icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 18
Kamu Adalah Orang Miskin
Jumlah Kata:773    |    Dirilis Pada:23/08/2022

Bernard berkata kepada Trevor, "Ini adalah Grant, putra pemilik Hotel Ensfield di kota ini. Jika bukan karena dia, kamu tidak akan pernah bisa masuk ke dalam klub ini."

Grant memandang Trevor dari atas ke bawah dan bertanya, "Siapa orang ini?"

"Trevor Januardi, pria malang yang menangkap basah pacarnya sedang bermesraan dengan Dennis."

"Oh, kamu orangnya? Aku sudah banyak mendengar tentangmu, sobat." Grant mencibir sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak.

"Apa maksud dari perkataanmu itu?" tanya Trevor sambil mengepalkan tinjunya hingga membuat buku jarinya memutih.

Dia mulai sedikit lelah menoleransi penghinaan tersirat yang terus-menerus mereka lontarkan.

Grant hendak mengejek Trevor lagi, tetapi Bessie segera menghentikannya sebelum dia bisa berbicara.

"Sudah cukup. Apa kalian akan saling mencemooh di hari ulang tahunku?"

"Kamu benar, Nona Tantowi. Ini adalah harimu dan aku tidak ingin merusaknya. Aku minta maaf. Ayo kita masuk ke dalam dan bermain tenis."

Grant memberi Trevor pandangan merendahkan sekali lagi, kemudian mengantar semua orang masuk ke klub tenis eksklusif.

Trevor yang juga tidak ingin merusak hari Bessie memutuskan untuk menahan amarahnya.

Dia tidak ingin mempermalukan Bessie, tetapi dia akan tetap mengingat bagaimana Grant memperlakukannya.

Mereka berjalan ke klub tenis yang didekorasi dengan mewah, dan semua orang di dalam berpakaian sangat bagus.

Itu adalah tempat di mana orang-orang kaya berkumpul untuk menghabiskan waktu luang mereka.

Dengan ekspresi yang sangat terkesan di wajahnya, Corrie berkomentar, "Kudengar Klub Tenis Kisas adalah klub pribadi yang diperuntukkan untuk orang-orang super kaya. Segala sesuatu yang ada di dalam sangat mahal, dan hanya orang-orang dengan kartu anggota saja yang diizinkan masuk ke dalam."

"Tidak juga, itu tidak terlalu mahal. Aku telah menyewa dua lapangan tenis terbuka kelas atas untuk kita, dan harganya hanya 40 juta."

"Wow, Grant! Kamu murah hati sekali!" seru salah satu teman Bernard dengan kagum.

Mendengar apa yang dikatakan Grant, Corrie juga tidak kalah kagum dan dia semakin menyukainya.

Grant kaya, murah hati, dan juga tampan. Siapa yang tidak menyukai pria seperti itu?

Melihat semua orang menyanjung Grant, Trevor tetap diam.

Industri di sekitar manor semuanya dimiliki oleh keluarganya. Dia juga bisa masuk ke klub ini, selama dia memberi tahu kakaknya bahwa dia ingin masuk.

Namun, Trevor tidak berencana melakukan itu. Dia memutuskan untuk mengikuti mereka saja.

Bernard berkata kepada petugas di meja depan, "Halo. Bisakah kami memiliki delapan raket tenis Wilson terbaru? Lalu, satu raket murahan untuk pria miskin ini?"

Wilson adalah merek raket tenis terkenal di dunia, yang digunakan dan didukung oleh banyak juara Olimpiade.

Setiap raket diproses oleh mesin manufaktur yang paling rumit dan menghasilkan produk dengan kualitas yang sangat baik.

Desain dari raket itu megah dan mewah, karena itu harganya juga mahal.

Di sisi lain, raket murah agak sederhana dan merupakan barang umum yang dijual di pasaran.

"Baik, Tuan. Tolong tunggu sebentar, saya akan segera mengambilkannya untuk Anda."

Sebelum pergi untuk memenuhi permintaan Bernard, petugas itu secara terang-terangan melirik Trevor dengan tatapan jijik.

Kemudian, dia kembali ke meja depan dengan beberapa raket di tangannya dan menyerahkan raket yang murah kepada Trevor.

"Trevor, kamu tidak keberatan dengan raket murahan, 'kan? Maksudku, kami hanya bisa memberimu satu raket yang cocok untukmu. Lagi pula, kami sudah membiarkanmu ikut dengan kami ke tempat mewah seperti ini karena kebaikan hati kami."

Bernard menyeringai dan menyerahkan kartu kredit kepada petugas itu untuk membayar tagihannya.

Raket bermerek itu berharga 32 juta, 4 juta untuk masing-masing raket. Yang murah harganya hanya 40 ribu.

Kecuali Trevor, semua orang diberi raket bermerek. Bahkan kedua antek Bernard juga memiliki raket bermerek.

Trevor menggertakkan giginya dan mencengkeram raket murahan yang mereka berikan padanya.

Trevor tidak ingin kehilangan ketenangannya di depan Bessie, jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan amarahnya.

Setelah selesai melakukan pembayaran, Bernard mengedipkan mata pada Grant, dan Grant segera mengerti apa yang dia maksud.

Grant menoleh ke arah Trevor dan berkata, "Trevor, aku sudah membayar raket dan tiket masuknya. Sekarang, jadilah seorang pria dan traktir kami sesuatu. Bagaimana dengan membeli air untuk kita semua?"

"Tolong beli enam botol air."

Trevor sudah mengetahui niat Bernard dan Grant. Mereka ingin dia menghabiskan uang lebih dari yang dia mampu, tapi itu hanya enam botol air.

Dia lebih dari mampu untuk membelinya.

"Tuan, totalnya dua juta empat ratus ribu. Anda ingin membayar dengan kartu atau tunai?"

Petugas itu mengambil enam botol air dari freezer dan meletakkannya di meja.

Trevor tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

Bagaimana bisa sebotol air berharga 400 ribu? Itu bahkan lebih mahal dari minyak.

Tidak heran Grant dengan sengaja memintanya membeli air untuk semua orang.

Melihat ekspresi terkejut di wajah Trevor, Bessie tidak bisa menahan perasaan kasihan padanya.

Dia melangkah maju ke meja depan dan memutuskan untuk menghadapi situasi ini demi membantu Trevor.

"Jangan khawatir tentang itu, Trevor. Aku yang akan membayar airnya."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya