icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 10
Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan
Jumlah Kata:605    |    Dirilis Pada:23/08/2022

"Seperti yang aku pikirkan, pecundang seperti Trevor tidak akan memenangkan hati Corrie. Maksudku, dia adalah wanita tercantik di antara semuanya!"

"Dasar pecundang!"

Melihat kerumunan yang tertawa terbahak-bahak, wajah pucat Trevor berubah menjadi merah karena marah.

Apa dia pantas dipermalukan hanya karena dia tidak punya uang?

Api amarah mendidih dalam dirinya, dan jika bukan karena Bessie, dia pasti akan meninggalkan tempat itu saat itu juga.

Sial baginya, tidak ada seorang pun yang peduli dengan perasaannya dan semua orang terus menghinanya sesuka hati mereka.

Melihat tatapan marah di mata pelatih mereka, Bernard tahu bahwa Bessie sudah mencapai batas kesabarannya.

"Semuanya, berhenti dan jangan menertawakan pecundang malang ini lagi. Pesta ulang tahun Instruktur Tantowi tidak boleh rusak.

Kami semua sudah menyiapkan hadiah untuknya. Bagaimana kalau kita keluarkan? Mari kita lihat mana yang paling dia sukai."

Bernard menarik perhatian semua orang yang ada di sana dan hendak membuka kotak hadiahnya dengan rasa bangga di hatinya.

Detik berikutnya, sebuah botol parfum diletakkan di atas meja.

"Instruktur Bessie, ini adalah hadiah ulang tahun dariku untukmu, parfum Hermes!"

"Wow, botol parfum yang indah! Pasti harganya cukup mahal, 'kan?"

"Bernard sangat kaya. Hadiah yang dia beli pasti sangat mahal!"

"Ini adalah sebuah parfum Hermes edisi terbatas keluaran terbaru. Satu botolnya berharga lebih dari 20 juta!"

"Wow! Parfum yang bernilai lebih dari 20 juta adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan mudah oleh seorang mahasiswa!"

Gadis-gadis cantik itu memandang Bernard dan tatapan mata mereka dipenuhi dengan sorot kekaguman.

Pria ini terlalu murah hati hingga dia bersedia membelikan hadiah yang begitu mahal.

Bessie pernah mendengar bahwa Bernard adalah pria yang suka menggoda para gadis.

Dia tidak tahu bahwa Bernard adalah pria yang begitu murah hati.

Mau tak mau, Bessie mulai memiliki kesan yang lebih tentangnya.

"Tidak semahal itu, ayahku sangat akrab dengan manajer regional dari Hermes, jadi aku membelinya dengan diskon 20%."

Ketika Bernard melihat kekaguman di mata para gadis, senyum puasnya semakin lebar dibanding sebelumnya.

Dia kemudian melirik Trevor dan berkata mengejek, "Trevor, kamu pasti telah membeli sebuah kado untuk Instruktur Tantowi juga, bukan? Mengapa kamu tidak menunjukkannya kepada kami?"

"Begitu aku tiba, aku memberi Instruktur Tantowi hadiah yang aku belikan untuknya." Trevor melirik mereka, kemudian menatap Bessie yang ada di sampingnya dengan lembut.

"Instruktur Tantowi, silakan keluarkan hadiah itu."

Bessie berkata, "Aku rasa tidak perlu melakukan ini. Jangan bandingkan betapa berharganya hadiah yang telah kalian berikan. Aku sama-sama menyukai semua hadiah itu, terlepas dari harganya."

Setelah mendengar kata-kata itu, ekspresi Trevor menggelap.

Dia tahu bahwa Bessie melakukannya untuk mencegahnya mendapatkan hinaan dan dipermalukan di depan umum.

Dia dulu adalah anak yang miskin, jadi tidak mungkin baginya untuk membeli hadiah yang mahal.

Namun, segalanya telah berubah sekarang, dan Trevor percaya bahwa tidak ada hadiah yang lebih mahal dari hadiahnya.

Trevor mendesak Bessie untuk mengambil hadiahnya dari tas tangannya, dan akhirnya Bessie mematuhinya.

Seluruh ruangan itu menjadi hening untuk sejenak.

Bessie mengeluarkan hadiah yang dibungkus dengan indah dan kemudian terkejut.

Yang lain di ruangan itu juga tertegun.

"Wow!"

Bernard berseru, "Sebuah barang mewah!"

"Trevor! Katakan padaku, di tempat sampah mana kamu memungutnya? Pasti butuh banyak waktumu untuk mendapatkannya, 'kan?"

Semua gadis menertawakan Trevor dan memandangnya dengan jijik.

Bessie bahkan menggelengkan kepalanya sedikit saat melihat apa yang dilakukan oleh yang lainnya.

Corrie pada awalnya berpikir bahwa Trevor, meskipun miskin, setidaknya dia adalah pria yang jujur. Jujur saja, Trevor masih cukup memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai seorang teman biasa.

Namun sekarang, dia merasa sedikit jijik dengan Trevor.

"Dia telah menghabiskan waktu dan usaha untuk membawakan hadiah ini, bukan? Jadi, tidak ada salahnya bagi kita untuk melihatnya, 'kan?"

Kemudian, Corrie mengambil kotak hadiah itu dari sepupunya dan membukanya tanpa ragu untuk melihat apa isi yang ada di dalamnya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya