icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 12
Wanita Terkaya di Kota Juma
Jumlah Kata:734    |    Dirilis Pada:23/08/2022

"Ayah sebenarnya malah berpikir untuk memberimu seluruh distrik bisnis di sekitar Manor Willard. Sekarang, pergilah ke manor dan minta kakakmu untuk mengatur prosedur serah terima manor itu untukmu."

Apa yang baru saja dikatakan ayahnya cukup mengejutkan Trevor. Dia akhirnya menyadari bahwa keluarganya benar-benar kaya.

Namun, dia masih tidak tahu seberapa kaya mereka.

Yang mengejutkannya, dia jauh lebih kaya dari yang dia bayangkan setelah mendengar kata-kata ayahnya.

Distrik bisnis di sekitar Manor Willard adalah tempat paling mewah di Kota Juma.

Banyak hotel dan klub kelas atas yang dibangun di sana. Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa satu inci tanah di sana bernilai satu inci emas.

Namun, ayahnya baru saja mengatakan bahwa properti itu adalah milik keluarga mereka.

Trevor menggigit ujung lidahnya untuk menenangkan diri dari keterkejutannya. Tiba-tiba, sesuatu muncul di benaknya.

"Tunggu. Ayah, bukankah kakak sedang bekerja di kota lain?"

"Haha! Kamu benar-benar anak yang bodoh dan lucu.

Bagaimana bisa kamu berpikir kami bisa tenang membiarkanmu hidup dalam kemiskinan sendirian di Kota Juma?

Apa kamu ingat wanita terkaya di Kota Juma, orang yang memiliki Januardi Profumeria, yang bernilai setidaknya satu kuadriliun?

Kamu dulu pernah bercanda andai dia menjadi kakakmu, kamu bisa menjadi adik dari wanita terkaya di Kota Juma.

Yah, kamu benar. Apa yang kamu inginkan terwujud karena wanita itu memang kakakmu. Dia telah berada di Kota Juma sepanjang waktu dan dia juga mengawasimu selama ini," pria di ujung telepon itu berbicara dengan nada bercanda.

Kemudian, dia tiba-tiba berubah serius.

"Trevor, kamu harus ingat bahwa kami membesarkanmu dalam kemiskinan bukan hanya karena kami ingin kamu mengalami kesulitan dalam menjalani hidup, tetapi karena kami ingin kamu mempertahankan kebajikanmu.

Yang pasti, Ayah sudah mengatakan terlalu banyak. Pergilah ke manor sekarang. Kakakmu sudah menunggumu di sana."

"Oke, Ayah."

Trevor mengakhiri panggilan begitu dia selesai berbicara.

Dia senang bahwa ayahnya ketat padanya dalam menjalani hidup, terlepas dari apakah dia kaya atau miskin.

Setelah menenangkan diri, dia menaiki taksi dan meminta sopir untuk mengantarnya ke Manor Willard.

Trevor sendiri sedikit penasaran dengan tempat tujuannya.

Bagaimanapun, ini pertama kalinya dia melihat tempat paling populer di Kota Juma.

Ada kolam air jernih yang terus-menerus mengalirkan air mancur yang berada tepat di belakang pintu lengkung yang menjulang tinggi dan berwarna putih. Pohon-pohon yang rimbun menari-nari dengan anggun saat ditiup angin.

Rumah-rumah yang dihiasi dengan batu bata merah dan ubin yang berwarna hijau tersebar di antara pepohonan, membuat tempat itu terlihat sangat elegan.

Di luar manor terdapat lobi yang mewah. Setelah melalui lobi tersebut, orang dapat memasuki manor.

Trevor begitu terpesona oleh pemandangan di depannya sehingga dia langsung masuk ke dalam manor tanpa berpikir.

"Tuan, tolong berhenti. Ini adalah properti milik pribadi dan Anda tidak bisa sembarangan masuk ke sini."

Resepsionis di pintu masuk, yang mengenakan stoking berwarna hitam, rok pendek, dan sepatu hak tinggi dengan seragam minim, menghentikan Trevor untuk melangkah ke dalam manor.

