icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 12
Keributan
Jumlah Kata:1429    |    Dirilis Pada:01/06/2022

"Putri! Putri..." Qin Meng tampak cemas saat dia bergegas berlari menuju ke Aula Qingxin. Melihat sang putri masih tertidur di tempat tidurnya, dia mengentakkan kakinya keras. Lalu dia menggigit bibirnya, dan menarik selimut yang menutupi tubuh Yun Shang. "Putri, sesuatu yang besar telah terjadi!"

Yun Shang mengerang malas, dan perlahan membuka matanya yang masih terasa mengantuk. Meski melakukan semua itu, dia kembali dengan cepat menutup matanya lagi. Setelah beberapa saat mengumpulkan kesadaran dia berbicara dengan suara lesu, "Ada apa? Kenapa kamu membangunkanku jam segini? Apa yang sudah terjadi?"

Qin Meng melihat Yun Shang akan tertidur lagi dan buru-buru berbicara, "Putri, Anda harus bangun sekarang! Ada seseorang yang meninggal!"

"Apa katamu barusan?" Tubuh Yun Shang tiba-tiba menjadi kaku dan matanya terbuka lebar. "Siapa yang meninggal? Dan apa penyebab kematian dari orang itu? Apakah kamu sudah mengirim orang untuk pergi ke Kantor Pengawas?"

Qin Meng buru-buru menjawab, "Nama orang yang meninggal itu adalah Xiang Lan*. Wanita itu adalah seorang pelayan yang biasa bekerja menyapu lantai di Aula Anda. Tubuhnya ditemukan oleh seorang pelayan yang lewat di danau di depan Aula Anda. Mereka bilang dia mati karena tenggelam." Qin Meng berhenti dan menggigit bibirnya seolah-olah dia ingin mengatakan lebih banyak informasi, tetapi tidak berani mengatakannya lebih lanjut.

(*TN: bunga anggrek yang harum)

Yun Shang memerintahkan, "Ada lagi? Bicaralah."

Qin Meng menghela napas dan melanjutkan, "Ketika saya lewat, saya mendengar para pelayan mengatakan bahwa gelang milik Anda ditemukan di tangan Xiang Lan. Mereka juga mengatakan kemungkinan besar pembunuhnya adalah Anda."

"Gelangku?" Yun Shang bergerak untuk duduk. Dia memandang pelayannya, "Apakah kamu yakin mereka berbicara tentang gelang, bukan barang yang lain?"

Qin Meng menganggukkan kepala. "Saya yakin mereka sedang membicarakan gelang Anda."

"Ya, Putri, sebuah gelang. Salah satu dari pasangan gelang yang paling Anda sukai. Gelang yang sudah lama hilang." Qin Yi menambahkan saat dia berjalan memasuki ruangan.

Yun Shang tersenyum, "Apakah berita itu benar? Kalau begitu, aku harus pergi ke sana dan membawa gelangku kembali. Bagaimanapun, itu adalah gelang kesayanganku."

Qin Meng tidak mengerti mengapa sang putri sepertinya menganggap enteng situasi ini. "Putri! Tetapi mereka mengatakan bahwa Andalah pembunuhnya!"

Yun Shang menoleh padanya, "Lalu bagaimana kamu tahu bahwa aku tidak melakukan hal itu? Reputasiku tidak pernah baik di mata orang."

Qin Meng menatapnya dengan pandangan mencela, "Jika saya mendengar tentang tindakan seperti itu sebelum saya bekerja di sini, saya mungkin akan memercayai rumor yang beredar. Tapi sekarang saya berani mengatakan kata-kata seperti itu hanyalah rumor jahat untuk mencemarkan reputasi Anda. Selain itu, Anda sekarang baru berusia delapan tahun, Putri. Tidak peduli seberapa jahatnya Anda, secara fisik Anda tidak akan mampu membunuh seseorang."

Yun Shang mengangguk, dan bangun berdiri. Dia menunggu Qin Meng untuk membantunya berpakaian. Tetapi Qin Meng masih tenggelam dalam pikirannya sendiri. Qin Yi menggelengkan kepalanya dan maju untuk membantu Yun Shang berganti pakaian.

"Ucapanmu itu benar. Aku hanya berusia delapan tahun. Bagaimana bisa aku membunuh orang dewasa? Tapi di sisi lain, Qin Meng, kamu dan Qin Yi adalah orang yang cukup dewasa. Aku pikir kalian berdua bisa mengalahkan gadis itu dalam perkelahian. Jadi kalian berdua pasti adalah 'kaki tangan Putri Yun Shang' dalam melakukan pembunuhan itu." Yun Shang menyindir situasinya sekarang.

Qin Meng merinding dan menatap Yun Shang dengan wajah ketakutan, "Saya tidak berani melakukan itu, Putri. Bahkan, saya tidak pernah punya nyali untuk membunuh ayam, apalagi seorang manusia. Putri... Saya serius! Bagaimana Xiang Lan meninggal bukanlah pusat perhatian orang. Tapi ada begitu banyak orang yang mengatakan bahwa Andalah pembunuhnya. Jika rumor ini mencapai telinga Permaisuri atau Kaisar, itu akan menjadi sebuah masalah besar."

Yun Shang hendak berbicara, tetapi berhenti ketika dia mendengar suara laki-laki dari luar ruangan kamarnya, "Putri. Saya datang atas perintah Permaisuri. Permaisuri telah mengirim saya untuk menyampaikan pesan kepada Anda. Permaisuri ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada Anda di danau Yanque*."

(* TN: burung kutilang yang biasa bertengger di semak duri)

Yun Shang mengerutkan kening saat mendengar pesan itu. Qin Yi menatap sang putri sebelum bergegas ke pintu dan menutup tirai kamar. "Terima kasih sudah datang kemari. Putri kini sedang berpakaian. Dia akan segera ke sana."

Qin Meng buru-buru mendandani majikannya. Yun Shang melihat Lin yang sedang menunggunya saat dia melangkah keluar. Lin bergegas menghampirinya dan berkata, "Seseorang melaporkan kecelakaan yang dialami oleh Xiang Lan kepada Permaisuri. Dan karena kemarin adalah hari kelima belas bulan ini, Yang Mulia sedang tidur di Istana Qiwu milik Permaisuri Yuan Zhen. Yang Mulia juga telah mendengar laporan itu. Dia menunggu Anda di paviliun di tepi Danau Yanque."

Yun Shang mengangguk, "Baik." Lalu dia memasang ekspresi cemberut pada Qin Meng, "Lihat? Topik pembicaraan yang tidak menyenangkan hanya akan membawa nasib buruk. Kamu hanya ingin tahu apa yang akan terjadi jika kedua orang tuaku mengetahui kejadian itu. Dan sekarang keduanya telah mendengar berita itu."

Qin Meng ketakutan, dan menjawabnya dengan setengah menangis, "Putri, saya tidak sengaja melakukannya…..."

"Tidak perlu panik. Aku hanya sedang bercanda. Selain itu, aku tidak melakukan pembunuhan ini. Tangan yang bersih tidak perlu dicuci."

Ketika Yun Shang tiba di Danau Yanque bersama dengan para pelayannya, dia melihat sekeliling. Dia mengetahui bahwa kaisar dan permaisuri sekarang sedang berdiri di dalam paviliun. Di sebelah orang tuanya berdiri Putri Hua Jing. Kakaknya itu memiliki ekspresi lembut dan patuh di wajahnya. Di luar paviliun, mayat Xiang Lan terbaring tertutup oleh kain putih. Di samping tubuh berdiri seorang pria berpakaian penuh dengan warna hitam. Dari jubahnya, Yun Shang bisa tahu bahwa dia adalah seorang koroner yang bekerja di Istana.

Yun Shang melangkah maju, dan membungkuk hormat kepada sang kaisar dan permaisuri. "Ayah, Ibu."

Kaisar Ning mengangguk, dan menunjuk ke mayat yang terbungkus kain putih, "Berdiri, Shang'er. Lihat mayat itu. Apakah kamu mengenal orang ini?"

Koroner mengangkat sudut kain putih saat Yun Shang berjalan mendekat ke mayat itu. Dia tersentak kaget ketika dia melihat tubuh yang basah kuyup dan bengkak. Matanya kemudian mengamati wajah putih kebiruan wanita yang sudah meninggal itu. Setelah melihat sekilas, Yun Shang berbalik dan berkata dengan suara gemetar, "Tidak, Ayah. Siapa orang ini? Pria ini terlihat sangat menakutkan..."

Kali ini Putri Hua Jing yang angkat bicara terlebih duluan. "Itu adalah seorang wanita. Lihat lebih teliti lagi, Adik. Kudengar, dia bekerja di istanamu. Kenapa kamu tidak bisa mengenali wajahnya?"

