/0/5388/coverorgin.jpg?v=a77d99299cb7146c435c59a269fee375&imageMogr2/format/webp)
Adelia Putri menjalani hidup yang tertata sempurna, perpanjangan tangan tanpa cela dari citra suaminya, Baskara Wijoyo. Gaunnya dirancang khusus, postur tubuhnya tegak, senyumnya terukur. Dia adalah lambang istri seorang Wijoyo.
Namun di hari ulang tahunnya, dia menemukan Baskara di sebuah warung tenda, dasi sutranya longgar, sedang mengupaskan sosis bakar untuk seorang wanita muda yang terkikik di seberangnya. Wanita itu Jovita Lestari, putri dari mantan asisten rumah tangga mereka, yang pendidikannya dibiayai Baskara selama bertahun-tahun dengan kedok amal.
Ketenangan Adelia yang dibangun dengan susah payah hancur berkeping-keping. Dia menghadapi mereka, tetapi hanya disambut dengan alasan-alasan remeh Baskara dan kepolosan palsu Jovita. Dia mengunggah foto selfie yang pedas, tetapi Baskara, yang buta akan kebenaran, menuduhnya terlalu emosional dan mengumumkan Jovita akan tinggal bersama mereka.
Malamnya, Adelia pulang dan mendapati pesta ulang tahun kejutan untuknya sedang berlangsung meriah, dipandu oleh Jovita, yang mengenakan gaun Chanel vintage milik Adelia. Jovita, dengan angkuh dan penuh kemenangan, membisikkan kata-kata berbisa, mengklaim Baskara menganggap Adelia "dingin di ranjang. Kayak ikan mati."
Hinaan itu, sebuah pukulan brutal, mendorong Adelia melewati batas kesabarannya. Tangannya melayang, mendarat di pipi Jovita, suara tamparan menggema di ruangan yang hening. Baskara, murka, memeluk Jovita, menatap Adelia seolah dia adalah monster.
"Kamu sudah gila?" raungnya. Dia menuduh Adelia mempermalukannya, tidak terkendali, dan memerintahkannya untuk diasingkan ke vila keluarga di Puncak. Namun, Adelia sudah muak bermain sesuai aturannya. Dia menelepon Alex Gunawan, teman masa kecilnya, yang datang dengan helikopter untuk membawanya pergi.
"Tidak lagi," katanya pada Baskara, suaranya jernih dan kuat. "Kita bukan keluarga." Dia melemparkan surat cerai ke wajah pria itu, meninggalkan Baskara dan Jovita dalam kekacauan mereka.
Bab 1
Adelia Putri hidup dengan seperangkat aturan. Bukan aturannya, tapi aturan pria itu. Aturan Baskara Wijoyo.
Baskara adalah pria dengan selera dan disiplin yang sempurna, dan sebagai istrinya, Adelia diharapkan menjadi sama. Gaunnya selalu dirancang dengan sempurna, posturnya selalu tegak, senyumnya selalu terukur. Dia adalah perpanjangan tanpa cela dari citra keluarga Wijoyo.
Tetapi Baskara, arsitek dari dunia yang kaku ini, sedang melanggar aturannya sendiri.
Dia sedang duduk di sebuah warung tenda. Dasi sutranya dilonggarkan, sebuah pelanggaran yang belum pernah Adelia saksikan. Dia bersandar di kursi plastik murahan, sosis bakar yang setengah terkupas di tangannya. Dia menawarkannya kepada wanita muda yang terkikik di seberangnya.
Adelia memarkir mobil Alphard mewahnya di ujung jalan. Bunyi sepatu hak tinggi bermereknya di trotoar terdengar tajam dan penuh amarah. Dia berjalan ke arah mereka.
"Pak Baskara, hari yang berat di kantor? Apa ini ruang rapat baru Anda?"
Baskara mendongak. Ekspresi santai di wajahnya lenyap, digantikan oleh topeng keterkejutan dan rasa bersalah.
Dari laptopnya yang terbuka di atas meja, sebuah suara terdengar, "Pak Baskara, lagi ajak pacar makan di pinggir jalan, ya, haha..."
Adelia mencondongkan tubuhnya ke arah kamera. Pria di layar, salah satu rekan bisnis Baskara, membeku. Senyum candanya menghilang. "Ibu Adelia," gagapnya gugup.
Baskara membanting laptopnya hingga tertutup.
"Adelia, biar aku jelaskan. Ini Jovita Lestari. Putri Bibi Inah. Dia baru saja kembali dari luar negeri."
Jovita tersenyum, matanya lebar dan polos. "Ibu Adelia, senang akhirnya bisa bertemu! Mas Bas sering sekali membicarakan Ibu."
/0/26711/coverorgin.jpg?v=48c10a46de0ec983adbad7eef063097d&imageMogr2/format/webp)
/0/5952/coverorgin.jpg?v=808bffe868e1944348cdd3ecf5e3238b&imageMogr2/format/webp)
/0/2727/coverorgin.jpg?v=b56c6675609db7b6d974ed4c1877ef09&imageMogr2/format/webp)
/0/2371/coverorgin.jpg?v=addc266d93ed1a59aa8406e6a850d628&imageMogr2/format/webp)
/0/4896/coverorgin.jpg?v=e4d73480546b66939e583eeaf04cb2d9&imageMogr2/format/webp)
/0/21529/coverorgin.jpg?v=ba769898226d749118ed7754d2af4424&imageMogr2/format/webp)
/0/23568/coverorgin.jpg?v=44b2fe43acc91ec0b82a1c987c096130&imageMogr2/format/webp)
/0/17635/coverorgin.jpg?v=fab870e6e7f092bbaae2c8f44670c5ca&imageMogr2/format/webp)
/0/28795/coverorgin.jpg?v=bc9886bdf6a06f6c3f6f1537fdcf11fe&imageMogr2/format/webp)
/0/2928/coverorgin.jpg?v=d643c74843fcfa633fe5845912d16dcb&imageMogr2/format/webp)
/0/3599/coverorgin.jpg?v=3b1f92ac19607898540304c519cd748d&imageMogr2/format/webp)
/0/9141/coverorgin.jpg?v=d4603fba54e3294863c111d6ef46c91c&imageMogr2/format/webp)
/0/4309/coverorgin.jpg?v=b5780a5b1873c92bc5151b1dde0265dc&imageMogr2/format/webp)
/0/19774/coverorgin.jpg?v=c17054ec89174280e727a32596f488cc&imageMogr2/format/webp)
/0/5951/coverorgin.jpg?v=209a7d760d44b871d97efb754d081315&imageMogr2/format/webp)
/0/6589/coverorgin.jpg?v=7359554c9306c385a4050276aaecd88c&imageMogr2/format/webp)
/0/14192/coverorgin.jpg?v=4de7ab6f2a371c613eea44f2dff68dae&imageMogr2/format/webp)