icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta yang Tak Tertahankan

Bab 7 Aku Mau Pindah

Jumlah Kata:1508    |    Dirilis Pada: 21/02/2022

ndang Fr

pernikahan, dan aku adalah pengantinnya. Aku berdiri tepat di

bersin. Aku melihat diriku yang

uingat adalah bersama dengan William di lantai bawah. Setelah itu,

akar. Aku melemparkan selimu

buah suara tegas meme

Dia sedang memakai sebuah celemek. Aku tidak bisa mena

rapan akan segera siap." Dia berbalik

lah mandi, aku merasa seakan kepalaku mau meledak dan lut

uk di bawah selimut. Dia membawakan semangkuk b

at sekali, tapi aku

u makan. Aku ti

amu harus maka

bantal dan meletakkannya di kepala t

ggorokanku terasa gatal sekali, dan aku mulai bat

nya dan mengambil bub

erawatku dengan begitu lembut sebelumnya. Ada apa ini? Apa tadi mal

mpi. Setelah memastikan bahwa aku sudah terjaga, aku p

berdering. Yang mene

, Ne

u menelepon untuk mengundangmu dan William untu

ai batuk-batuk lagi seb

ska? Ad

tidak enak b

a? Apa dia merawatmu sekarang? Tunggu

an berbisik. "Nenek a

. Sarapa

menyuapiku s

turun, dan menunggu Lufita di ruang tamu. Aku meringk

lola grup besar senilai triliunan rupiah, tapi meng

, tapi kemudian dia jatuh tertidur di sofa dan masuk angin

engan perutm

lebih

dia ke atas. Jika dia tidak enak badan, maka

a aku tertidur di lantai bawah. Jelas saja William yang telah membawaku ke kamar tidur. Aku hany

Nenek. Aku bis

engar protesku da

kku dengan mudah ke

uhan, aku merasakan aliran listrik melalui kulit dan tulangku. Ini adalah pertama kalinya William memelukku sedekat ini saat aku sada

ersama kami dan melihat semua pakaian

a pakaianmu berhamburan d

ku telah mendapat pekerjaan baru.

fita melirik ke

semua kar

. Tempat baruku dekat dengan kantor

tunya pasti dekat dengan kantormu. Terus kita bisa tinggal bersama dan William akan pulang kembali d

tidak memperlakukanmu dengan baik," kata

at menghargai kebaika

lesaikan kalimatku, Lu

u perlu istirahat. Kami akan pergi sekarang. Nanti aku akan mengirim ses

ah dari sini, tapi ternyata aku salah. Ternyat

Lufita pulang. Aku merangkak ke te

andang

kan Fransiska agar kalian berdua bisa bersiap untuk punya bayi. Kakek

ua. Kamu harus berpikir untu

cam pengingat. Aku tahu semakin lama aku menunggu untuk memberi tahu mereka tentang p

cocok satu sama lain. Kami sudah membi

ngka bahwa akan begitu mudah untuk berbicara tentang sesuatu yan

pa kamu

sti berc

engkapku. Sekarang aku sadar kalau ini adalah ide buruk untuk memberi tahu mereka di dalam ken

a! Jika kamu berencana untuk menceraikan Fransiska, maka aku

ames dan memintanya untuk me

an menanggung serangan kata-kata dari ibu dan nenekku

elek yang dia bintangi! Dan dia pernah memacari pria yang bahkan lebih tua dari kakekmu! Apa kamu sudah gila, William? Tidak. Kamu tidak bisa b

alah istri terbaik yang bisa diinginkan oleh pria mana

epot untuk membela diri. Aku hanya membiarkan mereka memara

a ingin menceraikan Fransiska dan menikahi Fera karena a

engang ketika mend

adi korban di sini. Fransiska adalah bagian keluarga kita, William. Kita bahkan sud

, James tiba dan menj

bali keputusa

m kembali ke vila. Ketika aku sampai di rumah, rumah itu terdengar sepi sepe

a sedikit berantakan, dan alisnya sedikit menyatu.

dan aku sadar kalau aku tidak pern

i sekarang, melihat dia tidur, aku memiliki perasaan aneh. Dia benar-ben

u tidak akan m

skan diri dari duniaku. Karena jauh di lubuk hatiku, aku mera

an membuka mulutnya sedikit sepe

Dan sekarang, sambil menatap bibirnya, aku mendapati diriku bertanya-tanya bagaimana

an tubuh ke arahnya sampai kami

. Dia menatapku dengan mata besar dan lebar sep

alam-dalam, dan waktu serta du

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta yang Tak Tertahankan
Cinta yang Tak Tertahankan
“Tiga tahun lalu, keluarganya menentang pilihan William untuk menikahi wanita yang dicintainya dan memilih Fransiska sebagai pengantinnya. William tidak mencintainya. Malah, dia membencinya. Tidak lama setelah mereka menikah, Fransiska menerima tawaran dari universitas impiannya dan mengambil kesempatan itu. Tiga tahun kemudian, wanita tercinta William sakit parah. Untuk memenuhi keinginan terakhirnya, dia menelepon Fransiska untuk kembali dan memberinya perjanjian perceraian. Scarlett sangat terluka oleh keputusan mendadak William, tetapi dia memilih untuk membiarkannya pergi dan setuju untuk menandatangani surat cerai. Namun, William tampaknya menunda proses dengan sengaja, yang membuat Fransiska bingung dan frustasi. Sekarang, Fransiska terjebak di antara konsekuensi dari keragu-raguan William. Apakah dia bisa melepaskan diri darinya? Akankah William akhirnya sadar dan menghadapi perasaannya yang sebenarnya?”