"Salah seorang pelayanku?" Yun Shang menoleh ke Qin Yi dengan tatapan penuh rasa bingung.

Qin Yi buru-buru menjawab, "Putri, dia adalah seorang pelayan yang membersihkan halaman di istana kita. Putri mungkin tidak pernah menyadari keberadaannya, itulah sebabnya Anda tidak bisa mengenalinya."

Yun Shang mengangguk, dan menjelaskan kepada sang kaisar dan permaisuri, "Kecuali beberapa pelayan dan kasim, aku memiliki sedikit kontak dengan pelayan lainnya. Aku terlalu malas untuk mengingat siapa mereka, jadi aku tidak terlalu mengenal mereka dengan baik. Tapi karena Qin Yi mengatakan dia bekerja di istanaku, maka dia pasti benar bekerja di sana. Tapi mengapa pelayanku sedang berbaring di sini, terbungkus oleh kain?"

Kaisar mengambil sebuah benda dari meja batu dan menyerahkannya kepada Yun Shang, "Pemeriksa mayat telah memeriksa mayat pelayan itu. Pelayan itu mati karena tenggelam. Namun, dia mencengkeram rumput di dalam kepalan tangannya, dan ada tanda-tanda perlawanan di tepi danau. Aku rasa seseorang membuuhnya dengan sengaja. Shang'er, lihat gelang ini. Apakah kamu tahu gelang siapa ini?"

Yun Shang buru-buru melangkah maju, dan mengambil gelang itu dari tangan sang kaisar. Dia mengamati gelang itu dan berkata, "Sepertinya gelang ini adalah salah satu gelang dari sepasang gelang yang Ayah berikan kepadaku."

"Sepertinya? Ini adalah gelang milikmu. Aku biasa melihatmu memakai gelang ini ke mana pun kamu pergi sepanjang waktu. Kenapa hari ini kamu tidak memakainya?" tanya Putri Hua Jing dengan agresif.

Yun Shang tersenyum, "Aku mau, tapi aku tidak bisa melakukannya. Salah satu pelayan mengatakan padaku bahwa gelang ini hilang beberapa hari yang lalu."

"Apa yang dikatakan oleh Putri benar. Gelang itu sudah hilang dalam kurun waktu yang lama. Saya mencari di seluruh Aula Qingxin ketika mereka dilaporkan hilang, tetapi saya tidak dapat menemukan gelang tersebut." Qin Meng dengan cepat menambahkan, jangan sampai putrinya dituduh yang tidak-tidak oleh orang lain.

