icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

Bab 4 Dunia Baru

Jumlah Kata:480    |    Dirilis Pada: 23/08/2022

yang sangat penting untuk ditan

properti keluarga kita akan segera mengenali arti di balik lencana itu. Mulai sekaran

telepon begitu dia

miskin, Trevor menjadi pewa

liar r

rasaan campur aduk

denganku, kamu bisa mendapatkan ap

n kekayaan keluarga kalian telah menindasku b

mpah lagi," gumamnya dengan

dikirim oleh ayahnya akhi

t itu dan melihat sebuah lencana berben

a dan menyadari bahwa lencana

anya setiap saat dan dia ti

ayar ponseln

Dia mengirim sebuah pesan ke

u telah memesan ruangan di Hotel Marston untuk

rim sebuah pesan suara pada Trev

atunya orang yang bersikap baik pada Trevor di tim basket itu.

nalkannya pada salah satu pekerja

uang pada Trevor untuk membayar biaya kuliahnya. Tidak

ku harus membelikannya sebuah kado ulang tahun," k

di pusat perbelanjaan yang

iah seperti apa yang harus kupilih? Bola kristal di sebelah kiri

rus membeli ha

Mengapa aku mencari hadiah dengan anggaran 200 ribu?

unya orang yang telah memperlakukanku dengan sangat b

o suvenir itu dan pergi ke ba

Trevor memerhatikan

leh berbagai barang-ba

pelayan cantik dengan stoki

ia menyadari bahwa mere

a baru saja memasuki sebuah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”