Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kumpulan Kisah Dewasa

Kumpulan Kisah Dewasa

irbapiko

5.0
Komentar
233.6K
Penayangan
254
Bab

Novel ini berisi kumpulan beberapa kisah dewasa terdiri dari berbagai pengalaman percintaan panas dari beberapa tokoh dan karakter yang memiliki latar belakang keluarga dan lingkungan rumah, tempat kerja, profesi yang berbeda-beda serta berbagai kejadian yang diaalami oleh masing-masing tokoh utama dimana para tokoh utama tersebut memiliki pengalaman bercinta dan bergaul dengan cara yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Suka dan duka dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini baik yang protagonis maupun antagonis diharapkan mampu menghibur para pembaca sekalian. Semua cerita dewasa yang ada pada novel kumpulan kisah dewasa ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga menambah wawasan kehidupan percintaan diantara insan pecinta dan mungkin saja bisa diambil manfaatnya agar para pembaca bisa mengambil hikmah dari setiap kisah yan ada di dalam novel ini. Selamat membaca dan selamat menikmati!

Bab 1 Akibat Chat Mesum (part.1)

Ada dua orang yang bersahabat yaitu Rina dan Robi. Mereka telah bersahabat sejak jaman kuliah dulu. Sayangnya Rina telah menikah dan dijodohkan oleh ortunya dengan anak dari teman ayahnya di kantor yaitu Rudi. Padahal Rina tak begitu menyukai meski Rudi sudah mapan dan baik cuma karena memang tak ada rasa cinta sehingga Rina tak pernah menikmati pernikahannya itu.

Makanya pernikahan mereka terasa hambar sampe-sampe saat Rina melayani hasrat suaminya itu di kamar pun ia lakukan dengan tanpa rasa kepuasan dirinya. Rina cuma menjalankan tugas sebagai istri saja. Rina pun mencoba mencari pelampiasan kegundahannya itu dengan curhat kepada sang sahabat yaitu Robi. Mereka berdua sering bertemu di cafe favorit dekat kampus dulu saat mereka masih sama-sama di bangku kuliah.

Pertemuan Rina dan Robi di kedai kopi favorit mereka berlangsung seperti biasa. Mereka duduk di sudut yang tenang, berbagi cerita dan tawa. Namun, belakangan ini, Rina semakin sering mengungkapkan perasaannya kepada Robi, termasuk masalah privasi dalam hubungan suami istri dengan Rudi.

Sambil mengela nafas Rina berucap, “Robi, aku benar-benar merasa seperti dalam penjara. Pernikahan ini semakin membuatku terjebak.”

Robi dengan wajah prihatin, “Rina, apa yang terjadi? Kamu tahu aku selalu di sini untuk mendengarkanmu.”

Sambil menatap secangkir kopi di hadapannya Rina berkata, “Aku tahu, Robi. Dan itu yang membuatku merasa lebih baik, bisa berbicara denganmu.”

Robi tersenyum, “Sahabat sejati selalu mendengarkan, Rina.”

Rina melanjutkan, “Rudi, dia adalah pria yang baik. Tapi aku tidak mencintainya, Robi. Orangtuaku menginginkan pernikahan ini, dan aku hanya menurutinya.”

Robi mengangguk), “Aku mengerti bahwa kamu melakukannya untuk orangtuamu, tapi pernikahan tanpa cinta itu seperti penjara. Kamu harus bicara dengan Rudi, Rina. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam perasaan yang tidak bahagia.”

Rina berbisik, “Robi, ini bukan satu-satunya masalah. Aku merasa seperti aku tidak pernah mendapatkan kepuasan saat kami berdua di kamar. Aku mencoba berbicara dengan Rudi, tapi aku takut melukainya.”

“Rina, aku mengerti itu adalah masalah yang serius. Kamu perlu mencoba berbicara terbuka dengan Rudi. Ini tentang kebahagiaanmu juga,” ucap Robi dengan mimik prihatin.

Setelah itu percakapan mereka berlanjut malam harinya lewat aplikasi Whatsapp.

Rina mengirim pesan, “Robi, bisakah kita bertemu lagi besok? Aku butuh seseorang untuk diajak berbicara.”

Robi membalas pesan, “Tentu, Rina. Aku akan di sana. Apa yang terjadi?”

“Aku hanya ingin berbicara denganmu tentang semuanya,” balas Rina lagi.

Robi mengirim pesan lagi, “Aku selalu di sini untukmu, Rina.”

Pertemuan berikutnya, Rina merasa semakin nyaman berbicara dengan Robi tentang masalah yang ada dalam pernikahannya. Mereka bahkan membahas masalah yang sangat pribadi.

Waktu berlalu, dan Rina terus merasa nyaman berbicara dengan Robi tentang semua masalah dalam pernikahannya. Pertemuan mereka di kedai kopi menjadi tempat di mana Rina bisa membuka hatinya tanpa rasa takut atau malu. Robi selalu mendengarkan dengan sabar dan memberikan nasihat yang baik.

