Kisah Cnta Pembantu Sexy

Kisah Cnta Pembantu Sexy

Rieska Karisha

5.0
Komentar
9.8K
Penayangan
28
Bab

Bagaimana jadinya jika pembantu rumah tangga seorang lelaki alim adalah seorang model majalah dewasa? Apakah yang akan terjadi setelahnya? Apakah Alfarezi sang cowok alim tetap teguh dalam pendiriannya? Atau justru Aruna si model sexy yang akhirnya tobat? Namun, kenapa hati Alfarezi selalu berdebar setiap kali mereka berdekatan. Bahkan, sedetik pun ia tak bisa melupakan pesona si wanita penggoda iman. Penasaran dengan kelanjutan cerita mereka berdua? Yuk, baca cerita selengkapnya! Tapi, khusus 18+ ya...

Bab 1 Aruna Jezima

"Yak.... Oke.... Tahan.... One. Two. Three," ucap Andreas sambil mengintip dari balik lensa kameranya. Cekrek! Sebuah gambar hot pun langsung terbentuk di dalam kamera Digital SLR canggih itu.

Bayangkan saja. Aruna, sang Model tengah memakai kostum ala Sailor Moon yang sangat pendek dan hampir membuat gunung kembarnya yang masih terlihat kenyal dan ranum itu meloncat dari bra yang berukuran satu tingkat dibawah ukuran biasanya ia pakai. Belum lagi posenya yang semakin menggairahkan. Pantas saja jika para lelaki hidung belang langsung terangsang tiap kali memandangi foto tekuk tubuhnya yang aduhai.

"Nice!" ucapnya lagi sambil memandangi foto-foto yang berhasil dijepretnya tadi. "Oke. Kita sudahi dulu sampai disini! Udah larut malam juga. Kita bisa lanjutin lagi besok," titahnya pada semua kru yang ada di ruangan itu.

"Oke," balas mereka sambil sibuk merapikan tugasnya masing-masing. Begitu pun dengan Aruna yang langsung berjalan ke arah ruang ganti. Namun, belum sempat ia keluar dari ruangan itu Andreas kembali menahannya.

"Aruna," panggil Andreas yang seketika mengurungkan niat Aruna untuk membuka pintu. Gadis cantik nan sexi itu pun segera menoleh.

"Iya. Kenapa Mas?" tanya Aruna sambil menatap lelaki tampan itu berlari kecil mendekat.

"Nggak papa sih. Cuma... gue pengen nganterin loe pulang. Loe mau, kan?" Aruna pun tersenyum manis mendengar ucapan sang fotografer sekaligus pemilik perusahaan majalah dewasa tempatnya bekerja.

"Tapi kan gue bawa mobil sendiri?" balas Aruna sambil tersenyum malu-malu. Sebenarnya sejak awal kali bertemu. Aruna sudah memendam perasaan lebih pada lelaki itu.

"Haha. Tinggal saja disini. Besok biar gue yang jemput elo lagi? Mau ya?"

"Oke deh. Kalau gitu gue ganti baju dulu ya."

"Oke. Gue tunggu sini. Jangan lama-lama ya."

"Siap, Bos," balas Aruna sambil memberikan hormat. Wanita cantik nan bahenol itu pun berjalan ke arah ruang ganti. Tanpa ia sadari Andreas kembali mengambil gambarnya yang sedang berjalan menjauh.

"Hanya berjalan saja dia terlihat sexi," gumamnya sambil melihat hasil jepretannya tadi.

*********

Kehidupan mewah kini selalu membayangi Aruna Jezima. Semenjak wanita berkelahiran dua belas April tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh lima itu menjadi model di majalah 'Amazing Adult'. Dunia seakan selalu berpihak kepadanya. Mulai dari bayarannya yang tidak tanggung-tanggung, barang-barang branded, mobil mewah dan apartemen kelas atas pun sudah berada di dalam genggamannya. Bahkan, tak sekali dua kali Andreas memberinya hadiah berupa perhiasan berharga selangit dengan alasan sudah meningkatkan penjualan di perusahaan tempatnya bekerja.

Whatever lah, itu benar atau hanya alibi karena sebenarnya Andreas sudah jatuh hati padanya. Namun, yang jelas Aruna hanya bisa menikmatinya saja.

'Pantesan semua lelaki suka sama elo, Aruna. Loe sangat mengagumkan,' batinya sambil mengamati refleksi dirinya di dalam cermin datar yang berada di dalam genggamannya. Lalu ia pun menautkan kedua bibirnya agar lipstick merah maroon yang baru saja dioleskan ke atas permukaan bibirnya bisa menempel dengan rata.

"Wah. Warna itu cocok di bibir loe. Pas sama warna kulit wajahnya loe yang putih bersih," ujar Denada. Rekan seprofesi Aruna. Meskipun nasibnya tak sebaik Aruna tentunya.

Aruna pun tak langsung menjawab. Ia malah kembali mengamati bayangannya yang semakin mempesona.

"Oke deh. Gue ambil yang ini. Loe pilih aja mau ambil yang mana. Ntar gue yang bayar," balasnya pada teman yang sudah memasukkannya ke dalam dunia modeling plus plus itu.

"Loe emang temen gue. Gue ambil ini semua ya?" sahut Denada sambil meraup beberapa jenis alat make-up yang sudah dipilihnya sejak tadi.

"Iya. Kayak nggak sering aja deh loe. Yuk, ke kasir!"

Mereka berdua pun segera berjalan ke arah kasir untuk membayar semua barang yang akan mereka berdua beli. Setelah itu mereka pun melanjutkan acara shopping mereka.

"Eh, itu distro baru. Yuk, cepetan kita kesana!" ajak Denada dengan penuh semangat. Sambil menarik tangan Aruna agar mengikuti langkahnya.

"Oh, iya bener. Ayo kita kesana." Aruna tak kalah antusias.

Mereka berdua pun bergegas masuk ke dalam salah satu distro yang menyediakan baju bermerek itu. Walau berdesakan mereka berdua tetap saja keukeuh untuk masuk ke dalam. Maklum, masih buka diskon. Jadi, banyak orang yang datang untuk berbelanja atau sekedar cek harga saja.

"Permisi. Permisi. Permisi," ujar Aruna dan Denada sambil menyeruak orang-orang yang menghalangi jalan mereka berdua. Walau terlihat jengkel, tapi tetap saja mereka memberikan jalan untuk kedua cewek cantik itu.

Tak butuh waktu lama Aruna dan Denada pun sudah tenggelam di antara ribuan gantungan gaun-gaun modis nan seksi. Cocok sekali untuk menunjang penampilan mereka yang harus selalu tampil cantik dan menarik. Saat mereka sibuk memilih tak terasa mereka berdua pun berjalan kian berjauhan.

Hingga di ujung gantungan dress yang berisi ibu-ibu. Tiba-tiba seseorang ada yang berani meremas bokong Aruna dari belakang. Tentu saja, wanita asli keturunan Jawa-Belgia itu langsung menoleh. Mencari tau siapa gerangan yang sudah melecehkan martabatnya sebagai kaum hawa seperti ini. Namun, ia tak menemukan siapa-siapa kecuali para ibu-ibu yang masih sibuk memilih baju sesuai selera mereka. 'Mungkin ada yang tidak sengaja menyenggol bokong gue,' batin Aruna lalu ia kembali memusatkan perhatian pada baju-baju di depannya.

Dengan telaten ia pun membuka satu persatu gantungan yang berada di depannya. Sampai ketika pandangannya fokus menatap baju-baju di depannya. Kejadian tak mengenakkan itu kembali terulang. Seketika Aruna pun membalikkan badannya. 'Kalau cuma sekali. Mungkin ini bisa disebut tak sengaja. Tapi, kalau sudah dua kali. Kayaknya gue harus waspada,' ujarnya dalam hati sambil menatap curiga satu per satu wanita yang ada di sekitarnya. Dan sesaat kemudian seseorang memeluk pinggangnya tanpa permisi.

"Eh, elo breng...." Aruna pun membatalkan makiannya. Saat menyadari siapa orang yang sudah memeluknya itu.

"Kenapa sih loe? Kok malah teriak gitu?" tanya Denada bingung dengan sikap temannya itu. Orang-orang di sekitar pun kembali melanjutkan aktivitasnya setelah kaget dan menatap ke arah Aruna sejenak.

"Ye.... Elo tuh yang kenapa? Kenapa suka banget bikin gue kaget," balas Aruna sambil menoel hidung mancung Denada. Walau tetap saja tak semancung dirinya.

"Hehe. Sorry deh. Gimana? Loe udah pilih baju berapa? Mumpung ruang coba lagi sepi. Kita cobain yuk!" ajak Denada.

"Ayuk!" balas Aruna kemudian. Ia pun mengurungkan niatnya untuk menceritakan kejadian tadi pada sahabatnya itu.

Lalu keduanya segera berjalan ke arah ruang coba. Karena di tempat itu memang sedang terlihat sepi. Kedua cewek itu pun bisa masuk ke dalam ruang yang hanya ditutupi kelambu dan letaknya yang berjejeran.

Aruna menggantung baju-baju yang akan dicobanya ke tempat yang sudah disediakan. Kemudian ia pun membuka jaket jeansnya lalu selanjutnya ia memegang ujung tanktop yang melekat erat di tubuh indahnya untuk segera dilepaskan. Baru saja ujung itu sampai di atas gundukan kenyal di tubuh bagian depannya. Tak sengaja dari cermin besar di depannya. Ia menatap gerakan kelambu yang terlihat seperti ada yang menyenggolnya dari luar.

"Siapa ya?" gumamnya mengira-ira. Aruna pun langsung menghentikan gerakannya. Ia ksegera mengembalikan posisi tanktop berwarna hitam itu seperti semula.

Kemudian dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berjalan pelan-pelan, nyaris tak bersuara ke arah kelambu itu. Dug. Dug. Dug. Jantungnya pun terasa ingin meloncat saat kedua tangannya dengan hati-hati menggenggam kelambu itu. 'Satu.... Dua....' Dia pun menghitung dalam hati. 'Tiga.'

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rieska Karisha

Selebihnya

Buku serupa

Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

kodav
5.0

WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) Di balik seragam sekolah menengah dan hobinya bermain basket, Julian menyimpan gejolak hasrat yang tak terduga. Ketertarikannya pada Tante Namira, pemilik rental PlayStation yang menjadi tempat pelariannya, bukan lagi sekadar kekaguman. Aura menggoda Tante Namira, dengan lekuk tubuh yang menantang dan tatapan yang menyimpan misteri, selalu berhasil membuat jantung Julian berdebar kencang. Sebuah siang yang sepi di rental PS menjadi titik balik. Permintaan sederhana dari Tante Namira untuk memijat punggung yang pegal membuka gerbang menuju dunia yang selama ini hanya berani dibayangkannya. Sentuhan pertama yang canggung, desahan pelan yang menggelitik, dan aroma tubuh Tante Namira yang memabukkan, semuanya berpadu menjadi ledakan hasrat yang tak tertahankan. Malam itu, batas usia dan norma sosial runtuh dalam sebuah pertemuan intim yang membakar. Namun, petualangan Julian tidak berhenti di sana. Pengalaman pertamanya dengan Tante Namira bagaikan api yang menyulut dahaga akan sensasi terlarang. Seolah alam semesta berkonspirasi, Julian menemukan dirinya terjerat dalam jaring-jaring kenikmatan terlarang dengan sosok-sosok wanita yang jauh lebih dewasa dan memiliki daya pikatnya masing-masing. Mulai dari sentuhan penuh dominasi di ruang kelas, bisikan menggoda di tengah malam, hingga kehangatan ranjang seorang perawat yang merawatnya, Julian menjelajahi setiap tikungan hasrat dengan keberanian yang mencengangkan. Setiap pertemuan adalah babak baru, menguji batas moral dan membuka tabir rahasia tersembunyi di balik sosok-sosok yang selama ini dianggapnya biasa. Ia terombang-ambing antara rasa bersalah dan kenikmatan yang memabukkan, terperangkap dalam pusaran gairah terlarang yang semakin menghanyutkannya. Lalu, bagaimana Julian akan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan beraninya? Akankah ia terus menari di tepi jurang, mempermainkan api hasrat yang bisa membakarnya kapan saja? Dan rahasia apa saja yang akan terungkap seiring berjalannya petualangan cintanya yang penuh dosa ini?

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku