icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 14
Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat
Jumlah Kata:760    |    Dirilis Pada:23/08/2022

"Apa menjadi miskin benar-benar membuatku tidak terlihat oleh mereka? Pria ini bertingkah seolah-olah aku bahkan tidak berdiri di sini," gumam Trevor.

Akhirnya, dia memutuskan untuk tidak peduli dengan apa yang mungkin dipikirkan semua orang yang ada di sekitarnya dan langsung berjalan menghampiri Evie.

Dia mengangkat dagunya dan berkata, "Kakak, Ayah tadi memintaku untuk datang mencarimu agar aku bisa menandatangani kontrak."

Begitu Trevor selesai berbicara, lobi itu kembali menjadi sunyi.

Semua kepala menoleh ke arahnya, dan semua orang menatapnya dengan mata terbelalak dan mulut yang terbuka lebar.

"Ada apa dengan pria ini? Apa dia sudah gila sehingga dia berani bertingkah seperti itu? Bagaimana bisa dia mendatangi Nona Evie dan mengklaim bahwa dia adalah adiknya?"

"Ya, kamu benar. Dia bahkan tidak terlihat seperti adiknya. Pakaiannya sepertinya berharga kurang dari 200 ribu. Bagaimana mungkin orang seperti dia memiliki hubungan keluarga dengan Nona Januardi?"

Semua orang membicarakan Trevor seolah-olah dia tidak ada di sana untuk mendengar apa yang sedang mereka katakan.

Mereka memandangnya dengan tidak percaya dan bahkan meremehkannya.

Tiba-tiba, mereka tersadar bahwa Trevor adalah satu-satunya orang asing yang berada di lobi itu.

Semua orang menahan napas dan menajamkan telinga mereka.

Mereka menunggu tanggapan Evie.

"Trevor, kenapa kamu tidak menelepon Kakak ketika kamu sudah tiba di sini?"

Raut dingin di wajah Evie berubah menjadi senyuman lembut saat dia berbicara dengan adiknya.

Semua orang yang hadir di sana terkesiap dan sedikit terkejut.

Melihat Evie dengan ekspresi yang begitu lembut adalah pemandangan yang langka bagi mereka.

"Bagaimana ... bagaimana mungkin?" Henson yang melihat pemandangan di depannya menjadi bingung.

Tanpa menatap Henson, Trevor berkata kepada Evie, "Kakak, apa dia adalah pria yang sedang mengejarmu? Aku tidak berpikir dia adalah kandidat yang baik untuk dijadikan sebagai kekasih. Dia ingin memukulku barusan."

"Tuan Januardi, aku ...." Mendengar ucapan ini, Henson buru-buru mencoba menjelaskan dirinya.

Sebelum dia bisa berkata lebih lanjut, Evie membentak, "Cukup! Henson, aku bukan orang yang tidak masuk akal. Jika kamu ingin memperbarui kontrak denganku, kamu harus membuatku senang terlebih dahulu."

"Katakan saja apa yang kamu ingin aku lakukan, Nona Januardi, dan aku akan melakukannya dengan senang hati," jawab Henson dengan segera dan menarik napas dalam-dalam.

Ekspresi lembut di wajah Evie perlahan memudar, dan senyum penuh pengertian melengkung di bibirnya.

Dia tampak seperti seorang ratu yang akan meremukkan salah satu musuhnya di bawah tumitnya dalam sekejap.

Dia menunjuk ke arah mobil Tesla yang diparkir tidak jauh dari lobi manor dan berkata dengan lembut, "Mobilmu diparkir di depan pintu. Itu menghalangi jalanku untuk menemukan adikku."

Henson mengatupkan bibirnya membentuk garis tipis.

Setelah ragu-ragu untuk waktu yang lama, dia menggertakkan giginya dan berkata, "Karena mobil itu telah membuatmu tidak nyaman, aku akan menghancurkannya!"

Setelah mengatakan itu, dia berjalan menuju mobilnya dan mengambil tongkat besar yang ditemukannya saat dia berjalan keluar.

Dia menghancurkan kaca depan mobil dengan tongkat di tangannya.

Setelah pukulan pertama, Henson melirik Evie dan menyadari bahwa wanita itu tidak berniat untuk menghentikannya.

Tidak punya pilihan lain, dia menghancurkan kaca depan mobil itu sekali lagi.

Lima belas menit kemudian, setelah terus-menerus memukuli mobilnya sendiri dengan tongkat, mobil mewah yang berbentuk elegan dan modis itu kini telah hancur parah.

Terengah-engah dan berkeringat, Henson kembali ke dalam lobi dan berkata kepada Evie, "Apa kamu sudah puas, Nona Januardi?"

"Tidak, aku tidak puas. Kamu hampir menendang adikku barusan."

Wajah Evie tetap tidak berubah, tetapi nada suaranya semakin dingin.

"Aku ... aku mengerti."

Tenggorokan Henson tercekat, dan rona wajahnya berangsur-angsur memucat.

Dia menutup matanya dan mengambil napas dalam-dalam. Kemudian, dia mengangkat tongkat yang masih dia pegang dan memukuli kakinya sendiri dengan tongkat itu.

Dia mencoba menahan agar teriakannya tidak lolos dari bibirnya, tetapi gagal total.

Semua orang yang hadir di sana tercengang dalam keheningan total.

Beberapa dari mereka terkesiap dan meletakkan tangan mereka di dada. Mereka tidak menduga bahwa Henson akan melakukan hal itu pada dirinya sendiri.

"Bagaimana dengan sekarang?" Henson bertanya dengan suara gemetar kesakitan.

Evie tidak menjawab. Sebaliknya, dia hanya menatap Trevor dan bertanya, "Apa itu cukup untukmu, Trevor?"

Trevor mengangguk-anggukkan kepalanya ke arah kakaknya. Dia tidak menduga bahwa kakaknya akan melakukan itu untuknya.

Evie biasanya sangat pendiam di rumah, tetapi dia bisa begitu mendominasi di depan stafnya dan orang luar.

Tanpa berpikir terlalu banyak, Trevor dengan cepat menjawab, "Ya, itu sudah cukup."

Mendengar ucapan itu, Evie tersenyum dengan puas.

Dia mengeluarkan buku cek dan mulai menulis angka di atasnya.

"Ini adalah cek senilai 4 miliar. Beli sendiri mobil baru untukmu, Tuan Winata."

Setelah mengatakan itu, Evie berbalik dan berkata kepada seorang penjaga keamanan yang berada di sana, "Kamu, minta seseorang untuk mengantar Tuan Winata pulang. Mengenai kontrak kerja sama, Tuan Winata, kamu dapat membicarakannya dengan adikku setelah kakimu pulih."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya