icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 6
Sebuah Mimpi yang Menghantui
Jumlah Kata:1281    |    Dirilis Pada:01/06/2022

Aula Qingxin ternyata menjadi segalanya seperti yang Yun Shang harapkan. Dengan hati senang dan puas, dia bahkan memerintahkan pelayannya untuk membuat sebuah ayunan di pohon tertinggi yang ada di halaman. Di waktu luangnya, gadis kecil itu memilih untuk duduk di ayunan dan berayun santai di bawah pohon yang menjulang tinggi.

"Putri ..." Yun Shang, yang jatuh tertidur di ayunan, dibangunkan oleh suara Qin Yi. Menutupi mulutnya yang menguap dengan tangannya, Yun Shang berbicara kepada Qin Yi dengan mengantuk, "Kenapa untuk mengambil beberapa sulaman membutuhkan waktu yang begitu lama?"

Dengan hati-hati Qin Yi melihat sekeliling halaman sambil berjalan ke belakang Yun Shang. Berpura-pura mendorong ayunan, dia membungkuk ke telinga gadis kecil itu dan kemudian berbisik, "Dalam perjalanan saya ke sana, saya bertemu dengan Xiu Xin. Dia membawa saya untuk menemui Permaisuri."

"Oh." Yun Shang tampaknya tidak terpengaruh oleh berita yang baru saja dilaporkan padanya. Dia mengangkat alis matanya sedikit dan mengulangi berita itu, "Permaisuri... Apakah dia mencoba membeli kesetiaanmu?"

Qin Yi mengangguk dengan serius, terkejut melihat betapa tanggapnya Yun Shang dalam usianya yang masih muda. "Permaisuri telah mengumpulkan informasi. Dia sepertinya tahu seluruh cerita hidup saya. Dia bahkan tahu bahwa paman saya adalah satu-satunya kerabat saya yang masih hidup di dunia. Meskipun dia tidak tahu bahwa hubungan kami tidak baik. Lagi pula, saat saya masih kecil paman sayalah yang telah menjual saya ke istana. Para pelayan Permaisuri tampaknya telah melakukan kesalahan. Mereka memikat keluarga paman saya untuk datang ke istana dengan mengatakan bahwa saya telah melakukan pekerjaan saya dengan baik sebagai seorang pelayan. Dengan bodohnya, keluarga paman saya tertipu dengan ucapan tersebut. Permaisuri mencoba menggunakan hidup paman saya untuk mengancam saya. Padahal, sejujurnya, saya benar-benar tidak peduli apa yang terjadi pada mereka. Saya selalu berpikir untuk membalas apa yang telah mereka perbuat terhadap saya."

Yun Shang tetap mendengarkan dalam diam. Qin Yi kemudian melanjutkan, "Permaisuri menjanjikan saya uang dalam jumlah besar dan jabatan tinggi jika saya bersedia bekerja untuknya. Permaisuri juga berjanji untuk memberi saya 'semua yang selalu saya inginkan'… Jadi saya berjanji untuk membantunya." Kedua orang itu, baik Qin Yi dan Yun Shang tertawa terbahak-bahak.

Diantara tawanya, Yun Shang berkomentar, "Kalau begitu ceritanya, mungkin kamu memang harus melayaninya."

Setelah melayani Yun Shang selama beberapa hari belakangan ini, Qin Yi sudah mulai menikmati watak gadis yang humoris ini. Bertentangan dengan rumor yang beredar, Qin Yi menemukan gadis kecil itu memiliki kecerdasan yang luar biasa dan jiwa yang dewasa, jauh melampaui usianya sekarang. Qin Yi tahu bahwa Yun Shang sudah bisa menyimpulkan sendiri apa yang akan dia lakukan. "Permaisuri pasti sangat membenci Anda. Sepertinya tidak ada yang tidak akan dia lakukan untuk menyingkirkan Anda. Untungnya, kali ini dia hanya mencoba menyuap saya saja. Siapa yang tahu rencana berbisa macam apa yang dia simpan untuk kita." Qin Yi mencondongkan tubuh lebih dekat sebelum memberi tahu Yun Shang secara detail rencana yang sudah dibuat oleh sang permaisuri.

