Mahasiswi Piaraan Dosen Muda

Mahasiswi Piaraan Dosen Muda

Rucaramia

5.0
Komentar
104.6K
Penayangan
74
Bab

Semuanya berawal dari Silvana yang mengajak Jiyya bergosip ria soal siapa pria yang paling seksi di kampus mereka. Silvana bahkan dengan keras-keras mengklasifikasian pria mana saja yang mumpuni untuk dia bawa ke atas ranjang. Sampai ketika dia menyebut nama Sir Leon, Jiyya kontan panik karena itu nama dosen mereka. Bukannya malu, gadis itu malah punya tekad baja ingin menaklukan sang dosen muda dan mengajaknya one night stand. Tapi sayangnya, Silvana tidak ingin tercebur sendirian. Dia bahkan mendekatkan sahabatnya itu dengan Sir Joan yang juga adalah dosen muda yang punya riwayat sebagai kenalan lama Jiyya. Lantaran dia ingin Jiyya move on dari cinta pertamanya. Mampukah Silvana menaklukan Sir Leon? Berhasilkah rencana Silvana untuk mendekatkan Jiyya dengan Sir Joan?

Mahasiswi Piaraan Dosen Muda Bab 1 Permulaan

"Kau tahu siapa yang paling seksi di kampus kita?"

Jiyya enggan menjawab, karena itu dia lebih memilih untuk menghembuskan napas berat alih-alih mau meladeni. Bukan sekali dua kali sahabatnya akan mengangkat topik membosankan ini sebagai pembuka pembicaraan sebelum mengikuti mata kuliah yang memusingkan. Adalah Silvana, teman sejak kecilnya yang doyan sekali mengurutkan siapa orang yang paling seksi dilingkungan mereka dan yang paling mungkin menjadi deretan teratas pria yang ingin diajak tidur olehnya.

Tidak seperti Silvana, meski mereka lengket Jiyya adalah si gadis konservatif yang masih mempertahankan bahwa seks harus dilakukan setelah menikah. Dia tidak bisa membayangkan dirinya berada dibawah seorang lelaki tidak dikenal demi memuaskan hasrat biologi dalam satu malam. Tidak! Jiyya bukan tipikal perempuan seperti itu.

"Ayo tebak!" Sekali lagi Silvana memaksanya.

"Louise?"

"Salah, jawabannya Sir Leon!" sahut Silvana sambil tertawa ketika melihat Jiyya melonjak dengan ekspresi bodohnya.

"Silvana!" Jiyya menegurnya. "Jangan sekali-kali berkata begitu didepan oranglain, atau orang-orang akan berpikir buruk tentangmu," lanjut Jiyya sekali lagi.

"Kau harusnya lihat wajahmu sekarang, lucu sekali." Sedetik kemudian Silvana berhenti tertawa kemudian menyeringai. "Lagipula siapa yang akan berpikir, kan hanya ada kau dan aku disini," tutup gadis itu tanpa dosa.

Jiyya hanya bisa mendesah lelah. Terkadang Silvana akan makin menjadi bila ditanggapi, dia tipe gadis yang terbilang provokatif dan mampu berpikir hal-hal gila diluar nalarnya.

"Terserah, aku tidak mau ikut campur dalam pikiranmu yang diluar antariksa itu."

"Hei, memangnya apa pula pikiran buruk yang muncul dibenakmu saat pertama kali dengar pendapatku mengenai Sir Leon?" Lihat, dia malah makin bersemangat. Dia tidak peduli pada Jiyya yang sudah menyerah lebih dulu karena sudah tahu perangai buruk sahabatnya yang satu ini.

"Dia dosen kita."

"Memangnya kenapa? Toh memang Sir Leon itu orangnya atraktif dia seksi dan menggoda."

"Dia terlalu tua untukmu!" Jiyya memberenggut tidak setuju. Dia hanya punya kesan si perokok berat, dan janggut tipis dari Sir Leon. Tidak lebih dari itu. Makanya Jiyya heran darimana sahabatnya ini mengkategorikan Sir Leon dengan sebutan atraktif.

"Usia bukan halangan untuk cinta, sayangku." Sekali lagi Jiyya melihat seringai tidak menyenangkan dari sahabatnya. "Laki-laki yang lebih tua itu lebih berpengalaman," celetuknya lagi sambil dibumbui tawa. Jiyya menyerah dengan pemikiran liar sahabatnya.

"Laki-laki yang lebih dewasa lebih berpengalaman? Bagaimana kau tahu soal itu?" Jiyya memutar matanya, dia lebih memilih mencemooh kata-kata yang diucapkan Silvana yang menurutnya sangat amat ambigu.

Silvana hanya menggelengkan kepalanya sambil menjulurkan lidah. "Kau tidak akan paham sampai kau melepaskan keperwananamu itu. Terima saja kenyataannya kalau kau itu seorang perawan kesepian."

Jiyya mendengus. "Menjadi perawan lebih baik daripada menjadi seorang pelacur," jawab Jiyya sarkas.

"Oho! Apa itu?" sindir Silvana. "Mau berlagak jadi so suci didepan mukaku?"

"Kau kan tahu sendiri prinsip hidupku."

Silvana memutar matanya, sambil mendecakan lidah. "Ya, aku tahu. Tapi aku hanya merasa hidupmu terasa begitu membosankan. Maksudku cobalah untuk bercinta dengan seseorang."

"Ogah!"

"Bilang saja kau cuma mau melakukannya dengan si Bestian-mu. Itu kan maksud ogahmu?" Silvanna mencela lagi, membawa nama pria yang adalah cinta pertama sahabatnya yang masih menjadi pria pemegang tahta dihati Jiyya. Tapi setelah itu dia menyeringai jahil sambil mengangkat alisnya. "Tapi kau yakin tidak ingin menjadi berpengalaman untuk Bestian?"

Wajah Jiyya kontan memerah. "Hei, kau terlalu frontal! Gila ya!"

Silvanna terkekeh. "Well, begini-begini kau sebenarnya bisa menjadikan aku gurumu. Aku kan gadis yang telah berhasil tidur dengan sebagian besar pemuda hot di kampus kita. Cara terbaiknya ya kau harus tidur dengan orang yang lebih tua untuk mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan dan tidak terlupakan."

Jiyya mendongak, memberikan tatapan tak percaya terhadap Silvanna. Pria tukang angkut, petugas kebersihan kampus, tukang parkir, dan beberapa pedagang kaki lima langganan mereka, malah berenang dikepalanya sebagai gambaran. Jiyya bergidik ngeri, sementara Silvana yang sudah paham mengenai isi otak sahabatnya cuma bisa menghela napas panjang.

"Jiyya, jelas aku sedang tidak membicarakan soal pria tua bangka atau kakek tua. Maksudku seseorang yang menarik, seseorang yang kau kenal dan kau hormati. Biar aku coba bantu memberikan gambarannya untukmu." Silvana terlihat serius, tapi sebelum gadis itu mengatakan apa yang ada didalam kepalanya. Jiyya sudah lebih dulu tahu siapa yang dia maksudkan.

"Sir Joan!"

"Tidak!"

"Ya, dia sempurna."

"Tidak!" Jiyya mengulang.

"Kenapa tidak?" tanya Silvana. "Kau harus memberikanku alasan yang bagus, kalau bisa kuterima aku akan diam."

"Dia dosen kita."

"Next."

"Dia sudah tua."

"Tua sama dengan berpengalaman."

"Tidak selalu!"

Silvana mengangkat sebelah alisnya. "Apa kau sedang mencoba meyakinkanku bahwa Sir Joan belum pernah menjelajahi tubuh perempuan dengan performanya yang segahar itu?"

"AH!" Jiyya menutup kedua telinganya dengan tangan. "Silvana!"

Silvana hanya tertawa sembari menyenggol bahu sahabatnya lagi. "Ada alasan lain? atau kau sudah menyerah?"

"Sudahlah!" Jiyya protes, dia tidak mau mengalah tapi dia memang kehilangan alasan yang bagus untuk menolak fakta itu.

"Nah, sekarang kau punya alasan untuk mencari tahu. Anggap saja sebagai sebuah percobaan."

Jiyya menggeleng tegas. "Aku tidak peduli tentang apa yang kau katakan. Intinya aku tidak akan mengejar Sir Joan!"

"Mengejar saya? Apa ini Jiyya? Kamu punya rencana apa sampai mau mengejar saya?"

Mampus! Tepat ketika Jiyya mendengar suara halus dibelakang punggungnya, gadis itu langsung menegang. Bahkan Silvana si kompor juga tidak mengira akan mendapati Sir Joan langsung saat mereka sibuk menggunjing soal dosen tampan mereka.

Mereka berdua kini berbalik untuk menyaksikan sosok pria itu secara utuh. Mata Sir Joan benar-benar hanya tertuju pada Jiyya saat ini.

Wajah Jiyya kontan merah padam, dia tidak tahu harus berkata apa. Sehingga sebagai gantinya Jiyya meminta pada Silvana untuk membantunya.

"Bantu aku," bisiknya putus asa. Tapi Silvana seolah acuh tak acuh. Membuat Jiyya harus angkat bicara untuk menyelamatkan reputasinya sendiri.

"Uh, saya tidak akan mengejar Sir Joan sampai ke toilet meski saya butuh tanda tangan Anda?" Silvana tidak bisa menahan diri mendengar Jiyya yang sedang membuat alasan pada Sir Joan. Gadis itu berusaha keras untuk tidak tertawa, tapi dia gagal. Jiyya berharap dia bisa menggali lubang ke dasar tanah karena ini benar-benar sangat memalukan. Apalagi ketika mereka berdua melihat Sir Joan hanya mengangkat alisnya.

"Begitukah?" tutur pria itu halus. "Jiyya, bisakah saya bertanya kenapa kamu harus membicarakan tentang perumpaan yang seburuk itu?"

Jiyya membeku, melihat sahabatnya hampir mati karena dipojokan oleh dosen tampan mereka. Silvana yang sudah bisa menguasai dirinya, kembali mencoba untuk mencairkan suasana yang terlanjur jadi canggung. "Maaf Sir Joan, tapi Jiyya adalah seorang wanita dewasa. Sangat tidak sopan untuk bertanya soal hal personal padanya, lagipula dia tidak berkewajiban untuk bicara terus terang tentang apapun yang ada didalam benaknya pada anda meskipun anda sangat penasaran tentang itu." Sebelum Sir Joan mencoba untuk buka suara, Silvana cepat-cepat mengganti topik dengan sangat smooth. Mengalihkan pembicaraan juga adalah sisi baik dari gadis itu. "Dan apa yang sedang Sir Joan lakukan? Anda baru datang ?"

"Ya, begitulah. Tapi ada barang saya yang ketinggalan jadi saya bermaksud mengambilnya lagi di mobil saya."

Sungguh, saat Sir Joan bicara. Jiyya diam-diam memperhatikannya. Dosen-nya itu punya tubuh yang tegap dan tinggi ketika sedang berdiri dihadapan mereka sekarang. Terlepas dari kenyataan bahwa saat ini pria itu mengenakan masker yang menutupi sebagian dari wajahnya. Tapi, cukup jelas bagi Jiyya untuk mengkategorikan bahwa rahang pria itu begitu kuat tegas. Begitu pula lehernya, lengannya, dan tubuhnya yang terisi dengan otot-otot sempurna yang sedikit tercetak dibalik kemeja berwarna hitam yang dia kenakan.

Wajah Jiyya mendadak merah apalagi menyadari saat rambut pria itu sedikit acak-acakan pagi ini. Sebuah visualisasi dalam imaji penuh kekurang ajaran langsung terlintas didalam pikirannya. Tapi Jiyya yang waras kontan menepisnya cepat-cepat. Dia tidak boleh memikirkan wajah dosen tampannya ini dalam keadaan 'itu'.

"Jiyya?"

"Ah ya Sir?"

"Saya dengar dari Dean dia ingin mengundang kita untuk makan malam bersama. Saya harap kamu bisa datang."

Ah? Dia tahu? Meski bertanya-tanya darimana dosennya ini tahu soal itu. Jiyya hanya menganggukan kepalanya. "Saya akan usahakan."

Sir Joan menelengkan kepala seraya memejamkan matanya setelah itu dia kemudian pamit dan kemudian meninggalkan mereka berdua.

Silvana menunggu beberapa saat sampai dia memastikan Sir Joan berajak agak jauh dari mereka berdua. Dia tidak mau kedapatan sedang menggosip lagi, walaupun tentunya bukan hal yang penting bagi seorang dosen yang punya urusan lebih penting dibandingkan mendengarkan gossip diantara para gadis. Tapi setidaknya ini untuk meminimalisir kejadian yang baru saja menimpa mereka.

"Sialan kau Silvana!"

Jiyya mengumpat, tapi Silvana malah tersenyum lebar.

"Hei, rambutnya Sir Joan terlihat berantakan ya." Dia mulai cekikikan. Membuat Jiyya teringat kembali atas visualisasi kotornya beberapa saat yang lalu. "Sepertinya Sir Joan terlihat seperti habis melakukan itu, dia juga terlihat lebih cerah dan tampan hari ini. Wah... aku jadi ingin tahu siapa wanita yang beruntung merasakan kehangatan tubuhnya semalam."

Jiyya kontan menjerit memukul lengan Silvana dengan buku tebalnya. "Diam! Jangan ajak aku bicara lagi. Dasar perempuan mesum!" Jiyya mendengking, namun tanpa dia sadari lirikan matanya justru malah mengarah pada sang dosen yang kini sudah memasuki bangunan kampus.

Yeah, siapa kira-kira wanita yang beruntung itu? pikir Jiyya.

Namun sebelum dia menghayal lebih jauh lagi. Satu tamparan Jiyya berikan pada dirinya sendiri. Hebat. Baru beberapa menit bicara dengan Silvana dia sudah tertular kemesuman temannya.

Silvana berhasil mempengaruhi akal sehatnya.

"Hei kenapa kau menampar wajahmu sendiri?"

"Supaya tetap waras."

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rucaramia

Selebihnya

Buku serupa

Fantasi Gilaku

Fantasi Gilaku

MYG
5.0

Kisah wanita bernama Alice yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dalam hal seksualnya bersama suaminya. Selama tujuh tahun itu pula ia berpura pura menikmati semua yang dilakukan oleh David sang suami. Semua berawal dari percobaan pertama ia melakukannya sendiri, dari situ ia mulai terobsesi dan mulai melakukannya setiap hari, karena hanya dengan itu ia bisa mencapai kepuasan. Semakin kesini, fakta baru yang mengejutkan mulai bermunculan, seperti David yang ternyata berselingkuh dengan teman kantornya, yang tak lain merupakan mantan pacarnya dulu di masa sekolah dan David yang ternyata seorang gay. Anehnya Alice tak sama sekali menggugat atau membuang David, ia malah senang kala melihat David bercumbu dengan sesama pria. Hingga akhirnya Alice mempunyai seorang teman wanita, ia sangat peduli padanya, Alice dengan terang terangan bercerita soal suaminya kepada Jane. Jane merupakan wanita yang mempunyai trauma besar dalam hidupnya, ia pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri sewaktu masih sekolah. Perlahan traumanya membaik saat jane mengenal pria yang mencintainya yang bernama Bian, namun lama kelamaan Bian juga menunjukkan sifat aslinya, selama ini ia tak tulus mencintai Jane, malah Bian sengaja memperkosanya bersama teman sekelasnya. Semenjak itu ia sangat membenci laki-laki. Ia bersumpah tak akan berhubungan baik dengan laki-laki manapun. Hingga Jane bertemu Alice dan mereka seperti menemukam kecocokan satu sama lain. Mereka berdua memutuskan untuk menjalin hubungan terlarang. Setiap hari mereka habiskan waktu berdua. Alice mengijinkan Jane untuk tinggal bersamanya di rumah mewahnya. Semua orang tak menaruh curiga terhadap Alice dan Jane. Alice memutuskan untuk menceraikan David, karena Jane sangat cemburu dengan David. Sejak saat itu hubungan Alice dan Jane semakin romantis, hingga suatu hari Alice bertemu seorang pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Kabar tersebut terendus oleh Jane, Jane sangat marah terhadap Alice, namun Alice mencoba meyakinkan Jane bahwa ia juga tak akan meninggalkannya. Akhirnya Alice mendapat restu dari Jane, Pria bernama Steve itu pun berhasil meyakinkan Jane. Steve menyadari bahwa Jane merupakan sahabat terdekat Alice, jadi ia juga harus meyakinkan Jane bahwa ia sungguh sungguh terhadap Alice. Alice hidup bahagia bersama Steve dan Jane. Steve menikahi Alice dan dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Mahasiswi Piaraan Dosen Muda Mahasiswi Piaraan Dosen Muda Rucaramia Romantis
“Semuanya berawal dari Silvana yang mengajak Jiyya bergosip ria soal siapa pria yang paling seksi di kampus mereka. Silvana bahkan dengan keras-keras mengklasifikasian pria mana saja yang mumpuni untuk dia bawa ke atas ranjang. Sampai ketika dia menyebut nama Sir Leon, Jiyya kontan panik karena itu nama dosen mereka. Bukannya malu, gadis itu malah punya tekad baja ingin menaklukan sang dosen muda dan mengajaknya one night stand. Tapi sayangnya, Silvana tidak ingin tercebur sendirian. Dia bahkan mendekatkan sahabatnya itu dengan Sir Joan yang juga adalah dosen muda yang punya riwayat sebagai kenalan lama Jiyya. Lantaran dia ingin Jiyya move on dari cinta pertamanya. Mampukah Silvana menaklukan Sir Leon? Berhasilkah rencana Silvana untuk mendekatkan Jiyya dengan Sir Joan?”
1

Bab 1 Permulaan

22/03/2023

2

Bab 2 Mengintip

22/03/2023

3

Bab 3 Imaji Liar Jiyya

22/03/2023

4

Bab 4 Silvana sang Penggoda

22/03/2023

5

Bab 5 Hero

22/03/2023

6

Bab 6 Joan & Maria

22/03/2023

7

Bab 7 Hampir Tergoda

22/03/2023

8

Bab 8 Ciuman Pertama

22/03/2023

9

Bab 9 Silvana, si Mahasiswi Nakal

22/03/2023

10

Bab 10 Tipsy

22/03/2023

11

Bab 11 Truth or Dare

23/03/2023

12

Bab 12 Ask For What

24/03/2023

13

Bab 13 Dangerous Man

25/03/2023

14

Bab 14 Touch My Body

26/03/2023

15

Bab 15 Chaser

27/03/2023

16

Bab 16 Dirty Talk

28/03/2023

17

Bab 17 Jiyya's Shower Time

29/03/2023

18

Bab 18 After Taste You

30/03/2023

19

Bab 19 Dangerous

31/03/2023

20

Bab 20 Jiyya's Side

01/04/2023

21

Bab 21 Persahabatan

02/04/2023

22

Bab 22 Friends to Lovers No Way!

03/04/2023

23

Bab 23 Silvana's Comeback

04/04/2023

24

Bab 24 Dilema Berat

05/04/2023

25

Bab 25 Leon & Kelly

06/04/2023

26

Bab 26 Rebuild

07/04/2023

27

Bab 27 Mencari Celah

08/04/2023

28

Bab 28 Kenekatan Joan

09/04/2023

29

Bab 29 Pengakuan Dua Insan

10/04/2023

30

Bab 30 Do You Want This

11/04/2023

31

Bab 31 Penyatuan Rasa

12/04/2023

32

Bab 32 Validasi

13/04/2023

33

Bab 33 Pernyataan Cinta Mendadak

14/04/2023

34

Bab 34 Heart ot Heart Conversation

15/04/2023

35

Bab 35 Pria yang Putus Asa

16/04/2023

36

Bab 36 Jiyya x Joan for The First Time

18/04/2023

37

Bab 37 Flower Shower

19/04/2023

38

Bab 38 Dua Mood yang Berbeda

20/04/2023

39

Bab 39 Jealousy

21/04/2023

40

Bab 40 Saling Mengalahkan

22/04/2023