icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini

Jumlah Kata:564    |    Dirilis Pada: 23/08/2022

ih tahu malu, pergi da

dalah barang mewah, te

an juta rupiah, dan sweater berga

im basket seumur hidupmu, kamu masih tidak aka

is ketika dia menunjuk barang

, "Ya, aku dulu memang miskin, tapi sekarang aku memiliki 200 miliar di re

aku tidak akan pernah mampu membeli satu benda pun dari toko ini?

g asisten toko, "Permisi, a

g melihat pecundang miskin sepertimu yang datang k

ari-cari, dan parfum ini memiliki harga lebih dari 600 juta! Bahkan jika kamu

toko juga bersikap

pelanggan, dia malah memperlakukannya seperti seor

kan membayarnya d

ahkan Black Card miliknya

ejenak sebelum akhirnya mengambil k

a kamu begitu ingin terlihat kaya sehing

dia tidak dapat membayar barang itu dengan kartunya, kusarank

ik ketika dia melihat Trevor, yang hanya seorang pe

r, atau dia juga akan menghadapi penghin

di dalam toko, termasuk para staf,

sudah memegang tongkat di tangannya, be

sin di meja k

juta rupiah sudah diterima." Me

angannya, sang asis

ang bertanya-tanya orang kaya macam apa yang bisa mengel

mengemas botol parfum itu dengan in

tubuhnya, dadanya yang penuh hampir menyemb

revor memaksa dirinya untuk berpaling dar

apnya membuatnya menyadari kekuatan dan pesona da

terkejut melihat apa

u bagaimana dia selalu berjuang untuk membiayai dirinya sendir

in sepertinya mampu membayar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”