icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Hot and Cool CEO

Bab 3 Digoda Lelaki Hidung Belang

Jumlah Kata:1435    |    Dirilis Pada: 22/06/2022

cowok sambil memegang kedua tangan gadis di depannya. Si gadis hanya menangis sesenggukan. Ia tampak mera

n kalimatnya lelaki tadi langsung

sama dalam suka maupun duka dan dari sekarang sampai kelak kita menua," ujar s

ntuk shooting oleh aktor setampan Ezio Clay. Pasti para Mahasiswa disana bisa melihat langsung wajah tampannya. Lalu mereka juga bisa kenalan sama dia dan foto bareng. Duh! Jadi, tambah iri d

ndar yang langsung

ilang saja sama Mel. Pasti Mel akan segera datang dan membantu keperluan Ayah," ujar Mel seraya berjala

sa bosan kalau harus di kamar terus. Makanya,

el nggak mau Ayah sampai sakit kayak kemarin," kata Mel sambil meletakkan kepalanya di pangkuan Sunand

batal kuliah dan kejar cita-cita kamu." Mel seketika m

Mel itu bikin Ayah seneng. Jadi, kalau Ayah masih merasa sakit artinya Mel belum bisa mencapai cit

i tercinta selayaknya orang tua pada umumnya. Apalagi Mel sudah kehilangan ibunya sejak ia lahir ke dunia. Itu berarti Mel sudah kehilangan kasih sayang dari soso

ak setelah kejadian naas itu. Tak hanya sumsum tulang belakang Sunandar yang bermasalah, ternyata dinding paru-parunya juga terjadi cedera akibat hantaman

tungnya, Sunandar lekas sadarkan diri, meskipun dengan keadaan tubuh yang seperti ini. Tetapi hal itu seakan memberikan secercah ha

kedua tangan ayahnya. Senyum gadis itu terus

ending sekarang Ayah tidur aja. Mel pun mau siap-si

an bahaya buat cewek kayak kamu kerja. Belum lagi kalau ketemu sama

n keluar dari tempat itu dan nyari pekerjaan yang jam kerjanya siang hari." Lagi-lagi Sunandar hanya bisa tersenyum. "Ya, udah. Mel antar Ayah sampai kamar dulu ya!" kata Mel. Ia segera berjalan ke belakang kursi roda itu. Kemudian mendorongnya menuju kamar Sunand

eragam waitress khas tempat itu. Setelah berganti pakaian tak lupa Mel juga segera merias wajah dan menata rambutnya menjadi Cepol dengan rapi

at melihat Mel keluar dari ruang

s?" tanya M

tus sebelas banyak banget nih. Gue samp

beriringan menuju dapur. Lalu mereka mulai mengangkat masakan demi masakan it

aannya. Kemudian ia pun segera meletakkan beberapa menu hidangan andalan dari atas nampan yang ia bawa. Mel melakukan hal yang sama. Sambil melayangkan senyumannya ia meletakkan beberapa

Mel yang tampak paling menonjol. Tak hanya wajahnya, bodynya pun sangat bagus dengan tinggi dan berat badan ideal

tangannya. Kepalanya pun tertunduk dalam-dalam dengan ekspresi wajah ketakutan. Bukannya iba

au kamu mau jadi simpanan saya, Cantik," kata lelaki yang mungkin sudah seu

olak Mel halus. Lalu ia segera melangkah pergi. Sayangnya, lelaki itu tak menerima penolakan

angan pergi!" bentaknya. Hingga membuat semua orang

harus pergi." Mel men

in nekat. Bahkan, tanpa izin ia berniat memeluk tubuh Mel. Tentu saja Me

uk

. Semua orang terkejut melihatnya. Sesaat lelaki itu mengawasi sekitar

l

keras mendar

i-beraninya kamu mendoro

lengkan kepalanya beberapa kali. Matanya mulai berkaca-kaca, tapi ia tahan sekuat t

i bantu?" ujar seorang lelaki dengan

nager te

et

. Dia sudah berani mendo

sambil melirik Mel yang tak berani mengangkat wajahnya sedikitpun. Si lelaki hidung belang tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan si manager tadi.

au dipecat?' bat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Hot and Cool CEO
My Hot and Cool CEO
“Karena membantu aktor tampan yang paling dikaguminya. Mel harus terlibat cinta satu malam dengan seorang Axel Nolan Xavier. CEO perusahaan berlian terbesar di Indonesia. Axel yang jatuh cinta pada Mel sejak malam itu, menggunakan kuasa dan kekayaannya untuk menjerat Mel dalam pernikahan kontrak. Namun, siapa sangka. Ezio Clay sang aktor tampan itu adalah adik Axel yang sudah lama kabur dari rumah. Ezio yang tau Mel tak bahagia di sisi Axel berusaha untuk merebutnya dari tangan sang kakak. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Mungkinkah Mel tetap akan pergi disaat sudah mulai nyaman dengan Axel?”