icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 13
Beraninya Kamu Memukuli Adikku
Jumlah Kata:729    |    Dirilis Pada:23/08/2022

"Nona Januardi keluar lebih awal pagi ini. Beliau sepertinya sedang terburu-buru untuk menyiapkan sesuatu yang penting. Saya tidak tahu di mana beliau sekarang."

Resepsionis itu menatap buket yang dibawa oleh Henson dengan cemburu.

Buket itu sangat mahal, harganya hampir setara dengan beberapa bulan gajinya bekerja di sini.

"Baiklah, kalau begitu aku akan masuk dulu. Ingatlah untuk mengusir orang ini. Sangat menjengkelkan melihatnya di sini!" kata Henson mencibir.

Insiden itu membuat Trevor sedikit marah. Dia memandang resepsionis itu dengan tidak percaya dan bertanya, "Orang itu tidak punya janji, 'kan? Kenapa dia boleh masuk begitu saja sedangkan aku tidak boleh?"

Dia yakin bahwa playboy ini sedang mengejar kakaknya.

Namun, resepsionis itu malah membiarkan pria itu masuk dengan mudah!

Perilakunya benar-benar terlalu munafik!

Resepsionis itu memutar bola matanya padanya dengan tidak sabar dan berkata dengan tegas, "Tuan Henson Winata adalah pewaris Grup Sen Tale. Kamu tidak ada apa-apanya jika dibanding dengannya."

Henson yang masih berada di sana juga mendengar kata-kata Trevor barusan, jadi dia berjalan ke arahnya dan dengan angkuh mendorongnya dengan keras.

"Lihatlah dirimu, kamu mengenakan pakaian lusuh seperti itu! Bagaimana bisa seseorang yang menyedihkan sepertimu memasuki Manor Willard? Bisakah kamu membayar untuk mendapatkan akses untuk masuk ke tempat ini?"

"Tidak ada janji, tidak diperbolehkan masuk!" kata resepsionis itu sambil menatap Trevor.

"Mari kita tunggu dan lihat apakah aku bisa masuk hari ini!"

Meskipun Trevor sangat marah, dia menahan amarahnya sebisa mungkin. Sebagai gantinya, dia mengeluarkan ponselnya, dan keluar sebentar dari lobi.

"Bukankah kamu baru saja mengatakan bahwa kamu akan masuk ke dalam? Mengapa kamu berjalan keluar lagi? Kembalilah ke sini dan cobalah untuk menerobos jika kamu punya nyali!" Henson berteriak padanya dengan senyum mencemooh.

Yang mengejutkan mereka, Trevor tampaknya telah memutuskan panggilan di tengah percakapan teleponnya dan berbalik untuk menatap mereka berdua.

"Sialan! Bajingan miskin! Percaya atau tidak, aku akan menghajarmu sekarang juga!" Henson mengepalkan tinjunya dan mengancam Trevor.

Dia jelas tidak menganggap Trevor serius.

"Tuan Winata, tolong tenanglah. Saya sudah menghubungi pihak keamanan dan mereka akan segera datang ke sini untuk mengurusnya.

Saya juga telah meminta mereka untuk mematahkan kakinya hari ini untuk memberinya sebuah pelajaran. Mari kita lihat apakah dia masih berani menginjakkan kaki di sini lagi!"

Resepsionis itu juga meneriaki Trevor dan mengancamnya, dalam upaya untuk menyenangkan Henson.

Saat itu, mereka semua mendengar suara yang menyenangkan datang dari belakang mereka.

"Aku ingin melihat siapa yang berani memukuli adikku!"

Seorang wanita muda yang memiliki tubuh jangkung masuk ke dalam lobi.

Dia memiliki paras yang anggun dan cantik, seperti malaikat yang mengenakan setelan jas.

Wanita itu tidak lain adalah Evie, kakak Trevor. Dia memiliki rambut hitam panjang yang terurai yang menyerupai air terjun.

Kulitnya lembut dan berkilau. Melihat dari tampilannya, dia tampak sangat pintar dan berintelektual.

Meskipun dia cukup cantik, matanya ditutupi dengan sorot suram saat kemarahan membuncah dalam dirinya seperti gelombang ombak yang siap menerjang apa pun yang ada di hadapannya.

Seluruh lobi menjadi sunyi begitu dia masuk dengan suara langkah kaki yang mantap.

Tidak ada seorang pun yang berani bernapas dengan keras.

Ini pertama kalinya para staf dan Henson melihatnya begitu marah.

"Nona Januardi!"

Resepsionis itu berlari ke arahnya dan memberi salam dengan hormat.

Melihat gadis impiannya berjalan ke arahnya, Henson dengan cepat mengeluarkan buket mawar yang telah dia siapkan sebelumnya dan mengulurkan tangan untuk menyerahkannya padanya.

Dengan senyum menyanjung di bibirnya, dia melanjutkan, "Nona Januardi, ini adalah hadiah yang telah kupilih dengan cermat untukmu. Mengenai kerja sama dengan Grup Sen Tale tahun ini, kita harus membicarakan perpanjangan kontrak."

Wajah Evie sedingin es ketika dia berkata, "Dasar bajingan! Kamu berpikir untuk menyakiti adikku sedetik yang lalu, jadi jangan coba-coba untuk memikirkan perpanjangan kontrak!"

Setelah mendengar ucapan itu, mata Henson terbelalak dengan ngeri.

Melihat Trevor, dia terpaku untuk sejenak.

Berpikir bahwa pria sepertinya tidak mungkin bisa menjadi adik Evie, dia lalu mengabaikannya.

Mengalihkan pandangannya, dia terus melihat ke sekeliling selama lima menit untuk memeriksa apakah ada orang lain yang berada di sana.

Namun, dia tidak dapat menemukan adik Evie sama sekali. Merasakan kegetiran di hatinya, dia merasa bahwa Evie hanya membuat alasan untuk menghindari penandatanganan kontrak yang sedang dibicarakannya.

Henson tersenyum dengan pahit dan berkata, "Nona Januardi, aku bahkan belum pernah bertemu dengan adikmu sama sekali, apalagi memukulinya. Jika kamu tidak puas dengan kontraknya, mungkin kita bisa menegosiasikan persyaratannya."

Grup Sen Tale mengalami krisis keuangan cukup parah tahun itu. Jika mereka gagal memperpanjang kontrak, perusahaannya pasti akan bangkrut.

Ketika hal itu terjadi, bahkan Henson juga akan jatuh miskin.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya