icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Istriku Kembali Cantik

Istriku Kembali Cantik

icon

Bab 1 Mirip Pembantu

Jumlah Kata:1446    |    Dirilis Pada: 02/05/2023

Seorang wanita berjalan tergesa-gesa memasuki sebuah cafe yang cukup terkenal di Jakarta. Jantungnya semakin berdetak kencang saat akan memasuki pintu sebuah cafe yang lumayan sepi pengunjung.

Mata Alisha melebar saat melihat dengan jelas siapa sosok yang berada di hadapannya saat ini.

"APA SALAH KU MAS? APA KURANG KU SELAMA INI?" teriak Alisha dengan nafas memburu saat ia memergoki suaminya sedang berciuman panas di cafe itu lengkap dengan dekorasi kecil untuk merayakan ulang tahun suaminya.

Seketika suasana menjadi hening saat kedatangan Alisha yang berada di luar prediksi Rehan. Termasuk wanita cantik dan sexy yang duduk rapat di sebelah Rehan hanya bisa membungkam mulutnya sambil menatap Alisha yang saat ini juga menatap Regan dan dirinya secara bergantian dengan air mata wanita itu yang sudah mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Aku dan Revina menunggu mu di rumah sejak tadi untuk merayakan hari ulang tahun mu bersama, Mas. Aku bakal sudah menyiapkan segala-galanya dari pagi hingga malam, hanya untuk kamu. Tapi, kamu justru di sini asik asikan sama..." Alisha menghentikan ucapannya, ia tidak mampu untuk melanjutkannya. Air mata yang sejak tadi ia tahan pun akhirnya luruh membasahi pipinya.

"Apa kesetiaan ku selama lima tahun ini begitu kurang buat mu, Mas? Apa aku kurang mengurus kamu di rumah?," Cecar Alisha.

"Aku bakal tidak akan tidur sebelum kamu pulang dari kantor, Mas. Aku tetap terjaga sampai kamu benar-benar ada di rumah. Aku juga tidak pernah menelantarkan kamu dan putri kita. Jadi, Diman kurang ku sebagai seorang istri, Mas?," teriak Alisha di akhir kalimatnya. Dadanya semakin sesak, hatinya begitu teriris.

"Kamu tidak bisa memanjakan mata suami mu saat pulang kerja. Jangan salahkan suami karena melirik wanita cantik dan seksi di luar sana. Kamu terus menunjukkan kelebihan mu, pandai memasak, mengurus anak, mengurus suami, menyiapkan segalanya untuk suami. Tapi semua itu percuma saja kalau penampilan mu saja seperti pembantu rumah tangga!," Ucap wanita bernama Rossa itu maju dan membuat Alisha seketika menjadi tidak percaya diri.

"Lihat saja penampilan mu itu dari atas sampai bawah, memangnya ada yang bisa bikin suami mu tertarik untuk tetap betah di rumah?," Rossa menarik lengan Alisha untuk mereka berhadapan pada sebuah kaca besar yang terletak di sudut ruangan cafe itu.

Alisha pun menatap dirinya sendiri melalui pantulam cermin itu, ia berdampingan dengan Rossa yang tubuhnya terlihat begitu ramping dan seksi.

Seketika tatapan Alisha beralih pada Regan dengan mata yang basah, "Apa benar kamu sangat terganggu dengan penampilan ku sekarang, Mas?," Tanya Alisha ingin memastikannya.

Rehan masih tersisa saja, "Apa karena aku gendut, makanya selama ini kamu sudah nggak pernah lagi mengajakku untuk keluar walau hanya sekedar makan malam?," Tanya Alisha dengan raut wajah penuh harap pada Regan agar pria itu tidak mengiyakan pertanyaannya.

Namun, Rehan masih saja terdiam— membuat Alisha kesal sendiri, "JAWAB, MAS! KENAPA KAMU MALAH DIAM SAJA?," Bentak

"Ya!," Jawab Regan singkat dan acuh.

Alisha menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Regan.