Yun Shang mengerutkan kening dan berkata dengan cuek, "Sejujurnya, ya, rencana ini adalah rencana bagus, sungguh. Tapi itu hanya akan berhasil jika ada seseorang yang bersedia membantu dari dalam. Permaisuri pasti telah menyuap orang lain untuk melakukan rencana tersebut. Dia pasti berpikir bahwa mengendalikanku adalah sesuatu urusan yang mudah dan menyuap orang-orang yang ada di sisiku. Aku ingin kamu mengawasi para pelayan lain dengan cermat di hari-hari berikutnya. Jika kamu mendengar sesuatu, datanglah kepadaku untuk melaporkannya sesegera mungkin. Aku tidak sudi melakukan apa pun lagi untuknya, kita akan memastikan dia tahu bahwa dia tidak bisa mengendalikan semua orang yang ada di kekaisaran."

Setelah menikmati ayunan di halaman di waktu sore, Yun Shang menikmati makan malam yang mewah. Saat dia bersiap untuk pergi tidur, Kasim Lin muncul dan secara pribadi meminta untuk berbicara dengannya. "Putri, bisakah saya meminta waktu Anda untuk berbicara dengan saya secara pribadi? …Tanpa ada pelayan lain di sekitar."

"Ada apa?" Yun Shang berhenti dan berbalik untuk berbicara kepada kasim tersebut. Lin adalah seorang pria yang banyak bicara, lugas, dan telah membuat kesan yang baik sebelumnya pada sang putri muda tersebut.

Melirik pria itu lagi dengan cepat, Yun Shang memerintahkan pelayan lainnya untuk merapikan tempat tidurnya di ruang dalam sebelum duduk di kursi yang ada di ujung ruangan. Terlihat jelas Lin gugup dan ragu-ragu untuk berbicara.

Yun Shang terkekeh dan bertanya kepadanya, "Lin, kenapa kamu malah diam? Ini tidak seperti kamu yang biasanya."

Yun Shang merasa bingung pada pria yang ada di hadapannya. Dia masih harus bertingkah seperti anak kecil normal di hadapan Lin. Dia hanya bisa menjadi dirinya sendiri jika dia sedang menghabiskan waktu berdua dengan Qin Yi.

Setelah hening yang lama, Lin tiba-tiba berbicara, "Putri, Permaisuri berencana untuk membunuh Anda."

Yun Shang terkejut mendengar hal yang sama dari Lin seperti apa yang disampaikan oleh Qin Yi. Dengan cepat dia menenangkan dirinya sebelum memberikan tanggapan pada Lin. Berusaha agar terdengar kekanak-kanakan dan naif, dia menggelengkan kepalanya. "Mana mungkin! Kamu bisa dipenggal karena mengatakan sesuatu yang konyol seperti itu padaku, Lin. Aku tidak percaya padamu. Permaisuri itu seperti ibuku dan selalu memperlakukanku dengan sangat baik. Dia selalu mengirimiku makanan yang paling enak dan tidak pernah membuatku belajar puisi atau kecapi seperti pelayan-pelayan kejam di rumahku dulu."

Lin, jelas tidak merasa nyaman, buru-buru menjawab, "Saya mohon Putri, Anda adalah majikan saya. Anda harus percaya pada ucapan saya barusan. Alasan saya mengatakan ini pada Anda adalah karena tadi malam saya ditangkap oleh bandit. Tetapi ketika saya berpikir mereka akan memukuli saya sampai mati, saya justru dilempar ke depan Permaisuri. Dia berjanji untuk tidak mengambil nyawa saya jika saya bersedia untuk memasukkan sesuatu ke dalam makanan Anda. Dia ingin mengirim seorang biksu untuk datang ke sini dan melakukan eksorsisme pada Anda."

"Memasukkan sesuatu ke makananku?" Makanan apa itu? Ibu mencintaiku. Kalau ada makanan enak Ibu akan selalu mengingatku." Yun Shang menyembunyikan perasaannya lebih jauh lagi di balik senyum lebar yang terlukis di wajahnya.

