icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 16
Restoran Prancis
Jumlah Kata:782    |    Dirilis Pada:23/08/2022

"Saya meminta maaf dan saya sangat menyesal, Tuan Januardi. Saya seharusnya tidak berasumsi dan memandang Anda dengan rendah," kata resepsionis wanita itu sambil menggigit bibirnya dengan malu.

"Saya tidak mengenali Anda, dan saya benar-benar menyesalinya dengan sepenuh hati saya."

Dia mengangkat tangannya untuk menampar pipinya, menyebabkan suara nyaring yang bergema di seluruh tempat itu ketika dia menampar dirinya sendiri berulang kali.

Mata Trevor membelalak lebar melihatnya.

Dia tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi.

Jejak darah mulai menetes dari sudut bibir sang resepsionis, dan wajahnya sudah bengkak, tetapi dia tetap tidak berhenti.

Trevor tidak bermaksud untuk membuatnya melukai dirinya sendiri, jadi dia mengumumkan, "Berhenti sekarang. Jangan lakukan hal itu lagi, oke?"

Resepsionis itu segera menyadari apa yang baru saja Trevor katakan, dan matanya mulai berbinar.

Dia menjawab, "Tuan Januardi, terima kasih banyak. Saya berjanji saya tidak akan melakukannya lagi!"

Dia benar-benar merasa sangat bersyukur karena Trevor memaafkannya, bahkan setelah semua yang telah dia lakukan.

Evie mengangguk kecil, menunjukkan kepuasannya.

Dia merasa puas dengan bagaimana Trevor menangani masalah itu. Jika Trevor tidak menghukum resepsionis itu atas tindakannya, dia akan segera turun tangan dan menghukum resepsionis itu untuknya.

Trevor harus belajar untuk membangun dan mengukuhkan otoritasnya di hadapan bawahannya, terutama karena dia adalah bosnya.

Saat jam makan siang tiba, Trevor dan Evie berjalan keluar.

Mereka memutuskan untuk menaiki kapal karena mereka berencana untuk pergi ke pulau danau Manor Willard.

Mata Trevor berbinar dengan takjub ketika melihat dua lumba-lumba yang melompat keluar dari air dan mengikuti kapal mereka.

Saat itu, Evie mulai bercerita tentang bangunan yang berada di manor tersebut.

Dia menjelaskan bahwa ada seekor hiu di akuarium, seekor macan tutul di kebun binatang, dan bahkan sebuah museum arktik di mana beruang kutub dipelihara di sana.

Mata Trevor melebar dengan kagum setelah mendengar semua itu.

Setengah jam kemudian, mereka akhirnya tiba di pulau dan pergi ke sebuah restoran Prancis.

Para koki di sana juga adalah koki yang sudah mendapatkan tiga bintang Michelin, jadi keterampilan memasak mereka sudah setara dengan para koki yang paling terkenal di dunia.

Bahan-bahan yang mereka gunakan untuk masakan mereka sangat segar, terutama daging sapi. Mereka menggunakan bagian daging yang paling empuk dari daging sapi Charolais, yang berasal dari Prancis.

"Trevor, ini adalah restoran terbaik di Manor Willard, dan orang yang tidak punya banyak uang biasanya tidak akan mampu membeli kartu keanggotaan diamond di sini," jelas Evie sambil tersenyum. "Restoran ini saja bisa menghasilkan setidaknya 20 miliar rupiah per bulan."

Setelah itu, dia melanjutkan untuk memberitahunya mengenai kartu keanggotaan Manor Willard.

Kartu keanggotaan dibagi menjadi empat tingkat, yaitu: silver, gold, diamond, dan supreme.

Orang-orang yang bisa menghabiskan lebih dari 10 miliar rupiah dalam setahun memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan kartu silver, yang dianggap sebagai tingkat yang paling dasar.

Pada dasarnya, orang yang datang ke vila itu harus menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk memenuhi syarat.

Mengenai kartu gold dan diamond, orang-orang yang menghabiskan lebih dari dua triliun rupiah yang akan bisa mendapatkannya.

Napas Trevor tercekat ketika dia mendengarkan Evie mengoceh terus-menerus tanpa henti tentang kartu keanggotaan vila itu.

Dia tidak merasa bahwa gaya hidup seperti itu akan cocok dengannya.

Dia tidak bisa memahami bagaimana seseorang bisa menghabiskan sepuluh miliar hanya untuk makan saja setiap tahunnya. Apakah ini benar-benar bagaimana para orang kaya hidup?

Saat itu, dia juga tidak percaya bahwa properti mewah seperti itu akan menjadi miliknya.

Dia bahkan merasa hatinya berdebar-debar ketika memikirkan pendapatan bulanan restoran itu, terutama karena restoran itu bisa menghasilkan puluhan miliar setiap bulan.

Evie tersenyum kepada adiknya ketika dia menatapnya. Dia sama sekali tidak memandang rendah pada Trevor.

Sebenarnya, dia berpikiran sebaliknya, dia sangat menyukai perilaku dan kepribadian Trevor secara keseluruhan.

Sepuluh menit kemudian, para pelayan mulai menyajikan hidangan Prancis satu demi satu.

Setiap hidangan tampak sangat indah dan menawan.

Salah satu hidangan yang menarik perhatian Trevor adalah steik Charolais yang sangat terkenal di dunia.

Sang koki telah mengukir potongan-potongan wortel menjadi bentuk mawar kecil, dan wortel itu disajikan sebagai hiasan di atas sepotong kecil steik yang disajikan di tengah piring.

Trevor tampak bingung sejenak ketika dia melirik kembali ke arah Evie dan bertanya, "Kak Evie, apa ini tidak terlalu berlebihan? Piringnya sangat besar, tetapi yang mereka berikan hanyalah sepotong kecil daging saja. Bagaimana bisa Kakak mengharapkan aku bisa merasa kenyang hanya dengan memakan potongan ini?"

Evie menggelengkan kepalanya. "Itu tidak masalah. Karena masih banyak lagi hidangan yang akan datang nanti."

Kemudian, dia menunjukkan pada Trevor bagaimana cara memakan steok yang benar menggunakan pisau dan garpu.

Setelah Trevor menyelesaikan hidangannya, salah satu pelayan menyajikannya satu hidangan lagi. Piringnya besar, tapi porsi makanannya juga sama kecilnya seperti sebelumnya.

Trevor makan lebih dari sepuluh piring sebelum dia akhirnya berdeham, menatap mata Evie, dan bertanya, "Kak Evie, apa restoran ini menyediakan nasi? Aku baru bisa merasa kenyang jika aku memakan nasi."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya