icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder

icon

Bab 1 Erangan di Balik Pintu

Jumlah Kata:679    |    Dirilis Pada: 23/08/2022

ebuah un

seragam basket berwarna biru se

kosong dan kaleng-kaleng soda yang ditinggalkan ole

h menghasilkan 100 hingga 200 ribu rupiah dengan mengumpulkan botol-botol dan kaleng-kaleng ini. Jika aku bisa men

hat ke sekeliling, dia melihat gym y

leng, sekelompok mahasiswa laki-laki bertub

iki rambut merah dengan sebatang rokok yang

kaki dan melempar

mendarat tepat di wajahnya, dan bau busuk ya

ian kotor mereka selama satu minggu penuh agar kamu bisa m

anggota tim lainnya melemparkan p

baik keluar dari kampus

ah mempermaluk

gut sampah, tapi dia sengaja i

pecun

u .

aki kotor itu dari wajahn

leh menyingg

lah seorang mahasiswa yang b

pekerjaannya hanya sebagai kurir atau mengerjakan tug

a mampu melanjutkan pendidika

akan pernah berurusan dengan seseorang y

kan kuliah, satu-satunya hal yang bisa dia lakukan sekar

il kaus kaki yang dilemparkan Bernard,

tuk semuanya

ngeluarkan beberapa lembar uang, d

kan pekerjaan lain. Aku ingin kamu mengambil sebuah paket di gerbang kampus dan m

balik dan pergi bersama anggota kel

dan menggenggam lembaran-lembaran itu

d dan teman-temannya, tapi selama aku bisa men

gi, Trevor lanjut memungut botol ko

pergi ke pusat daur ulang di luar kampus un

mpus untuk mengambil paket untuk Den

ngan hati-hati menghitung uan

rasa bahwa semua usahanya sepad

uang yang cukup untuk membeli h

ganti ketika suara erangan seora

ara wanita itu

ntu mendesah denga

a jantungnya mulai berdeba

ra wanita itu sangat mirip dengan

menyentuhku seperti itu. Ya, seper

dalam yang seksi hari ini. Kenakan pakaian it

akapan mereka, dia sudah tid

ng sedang dia l

etika dia menendang pin

rkejut dengan pemanda

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
Bangkitnya Sang Pewaris Miliarder
“Keluargaku berada di garis kemiskinan dan tidak memiliki cara untuk mendukungku di perguruan tinggi. Aku harus bekerja paruh waktu setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan dan mampu masuk ke universitas. Saat itulah aku bertemu dengannya - gadis cantik dikelasku yang diimpikan setiap laki-laki. Aku sadar bahwa dia sangat jauh dari jangkauanku. Namun, aku mengumpulkan seluruh keberanian dan mengatakan kepadanya bahwa aku telah jatuh cinta padanya. Yang mengejutkanku, dia setuju untuk menjadi pacarku. Dengan senyuman termanis yang pernah kulihat, dia memberitahuku bahwa dia menginginkan sebuah iPhone terbaru sebagai hadiah pertamaku untuknya. Aku bekerja seperti seekor anjing dan bahkan mencuci baju teman sekelasku untuk mendapatkan uang. Kerja kerasku membuahkan hasil setelah sebulan. Aku akhirnya dapat membeli apa yang diinginkannya. Tetapi saat aku membungkus hadiah itu, aku melihatnya bercumbu dengan kapten tim bola basket. Dia kemudian mengolok-olok dan menghina kemiskinanku. Yang lebih parahnya lagi, laki-laki selingkuhannya meninju wajahku. Aku diselimuti oleh keputusasaan, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan kecuali diam saja saat mereka menginjak-injak perasaaanku. Tetapi kemudian, ayahku tiba-tiba meneleponku dan hidupku berubah sepenuhnya. Ternyata aku adalah putra seorang miliarder.”