Robi menyeduh secangkir kopi, “Bagaimana perkembanganmu dengan Rudi, Rina?”

Rina tersenyum getir, “Kami mencoba untuk lebih terbuka satu sama lain, Robi. Tapi aku masih merasa seperti ada tembok di antara kami. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.”

Robi membungkuk dekat, “Rina, jangan pernah merasa sendirian dalam hal ini. Kamu akan menemukan jalan keluar bersama-sama, seperti yang selalu kita lakukan.”

Rina meraih tangan Robi, “Terima kasih, Robi. Kamu adalah sahabat terbaik yang bisa kumiliki.”

Robi tersenyum, “Dan kamu juga sahabat terbaikku, Rina.”

Rina dan Robi terus mendukung satu sama lain dalam perjalanan hidup masing-masing. Rina tahu bahwa meskipun pernikahannya mungkin rumit, dia memiliki sahabat sejati yang selalu siap mendengarkan dan memberikan dukungan. Dan sementara Rina mencari cara untuk mengatasi masalahnya, dia tahu bahwa Robi akan selalu ada di sisinya, memandanginya dengan mata penuh kasih dan kepercayaan, siap mendukungnya dalam setiap langkah yang dia ambil.

Pada suatu malam, Rina menelpon lewat WA ke Robi ketika sang suami sedang menginap di rumah ortunya karena ada urusan persiapan pernikahan sodara dari keluarga Rudi. Percakapan mereka pun semakin intim dan bahkan Robi mulai bertanya hal-hal yang sensitif ke Rina dengan harapan Rina bisa mendapatkan kepuasan dari chat mesra mereka malam itu.

“Rin, kamu biasanya melayani suami jam segini kan, heheh, maaf sekedar nanya!” ucap Robi seolah kepo banget dengan urusan ranjang Rina.

“Hihih, koq tau aja sih Rob?” balas Rina sambil tertawa memencet tombol WA di ponselnya.

“Biasanya dia yang minta duluan ya, Rin?” tanya Robi lagi semakin berani

“Yaa...gitulah...kan laki-laki rata-rata begitu!” balas Rina sambil senyum-senyum

“Trus, kalo malam ini dia gak pulang gimana tuh?”

“Gimana? Gimana maksudnya?” tanya Rina yang masih menebak-nebak kemana arah pertanyaan Robi itu.

“Ya untuk kamu dapet kepuasan, Rin!” ujar Robi akhirnya terus terang.

“Hihi, kamu benar-benar mau tau ya?” balas Rina sambil tertawa lagi di depan layar ponselnya.

“Iya Rin, kan aku jadi kepo banget setelah kamu sering curhat betapa kamu gak dapet kepuasan dari suamimu itu!” ujar Robi menjelaskan alasan kenapa ia bertanya tentang hal yang sensitif itu.

Tidak lama kemudian tiba-tiba ada pesan WA masuk ke Robi berupa gambar dan Robi terbelalak ketika membuka gambar yang dikirim Rina ternyata adalah Penis Buatan yang cukup besar, panjang dan berurat.

“Hahhh...Serius, Rin?” tanya Robi setengah tak percaya

“Ya iyalah, aku kan gak dapet enak dari suami, ya aku cari kepuasan lewat bantuan alat ini aja, heheh!” balas Rina dengan antusias.

“Emangnya enak Rin pake itu?” tanya Robi lagi semakin penasaran.

“Yahhhh...ini kan salah satu pelampiasanku! Terpenting bisa ada saluran! Meski....” Rina tak menyelesaikan ucapannya.

“Meski apa Rin?”

“Meski gak seenak pake yang aslinya, hihih!” ucap Rina lagi sambil tergelak di depan ponselnya.

“Emangnya punya suamimu kecil atau gimana?” tanya Robi semakin berani dan blak-blakan.

“Sedang sih, tapi kalo sudah tegang, efeknya gak lama, begitu masuk langsung selesai, Payah!” ucap Rina kini dengan nada mulai sedih lagi.

“Yah ampun, kesian kamu ya Rin!” ucap Robi dengan suara terdengar sangat prihatin dengan nasib sahabatnya itu.

“Sayang banget yah, padahal bodimu aduhai banget!” ujar Robi lagi sambil menilai bentuk tubuh sahabatnya itu.

“Ehhh...Robi, kira-kira punyamu lebih besar dari punya suamiku atau alatku ini?” pertanyaan Rina itu kali ini membikin Robi terkejut tapi Robi juga senang karena pancingannya ke Rina mulai kena.

“Kamu mau liat?”

“Hihih, kalo kamu bersedia sih!”

“Bentar....!” balas Robi dan Rina pun dengan berdebar menunggu kiriman gambar dari Robi.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh irbapiko

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku