icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam

Jumlah Kata:609    |    Dirilis Pada: 23/08/2022

ngenaskan, Trevor lalu meninggalkan

yalah uang! Sylvia, aku akan membuatmu meny

dan mulai berlinan

menuangkan semua kesedi

berdering, yang mengh

ang, Trevor sege

g ke-19 tinggal beberapa hari lagi. Ayah tidak

dapat disebut berkuasa. Kami memilih untuk tidak mengatakan yang sebenarnya karena ada aturan

di dalam berbagai jenis industri di seluruh dunia. Faktanya, kita mem

ah suara familier yang didengar

khayal tentang menjadi kaya! Ketika aku masih kecil, Ayah sering bercerita bahw

i untuk membayar biaya kuliahku sendiri. Apa Aya

henti sejenak dan menghel

kan bisa menerima hal ini secepat itu. Ketika kakekmu mengatakan hal yang sama pa

kebenaran padamu. Ayah akan mentransfe

ira bahwa pria itu m

engarkannya, semakin di

nselnya dan menemukan bahw

i pasti seje

bohong! E

raung den

ggilan itu segera setela

ir jernih, dan pikirannya se

ahitan yang ada di dalam hatinya

a dan segera tertidur de

merasa seolah-olah kep

yang berdenyut, kemudian bang

ya meneleponnya dan mengaku bahwa ke

hanya seorang mahasiswa yang miskin. Bagaimana

dirinya untuk tersenyum da

an matanya masih dipen

dan melihat ada sebuah p

dengan nomor akhir 666 ada

ng ketika menemukan ada uang senil

a membelalak leba

itu

iliar di dalam r

ncari nomor ayahnya

engan hati-hati begitu

meneleponmu tadi malam dan menyadari bah

emeriksa penggalian sumur minyak baru. Kita

kepadaku sekarang. Bagaimana A

nnya tidak bisa memproses apa yang

dibesarkan di dalam l

dia menjadi kaya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”