"Aduh... Putri, saya…. khawatir pelayan lain mungkin bekerja untuk Permaisuri, jadi saya hanya memberi tahu Anda. Saya juga memberikan apa yang diberikan Permaisuri kepada saya pada beberapa ayam." Lin tampak tidak nyaman, alisnya berkilau karena basah oleh keringat saat dia berbicara.

Dengan mata penuh rasa penasaran, Yun Shang menatapnya dan bertanya, "Apa.. Apa yang terjadi dengan mereka?"

"Awalnya, mereka baik-baik saja. Kemudian, setelah sekitar tiga hari, ada sesuatu yang berubah. Ayam-ayam itu mulai berlarian liar seperti sudah gila di sekitar kandang mereka. Mereka akan menyerang dan mematuk mata ayam satu sama lain! Racun yang diberikan oleh Permaisuri tidak akan langsung menyebabkan kegilaan. Racun ini akan perlahan-lahan memengaruhi orang yang memakannya. Permaisuri mengatakan bahwa dia akan mengundang biksu untuk datang ke tempat kita dalam kurun waktu dua hari. Cukup waktu bagi racun itu untuk menunjukkan efeknya." Lin menurunkan pandangan dan mengerutkan kening.

Setelah beberapa saat hening, Yun Shang berbicara, "Terima kasih, aku bisa sedikit mengerti. Tolong berikan racunnya padaku. Oh, dan apakah Ibu mencoba untuk mengancammu? Bagaimana dia berencana untuk membuatmu meracuniku?"

Lin mengeluarkan tas kecil dan menyerahkannya kepada Yun Shang. Pria itu tertawa ketika dia berbicara, "Saya tidak lebih dari seorang yatim piatu, saya hampir tidak punya apa-apa yang bisa digunakan orang lain untuk mengancam saya. Permaisuri berjanji jika saya membantunya, dia akan memberi saya emas dan kekayaan lainnya, yang tidak saya butuhkan. Saya sudah memikirkan semuanya dengan hati-hati dalam perjalanan kembali dari tempat Permaisuri. Jadi, saya telah memutuskan untuk membantu Anda."

Tergerak oleh kesetiaannya, Yun Shang tersenyum, "Aku tahu kamu suka bekerja dengan makanan dan minuman di dapur. Beri tahu aku makanan kesukaanmu dan aku akan meminta juru masak untuk menyiapkannya segera!"

Dengan penuh harap, Lin tersenyum bahagia dan mengangguk, "Putri, saya menyukai kue beras anggur manis."