"Beraninya kamu menyela percakapan di antara anggota keluarga kekaisaran!" Putri Hua Jing menegur Qin Meng dengan perasaan tidak senang, dan melanjutkan, "Gelang adikku hilang? Itukah penjelasanmu atas ini?" Hua Jing mengambil gelang itu dan mengangkatnya ke atas. Dia berbicara dengan ekspresi cemberut, "Tapi yang ini ditemukan di kepalan mayat. Apakah kamu tahu seberapa erat jari-jarinya menggenggam gelang ini? Adik, mengapa kamu tidak memberi tahu kami tentang gelangmu yang hilang sebelum ini? Dan kenapa salah satu gelangmu sekarang ditemukan di tangan mayat? Adik, kamu selalu marah-marah kepada pelayanmu. Ibu dan aku berpikir bahwa kamu masih muda dan belum berpendidikan. Dan kami telah terlalu sering memanjakan keinginan dan setiap amukanmu. Tapi kami tidak pernah berpikir bahwa kamu akan bertindak sejauh itu untuk membunuh salah satu pelayanmu."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Terlahir Kembali3 Bab 3 Sendirian di Malam yang Dingin4 Bab 4 Api yang Menyala dan Terbangun dari Mimpi5 Bab 5 Dini Hari6 Bab 6 Sebuah Mimpi yang Menghantui7 Bab 7 Masalah Datang8 Bab 8 Hanya Memperlihatkan Sedikit Senyum9 Bab 9 Cahaya yang Berkilauan dalam Kegelapan10 Bab 10 Kehati-hatian11 Bab 11 Awal dari Rencana12 Bab 12 Keributan13 Bab 13 Saling Bersinggungan14 Bab 14 Tindakan Berbeda untuk Situasi Berbeda15 Bab 15 Upacara Pendewasaan dan Sebuah Hadiah16 Bab 16 Menjadi Populer17 Bab 17 Sakit yang Datang Secara Mendadak18 Bab 18 Rencana Selir Jin19 Bab 19 Kunjungan Master Wu Na20 Bab 20 Hal yang Baik21 Bab 21 Reuni Keluarga22 Bab 22 Tumbuh Dewasa23 Bab 23 Kembali Lagi ke Istana24 Bab 24 Gosip25 Bab 25 Kucing yang Keracunan26 Bab 26 Niat Buruk27 Bab 27 Pertarungan Antara Dua Harimau28 Bab 28 Jepit Rambut Feniks29 Bab 29 Ajakan dari Sang Kakak30 Bab 30 Rencana31 Bab 31 Pesta Perayaan Kemenangan32 Bab 32 Sebuah Insiden Lain33 Bab 33 Sulaman34 Bab 34 Upacara Pendewasaan (Bagian Satu)35 Bab 35 Upacara Pendewasaan (Bagian Dua)36 Bab 36 Pangeran Jing37 Bab 37 Sakit38 Bab 38 Orang di Balik Selir Shu39 Bab 39 Tabib yang Direkomendasikan oleh Pangeran Jing40 Bab 40 Aliansi41 Bab 41 Qin Meng yang Tergesa-gesa42 Bab 42 Menjatuhkan Hukuman pada Qin Meng43 Bab 43 Rencana Licik Permaisuri44 Bab 44 Hilangnya Lin45 Bab 45 Sang Pelayan, Qian Yin46 Bab 46 Langkah Pertama47 Bab 47 Qin Meng Mencari Bantuan48 Bab 48 Hamil 49 Bab 49 Rayuan50 Bab 50 Perzinahan yang Terungkap51 Bab 51 Qin Meng Menerima Gelar Kehormatan52 Bab 52 Putri Hua Jing Kembali ke Istana53 Bab 53 Selir Jin Hamil54 Bab 54 Biarkan Permaisuri untuk Merawat Selir Jin55 Bab 55 Yun Shang Menghilang56 Bab 56 Kegagalan Rencana Hua Jing57 Bab 57 Nyonya Zhao58 Bab 58 Kekhawatiran Hua Jing59 Bab 59 Hadiah dari Yun Shang60 Bab 60 Memberikan Hadiah di Ruang Doa Buddhis61 Bab 61 Permintaan Hua Jing62 Bab 62 Ramalan Takdir untuk Nyonya Zhao63 Bab 63 Seorang Gadis Bernama Qian Shui64 Bab 64 Sebuah Pembunuhan65 Bab 65 Interogasi66 Bab 66 Rahasia yang Tidak Sengaja Didengar Wang Jinhuan67 Bab 67 Penyelidikan Hua Jing68 Bab 68 Pernikahan yang Diatur oleh Kaisar Ning69 Bab 69 Perjamuan Hua Jing70 Bab 70 Jatuh dalam Perangkap71 Bab 71 Serangan Balik72 Bab 72 Permaisuri Hamil73 Bab 73 Sebelum Badai Dimulai74 Bab 74 Mencari Kebenaran75 Bab 75 Kunjungan Selir Jin76 Bab 76 Peringatan Dari Selir Ming77 Bab 77 Pesta di Istana Jinxiu78 Bab 78 Pertunjukan Menarik79 Bab 79 Rahasia Sang Permaisuri80 Bab 80 Pelajaran untuk Selir Shu81 Bab 81 Kekacauan di Upacara Pengorbanan82 Bab 82 Menyelesaikan Kekacauan83 Bab 83 Datang ke Area Perbatasan84 Bab 84 Berkonspirasi dengan Iblis85 Bab 85 Surat Rahasia dari Pangeran Qingsu86 Bab 86 Kemunculan Hua Jing yang Tiba-Tiba87 Bab 87 Kebakaran di Perkemahan88 Bab 88 Cinta Tak Terduga89 Bab 89 Rencana Penanggulangan90 Bab 90 Rencana Penempatan Tentara Ning yang Dicuri91 Bab 91 Debu Menetap92 Bab 92 Selir Fu93 Bab 93 Kucing yang Aneh94 Bab 94 Membiarkannya Begitu Saja95 Bab 95 Mimpi Buruk96 Bab 96 Beragam Versi Kebenaran97 Bab 97 Kunjungan Pangeran Jing98 Bab 98 Pernikahan yang Dikabulkan pada Malam Tahun Baru Imlek99 Bab 99 Fitnah100 Bab 100 Perpecahan