperti Aku82 Bab 82 Berhubungan Seks Lagi83 Bab 83 Sungguh Memalukan, Pria Macho Bersikap Imut84 Bab 84 Kalian Adalah Pasangan yang Sempurna85 Bab 85 Dia Pasti Memiliki Lebih Banyak Rahasia86 Bab 86 Mengapa Kamu Tidak Mati Saja87 Bab 87 Dia Sangat Beruntung Bisa Menikahiku88 Bab 88 Biarkan Dia Bersenang-senang89 Bab 89 Jangan Lepaskan Aku90 Bab 90 Apakah Dia Tidak Menginginkanku Lagi 91 Bab 91 Semua Usahaku Sia-sia92 Bab 92 Aku akan Mengaku Kalah93 Bab 93 Membuat Dia Tidak Dapat Melakukan Apa pun94 Bab 94 Pria Itu Licik95 Bab 95 Jangan Sampai Aku Bertemu Denganmu Lagi96 Bab 96 Hanya Cinta Sesaat97 Bab 97 Reza yang Tidak Bersalah98 Bab 98 Kamu Bahkan Tidak Bisa Menjadi Simpanan99 Bab 99 Istri Satu-Satunya Tuan Hendrawan100 Bab 100 Masih Peduli Padanya