icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Kekasih
Jumlah Kata:1087    |    Dirilis Pada:24/05/2022

Seketika binar senang terlihat di wajah Athena.

Wanita itu mendongak menatap wajah pria yang tengah menatapnya tak percaya.

Arthur kembali duduk di tempatnya. Memanggil waiters dengan isyarat agar mendekat, lalu mulai memesan minuman untuk mereka berdua.

Sepeninggal waiters itu, Arthur kembali fokus menatap wajah wanita itu yang kini terlihat senang. Tapi anehnya, Arthur tak melihat binar senang seperti wanita lainnya.

Binar senang di wajah Athena terlihat begitu tulus di mata Arthur, seolah wanita itu benar-benar tak menginginkan hal lain darinya. Tidak seperti kebanyakan wanita yang selama ini ia temui.

"Sebelum itu, siapa namamu?" Tanya Arthur. Sesaat diam saat waiters meletakkan pesanan mereka di atas meja.

Sang waiters segera beranjak dari meja itu, melayani pengunjung lain.

"Athena Kimberly." Ucap Athena pelan.

Arthur menganggukkan kepalanya, melirik Athena yang terus menatapnya.

"A-ada apa?" Tanya Arthur, mendadak ia salah tingkah.

"Saya sangat berterima kasih. Terima kasih banyak," ucap Athena tulus.

"Tidak perlu berterima kasih. Perlu kamu ketahui, jika aku tidak akan bertanggung jawab untuk ke depannya. Kamu yang menginginkan hal itu, maka jangan melibatkan aku jika kamu mengandung." Tegas Arthur.

Athena diam. Ia mengerjap beberapa kali, mencoba mencerna maksud ucapan pria tampan itu. Hingga ia tersadar, kemudian terkekeh pelan.

Kening Arthur mengerut mendengar kekehan wanita di hadapannya. Apanya yang lucu? Pikir Arthur.

"Jadi Anda tadi tidak ingin melakukannya karena takut saya meminta pertanggung jawaban Anda?" Tebak Athena dengan senyum kecil di bibirnya.

Arthur hanya diam, raut wajahnya terlihat begitu serius menanggapi hal tersebut. Sedang Athena kembali terkekeh pelan, hingga sesaat Arthur terpesona akan senyum di bibir wanita itu.

"Saya tidak akan meminta pertanggung jawaban Anda. Saya berjanji." Athena mengangkat tangan kanannya hingga sejajar dengan wajahnya.

"Saya hanya ingin Anda menjadi penyumbang kecebong, setelah itu saya tidak akan menagih pertanggung jawaban Anda. Sungguh," ucap Athena bersungguh-sungguh.

Athena tak ingin hal lain, hanya itu saja. Dia bahkan tidak tahu siapa pria di hadapannya, yang ia tahu hanya bahwa pria itu adalah orang pertama yang melakukan hubungan intim dengannya.

Daripada mencari orang lain, bukankah lebih baik mengulangi pada orang yang sama? Pikir Athena.

Sedang Arthur terdiam di tempatnya. Ia masih tidak mengerti pikiran wanita di hadapannya itu. Aneh, sungguh aneh baginya.

"Aku pegang janjimu. Jika kamu mengingkarinya, aku akan menuntut."

Athena mengangguk tanpa ragu. Tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu.

"Maaf, saya belum mengetahui nama Anda." Ucap Athena mengerjap polos.

"Arthur Harley." Jawab Arthur menatap reaksi Athena yang biasa saja. Tidak terkejut atau lainnya.

"Baik, saya akan mengingatnya. Kalau begitu, kapan kita akan melakukannya lagi?" Kini Athena sedikit memajukan posisinya hingga membuat Arthur refleks menjauhkan wajahnya karena terkejut.

Mata Athena terpejam saat telunjuk Arthur mendorong keningnya menjauh.

"Nanti malam."

Sesaat Athena diam. Berpikir sejenak, kemudian mengangguk mengerti. Meski hal itu tak terduga, tapi bukankah dilakukan lebih cepat lebih baik? Pikirnya.

"Karena sudah selesai, maka aku pamit pergi dulu. Aku ada urusan di rumah sakit," pamit Arthur bangkit dari duduknya. Berniat untuk keluar dari kafe.

Selembar uang 100 ribu diletakkan tepat di samping minuman Athena. Wanita itu menatap lekat uang tersebut.

"Aku kembalikan uangmu." Ucap Arthur dengan guratan kesal terlihat di wajahnya.

Selama seminggu ia membawa selembar uang itu di saku celananya. Meski setiap kali melihat uang tersebut ia akan kesal.

"Ah, apakah itu kurang?" Tanya Athena membuat Arthur tersadar dari lamunannya.

Pria itu menatap tak percaya pada Athena.

"Hari itu saya berniat membayar lebih, tapi uang saya habis untuk membayar minuman. Saya bisa menambahkan jika Anda mau. Sebutkan saja, saya membawa sedikit uang." Ucap Athena sambil memegang tas kecil berwarna brown miliknya.

Mulut Arthur terbuka. Tangannya yang ia letakkan di atas meja terlihat bergetar.

"Ha-ha-ha!" Arthur tertawa garing, membuat Athena mengerjap bingung.

"Apa kamu yakin bisa membayarku?" Tanya Arthur sedikit bercanda, meski tubuhnya tengah gemetar menahan kesal.

Mau sampai mana wanita ini menghancurkan harga dirinya? Pikir Arthur.

Dengan cepat Athena mengangguk. "Anda cukup mengatakannya, saya pasti akan berusaha untuk membayarnya."

Demi calon bayinya, apapun akan Athena lakukan meski harus menguras tabungan masa depannya.

"500 juta." Jawab Arthur setengah kesal.

Athena terdiam. Ia menunduk, lalu membuka tas kecilnya. Melihat uang di dalam sana, lalu terlihat menggigit bibir bawahnya.

"Uang saya di sini tidak cukup. Bagaimana jika nanti malam saya bawakan sesuai permintaan Anda?" Tanya Athena berharap. Sungguh, uang yang ia bawa saat ini tak sebanyak itu. Tapi, jika mengingat jumlah uang di rekeningnya. Sepertinya itu akan cukup.

Arthur terdiam. Tak bisa berkata-kata lagi.

Apa wanita itu sungguh ingin membayarnya?

Kekayaannya dan keluarganya tidak akan habis 7 turunan 8 tanjakan dan 17 belokan! Lalu, wanita ini benar-benar ingin membayarnya?!!

Heh! Apa bedanya dia dengan pria bayaran kalau begitu.

Seketika Arthur berjongkok di samping meja. Menutup wajahnya menahan malu yang menghampiri.

"Kenapa aku bertemu dengan wanita ini?" Gumam Arthur bertanya-tanya.

Harga dirinya seolah dipermainkan oleh wanita di hadapannya.

Athena hanya diam. Ia bertanya-tanya, kenapa pria itu tiba-tiba berjongkok.

Arthur menghela napas kasar. Ia tidak boleh bercanda dengan wanita itu. Tidak boleh! Bisa-bisa ia menjatuhkan harga dirinya sendiri.

"Tidak perlu. Aku bercanda tadi," ucap Arthur kembali berdiri dengan wajah pasrah.

Tiba-tiba, Arthur teringat sesuatu. Ia mengalihkan fokus, hingga menatap Athena yang kini menunduk dengan wajah berpikir.

"Bagaimana jika kamu melakukan hal ini untukku. Anggap sebagai bayaran atas kecebong limited edition yang akan aku berikan?" Arthur menaikkan sebelah alisnya dengan senyum tipis.

Seketika Athena mendongak mendengar hal itu. Sesaat ia diam, lalu kembali berpikir hingga keningnya terlihat mengerut.

"Hal apa itu?" Tanya Athena menatap lekat wajah Arthur yang kini tersenyum penuh arti.

***

Athena menatap punggung pria di hadapannya, lalu beralih menatap pintu ruang rawat VIP di rumah sakit tempat ia memeriksa tadi. Tepatnya lantai 3 rumah sakit itu yang entah ruangan siapa, Athena tidak tahu.

"Setelah sampai di dalam nanti, jangan berbicara terlalu formal padaku." Arthur mengingatkan, karena di kafe tadi wanita itu terus bersikap formal kepada dirinya.

Anda dan Saya.

Bukankah itu terlalu formal untuk mereka berdua? Padahal Athena bukanlah rekan bisnisnya. Pikir Arthur.

"Panggil aku kamu, jangan saya Anda. Itu tidak enak didengar di telinga, mengerti?"

Athena segera menganggukkan kepalanya mengerti. Tersentak saat merasakan genggaman pada tangannya.

Daun pintu terbuka lebar, menampakkan ruangan yang begitu luas.

Arthur menarik pelan Athena untuk masuk ke dalam ruangan itu. Senyum manis terlihat di bibirnya.

"Halo, Oma." Sapa Arthur lembut, mengalihkan pandangan tiga orang dalam ruangan tersebut hingga menatap ke arah mereka.

Dua orang wanita dalam ruangan itu terlihat tersenyum, hingga tatapan mereka terkunci pada sosok asing di samping Arthur.

Senyum mereka hilang, tergantikan dengan kerutan penuh tanya di kening mereka.

"Dia... Siapa Arthur?" Tanya Sang Oma, membuat Athena tersentak.

"Dia pacarku, Oma."

Seketika Athena menatap tak percaya pada Arthur, begitupun dengan tiga orang itu. Terlihat begitu terkejut mendengar pengakuan tersebut.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 ONS2 Bab 2 Pertemuan Kembali3 Bab 3 Baiklah, Kita Lakukan Lagi4 Bab 4 Kekasih5 Bab 5 Di mana Kamu Menemukannya 6 Bab 6 Ke Apartemen7 Bab 7 Siapa 8 Bab 8 Wanita Polos9 Bab 9 Ayah, Ibu 10 Bab 10 Kenangan Lama11 Bab 11 Hanya Rasa Penasaran Sesaat12 Bab 12 Itu Panas13 Bab 13 Kepanikan Lina14 Bab 14 Pertanyaan Aneh15 Bab 15 Perjodohan16 Bab 16 Restoran17 Bab 17 Pertemuan Kecil18 Bab 18 Sebatas Rasa Nyaman19 Bab 19 Hampir Ketahuan20 Bab 20 Keributan di Lobi21 Bab 21 Aku Mau Makan Kamu22 Bab 22 Kediaman Davidson 23 Bab 23 Rencana24 Bab 24 Anak Pungut25 Bab 25 Kangen26 Bab 26 Bercocok Tanam27 Bab 27 Testpack28 Bab 28 Merajuk29 Bab 29 Beli Semua30 Bab 30 Perasaan Tak Tenang31 Bab 31 Kecelakaan32 Bab 32 Kegugupan Arthur33 Bab 33 Ayah Mertua34 Bab 34 Ancaman35 Bab 35 Habis Ngapain 36 Bab 36 Saingan37 Bab 37 Jauhi Athena!38 Bab 38 Ayo menikah39 Bab 39 Hanya Kelilipan40 Bab 40 Bantuan41 Bab 41 Gigit lalu Hisap42 Bab 42 Mimpi Buruk43 Bab 43 Ruangan Arthur44 Bab 44 Lamaran45 Bab 45 Bercak Merah46 Bab 46 Wanita Pengganggu 47 Bab 47 Peringatan48 Bab 48 Percakapan Lina dan Kiara49 Bab 49 Sogokan50 Bab 50 Informasi yang Ditunggu51 Bab 51 Kafe52 Bab 52 Pertanyaan53 Bab 53 Dia Wanita Itu 54 Bab 54 Athena Diculik !55 Bab 55 Tolong56 Bab 56 Hamil57 Bab 57 Resah58 Bab 58 Berita59 Bab 59 Terima kasih, Arthur60 Bab 60 Rujak61 Bab 61 Marahan 62 Bab 62 Kangen63 Bab 63 Kamu Hamil 64 Bab 64 Pelukan dari Belakang65 Bab 65 Panik66 Bab 66 Luka Masa Lalu67 Bab 67 Hanya Mimpi68 Bab 68 Apa Kabur Saja 69 Bab 69 Perbincangan di Taman70 Bab 70 Kecewa71 Bab 71 Kekasih Masa Lalu72 Bab 72 Perjanjian73 Bab 73 Pusat Perbelanjaan74 Bab 74 Patah Hati75 Bab 75 Kakek 76 Bab 76 Keputusan77 Bab 77 Pembicaraan di Ruang Rawat78 Bab 78 Keluarga! 79 Bab 79 Kesalahpahaman Arthur80 Bab 80 Apartment Lina81 Bab 81 Memulai Awal Baru82 Bab 82 Pertemuan Yang Ditunggu83 Bab 83 Foto dari Pesan WhatsApp84 Bab 84 Pengakuan Gibran85 Bab 85 Pria Brengsek!86 Bab 86 Kembali Berbaikan87 Bab 87 Rencana Jahat Jenice88 Bab 88 Tak Peduli