CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

Author_kan

5.0
Komentar
1.3M
Penayangan
123
Bab

WARNING 21+!! Athena Gimberly tak ingin menjalin hubungan serius dengan pria manapun karena suatu alasan, tapi dirinya ingin memiliki anak yang nantinya akan menemaninya di saat tua. Dari situlah pemikiran gila untuk mencari seseorang yang bisa memberikannya bibit tanpa harus melangsungkan pernikahan. Mempertemukannya dengan sosok Arthur Harley, seorang pria dengan harga diri tinggi. *** "Kamu ...." "Mari melakukan hal itu lagi. Yang sebelumnya tidak membuahkan hasil, jadi bisakah kita melakukannya lagi?" tanya Athena membuat pria itu terdiam.

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO Bab 1 ONS

Suara desahan demi desahan terdengar di dalam kamar sebuah hotel mewah. Terlihat seorang pria tengah mengerakkan tubuhnya begitu cepat, hingga membuat wanita di bawahnya terus mengeluarkan suara yang terdengar begitu merdu di telinganya.

"Oh, shit! Kau sempit, Sweetie!" Erangnya tertahan. Terus menggerakkan tubuhnya tanpa henti untuk mencapai kepuasannya.

Wanita itu tak menjawab. Terus mengerang dengan tubuh menggeliat berkeringat hingga membuat seprai terasa lembab.

Tiba-tiba wanita itu memukul pelan bahu pria di atasnya, berusaha untuk mengatakan sesuatu dengan bibirnya yang bergetar menahan rasa nikmat.

"He-hentikan. A-aku ingin buang air kecil," cicitnya dengan susah payah menahan gejolak aneh yang seakan meronta ingin dikeluarkan.

Sesaat pria itu tersenyum. Menambah ketampanannya tanpa menghentikan gerakan tubuhnya.

Pria itu menunduk, mendekatkan bibirnya tepat di telinga wanita itu. "Keluarkan, Sayang. Keluarkan," bisiknya berat.

Erangan panjang keluar dari bibir keduanya saat mencapai puncak kenikmatan. Seketika tubuh pria itu tumbang menimpa wanita tersebut, mencoba mengatur deru napas mereka yang tidak beraturan karena olahraga malam.

Setelah merasa sedikit tenang, pria itu memindahkan tubuhnya ke samping. Memeluk erat sosok wanita yang kini terlelap karena lelah.

"Good night, Sweetie." Ucapnya dengan suara berat, mengecup singkat kening wanita dalam dekapannya.

***

Seorang wanita mengerjap beberapa kali, merasa terusik dari tidurnya saat cahaya mentari yang masuk melalui celah gorden mengenai wajahnya.

Wanita itu terdiam sesaat. Menoleh ke samping, di mana sosok pria tampan tengah tertidur lelap dengan deru napas beraturan.

Dengan hati-hati wanita itu menyingkirkan lengan besar yang berada di atas perutnya. Bergerak perlahan turun dari tempat tidur dengan menahan rasa nyeri pada bagian bawahnya.

"Sttt! Sakit banget," lirihnya sambil mendesis pelan. Segera membungkuk meraih satu persatu pakaiannya yang tergeletak di lantai.

Setelah selesai memakai pakaiannya, merapikan penampilannya yang sedikit berantakan. Kini wanita itu kembali mendekat ke arah ranjang, menatap lama wajah pria tampan yang memuaskannya semalam.

"Terima kasih untuk yang semalam," bisiknya pelan seolah pria itu mendengarnya. Wanita itu merogoh tas kecil miliknya, meraih selembar uang seratus ribu di sana.

"Aku tidak punya uang lebih di dalam tas. Jadi aku bayar segini saja, ya." Ucapnya lagi, meletakkan uang tersebut di atas meja samping tempat tidur.

"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Terima kasih karena sudah menyumbangkan benih di perutku. Aku berharap benih ini bisa segera membuahkan hasil, sekali lagi terima kasih." Ucapnya tulus. Lalu berjalan tertatih mendekati pintu untuk segera keluar dari kamar tersebut.

Beberapa menit kemudian.

Sebuah taksi berhenti tepat di depan bangunan apartemen 5 lantai. Seorang wanita keluar dari dalam taksi, berjalan pelan memasuki lobi bangunan apartemen itu untuk segera tiba di dalam unitnya.

Dengan cepat ia memasuki lift, mengabaikan beberapa tatapan aneh orang yang berada di sekitar.

Wanita itu terdiam di dalam lift, menatap pantulan dirinya pada dinding lift.

"Pantas saja mereka menatapku aneh, ternyata penampilanku masih sangat berantakan." Gumannya pelan, merapikan rambutnya.

Ting!

Perlahan wanita itu melangkah keluar saat tiba di lantai tiga. Berjalan pelan mendekat ke arah pintu yang berada tidak jauh dari lift, segera merogoh tas kecilnya untuk mengambil kunci.

Setelah berhasil membuka pintu, ia pun melangkah masuk dan terkejut mendapati seonggok manusia berjenis kelamin wanita tengah tertidur pulas di sofa.

"Lina! Lin, bangun!" wanita itu menggoyangkan bahu wanita yang tengah tertidur di sofa.

Sosok yang merasa tidurnya terusik, perlahan membuka kelopak matanya. Sontak segera mendudukkan diri saat mengetahui siapa yang membangunkannya.

"Kamu dari mana, Thea?! Aku tungguin semalaman enggak balik-balik. Abis dari mana?" tanyanya tanpa henti.

Wanita itu tak langsung menjawab, ia hanya terdiam sambil mengerjap polos beberapa kali.

Tiba-tiba, Lina kembali berbicara dengan raut wajah terkejut yang terlihat jelas di wajahnya.

"Tunggu," Lina bangkit dari duduknya. Mengelilingi tubuh sahabatnya yang kini tengah berdiri, "Kamu habis dari mana? Kok ada bau alkohol?"

Lina menutup mulutnya tak percaya, menatap Athena dengan kedua mata terbelalak.

"Semalam kamu habis dari kelab malam?" tanya Lina dengan telunjuk mengarah tepat di wajah sahabatnya.

Dengan polosnya Athena menganggukkan kepalanya, membuat mulut Lina sedikit terbuka karena terkejut.

"Udah dapat penyumbangnya juga," ucap Athena girang dan Lina semakin diam membeku kaku di tempatnya.

'Wanita sinting!' batin Lina.

Lina menggeleng tak percaya menatap Athena. Padahal baru kemarin sahabatnya itu mengatakan jika ia ingin memiliki anak. Apakah secepat itu Athena melakukan niatnya dengan pergi ke kelab mencari pria yang bersedia menjadi penyumbang kecebong?

"Ka-kamu beneran abis ..." Lina tak sanggup melanjutkan ucapannya. Tangannya bergerak kaku untuk menjelaskan maksud perkataannya.

Athena kembali mengerjap polos, lalu mengangguk membuat kelopak mata Lina berkedut.

"Kalau kata dokter, tunggu beberapa hari untuk melihat hasilnya. Jadi aku tinggal nunggu aja," ucap Athena mengingat ucapan dokter kandungan yang ia temui kemarin siang, sebelum malamnya pergi ke kelab.

Lina masih diam tak percaya akan hal itu. Apa semudah itu sahabatnya menyerahkan keperawanan pada seorang pria yang bahkan tak ia kenal, hanya demi memiliki seorang anak?!

Lina cukup tahu kenapa Athena ingin memiliki anak tapi tak ingin menjalin hubungan serius dengan seorang pria. Tapi, apa semudah ini?

Pria beruntung mana yang mendapatkan santapan gratis tanpa dimintai pertanggung jawaban?

"Ya udah, Lin. Aku masuk kamar dulu, mau mandi abis itu tidur." Athena melenggang pergi dari hadapan Lina, mendekat ke arah pintu kamar bercorak pink.

"Athena." Sontak Athena menghentikan langkahnya mendengar panggilan dari Lina.

Wanita itu menoleh ke belakang, menanti sahabatnya melanjutkan ucapannya.

"Kamu tidak lupa bayar cowok itu, 'kan?" tanya Lina.

Athena mengangguk, "tentu saja. Masa iya, aku pergi gitu aja. Cuman ..."

Kening Lina mengerut penuh curiga mendengar Athena menjeda ucapannya, mendadak perasaannya tidak enak.

"Aku cuma bayar 100 ribu. Soalnya uang yang aku bawa habis bayar minuman."

"What!" pekik Lina tak percaya.

Sedang di sisi lain.

Seorang pria menggeliat di bawah selimut yang menutupi setengah tubuhnya, memperlihatkan lekukan otot pada perutnya yang tertata begitu rapi.

Kening pria itu mengerut kala tak merasakan kehadiran seseorang di sampingnya.

Dia mendudukkan diri, menatap sekeliling sembari mengumpulkan kesadarannya, hingga tatapannya tertuju pada selembar uang di atas meja.

Pria itu mengabaikan uang tersebut. Menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, lalu beranjak mendekat ke arah pintu kamar mandi untuk mencari keberadaan seseorang yang bersamanya melewati malam panas semalam.

"Tidak ada." Monolognya saat membuka pintu kamar mandi tapi tak menemukan keberadaan seseorang yang ia cari.

Ia kembali melangkah mendekati tempat tidur tanpa peduli dengan tubuhnya yang tidak mengenakkan sehelai kain. Pikirannya hanya tertuju untuk mencari sosok yang kini mendadak hilang bagai ditelan bumi.

"Haha," tiba-tiba pria itu tertawa garing. Mengalihkan pandangannya menatap selembar uang seratus ribu yang sempat ia abaikan tadi.

"Hahaha," ia kembali tertawa.

"Harga diriku." Ucapnya dengan tubuh gemetar, "akan aku cari kamu." Putusnya telak.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Author_kan

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO CINTA SATU MALAM DENGAN CEO Author_kan Romantis
“WARNING 21+!! Athena Gimberly tak ingin menjalin hubungan serius dengan pria manapun karena suatu alasan, tapi dirinya ingin memiliki anak yang nantinya akan menemaninya di saat tua. Dari situlah pemikiran gila untuk mencari seseorang yang bisa memberikannya bibit tanpa harus melangsungkan pernikahan. Mempertemukannya dengan sosok Arthur Harley, seorang pria dengan harga diri tinggi. *** "Kamu ...." "Mari melakukan hal itu lagi. Yang sebelumnya tidak membuahkan hasil, jadi bisakah kita melakukannya lagi?" tanya Athena membuat pria itu terdiam.”
1

Bab 1 ONS

15/05/2022

2

Bab 2 Pertemuan Kembali

24/05/2022

3

Bab 3 Baiklah, Kita Lakukan Lagi

24/05/2022

4

Bab 4 Kekasih

24/05/2022

5

Bab 5 Di mana Kamu Menemukannya

24/05/2022

6

Bab 6 Ke Apartemen

24/05/2022

7

Bab 7 Siapa

28/05/2022

8

Bab 8 Wanita Polos

28/05/2022

9

Bab 9 Ayah, Ibu

28/05/2022

10

Bab 10 Kenangan Lama

28/05/2022

11

Bab 11 Hanya Rasa Penasaran Sesaat

31/05/2022

12

Bab 12 Itu Panas

31/05/2022

13

Bab 13 Kepanikan Lina

31/05/2022

14

Bab 14 Pertanyaan Aneh

01/06/2022

15

Bab 15 Perjodohan

06/06/2022

16

Bab 16 Restoran

06/06/2022

17

Bab 17 Pertemuan Kecil

06/06/2022

18

Bab 18 Sebatas Rasa Nyaman

06/06/2022

19

Bab 19 Hampir Ketahuan

06/06/2022

20

Bab 20 Keributan di Lobi

07/06/2022

21

Bab 21 Aku Mau Makan Kamu

12/06/2022

22

Bab 22 Kediaman Davidson

24/06/2022

23

Bab 23 Rencana

25/06/2022

24

Bab 24 Anak Pungut

26/06/2022

25

Bab 25 Kangen

27/06/2022

26

Bab 26 Bercocok Tanam

28/06/2022

27

Bab 27 Testpack

29/06/2022

28

Bab 28 Merajuk

01/07/2022

29

Bab 29 Beli Semua

03/07/2022

30

Bab 30 Perasaan Tak Tenang

03/07/2022

31

Bab 31 Kecelakaan

05/07/2022

32

Bab 32 Kegugupan Arthur

07/07/2022

33

Bab 33 Ayah Mertua

09/07/2022

34

Bab 34 Ancaman

09/07/2022

35

Bab 35 Habis Ngapain

11/07/2022

36

Bab 36 Saingan

11/07/2022

37

Bab 37 Jauhi Athena!

14/07/2022

38

Bab 38 Ayo menikah

14/07/2022

39

Bab 39 Hanya Kelilipan

16/07/2022

40

Bab 40 Bantuan

18/07/2022