"Aku sangat muak dengan penampilan mu itu. Aku ini hanya manusia biasa yang saat pulang kerja ingin melihat istri ku berpenampilan cantik dan seksi untuk memuaskan mata ku yang sudah penat dengan semua pekerjaan di kantor. Seharusnya kamu bisa introspeksi diri, kenapa alu bisa berbuat seperti ini," ujar Regan tegas.

Pria itu kudian melirik ke arah selingkuhannya Rossa, "Lihat lah Rossa, dia begitu cantik, tubuhnya sangat terawat, wajahnya pun terawat. Padahal anaknya sudah ada dua, tapi pada dasarnya dia pandai merawat tubuh dan wajahnya. Tapi, lihat dirimu itu Alisha— anak kita baru satu, tapi tubuhmu sudah begitu melar seperti karet. Jadi, jangan salahlan aku jika mataku lebih puas saat melihat Rossa," lanjut Rehan dengan jujur.

Hancur sudah hati Alisha mendengar semua pernyataan dari mulut suaminya sendiri. Suami yang selama ini sangat ia cintai. Jika oramg lain yang mengatakan tentang kekurangan fisiknya, mungkin saja Alisha tidak akan merasa sesakit ini. Tapi, di saat Rehan sendiri yang mengatakannya, hatinya menjadi luluh lantah tak tersisa.

"Aku bahkan baru tahu kalau kamu mempermasalahkan penampilanku, Mas. Aku kira kamu akan berbeda dari orang lain yang tidak akan memandang kekurangan fisik dari istrinya,"

Rangga berdecak dan tersenyum miring, "Ck— Lebih baik kamu pulang, nanti kita akan selesaikan semuanya di rumah," usir Rehan tak mau memperpanjang masalah di tempat umum.

Tanpa protes, Alisha pun langsung meninggalkan cafe itu dan tergesa-gesa keluar dari sana.

Alisha langsung masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan cafe tersebut, "Jalan Melati, rumah nomor dua puluh empat ya, Pak," ucap Alisha dengan isak tangisnya yang tak bisa ia hentikan.

Berkali-kali dia mengusap air matanya yang terus menerus keluar tanpa henti. Dia mengingat semua kejadian akhir-akhir ini yang terus mengarah pada perselingkuhan suaminya. Namun, bodohnya dia terus saja menepi semua itu dan selalu berpikiran positif pada Rehan.

Bahkan sahabatnya yang kebetulan satu kantor dengan Rehan kerap kali mengingatkan Alisha— bahwa suaminya itu ada main dengan wanita lain. Namun, Alisha tidak percaya begitu saja, dengan alasan kepercayaan harus dia junjung tinggi pada suaminya.

Tepat di malam ini, dia harus merasakan menjadi wanita yang paling bodoh di dunia, karena sudah mempercayai jika suaminya itu tidak akan pernah berselingkuh. Kenyataannya— Rehan benar-benar berselingkuh dengan sekretarisnya di kantor.

"Tuan dia..."

"Sudah, jalan saja,"

"Baik, Tuan,"

Karena rasa sakit hati yang begitu mengiris hatinya. Alisha bahkan tidak tahu jika dia salah memasuki mobil. Alisha pikir itu adalah taksi yang sedang menunggu di depan cafe.

Baru setengah perjalanan, mobil yang ditumpangi Alisha tiba-tiba berhenti.

"Berhenti!," Seru seorang pria yang duduk tepat di sebelah supir.

Mobil pun langsung berhenti. "Nona, lebih baik anda turun. Telingaku sudah sangat terganggu dengan suara tangisanmu yang sangat tidak bermutu itu," ucap pria itu dengan sinis.

Alisha pun tersentak kaget karena mobil yang dia tumpangi tiba-tiba berhenti. Di tambah dengan suara bariton yang terdengar memintanya untuk segera turun dari mobil itu.

Karena Alisha tak juga turun, pria itu langsung keluar dari mobil dan membuka pintu belakang, lalu dia menarik tangan Alisha agar segera turun dari mobilnya.

"Awalnya aku akan mengantarmu sampai di rumah. Tapi, karena kamu sangat berisik sepanjang perjalanan, aku harus terpaksa menurunkanmu di sini," ujar pria itu dengan tatapan penuh arti.

Alisha hanya diam saja, dia menjadi bingung harus apa.

"Ck— wanita memang hanya menyusahkan saja," keluh pria itu dan kembali masuk ke dalam mobilnya.

"Cepat jalan, Pak!,"

"Baik, Tuan,"

Mobil itu pun berlalu dari hadapan Alisha, dan tinggallah wanita itu sendiri yang kini mulai melangkahkan kakinya dengan ingatan yang kembali saat dia melihat Rehan berciuman dengan begitu mesra pada wanita lain.

Alisha bahkan lupa kapan terakhir kali suaminya itu menciumnya. Dia baru sadar atas semua penolakan yang diberikan suaminya akhir-akhir ini. Ternyata bukan karena lelah dengan pekerjaan, tapi karena Rehan mungkin sudah muak melihat tubuhnya yang sudah tidak lagi menarik seperti dulu.

Beberapa saat kemudian Alisha sudah sampai di rumah. Namun, belum juga ada tanda-tanda jika suaminya itu sudah pulang. Sedangkan Putri kesayangannya, dia titipkan di rumah Ibunya saat tadi dia akan pergi menemui suaminya di cafe.

Alisha langsung masuk ke dalam kamar, dan berdiri di depan cermin besar meja riasnya. Ia mulai mengamati tubuh dan juga wajahnya yang memang belakangan ini sangat jarang ia perhatikan karena terlalu sibuk mengurus rumah dan menjaga putrinya yang lumayan rewel.

Alisha juga tidak punya waktu hanya untuk olahraga atau berdandan, karena baginya kebutuhan anak dan suaminya tetap nomor satu. Alisha setiap harinya disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya, sehingga dia lupa akan mengurus dirinya sendiri.

Tidak lama pintu kamar terbuka dan Rehan masuk tanpa berkata apapun. Dia langsung mengambil handuk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah Rehan selesai mandi, Alisha masih saja berdiri di depan cermin sembari memperhatikan suaminya dari pantulan cermin.

"Kalau aku berubah menjadi cantik dan seksi, apa kamu akan kembali mencintai ku seperri dulu?," Tanya Alisha yang sukses membuat langkah Rehan terhenti saat ia akan keluar untuk tidur di kamar tamu.

Rehan menoleh dan menatap Alisha dengan tatapan meremehkan, "nggak usah bicara ngaco kamu!," Sahut Rehan.

"Dalam waktu tiga bulan aku akan berubah menjadi cantik dan lebih seksi dari selingkuhan mu itu," ucap Alisha tegas dengan penuh percaya diri.

Rehan terkekeh, "Bagaimana bisa Alisha? Itu adalah hal yang sangat mustahil bagimu," balas Rehan dengan tersenyum miring. Ia menatap Alisha dari atas sampai bawah yang menurutnya seperti pembantu.

Alisha melapangkan dadanya untuk tidak tersulut emosi dengan respon yang di berikan Rehan, "Apa kamu bisa bersabar sebentar saja? Aku berjanji akan berubah dalam waktu tiga bulan dan kembali membuat mu mencintai ku seperti dulu. Tapi, ku mohon sebelum itu, jangan lakukan hal terlalu jauh dengan wanita itu. Jangan melakukan hal yang melampaui batas, karena hanya aku yang halal untuku,"

Rehan menghembuskan nafas panjang dan berjalan keluar dari kamar. Ia tidak begitu memperdulikan ucapan istrinya itu.

"Tunggu saja, Rehan. Dalam waktu tiga bulan aku akan tampil lebih dari wanita selingkuhan mu itu," lirih Alisha mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Mirip Pembantu2 Bab 2 Kepergian Alisha3 Bab 3 Mencari Pekerjaan4 Bab 4 Pria Menyebalkan5 Bab 5 Curiga6 Bab 6 Sekretaris Terpilih 7 Bab 7 Suami dan Selingkuhan 8 Bab 8 Ulah Alisha9 Bab 9 Dimana Alisha 10 Bab 10 Tidak Suka Kegelapan 11 Bab 11 Mode Iblis12 Bab 12 Diamnya Alisha13 Bab 13 Gaji Pertama 14 Bab 14 Acara Tahunan15 Bab 15 Kebaikan Sang Bos16 Bab 16 Hadiah17 Bab 17 Lari pagi18 Bab 18 Keributan di Gym19 Bab 19 Mendekati kakaknya20 Bab 20 Dicampakkan21 Bab 21 Alergi22 Bab 22 Menginap dirumah Alvaro23 Bab 23 Mama untuk Melodi24 Bab 24 Hasil Tespeck25 Bab 25 Pesan dari Rehan26 Bab 26 Tinggal Bersama27 Bab 27 Penampilan Baru28 Bab 28 Kehebohan di kantor29 Bab 29 Kabar Pernikahan Rehan dan Rossa30 Bab 30 Kemarahan Mertua31 Bab 31 Hasrat yang hilang 32 Bab 32 Perawatan untuk Alisha 33 Bab 33 Kejutan untuk pengantin baru34 Bab 34 Malam Pertama di Penjara35 Bab 35 Mengambil Revina36 Bab 36 Makan Malam37 Bab 37 Bujukan Mertua38 Bab 38 Tawaran Alisha39 Bab 39 Masalah silih berganti40 Bab 40 Karma41 Bab 41 Mencari Keberadaan Alisha42 Bab 42 Kehilangan Pekerjaan43 Bab 43 Keributan di depan kantor44 Bab 44 Mengobati45 Bab 45 Maafkan Aku46 Bab 46 Hak Alisha47 Bab 47 Menantu Pemalas48 Bab 48 Dibandingkan Terus49 Bab 49 Di goda50 Bab 50 Berkelahi Terus51 Bab 51 Rehan membawa Revina52 Bab 52 Tetap Tidak Ingin Bercerai53 Bab 53 Kesepakatan dari Alisha54 Bab 54 Obsesi55 Bab 55 Resmi Bercerai56 Bab 56 Tidak Biasanya57 Bab 57 Dimana Alisha sebenarnya 58 Bab 58 Menemukan Alisha59 Bab 59 Minta Maaf dan Berlutut 60 Bab 60 Kesempatan Kedua61 Bab 61 Dijemput Dadakan62 Bab 62 Minta Tolong63 Bab 63 Alvaro Bertindak64 Bab 64 Pelukan Hangat65 Bab 65 Hanya Mimpi66 Bab 66 Perasaan Apa ini 67 Bab 67 Memperjelas Semuanya68 Bab 68 Menginap di rumah Alisa69 Bab 69 Permen untuk Revina70 Bab 70 Menjadi Mata Mata71 Bab 71 Semua Karena Alvaro72 Bab 72 Kesepakatan73 Bab 73 Kalah74 Bab 74 Menikah Denganku!75 Bab 75 Keromantisan Alvaro dan Calon Istri76 Bab 76 Kebodohan Alvaro77 Bab 77 Mencintai Sekretarisku78 Bab 78 Membatalkan Perjodohan79 Bab 79 Kemarahan Bu Weni80 Bab 80 Perkara Ponsel Mahal81 Bab 81 Maaf, Aku Mencintai Wanita Lain!82 Bab 82 Pasangan Mesum Harus Menikah83 Bab 83 Terpaksa Menikah84 Bab 84 Menikahlah dengan Humaira!85 Bab 85 Beri Aku Waktu86 Bab 86 Janda Semakin di Depan87 Bab 87 Ngambek88 Bab 88 Tidak Fokus Berkendara89 Bab 89 Hanya Pernikahan Terpaksa90 Bab 90 Wanita Dalam Ruangan Alvaro91 Bab 91 Masalah Rumah Tangga Baru92 Bab 92 Berikan Aku Ciuman93 Bab 93 Suntikan Tenaga94 Bab 94 Kapan Hak ku Diberikan 95 Bab 95 Alisha Bukan Baby Sitter96 Bab 96 Sikap Alisha Berbeda97 Bab 97 Pesta Pernikahan Untuk Alvaro dan Humaira98 Bab 98 Istriku Adalah Alisha99 Bab 99 Aku Milikmu Seutuhnya100 Bab 100 Siapa yang lebih memuaskan