icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 6
Aku Akan Membeli Parfum Ini
Jumlah Kata:564    |    Dirilis Pada:23/08/2022

"Trevor, jika kamu masih tahu malu, pergi dari sini sekarang juga!

Semua barang di sini adalah barang mewah, termasuk pakaian dalam.

Tas Hermes di sini berharga ratusan juta rupiah, dan sweater bergaris ini berharga 60 juta rupiah.

Bahkan jika kamu mencuci pakaian kotor untuk tim basket seumur hidupmu, kamu masih tidak akan mampu membeli satu benda pun dari tempat ini!"

Nada bicara Dennis sangat sinis ketika dia menunjuk barang-barang yang dipajang di toko.

Trevor bergumam dengan suara yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri, "Ya, aku dulu memang miskin, tapi sekarang aku memiliki 200 miliar di rekening bank milikku. Dennis, sekarang kamulah yang miskin, dan bukan aku."

Dia berbicara kepada Dennis, "Bukankah kamu baru saja berkata bahwa aku tidak akan pernah mampu membeli satu benda pun dari toko ini? Mari kutunjukkan siapa sebenarnya pecundang miskin di antara kita!"

Lalu dia berkata kepada sang asisten toko, "Permisi, aku ingin membeli parfum ini!"

"Hei, untuk apa kamu berpura-pura? Aku sudah sering melihat pecundang miskin sepertimu yang datang ke toko seperti ini hanya untuk berpura-pura kaya.

Botol parfum ini adalah parfum edisi terbatas keluaran Hermes yang paling dicari-cari, dan parfum ini memiliki harga lebih dari 600 juta! Bahkan jika kamu akhirnya menjual organmu demi uang, kamu masih tidak akan mampu membelinya!"

Bahkan sang asisten toko juga bersikap kasar pada Trevor.

Alih-alih memperlakukannya seperti layaknya seorang pelanggan, dia malah memperlakukannya seperti seorang pengemis yang datang ke toko itu dari jalanan.

"Ambil ini, aku akan membayarnya dengan katru ini."

Trevor dengan cepat menyerahkan Black Card miliknya kepada sang asisten toko.

Sang asisten toko ragu-ragu untuk sejenak sebelum akhirnya mengambil kartu itu dan berjalan ke meja kasir.

"Trevor, kamu hanya seorang pemulung. Apa kamu begitu ingin terlihat kaya sehingga kamu harus berpura-pura seperti ini?"

"Satpam, pria ini sedang mencoba membuat masalah di sini. Jika dia tidak dapat membayar barang itu dengan kartunya, kusarankan padamu untuk mematahkan kakinya dan mengusirnya dari sini!"

Mata Sylvia dipenuhi dengan penghinaan dan rasa jijik ketika dia melihat Trevor, yang hanya seorang pemulung tapi malah berani melawannya berulang kali.

Dia senang dia sudah bukan kekasih Trevor, atau dia juga akan menghadapi penghinaan seperti yang Trevor alami sekarang.

Melihat keributan itu, semua orang di dalam toko, termasuk para staf, menoleh untuk melihat ke meja kasir.

Sang satpam, yang berdiri di dekat pintu sudah memegang tongkat di tangannya, bersiap untuk menghajar Trevor kapan saja.

Tiba-tiba, mesin di meja kasir berbunyi.

"Pembayaran berhasil. Enam ratus juta rupiah sudah diterima." Mesin itu bersuara dengan otomatis.

Memegang kartu di tangannya, sang asisten toko tercengang.

Seketika, Trevor menjadi pusat perhatian karena semua orang bertanya-tanya orang kaya macam apa yang bisa mengeluarkan uang senilai 600 juta rupiah dalam sekejap mata.

Di saat bersamaan, sang asisten toko mengemas botol parfum itu dengan indah dan menyerahkannya kepada Trevor.

Dia tersenyum dengan antusias dan menegakkan tubuhnya, dadanya yang penuh hampir menyembul keluar, yang membuat Trevor tersipu malu.

Mengambil kartu dan parfum itu darinya, Trevor memaksa dirinya untuk berpaling darinya, lalu dia berbalik dan hendak pergi.

Meskipun perubahan sikap sang asisten toko terhadapnya membuatnya menyadari kekuatan dan pesona dari uang, dia masih merasa muak dengan semua itu.

Dennis dan Sylvia juga terkejut melihat apa yang baru saja terjadi.

Mereka mengenal Trevor dengan sangat baik, dan mereka juga tahu bagaimana dia selalu berjuang untuk membiayai dirinya sendiri dengan bekerja paruh waktu yang ditugaskan oleh pihak kampus.

Bagaimana mungkin orang miskin sepertinya mampu membayar 600 juta rupiah semudah itu?

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya