icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tangan Hangat Crazy Rich

Bab 7 Butuh Ketabahan Hati

Jumlah Kata:1203    |    Dirilis Pada: 18/06/2022

ak terlalu jauh, membuat Jonathan tak khawatir membiarkannya jalan

Matanya menatap motor-motor lewat begitu ramai, ada yang bek

enyapa Jonathan, dia d

inya tengah berbincang dengan Nathalia, ibunya. Wanita tua itu begitu histeris melihat pekerjaan Jonathan saat ini dan

toran ternama dan saat itu juga, pikiran Jonathan hanya tertuju pada Allea. Dia merasa bersalah k

menyumpahi Rachel karena sudah menarik Jonathan di kehidupan yang penuh neraka ini

athalia. Yang dia lakukan adalah mendengarkan ceramah ibunya begi

ulang, dia tahu apa yang diinginkannya yaitu kepulangannya. Maka dari itu, Jon

Nathalia, tetapi semangatnya sudah hancur dan perutnya selalu mual-m

memberikan langsung kepada Rachel begitu saja, yang ada wanita itu akan bertanya-tan

enyesal memilih Rachel karena kehadiran

t, lelah dan menyerah yang selalu ingin dia katakan. Tetap Jonat

i, bagaimana

na dia

a merinduka

ada tatapan dari anak-anak lain yang mengej

ya

ngar panggilan itu. "A

ndekat sembari mengusap-usap mat

mau makan atau mandi dulu?"

di Lea mau mandi sendiri mumpung en

asanya sa

gak mau kalau Lea mandi se

, berarti biar a

" Tak ingin berdebat lagi Allea s

ulu," teriak Jonathan panik saa

mandi air dingin," balas

, dia juga menyeduh susu untuk anaknya dan nasi goreng serta telur ceplok mata sapi.

erlari menuju tempat tidur dan mulai memakai pakaiannya tanpa

menghampiri Jonathan yang tenga

mandi bebek pasti," goda Jonathan

merapikan rambutnya yang masih basah. "Nggak d

isirnya sampai tidak kusut da

i, yuk

Allea seraya menerima su

aja, Dek? Main sama siapa? Bunda diti

na, Yah. Kalau bunda lagi

tapnya bingun

endera di tempat Bu Tuti,"

menatap Allea serius. "Apakah benar

. Dapat u

an tindakan Rachel. Namun sebisa mungkin Jonathan menahan emo

mara

h cuman kag

ra menyelesaikan makannya

s dalam-dalam untuk menetralkan rasa emosi. Dia menaru

achel rumah sudah pula

am," jawab Jo

Bunda bawa

AN

aat Jonathan membanting gelas terb

pihan kaca, kedua tangannya mencengkram erat bahu wanita itu den

than dengan berkaca

beneran kerja, iya

-a

WAB

mematung. "

UH SIAPA KAM

rja karena-" Ucapan Rachel terhenti, di

a apa?

ercekat. "

Rachel saat ini. Dia melepaskan tubuhnya lalu menjam

hanya ingin menabung, Joe. Lagian, aku juga pandai menjahit, tidak

gak, aku gak suka kamu bekerja. Tidak ada kes

langkah kaki memasuki rumah. Allea mena

, ada suara pecahan dari rumah ... ayah

kinya yang sudah mengeluarkan darah tanpa bisa sadari. Kakinya be

lea, ambilkan kotak obat ya," ujarnya memerintah. A

s dengkul. Bukan hanya telapak kakinya yang tertancap pecahan gela

-sedu. Dia tidak ingin menatap ke arah darah ayahn

ia memakaikannya betadine dan dibalut oleh kasa. Beralih ke tempat luka lainnya, untung saja di telapak kaki Jonathan tidak te

juga berteriak, merasa kesakitan

tergores," ujar Jonathan menenangkan

embereskan pecahan gelas tersebut. Saat dirinya berbali

am diam tanpa ad

u memberikan cob

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tangan Hangat Crazy Rich
Tangan Hangat Crazy Rich
“Warning 21+. Bahan bacaan untuk kaum dewasa. Phanas-panas hareudang. Jika pasangan lain bahagia menyambut buah hati mereka, Rachel justru harus menyesap getir prahara karena suaminya murka. Jo tak terima Rachel hamil di tengah sulitnya kehidupan mereka. Rachel ditinggal dalam kondisi berbadan dua dan memiliki Alea yang baru berusia empat tahun. Ia berjuang dan bertahan dikerasnya kehidupan untuk malaikat-malaikat kecilnya. Hingga hadirlah Denis, atasannya yang dingin dan aneh menurut Rachel. Denis menggenggam erat tangan Rachel dengan kehangatan. Melindungi wanita rapuh itu dengan kekuasaannya. Sementara itu Jo cemburu Rachel mendapatkan pria lebih baik darinya, ia bermaksud merebut Rachel dan anak-anaknya kembali. Akankah Rachel menerima Denis menyusup ke hatinya? Atau kembali bersama Jo yang sampai detik ini masih bertindak sesuka hatinya?”