icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

Bab 9 Tangan yang Bau

Jumlah Kata:561    |    Dirilis Pada: 23/08/2022

rhenti di depan

run dari

t seorang gadis langsing dan c

yang sudah menun

warna putih, yang semakin menonjolkan

dan putri yang anggun. Tidak heran ji

melihat wanita cant

Bessie dan menyerahkan sebuah ko

nstruktur Tantowi. Omong-omong,

u ke dalam tas tangannya, bahkan tanpa

sedikit

ingin membukanya

ke rumah nanti malam. Ayo kita pergi sekarang. Aku a

h tangan Trevor, keduanya

nemukan bahwa semua anggota tim basket

kamu sudah selesai mencuci semua pakai

m basket tertawa me

ak senang dan memerintahkan, "Berhen

n saling bertukar pan

rilah dan dud

ke arahnya da

ng, kecantikannya sama sekali tidak kala

a yang jenjang di kursinya de

jolkan dadanya yang montok, dan celana pendek

ana adalah bisa duduk di antara

lah pria yang ingin

menatap Trevor dari atas ke ba

rus saling mengen

uku, Corrie Tantowi. Dia seorang maha

gadis itu kepada Tre

ada Trevor adalah karena pemuda itu

kukan pekerjaan paruh waktu

pan, tetapi dia juga dapat diandalkan dan ambis

ir ini adalah kesempatan baik bagi sepupunya untuk meng

temu denganmu, Co

a dengan sopan dan menunggu

ah seorang pesuruh yang menjalankan tugas untuk kami. Dia mencuci kaus kaki dan sepa

O

Dia mengalihkan pandangannya dari Trevor da

ai kebersihan. Siapa yang tahu apa ada bau aneh di ta

ng dikatakannya, tangan T

hanyalah sebuah alasan, dan wanita itu ti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”