icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 3
Menjadi Kaya dalam Semalam
Jumlah Kata:609    |    Dirilis Pada:23/08/2022

Dengan sekujur tubuh yang tampak mengenaskan, Trevor lalu meninggalkan ruang ganti dan kembali ke asrama.

"Uang, uang, uang. Yang mereka pikirkan hanyalah uang! Sylvia, aku akan membuatmu menyesali semua yang telah kamu lakukan padaku!"

Mata Trevor memerah dan mulai berlinang dengan air mata.

Saat ini, dia hanya bisa menuangkan semua kesedihannya ke dalam hatinya.

Tiba-tiba, ponselnya berdering, yang menghentikan tangisannya.

Tanpa pikir panjang, Trevor segera menjawabnya.

"Trevor, dengarkan baik-baik. Ulang tahunmu yang ke-19 tinggal beberapa hari lagi. Ayah tidak bisa menyembunyikan kebenaran ini darimu lagi.

Sebenarnya, keluarga kita tidak semiskin yang kamu pikir. Keluarga kita sebenarnya kaya, bahkan dapat disebut berkuasa. Kami memilih untuk tidak mengatakan yang sebenarnya karena ada aturan di dalam keluarga kita bahwa anak-anak harus hidup miskin sebelum mereka mencapai usia 19 tahun.

Namun, sebenarnya keluarga kita terlibat dan bahkan sangat berpengaruh di dalam berbagai jenis industri di seluruh dunia. Faktanya, kita memiliki tambang emas di Afrika dan beberapa sumur minyak di Timur Tengah."

Di ujung telepon yang lain adalah suara familier yang didengar Trevor sejak dia masih kecil.

Trevor tertawa getir dan bertanya, "Ayah, apa Ayah baru bangun? Berhentilah berkhayal tentang menjadi kaya! Ketika aku masih kecil, Ayah sering bercerita bahwa Ayah telah membeli helikopter di Amerika Serikat dan kapal pesiar di Venesia.

Lihatlah aku sekarang. Aku harus berjuang sendiri untuk membayar biaya kuliahku sendiri. Apa Ayah tidak berpikir bahwa khayalan Ayah itu konyol?"

Pria di ujung telepon berhenti sejenak dan menghela napasnya dengan berat.

"Trevor, Ayah mengerti apa yang sedang kamu rasakan. Ayah tahu bahwa kamu tidak akan bisa menerima hal ini secepat itu. Ketika kakekmu mengatakan hal yang sama pada Ayah bertahun-tahun yang lalu, Ayah juga mengira bahwa kakekmu sedang bercanda.

Namun, Trevor, Ayah sedang mengatakan kebenaran padamu. Ayah akan mentransfer 200 miliar padamu untuk uang sakumu."

Awalnya, Trevor mengira bahwa pria itu memang adalah ayahnya.

Namun, semakin dia mendengarkannya, semakin dia menjadi tidak percaya.

Jadi, dia melihat layar ponselnya dan menemukan bahwa itu adalah nomor asing.

Dia yakin ini pasti sejenis penipuan!

"Kamu pembohong! Enyahlah!"

Trevor meraung dengan keras.

Dia kemudian menutup panggilan itu segera setelah dia selesai berteriak.

Dia sedang tidak bisa berpikir jernih, dan pikirannya sedang sangat kacau saat ini.

Dia telah melampiaskan semua kepahitan yang ada di dalam hatinya. Sekarang, dia sudah kelelahan.

Trevor memejamkan matanya dan segera tertidur dengan lelap di ranjangnya.

Keesokan paginya, dia merasa seolah-olah kepalanya bagai dibelah.

Dia menekan-nekan pelipisnya yang berdenyut, kemudian bangkit berdiri dengan perlahan.

Tadi malam, dia bermimpi bahwa ayahnya meneleponnya dan mengaku bahwa keluarga mereka sebenarnya sangat kaya.

"Aku pasti sudah kehilangan akal sehatku. Aku hanya seorang mahasiswa yang miskin. Bagaimana mungkin aku bisa bermimpi menjadi orang kaya?"

Trevor tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum dan mengejek dirinya sendiri.

Hingga saat ini, tatapan matanya masih dipenuhi dengan kepahitan.

Dia mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah pesan yang belum dibaca.

"Saldo rekening bank Anda dengan nomor akhir 666 adalah Rp. 200.000.007.120, -."

Mulut Trevor terbuka, dia tercengang ketika menemukan ada uang senilai 200 miliar di rekening banknya.

Tiba-tiba, matanya membelalak lebar karena terkejut.

Semua itu nyata.

Memang ada 200 miliar di dalam rekening banknya!

Trevor buru-buru mencari nomor ayahnya dan menghubunginya.

"Ayah?" dia memanggil dengan hati-hati begitu panggilan itu dijawab.

"Nak, apa kamu sudah sadar sekarang? Ayah meneleponmu tadi malam dan menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres denganmu.

Oh, Ayah akan pergi ke Timur Tengah untuk memeriksa penggalian sumur minyak baru. Kita bisa membicarakannya ketika Ayah mendarat."

"Ayah, apa Ayah serius? Katakan kepadaku sekarang. Bagaimana Ayah bisa mendapatkan 200 miliar?"

Trevor sangat bingung karena pikirannya tidak bisa memproses apa yang baru saja dijelaskan oleh ayahnya.

Sejak kecil, dia sudah dibesarkan di dalam lingkungan yang miskin!

Namun, sekarang dia menjadi kaya dalam semalam!

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya