/0/15543/coverorgin.jpg?v=8818094eb928126dd8977b4c7313ad13&imageMogr2/format/webp)
Sebagai mahasiswi seni naif dari Salatiga, aku jatuh cinta setengah mati pada Baskara Aditama, seorang konglomerat Jakarta yang berkuasa.
Hubungan rahasia kami begitu membara, dan dia dengan cermat mengabadikan setiap momen intim kami, sambil berbisik, "Hanya untuk kita."
Tapi kemudian kebenaran menghancurkan duniaku: Aku tak sengaja mendengar Baskara mengakui bahwa seluruh hubungan kami adalah kebohongan yang diperhitungkan, dirancang untuk memanfaatkanku—dan foto-foto itu—sebagai "konten" untuk menghancurkan kerajaan teknologi rintisan kakak angkatku.
Dia bahkan merekayasa sebuah penjambretan untuk memenangkan kepercayaanku.
Setiap sentuhan lembut, setiap tindakan protektif, adalah pertunjukan yang kejam.
Penthouse mewahnya menjadi sangkar emasku, dan rencana jahatnya semakin menjadi-jadi, bahkan melibatkan kekerasan fisik, hanya untuk mengendalikanku.
Aku adalah pion dalam permainan yang bahkan tidak kusadari sedang kumainkan.
Bagaimana aku bisa begitu buta?
Rasa malu ini membakar, tetapi juga menyulut kemarahan dingin yang melahapku saat monster ini memangsa kepercayaanku, mengubah cintaku menjadi senjata melawan satu-satunya keluarga yang kumiliki.
Tapi Baskara meremehkanku; aku bukan lagi korban; aku adalah api yang tak terkendali.
Dengan cermat, aku menghapus setiap rahasia yang memberatkan, lalu merencanakan pelarianku.
Dia mengejarku ke seluruh negeri, seorang pria hancur yang memohon belas kasihan, hanya untuk menemukanku berjalan menuju altar, menghampiri pria yang benar-benar mencintaiku.
Menyaksikan dunianya hancur, mengetahui bahwa akulah yang merekayasa kejatuhannya, adalah balas dendam termanis.
Bab 1
Ava Larasati menatap langit-langit apartemen mewah di Jakarta, seprai sutra terasa sejuk di kulitnya.
Baskara Aditama, lebih tua, berkuasa, dan segalanya yang tidak pernah disiapkan oleh latar belakangku di Salatiga, menyesuaikan sudut ponselnya.
"Satu lagi, Api Liarku," gumamnya, suaranya yang rendah biasanya selalu meluluhkanku. "Untuk kita."
"Kita" versinya adalah dunia rahasia, yang sudah berjalan selama delapan belas bulan, tersembunyi karena Baskara adalah saingan bisnis sengit kakakku, Bima. Bima, sang pengusaha teknologi di BSD City, anak laki-laki yang diadopsi dan dicintai orang tuaku seperti anak mereka sendiri, orang yang selalu melindungiku. Dia akan membenci ini. Dia akan membenci Baskara.
Ava tahu itu. Baskara tahu itu. Itulah sisi mendebarkan dan berbahaya dari hubungan mereka.
Bunyi klik kamera ponsel terdengar lembut, tetapi menggema dalam keheningan yang mewah.
Ava bergeser, sebersit kegelisahan di matanya. "Baskara, apa kita benar-benar butuh foto sebanyak ini?"
Dia adalah mahasiswi seni di IKJ dengan beasiswa bergengsi. "Elemen spesial"-nya, begitu Baskara menyebutnya, adalah bakatnya, cara dia melihat dunia. Dia mengaku mengaguminya, mengagumi Ava.
Tapi sesi foto ini, yang selalu intim, selalu atas desakannya, terasa bukan lagi tentang seni, melainkan tentang... sesuatu yang lain. Sesuatu yang tidak bisa dia sebutkan tapi membuat perutnya mulas.
Baskara menurunkan ponselnya, senyum karismatiknya langsung melucuti pertahanan Ava.
"Ini adalah bukti cinta kita, Ava. Tanpa filter. Penuh gairah. Hanya untuk mataku."
Dia mencondongkan tubuh, mencium keningnya. "Musa-ku yang cantik dan penuh percaya."
Kata-katanya, sehalus wiski tua, biasanya berhasil. Ava ingin memercayainya, butuh untuk memercayainya. Cinta ini, rahasia ini, adalah hal paling intens yang pernah dia alami.
Dia sering memanggilnya "Api Liarku," julukan yang membuatnya merasa disayangi sekaligus sedikit nekat.
Dia melirik jam tangan mahalnya. "Aku harus pergi. Gala amal menyebalkan itu."
Dia berpakaian dengan cepat, berubah dari seorang kekasih kembali menjadi Baskara Aditama, taipan real estat.
"Sopir akan menunggumu di bawah tiga puluh menit lagi, oke?" katanya, mengecup bibirnya. "Nanti aku telepon. Kita akan rencanakan sesuatu untuk akhir pekan."
Dia sudah setengah jalan keluar pintu, pikirannya jelas sudah beralih ke bisnis, ke wajah publik yang dia tunjukkan pada kota Jakarta.
Ava berbaring sejenak, aroma parfumnya masih tertinggal.
Merasa gamang, dia duduk. Matanya tertuju pada kancing manset platinum milik Baskara di meja nakas, yang berinisial "A" kecil yang nyaris tak terlihat. Dia pasti akan mencarinya.
Secara impulsif, dia memutuskan untuk mengantarkannya. Sebuah gestur kecil. Mungkin itu akan membuatnya merasa tidak terlalu seperti rahasia dan lebih seperti bagian dari kehidupan nyata Baskara, bahkan untuk sesaat.
Dia tahu Baskara akan berada di klub eksklusif di pusat kota itu sebelum gala, tempat yang sering dia gunakan untuk pertemuan informal.
/0/29079/coverorgin.jpg?v=e725a6072af859ba6f91af60fe226ae9&imageMogr2/format/webp)
/0/17021/coverorgin.jpg?v=8bfba2fb2d2820bbe566cfe46ce6b456&imageMogr2/format/webp)
/0/21620/coverorgin.jpg?v=0ba7ea487a17f8477be9939ab408a1a8&imageMogr2/format/webp)
/0/19255/coverorgin.jpg?v=bf25a176b00c418376355bc8252f0915&imageMogr2/format/webp)
/0/30904/coverorgin.jpg?v=7972044cee2dca3a2280867957627523&imageMogr2/format/webp)
/0/22929/coverorgin.jpg?v=7210deed904b68c803a92f2cf55e913f&imageMogr2/format/webp)
/0/15327/coverorgin.jpg?v=027a1fcecb93017dd1d87345850b5037&imageMogr2/format/webp)
/0/18136/coverorgin.jpg?v=bbddd094c3a24fb96ea320ae91ec957d&imageMogr2/format/webp)
/0/5356/coverorgin.jpg?v=ffda3a761434a6526b416ab99b2fbf53&imageMogr2/format/webp)
/0/15361/coverorgin.jpg?v=697efa12926cba2f1d5874822d85ce34&imageMogr2/format/webp)
/0/5370/coverorgin.jpg?v=2a674aa6924609945d54c52e1c44793b&imageMogr2/format/webp)
/0/23524/coverorgin.jpg?v=bf28a9667d89a8d0ddd15401e2bbb7f8&imageMogr2/format/webp)
/0/22772/coverorgin.jpg?v=e46496a6b33705989b174e47bb935022&imageMogr2/format/webp)
/0/7027/coverorgin.jpg?v=75220ee91a5a06d65d76a3fd76c4fce3&imageMogr2/format/webp)
/0/16941/coverorgin.jpg?v=0287241b7668739a4c72736a78e50339&imageMogr2/format/webp)
/0/18210/coverorgin.jpg?v=31158ae1ed59c383e87f44cd82f6a431&imageMogr2/format/webp)
/0/21153/coverorgin.jpg?v=a3c220b94da29fd4a4332f588261ba03&imageMogr2/format/webp)
/0/21538/coverorgin.jpg?v=99986d535c531f7544eb427d9a9de245&imageMogr2/format/webp)
/0/6214/coverorgin.jpg?v=e7964c940b9a30f19f7aef8a42f2e32c&imageMogr2/format/webp)