icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

CEO Dingin Itu Penyelamatku

Bab 4 4. Tak Ingin Terbuai

Jumlah Kata:1206    |    Dirilis Pada: 01/07/2022

ngkan wajah pun terasa amat berat. Putra memejamkan mata. Suara Satria te

berdiri saja di sit

an yang sempat tercipta. Tubuh Putra

s mempertanggungjawabkan perbuatanmu p

urang berhati-hati tadi, aku jatuh karena menabraknya jad

enghela napas lega begitu mengetahui kejadian yang sebenarnya. Saat perhatian Satria teralihkan pada pembicaraannya dengan Embun, bu

ngkar detik ini juga," Lirih Gisk

ku mendapatkan apa yang aku inginkan." Putra menyempatkan

a yang terasa nyeri. Baru saja dia menabrak salah satu pelayan yang k

tu yang membungkus telapak kaki adiknya.

Kamu kenapa? Apa

kut mengecek kaki gadis yang selama

gat tujuannya semula membuntuti adik ipar

ak. Tadi nggak sen

andai memerankan lakonnya, tak ubah seperti seorang

tra menggumam usai memeriksa kaki istri

, kamu balik ke meja sama suamimu s

itu, adikmu juga adalah istriku, sudah

api jangan harap aku akan tinggal diam, kak. Akan aku pastikan kamu akan menjila

kalimat lagi, sedangkan Putra membantu meng

lah Satria memasuki kamar mandi. Wajah kekasih Putra itu tampak menahan kesal, kedua tangannya terkep

mainkan peranku dengan baik.' Embun memejamkan mata semakin menem

*

ubahan wanita itu mungkin tak begitu tampak bagi orang lain lantaran Giska terbiasa berkamuflase, tapi tidak bagi Embun. Selihai apa pun Giska berusaha m

madu ke mana? Sudah ada

a menjadi ibu kedua baginya, terang-terangan begitu memperhatikan gadis lain. Meski telah mempersiapkan mental sebelum menerima keputu

nggak mau sampai mengganggu kegiatannya." Embun melirik suaminya, kemudian tatapanny

at cuti seminggu, dan lagi dia kan bekerja di rumah sakit milik keluar

rku, ini Mama kelihatan semangat banget seolah Mama

duduk di sampingnya, meraih tangan gadis itu. "Mama tahu kamu masih sangat muda dan pasti masih banyak sekali pencapaian yang ingin kamu raih, tapi Mama

, aku juga sudah siap dengan segala konsekwensinya, ter

ah kalau

kali melirik sang kekasih. Tanpa berniat menghabiskan sarapannya, Giska berpamitan

telah berada di mobil dalam

in sore uring-uringan terus. Ini adalah hari bah

a karena melihat suaminya yan

nemui banyak masalah. Dia harus bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya." M

is lain seusianya dan aku percaya dia bisa menjadi istri yang baik buat suaminya. Jangan terlalu

panjang yang tercipta hingga k

*

buka, ponsel dalam genggamannya hampir saja terlepas seanda

kasihnya.' Embun melangkah ragu menghampir

aja Embun tak mengetahui fakta menyakitkan tentang perasaannya yang ternyata bertepuk sebelah ta

rus bisa menahan diri. Ra

" Putra berujar kaku seakan lidahny

pengantin baru rasakan begitu menikah. Embun memang telah menyusun rencana kedepannya, tapi untuk saat ini dia benar-benar tak tah

kak nggak nyaman berada di sini,"

un, tak percaya dengan apa yan

gi dari tempat terkutuk seperti ini. Jangan sampai aku terbuai de

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
CEO Dingin Itu Penyelamatku
CEO Dingin Itu Penyelamatku
“Embun kira dengan menikahi pria yang dicintainya maka hidupnya akan bahagia, tapi ternyata dugaannya salah besar. Pria yang dinikahinya itu tak seperti apa yang Embun bayangkan selama ini. Bukan kehidupan rumah tangga penuh cinta, melainkan neraka yang diciptakan sang suami untuknya. Putra, suaminya mencintai wanita lain yang bahkan telah Embun anggap layaknya kakak sendiri. Embun tak tinggal diam, dan sebagai seorang istri dia rela melakukan berbagai macam cara demi bisa mendapatkan cinta suaminya. Namun, saat kehadirannya tak lagi dianggap, saat semua pengorbanan dan perjuangannya dipandang sebelah mata, akankah Embun tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya? "Cintai aku sedikit saja, Kak," lirih Embun pilu usai menghabiskan malam bersama Putra. Bukan kata cinta yang Embun impikan selama ini dapat dia dengar, melainkan seperti sebilah pisau yang menghujam jantungnya saat suaminya menggaungkan nama wanita lain di akhir penyatuan mereka.”