icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta yang Tak Tertahankan

Bab 4 Pria Serakah

Jumlah Kata:1659    |    Dirilis Pada: 21/02/2022

ndang Fr

a William akan datang untuk menemui kami. Sudah lama sejak terakhir kali aku bertemu dengan mereka. Aku senang sekali menerima telepon dari Hestia tersebut sehingga a

an dari keluarga mereka. Mereka pasti akan patah hati jika

pulang. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberitahu mereka. Kami juga harus sangat berhati-hati karena Lufita sangat tanggap. Be

atnya, aku pun langsung bertindak seperti istri yang peduli. Jujur s

nek Lufita yang sebelumnya memarahi William

ada ya

menyendiri untuk beberapa saat. Sejak aku dan William membahas tentang masalah

u pergi

da

mandi untukku?" pinta Wi

ai

besar dengan porselen putih dan menyadari bahwa aku belum pernah ma

utar di benakku dengan berlebihan dan hal ini membuatku terguncang. 'Apa-ap

keran. Setelah menyesuaikan suhu air, aku

harus pergi ke pesta bersama William, tapi aku juga sudah lama tidak bertemu ataupun berbicara dengan keluarganya. Aku sangat ingin bertemu dengan Hest

lamunanku, pintu kamar

ik dan melihat, tapi aku tidak da

sudah jatuh ke

ak mandi tersebut sangat besar seolah-ol

memukul-mukul air di sekitarku. Kemudian aku ingat ka

sunyi senyap kecuali suara a

eluar dari bak mandi. Air langsung terseba

?" William hanya mengerut

utihku serta rok yang menempel di kakiku. Aku seakan telanjang meskipun masih berpakaian lengkap. Aku m

Bisa saja aku berdiri di sana sambil men

." Aku segera mematikan keran dan

yang melakukannya. Kamu

emparkan handuk mandinya

pakaian bersih dan kering. Setelah berganti pakaian baru, aku mengambil

mping. Dia tampak seperti patung dewa Romawi laki-laki yang dipahat dengan baik, dan itu membuat napasku terengah-engah. Aku ingin berbalik dan pergi dari situ, tapi mataku seakan memiliki pi

anas. William hendak melepas celananya, tapi tiba

penuh akan tubuhnya yang indah. Mataku tertuju pada bekas lu

ia memiliki b

aku menatapnya. Jika bukan karena pertanyaan dari William, maka

menundukkan kepalaku dan menyerahkan

nduk tersebut diganti denga

ari kamar mandi dan melemparkan pa

lliam mulai berdering lagi, d

seprai tempat tidur. Aku duduk di atas tempat tidur, memikirkan b

ari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi. D

ksi. Tapi aku terus memaksakan

meneleponmu,"

kku dan kemudian pergi ke balkon untuk menelepon Fera. Dari temp

tang ke rumahmu. Kamu harus banyak istirahat." Aku mencemooh. Bahkan jika ini adalah suatu film, maka akting Fera benar

am masuk kembali dan berjalan ke lemari pa

natapnya lagi. Semakin aku meliha

aku kalau ada sesuatu yang mendesak," kata William pa

eselamatannya, bahkan jika hatiku hancur karena berpikir bahwa

ampak san

memanggi

eorang. Tidak lama kemudian

andang

at di mata Fransiska menggangguku. Tiba-tiba aku merasa gelisah, dan setelah be

Bar Mint,

k datang menemui Fera. Fera akan baik-baik saj

Tuan

eon masih berkedip, musik masih menggelegar, dan kerumunan s

a kamu akan kembali!" Gunawan datang

ngs

ki untukku. Dalam satu teguka

aku tahu kenapa kamu kesal. Itu karena kamu terlalu serakah. Kamu ingin terlalu banyak sekal

tidak, Gunawan?" Antoni menimpali d

ri isyara

Itu akan mengalihkan pik

menangkap isyarat itu, dan Ant

ak aku menjadi tenang saat menyaksikan bol

kalau orang lain mendekati Fransiska? Tentu

mendekati Gunawan denga

istimewa dalam hidupnya, benar bukan? Sejak Fransiska pergi tiga tahun yang lalu, kamu dan Fera telah tinggal bersama seperti pasangan tua yang sudah lama menikah. Men

at kantong di samping, t

pasangan tua yang

hun terakhir ini kamu sudah ti

melakukan segalanya kecuali hubungan intim. Bahkan jika aku mau, aku tida

kamu belum tidur dengannya." Gunaw

menjawab. Yang menelepon adalah Fera. Aku m

endirian di vila. Kalau terjadi sesuatu padanya dan p

akan ponse

enapa kamu tidak menjawabnya

urusanmu,

Ini tidak adil bagi mereka berdua. Kamu harus memperlakuka

aikan Fransiska" di telingaku terd

melalui proses percerai

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Pulang Untuk Bercerai2 Bab 2 Perasaan Muak3 Bab 3 Tamu Tak Terduga4 Bab 4 Pria Serakah5 Bab 5 Gadis Tercerdas6 Bab 6 Harimau Tak Bertaring7 Bab 7 Aku Mau Pindah8 Bab 8 Hak Sebagai Suami9 Bab 9 Cinta Tanpa Sadar10 Bab 10 Makan Malam Bersama11 Bab 11 Tunjangan Perceraian12 Bab 12 Tidur Di Ranjang Yang Sama13 Bab 13 Mendapatkan Akta Nikah14 Bab 14 Malam Tanpa Tidur15 Bab 15 Sebuah Ciuman16 Bab 16 Mengingkari Janji17 Bab 17 Dipaksa Untuk Berkompromi18 Bab 18 Demam19 Bab 19 Skandal20 Bab 20 Minum21 Bab 21 Pingsan22 Bab 22 Pura-Pura Berpacaran23 Bab 23 Dalam Kekacauan24 Bab 24 Menginap Lagi25 Bab 25 Aku Tidak Mencintainya26 Bab 26 Gaun Pengantin27 Bab 27 Restu28 Bab 28 Mabuk29 Bab 29 Apa yang Terjadi Kemarin Malam30 Bab 30 Hargaku31 Bab 31 Kamu Tak Ternilai32 Bab 32 Bertingkah Seperti Tikus33 Bab 33 Ternyata Kamu!34 Bab 34 Mengoleskan Salep35 Bab 35 Kondisi Kritis36 Bab 36 Lufita Pingsan37 Bab 37 Aku Tidak Akan Menandatanganinya38 Bab 38 Membeli Bunga39 Bab 39 Aku Tidak Membencimu40 Bab 40 Disiram Dengan Cat41 Bab 41 Membuat Sarapan42 Bab 42 Kebenaran43 Bab 43 Dipukuli44 Bab 44 Adegan Hangat45 Bab 45 Masalah Pria46 Bab 46 Mungkin Dia Tidak Ingin Menceraikanmu47 Bab 47 Pengungkapan48 Bab 48 Foto49 Bab 49 Kue50 Bab 50 Sakit51 Bab 51 Di Luar Kendali52 Bab 52 Mimpi Atau Kenyataan 53 Bab 53 Janji54 Bab 54 Menyembunyikan55 Bab 55 Suapi Aku56 Bab 56 Dapat Diandalkan57 Bab 57 Perang Dingin58 Bab 58 Pesta Kantor59 Bab 59 Aku minta maaf60 Bab 60 Rumor61 Bab 61 Sugar Daddy62 Bab 62 Babak 62 Bermain Tenis63 Bab 63 Pengakuan64 Bab 64 Sponsor65 Bab 65 Melindungi66 Bab 66 Cucu Menantu67 Bab 67 Hubungan Yang Tak Pasti68 Bab 68 Gugatan69 Bab 69 Pertemuan70 Bab 70 Jatuh Cinta71 Bab 71 Tertekan di Bawah72 Bab 72 Berita73 Bab 73 Berlian74 Bab 74 Mencoba Gaun Pengantin75 Bab 75 Nama Kontaknya76 Bab 76 Memutuskan Hubungan77 Bab 77 Rayuan78 Bab 78 Perceraian79 Bab 79 William Mabuk80 Bab 80 Berita Tak Terduga81 Bab 81 Fera Ada Di Mana-Mana82 Bab 82 Kehamilan83 Bab 83 Perselisihan84 Bab 84 Lupa Ingatan85 Bab 85 Demam86 Bab 86 Rasa Pahit87 Bab 87 Panggilan dari Thomas88 Bab 88 Menyelidiki89 Bab 89 Dijebak90 Bab 90 Juru Selamat91 Bab 91 Mengumumkan92 Bab 92 Berita Tak Terduga93 Bab 93 Kecelakaan Mobil94 Bab 94 Kunjungan95 Bab 95 Janji96 Bab 96 Permainan di Antara Kedua Belah Pihak97 Bab 97 Cincin98 Bab 98 Sebuah Lelucon99 Bab 99 Pertanyaan Para Tetua100 Bab 100 Menginap Semalam