Dia menatapnya dari atas hingga ke bawah dengan jijik, bahkan tidak repot-repot bertanya mengapa dia datang ke sana.

Orang-orang yang diizinkan memasuki Manor Willard semuanya adalah pejabat tinggi.

Pakaian mereka tidak pernah lusuh, yang membuat resepsionis itu berpikir bahwa Trevor tidak pantas untuk berada di tempat itu.

Pakaian yang dikenakannya mungkin berharga tidak lebih dari 200 ribu.

Resepsionis itu mengira dia pasti datang ke sini untuk mengambil foto agar dia bisa mengunggah foto itu secara online untuk memuaskan rasa sombongnya.

"Aku ... aku datang ke sini untuk bertemu dengan Evie Januardi," kata Trevor dengan gugup dan takut.

"Saya minta maaf, Tuan. Namun, Anda perlu membuat janji terlebih dahulu sebelum memasuki manor," jawab resepsionis itu dengan dingin.

Saat itu, seorang pemuda turun dari mobil Tesla yang diparkir tidak jauh dari pintu masuk manor, dan dia berjalan ke arah mereka dengan sebuah buket bunga di tangannya.

Dia melirik Trevor dan berkata mengejek, "Mengapa ada pengemis yang diperbolehkan masuk ke sini? Usir dia pergi!"

Saat resepsionis melihat pria itu, matanya berbinar, dan sikapnya benar-benar berubah dari sebelumnya.

"Tuan Winata, senang bertemu dengan Anda lagi. Saya baru akan memanggil pihak keamanan untuk berurusan dengannya."

Sikapnya terhadap pria itu sangat hangat dan ramah, dan dia tampak seperti ingin melemparkan dirinya ke dalam pelukan pria itu.

"Ya."

Pria itu, Henson Winata, tertawa puas dan tiba-tiba meraih payudara sang resepsionis, yang membuatnya mengerang.

Henson kemudian mengangkat alisnya ke arah Trevor dengan arogan, seolah-olah memamerkan kemampuannya yang bisa berbuat sesuka hati pada wanita itu.

Kemudian, dia menoleh pada sang resepsionis dan bertanya, "Apa Nona Januardi ada di manor hari ini? Aku datang ke sini untuk menyatakan perasaanku padanya."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Erangan di Balik Pintu2 Bab 2 Ditindas3 Bab 3 Menjadi Kaya dalam Semalam4 Bab 4 Dunia Baru5 Bab 5 Sebotol Parfum Bernilai 600 Juta6 Bab 6 Aku Akan Membeli Parfum Ini7 Bab 7 Kamu Menjebakku8 Bab 8 Lencana Keluarga9 Bab 9 Tangan yang Bau10 Bab 10 Sebuah Kotak Hadiah yang Menakjubkan11 Bab 11 Parfum Ini Pasti Palsu12 Bab 12 Wanita Terkaya di Kota Juma13 Bab 13 Beraninya Kamu Memukuli Adikku 14 Bab 14 Keberadaan Orang Miskin Tidak Terlihat15 Bab 15 Selamat datang, Tuan Januardi16 Bab 16 Restoran Prancis17 Bab 17 Jam Tangan Patek Philippe18 Bab 18 Kamu Adalah Orang Miskin19 Bab 19 Menjadi Seorang Caddy20 Bab 20 Jam Tangan Rolex21 Bab 21 Demi Ayahku22 Bab 22 Tetap di Belakangku23 Bab 23 Semuanya Akan Baik-baik Saja24 Bab 24 Berlutut dan Bersujud25 Bab 25 Siapa Temanmu Itu 26 Bab 26 Halo, Bos27 Bab 27 Tidak Ada Catatan Keanggotaan28 Bab 28 Aku Akan Bunuh Diri29 Bab 29 Kita Sudah Putus30 Bab 30 Sepenuhnya Berakhir31 Bab 31 Enam Ratus Juta Rupiah32 Bab 32 Kotak Kemasan Parfum33 Bab 33 Kemampuan untuk Menentukan Barang Palsu34 Bab 34 Skandal Trevor35 Bab 35 Serangan Balik dalam Situasi Putus Asa36 Bab 36 Aku Percaya Padamu, Bernard37 Bab 37 Orang Pria Kaya Misterius di Kampus Mereka38 Bab 38 Akan Menunggumu di Hutan39 Bab 39 Dia Tidak akan Benar-Benar Pergi ke Hutan40 Bab 40 Gagal Menjadi Kaya41 Bab 41 Membuat Hal-hal Sulit dengan Sengaja42 Bab 42 Sebuah Kecelakaan43 Bab 43 Ternodai44 Bab 44 Membersihkan Lapangan45 Bab 45 Berkumpul Bersama46 Bab 46 Bertemu dengan Zavier Lagi47 Bab 47 Pria yang Tak Tahu Malu48 Bab 48 Siapa yang Akan Membayar Tagihannya 49 Bab 49 Menolak untuk Membayar50 Bab 50 Manor Willard yang Mewah51 Bab 51 Usir Dia Keluar52 Bab 52 Mengubah Aturan53 Bab 53 Tidak Diizinkan Masuk Tanpa Membeli Tiket54 Bab 54 Memecahkan Wiski Mahal55 Bab 55 Apakah Trevor Kaya 56 Bab 56 Apakah Orang Kaya Begitu Rendah Hati 57 Bab 57 Bagaimana Dia Bisa Menjadi Begitu Kaya 58 Bab 58 Ada Sesuatu yang Benar-benar Salah59 Bab 59 Mengadakan Sebuah Pesta60 Bab 60 Membagi Tagihan61 Bab 61 Menghasilkan Keuntungan62 Bab 62 Memesan Lima Botol Wine Lagi63 Bab 63 Berapa Totalnya 64 Bab 64 Pergi Tanpa Membayar Tagihan65 Bab 65 Meminta Pembayaran Utang66 Bab 66 Cara Mendapatkan Uang67 Bab 67 Apa yang Dilakukan Orang Cabul Itu di Sini 68 Bab 68 Apa Dia Memiliki Seorang Kekasih 69 Bab 69 Di mana Trevor 70 Bab 70 Mungkin Ini adalah Berkah Dalam Penyamaran71 Bab 71 Hukuman72 Bab 72 Mobil Mewah dan Wanita Cantik73 Bab 73 Berhubungan dengan Seorang Wanita Kaya74 Bab 74 Orang Miskin dan Orang Kaya75 Bab 75 Undangan Pesta Ulang Tahun76 Bab 76 Alasan Mengundang77 Bab 77 Pria Kaya Misterius78 Bab 78 Tidak Sulit Untuk Memilih79 Bab 79 Tiga Identitas Berbeda80 Bab 80 Hanya Ada Satu Kursi Kosong yang Tersisa81 Bab 81 Pekerja Paruh Waktu82 Bab 82 Salah Mengiranya Sebagai Orang Lain83 Bab 83 Menjadi Muda dan Kaya84 Bab 84 Pacarnya dan Videonya85 Bab 85 Video yang Mengejutkan86 Bab 86 Mabuk87 Bab 87 Pahlawan88 Bab 88 Dia Tampak Familier89 Bab 89 Mengambil Alih Restoran Baru90 Bab 90 Jangan Belajar Mengemudi Jika kamu Tidak Mampu Membeli Mobil91 Bab 91 Perhatikan Sopan Santun Anda92 Bab 92 Seorang Kenalan93 Bab 93 Heartbroken Memory94 Bab 94 Suasana Canggung95 Bab 95 Seorang Gadis yang Baik Hati96 Bab 96 Sebuah Meja Kecil97 Bab 97 Hidangan Spesial98 Bab 98 Pelanggan ke Seratus Ribu99 Bab 99 A Berjalan ke Kampus100 Bab 100 Jangan Menyentuhnya Jika Kamu Tidak Mampu Membelinya