icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 8
Hanya Memperlihatkan Sedikit Senyum
Jumlah Kata:1316    |    Dirilis Pada:01/06/2022

"Dari mana datangnya binatang-binatang liar itu? Keluarkan mereka semua dari sini! Aaaah!" Hanya jeritan samar yang terdengar dari Hua Jing sebelum gonggongan anjing menenggelamkan suaranya yang penuh rasa takut. Menjulurkan lehernya untuk melihat apa yang terjadi, Yun Shang melihat halaman yang kini penuh dengan orang-orang berlarian dengan panik. Beberapa anjing liar berlarian ke sana kemari di sekitar halaman, melompat kepada orang-orang dan kadang-kadang menggigit mereka.

Biksu malang itu telah jatuh ke tanah, dan wajahnya penuh dengan luka. Gaun Hua Jing telah robek dan kotor dan ada goresan yang terlihat mengalirkan darah segar dari luka di lengannya. Mahkota feniks yang ada di atas kepala permaisuri sekarang miring. Wanita itu buru-buru berlari di sekitar halaman berteriak pada pelayan yang ada untuk menyingkirkan anjing-anjing itu.

Dengan senyum di wajahnya, Yun Shang bersembunyi di balik pohon, menyaksikan pertunjukan menyenangkan itu berlangsung. Setelah para kasim dan pelayan akhirnya mengusir anjing-anjing yang tersisa dari halaman, barulah dia keluar dan bersandiwara dengan panik berteriak, "Ibu, Kakak, apakah kalian semua baik-baik saja? Dari mana anjing-anjing gila ini berasal? Mengapa mereka menggigit semua orang di sini? Cepatlah, kalian semua, dasar pelayan bodoh! Usir mereka jauh dari sini!"

Para kasim dan pelayan dengan cepat memukuli anjing-anjing yang tersisa hingga mereka pingsan dan membawa mereka pergi. Halaman itu akhirnya kembali sunyi, tanah sekarang tertutup oleh campuran darah manusia dan anjing.

Dengan bantuan pelayannya, Putri Hua Jing akhirnya berhasil berdiri dari posisinya sekarang. Seluruh tubuhnya terasa sakit. Terutama... di pantatnya! Seekor anjing gila telah menggigit pantatnya! Malu dengan luka yang diterima di bagian tubuh tersebut, Hua Jing tidak berani menarik perhatian pada luka itu. Dia meringis saat berusaha untuk menahan rasa sakit yang berdenyut. Dalam suasana hati yang buruk dia memanggil pada permaisuri, "Ibu, dari mana semua binatang buas itu berasal? Bagaimana bisa mereka masuk ke sini secara tiba-tiba?"

Penampilan permaisuri juga berantakan, tali miliknya hancur menjadi serpihan-serpihan kecil. Tapi dia jauh lebih baik dalam mengendalikan emosinya. Dia membentak marah para pelayan di sekitarnya. "Kurung semua binatang buas itu! Panggil Ming ke hadapanku! Aku ingin tahu dari mana binatang-binatang gila itu semua berasal!" Permaisuri melirik Yun Shang yang sama sekali tidak terluka dengan tatapan dingin di matanya, sebelum berjalan pergi dengan pelayannya.

Yun Shang menarik ekspresi wajahnya berubah menjadi ekspresi cemberut. Dia berjalan menuju Hua Jing. "Kakak, apakah kamu terluka? Biarkan aku melihat lukamu." Yun Shang menekankan tangannya dengan kuat ke luka gigitan yang di bagian belakang tubuh Hua Jing.

"Aahhhh!" Hua Jing lagi-lagi menjerit dan mendorong Yun Shang menjauh darinya. Namun, saat dia melakukannya, Hua Jing melepaskan pegangan tangan pada pelayannya dan jatuh ke tanah. Yun Shang juga terjatuh dan mendarat di atas Hua Jing. Hua Jing menjerit kesakitan lagi.

"Maafkan aku Kakak, aku tidak bermaksud melakukannya... Aku hanya ingin membantumu saja.." Sambil membisikkan permintaan maaf kepada Hua Jing, Yun Shang tidak bergerak dari posisinya, justru malah menekannya ke permukaan tanah yang keras.

"Kamu... Ahh... Turun dari atas tubuhku!" Suara Hua Jing terdengar lemah dan tidak berdaya.

Dengan sebuah bayangan senyuman kecil di bibirnya, Yun Shang berteriak, "Qin Yi, Qin Yi! Bantu aku berdiri!"

Qin Yi dengan cepat bergegas datang ke sisi sang putri dan menariknya ke atas. Sisa pelayan lainnya membantu Hua Jing berdiri. Ketika Hua Jing ditarik berdiri, dia tidak memiliki tenaga yang tersisa bahkan untuk menegur Yun Shang.

"Bagaimana dengan biksu itu, Putri?" Qin Yi bertanya, melihat biksu Tao yang digigit anjing dan masih terkapar di tanah.

"Kirim biksu itu ke Kantor Pengawas. Aku akan meminta ayahku untuk berurusan dengannya nanti. Aku sendiri yang akan berbicara dengannya tentang masalah ini." Yun Shang memberikan sebuah senyuman. Dia terus mengubah pandangannya antara Hua Jing yang terhuyung-huyung dan istana yang ada belakangnya. "Dengan darah segar tumpah sebanyak ini, aku berani mengatakan bahwa halaman ini telah dibersihkan. Lagi pula, sepertinya kita tidak perlu melakukan pengusiran roh jahat."

Setelah memasuki kamarnya, dia berbicara lagi kepada Qin Yi, "Lin dengan cerdas telah mengatur semua kejadian ini. Dia sangat berjasa untuk kali ini, tapi aku masih belum sepenuhnya percaya padanya. Awasi dia baik-baik, Qin Yi. Ngomong-ngomong, Permaisuri telah meminta gelang-gelangku. Apakah kamu sudah memberikan itu padanya?"

Qin Yi mengangguk, "Sudah, Putri. Saya memberi Permaisuri sepasang gelang, seperti yang Anda perintahkan. Saya juga telah berhasil menyelesaikan urusan lain, seperti yang Anda minta sebelumnya. Tapi, luka yang diterima Putri Hua Jing terlalu parah. Dia mungkin tidak bisa pulih sepenuhnya pada waktu untuk Upacara Pendewasaannya yang akan dilakukan dalam kurun waktu seminggu. Akan sangat memalukan jika ada sesuatu hal yang salah dengan upacara itu."

Yun Shang tidak bisa menahan tawa lembut keluar dari bibirnya. "Lihat dirimu, Qin Yi. Kamu benar-benar punya banyak trik tersembunyi di lengan bajumu itu."

Karena Qin Yi menyebutkan tentang upacara pendewasaan Hua Jing, Yun Shang tidak bisa tidak mengingat bagaimana upacaranya sendiri berlangsung di kehidupan masa lalunya. Dalam kehidupan itu, dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria muda selama prosesi acara berlangsung. Dia menemukan pria itu adalah orang yang lembut dan sopan, namun tampan dan maskulin. Hua Jing sendirilah yang meyakinkannya untuk mengikuti perasaan yang dia miliki terhadap pria itu. Yun Shang telah benar-benar dimabuk cinta padanya, dan ingin segera menikah. Dia bahkan telah menyatakan cintanya di depan sidang kekaisaran. Sebagai seorang gadis muda yang baru saja dewasa, dia telah menjadi bahan tertawaan seluruh kota kekaisaran karena kejadian itu.

Sekarang, dia akhirnya tahu mengapa dia bertemu dengan pria tersebut saat itu... Senyum masam merayap muncul ke wajah Yun Shang. Akhirnya dia bisa melihat apa yang ada di balik semua kecelakaan dan drama yang terjadi pada dirinya.

Dalam kehidupan sebelumnya, dia banyak bersikap ceroboh karena kelahirannya sebagai anggota keluarga kekaisaran. Sekarang, melihat ke belakang, dia bisa melihat jari-jari permaisuri dan putrinya pada semua yang terjadi.

Dia tidak akan membiarkan itu terjadi lagi dalam kehidupannya kali ini.

"Oh, ya, Qin Yi. Aku mendengar tentang salep yang bisa memperpanjang proses penyembuhan. Salep itu juga dikatakan sebagai obat yang sangat gatal. Apakah kamu secara kebetulan tahu di mana aku bisa mendapatkan obat itu?"

Qin Yi sedikit terkejut saat dirinya mendengar permintaan sang putri. "Putri benar-benar mengetahui banyak hal. Memang ada salep seperti itu. Sekarang, saya kenal dengan salah satu magang di pusat pengobatan kekaisaran. Pria itu seharusnya bisa memberikan kita salep itu besok."

Yun Shang menganggukkan kepala. Senyumnya perlahan berubah menjadi sebuah seringai. 'Oh, kakakku tersayang, Hua Jing, kamu selalu bersikap baik padaku… Aku akan merasa tidak enak jika aku tidak memberikanmu sesuatu pada saat kamu sedang sakit untuk membalas budi pada sikap baik yang kamu berikan padaku selama bertahun-tahun lamanya. Kenapa tidak memberikanmu hadiah untuk Upacara Pendewasaanmu!'

Yun Shang memiringkan kepalanya ke samping dengan ekspresi nakal. "Qin Yi, menurutmu apa yang sedang dilakukan ibu dan kakakku sekarang?"

-

Qin Yi mencoba untuk menahan tawanya. Setelah berpura-pura berpikir sejenak, dia berkata, "Dugaan saya, mereka mungkin sedang berteriak marah atas peristiwa barusan."

Tebakan Qin Yi ternyata tepat. Di dalam aula besar, para pelayan berjalan dengan tenang dan berbicara dengan suara berbisik pada satu sama lain, berusaha menghindari kemarahan dari dua wanita bangsawan yang marah.

"Ibu, jalang kecil itu pasti ada di balik ini! Kita menyuruh kasim itu meracuni makanannya, tetapi tidak ada efek padanya! Mungkin kasim itu tidak mengikuti perintah yang kita berikan!" Putri Hua Jing berbaring telungkup di tempat tidur, seorang pelayan bekerja dengan cepat mengobati bokongnya yang terluka. Memikirkan bekas gigitan itu, dia meringis. "Aduh, aduh! Itu sakit. Hati-hati dengan apa pun yang kamu lakukan di sana!"

Permaisuri sudah mengganti jubahnya dan mencuci darah yang menempel dari tangannya. Tidak lagi merasa tidak nyaman, dia duduk di ujung tempat tidur dan merenungkan kejadian tersebut. "Aku akan mencari tahu siapa dalangnya. Sementara itu, sudah berapa kali aku menyuruhmu bertingkah seperti seorang Putri dengan baik? Apa pun yang terjadi, kamu tetap harus menunjukkan kemuliaan, kesopanan, dan elegan. Jangan biarkan kemarahan merusak citramu! Ini adalah satu-satunya cara untuk bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan dalam hidup ini!

