icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

Bab 2 Ditindas

Jumlah Kata:647    |    Dirilis Pada: 23/08/2022

am rua

a, sedang bersandar pada Denni

merah karena ha

sedang membelai tubuhn

lu berlebihan!" maki

penghinaan yang dala

inggi pinggangnya, menyembunyikan p

g kamu lakukan

ngatakan bahwa kamu akan pergi berbelanja dengan sahabatmu sore ini

ersama orang seperti itu. Apa kamu tidak tahu seberapa sering dia mengganti pac

ekerja berjam-jam hingga tengah malam hanya un

ya karena pacar tercinta

dak dapat

tahu yang sebenarnya, tidak ada gunanya bagiku untuk menyembunyikannya lagi

gan denganmu hanya karena aku kalah taruhan dengan temanku.

-benar mencintaim

ginkan ponsel terbaru, tetapi kamu mengatakan kep

a membelikanku iPhone terbaru, tetapi dia ju

ada di tangan Trevor, dia

k mengambilkan paketku dan dia menyuruhmu untuk

ngepal ketika De

telah mempermaink

ah Trevor dan berkata mengejek, "Trevor yang malang. Apa ka

rjadi. Ini 100 ribu rupiah untukmu. Anda hanya pantas unt

akan membua

ertubi-tubi, Trevor menerjang ke arah Den

ya kamu

evor, menjatuhkan

i 180 cm. Selain itu, sebagai kapten tim

yang beberapa cm lebih pendek dari

ng keras, dan dia merasakan sakit yang ta

linglung, dia mengerahkan seluruh

ennis mengangkat kakinya dan menginjak

tutupi dengan b

a mengerang kesakitan, Trevor masih

is tidak membiar

dan mengeluarkan sebuah pen

di sudut bibirnya, dia menulis kata '

erikannya sebuah peringatan, "Jika kamu berani menyerangku lagi, aku

ih tangan Sylvia d

n rasa sakit ya

kotor, mahasiswa lain tidak bisa menahan di

i, mengkhianatinya dan menghancurka

nis, dan kekejaman Sylvia membuat hatin

indasku dan menginjak-inja

di mata mereka aku sudah tidak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”