Yun Shang mengangguk, menyetujui permintaannya. "Kalau begitu sudah diputuskan, kue beras anggur manis! Sekarang sudah larut Lin. Kamu sebaiknya kembali. Aku perlu beristirahat. Yun Shang menyelipkan racun di dalam jubah pakaiannya dan pergi ke area rumah bagian dalam.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Terlahir Kembali3 Bab 3 Sendirian di Malam yang Dingin4 Bab 4 Api yang Menyala dan Terbangun dari Mimpi5 Bab 5 Dini Hari6 Bab 6 Sebuah Mimpi yang Menghantui7 Bab 7 Masalah Datang8 Bab 8 Hanya Memperlihatkan Sedikit Senyum9 Bab 9 Cahaya yang Berkilauan dalam Kegelapan10 Bab 10 Kehati-hatian11 Bab 11 Awal dari Rencana12 Bab 12 Keributan13 Bab 13 Saling Bersinggungan14 Bab 14 Tindakan Berbeda untuk Situasi Berbeda15 Bab 15 Upacara Pendewasaan dan Sebuah Hadiah16 Bab 16 Menjadi Populer17 Bab 17 Sakit yang Datang Secara Mendadak18 Bab 18 Rencana Selir Jin19 Bab 19 Kunjungan Master Wu Na20 Bab 20 Hal yang Baik21 Bab 21 Reuni Keluarga22 Bab 22 Tumbuh Dewasa23 Bab 23 Kembali Lagi ke Istana24 Bab 24 Gosip25 Bab 25 Kucing yang Keracunan26 Bab 26 Niat Buruk27 Bab 27 Pertarungan Antara Dua Harimau28 Bab 28 Jepit Rambut Feniks29 Bab 29 Ajakan dari Sang Kakak30 Bab 30 Rencana31 Bab 31 Pesta Perayaan Kemenangan32 Bab 32 Sebuah Insiden Lain33 Bab 33 Sulaman34 Bab 34 Upacara Pendewasaan (Bagian Satu)35 Bab 35 Upacara Pendewasaan (Bagian Dua)36 Bab 36 Pangeran Jing37 Bab 37 Sakit38 Bab 38 Orang di Balik Selir Shu39 Bab 39 Tabib yang Direkomendasikan oleh Pangeran Jing40 Bab 40 Aliansi41 Bab 41 Qin Meng yang Tergesa-gesa42 Bab 42 Menjatuhkan Hukuman pada Qin Meng43 Bab 43 Rencana Licik Permaisuri44 Bab 44 Hilangnya Lin45 Bab 45 Sang Pelayan, Qian Yin46 Bab 46 Langkah Pertama47 Bab 47 Qin Meng Mencari Bantuan48 Bab 48 Hamil 49 Bab 49 Rayuan50 Bab 50 Perzinahan yang Terungkap51 Bab 51 Qin Meng Menerima Gelar Kehormatan52 Bab 52 Putri Hua Jing Kembali ke Istana53 Bab 53 Selir Jin Hamil54 Bab 54 Biarkan Permaisuri untuk Merawat Selir Jin55 Bab 55 Yun Shang Menghilang56 Bab 56 Kegagalan Rencana Hua Jing57 Bab 57 Nyonya Zhao58 Bab 58 Kekhawatiran Hua Jing59 Bab 59 Hadiah dari Yun Shang60 Bab 60 Memberikan Hadiah di Ruang Doa Buddhis61 Bab 61 Permintaan Hua Jing62 Bab 62 Ramalan Takdir untuk Nyonya Zhao63 Bab 63 Seorang Gadis Bernama Qian Shui64 Bab 64 Sebuah Pembunuhan65 Bab 65 Interogasi66 Bab 66 Rahasia yang Tidak Sengaja Didengar Wang Jinhuan67 Bab 67 Penyelidikan Hua Jing68 Bab 68 Pernikahan yang Diatur oleh Kaisar Ning69 Bab 69 Perjamuan Hua Jing70 Bab 70 Jatuh dalam Perangkap71 Bab 71 Serangan Balik72 Bab 72 Permaisuri Hamil73 Bab 73 Sebelum Badai Dimulai74 Bab 74 Mencari Kebenaran75 Bab 75 Kunjungan Selir Jin76 Bab 76 Peringatan Dari Selir Ming77 Bab 77 Pesta di Istana Jinxiu78 Bab 78 Pertunjukan Menarik79 Bab 79 Rahasia Sang Permaisuri80 Bab 80 Pelajaran untuk Selir Shu81 Bab 81 Kekacauan di Upacara Pengorbanan82 Bab 82 Menyelesaikan Kekacauan83 Bab 83 Datang ke Area Perbatasan84 Bab 84 Berkonspirasi dengan Iblis85 Bab 85 Surat Rahasia dari Pangeran Qingsu86 Bab 86 Kemunculan Hua Jing yang Tiba-Tiba87 Bab 87 Kebakaran di Perkemahan88 Bab 88 Cinta Tak Terduga89 Bab 89 Rencana Penanggulangan90 Bab 90 Rencana Penempatan Tentara Ning yang Dicuri91 Bab 91 Debu Menetap92 Bab 92 Selir Fu93 Bab 93 Kucing yang Aneh94 Bab 94 Membiarkannya Begitu Saja95 Bab 95 Mimpi Buruk96 Bab 96 Beragam Versi Kebenaran97 Bab 97 Kunjungan Pangeran Jing98 Bab 98 Pernikahan yang Dikabulkan pada Malam Tahun Baru Imlek99 Bab 99 Fitnah100 Bab 100 Perpecahan