Hua Jing merengut pada ibunya. Tepat saat dia akan berbicara, suara seorang kasim datang dari luar, menandakan kedatangan kaisar, "...Yang Mulia Kaisar tiba, Putri Yun Shang tiba..."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Terlahir Kembali3 Bab 3 Sendirian di Malam yang Dingin4 Bab 4 Api yang Menyala dan Terbangun dari Mimpi5 Bab 5 Dini Hari6 Bab 6 Sebuah Mimpi yang Menghantui7 Bab 7 Masalah Datang8 Bab 8 Hanya Memperlihatkan Sedikit Senyum9 Bab 9 Cahaya yang Berkilauan dalam Kegelapan10 Bab 10 Kehati-hatian11 Bab 11 Awal dari Rencana12 Bab 12 Keributan13 Bab 13 Saling Bersinggungan14 Bab 14 Tindakan Berbeda untuk Situasi Berbeda15 Bab 15 Upacara Pendewasaan dan Sebuah Hadiah16 Bab 16 Menjadi Populer17 Bab 17 Sakit yang Datang Secara Mendadak18 Bab 18 Rencana Selir Jin19 Bab 19 Kunjungan Master Wu Na20 Bab 20 Hal yang Baik21 Bab 21 Reuni Keluarga22 Bab 22 Tumbuh Dewasa23 Bab 23 Kembali Lagi ke Istana24 Bab 24 Gosip25 Bab 25 Kucing yang Keracunan26 Bab 26 Niat Buruk27 Bab 27 Pertarungan Antara Dua Harimau28 Bab 28 Jepit Rambut Feniks29 Bab 29 Ajakan dari Sang Kakak30 Bab 30 Rencana31 Bab 31 Pesta Perayaan Kemenangan32 Bab 32 Sebuah Insiden Lain33 Bab 33 Sulaman34 Bab 34 Upacara Pendewasaan (Bagian Satu)35 Bab 35 Upacara Pendewasaan (Bagian Dua)36 Bab 36 Pangeran Jing37 Bab 37 Sakit38 Bab 38 Orang di Balik Selir Shu39 Bab 39 Tabib yang Direkomendasikan oleh Pangeran Jing40 Bab 40 Aliansi41 Bab 41 Qin Meng yang Tergesa-gesa42 Bab 42 Menjatuhkan Hukuman pada Qin Meng43 Bab 43 Rencana Licik Permaisuri44 Bab 44 Hilangnya Lin45 Bab 45 Sang Pelayan, Qian Yin46 Bab 46 Langkah Pertama47 Bab 47 Qin Meng Mencari Bantuan48 Bab 48 Hamil 49 Bab 49 Rayuan50 Bab 50 Perzinahan yang Terungkap51 Bab 51 Qin Meng Menerima Gelar Kehormatan52 Bab 52 Putri Hua Jing Kembali ke Istana53 Bab 53 Selir Jin Hamil54 Bab 54 Biarkan Permaisuri untuk Merawat Selir Jin55 Bab 55 Yun Shang Menghilang56 Bab 56 Kegagalan Rencana Hua Jing57 Bab 57 Nyonya Zhao58 Bab 58 Kekhawatiran Hua Jing59 Bab 59 Hadiah dari Yun Shang60 Bab 60 Memberikan Hadiah di Ruang Doa Buddhis61 Bab 61 Permintaan Hua Jing62 Bab 62 Ramalan Takdir untuk Nyonya Zhao63 Bab 63 Seorang Gadis Bernama Qian Shui64 Bab 64 Sebuah Pembunuhan65 Bab 65 Interogasi66 Bab 66 Rahasia yang Tidak Sengaja Didengar Wang Jinhuan67 Bab 67 Penyelidikan Hua Jing68 Bab 68 Pernikahan yang Diatur oleh Kaisar Ning69 Bab 69 Perjamuan Hua Jing70 Bab 70 Jatuh dalam Perangkap71 Bab 71 Serangan Balik72 Bab 72 Permaisuri Hamil73 Bab 73 Sebelum Badai Dimulai74 Bab 74 Mencari Kebenaran75 Bab 75 Kunjungan Selir Jin76 Bab 76 Peringatan Dari Selir Ming77 Bab 77 Pesta di Istana Jinxiu78 Bab 78 Pertunjukan Menarik79 Bab 79 Rahasia Sang Permaisuri80 Bab 80 Pelajaran untuk Selir Shu81 Bab 81 Kekacauan di Upacara Pengorbanan82 Bab 82 Menyelesaikan Kekacauan83 Bab 83 Datang ke Area Perbatasan84 Bab 84 Berkonspirasi dengan Iblis85 Bab 85 Surat Rahasia dari Pangeran Qingsu86 Bab 86 Kemunculan Hua Jing yang Tiba-Tiba87 Bab 87 Kebakaran di Perkemahan88 Bab 88 Cinta Tak Terduga89 Bab 89 Rencana Penanggulangan90 Bab 90 Rencana Penempatan Tentara Ning yang Dicuri91 Bab 91 Debu Menetap92 Bab 92 Selir Fu93 Bab 93 Kucing yang Aneh94 Bab 94 Membiarkannya Begitu Saja95 Bab 95 Mimpi Buruk96 Bab 96 Beragam Versi Kebenaran97 Bab 97 Kunjungan Pangeran Jing98 Bab 98 Pernikahan yang Dikabulkan pada Malam Tahun Baru Imlek99 Bab 99 Fitnah100 Bab 100 Perpecahan