icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Tolong Aku
Jumlah Kata:685    |    Dirilis Pada:11/08/2022

Chelsea merasa amat lega saat melihat kedua pria itu semakin menjauh darinya.

Dia menatap pria di sampingnya dan berkata dengan tulus, "Terima kasih, Tuan."

Pria ini sangat tampan, seperti patung pahatan yang sempurna. Namun, ada dingin di matanya yang bisa membuat siapa pun membeku ketakutan.

Chelsea menggigil sampai dia bertemu tatapan pria itu, yang entah kenapa membuatnya sedikit sadar. Akan tetapi, setelah beberapa saat, dia merasa tubuhnya menjadi semakin tidak nyaman. Gelombang panas yang bergetar menyapu tubuhnya.

Di bahunya tersampir jas pria itu, yang berbau seperti parfum dan tembakau. Dia menarik jas tersebut erat-erat, mencoba untuk tenang.

Meskipun pria itu menyadari ada sesuatu yang salah dengan Chelsea, dia tidak bergerak. Dia hanya duduk di sana dalam diam sambil mengawasinya.

Wanita ini memang cantik dan menawan. Tiba-tiba tatapan mereka saling bertemu. Hanya dengan menatap matanya, pria itu bisa merasakan hasrat yang meliputi tubuh wanita itu, yang bersikeras ditahannya. Namun, kedua matanya dipenuhi dengan kesedihan.

Tiba-tiba pria itu teringat akan kecelakaan mobil yang telah direncanakan saudaranya.

Saat itu dia baru berusia dua puluh tahun dan mengalami kecelakaan mobil tersebut bersama ibunya. Dia langsung pingsan dan segala sesuatu di sekitarnya menjadi kabur. Namun, samar-samar dia ingat ada seorang gadis yang membawa mereka ke rumah sakit.

Sayangnya, pada saat dia kembali sadar, gadis itu telah pergi dan ibunya meninggal karena luka parah.

Selama bertahun-tahun, dia telah mengumpulkan bukti untuk mengetahui kebenaran dari kecelakaan mobil tersebut serta keberadaan gadis itu.

Saat itu dia tidak melihatnya dengan jelas, tapi dia ingat kedua mata gadis itu terlihat begitu indah tetapi sedih. Ada yang unik dan tak terlupakan di kedua mata itu.

Mengingat bahwa gadis dari waktu itu tampaknya seumuran dengan wanita di sampingnya, dia bertanya-tanya apakah mereka adalah orang yang sama.

Dia duduk dalam diam, tenggelam dalam pikirannya sendiri, dan suasana di mobil itu begitu sunyi senyap seperti di kuburan.

Tapi detik berikutnya, Chelsea menerkamnya dan mereka jatuh di kursi. Suaranya begitu kencang sehingga Bima yang sedang berkonsentrasi mengemudi pun kaget.

"Aku merasa panas sekali ... apa ... apa kamu bisa ... menolongku?"

Chelsea tidak lagi bisa mengendalikan hasratnya.

Dia mencoba melepas pakaian pria di sampingnya itu dan membelai dadanya yang berotot. Saat ujung jarinya menyentuh kulit pria itu, dia merasakan kenikmatan.

Raut wajah pria itu berubah dingin. Dia paham bahwa wanita ini pasti dibius.

Bima bertanya dengan ragu, "Bos, bagaimana janji temu dengan Tuan Kusnandar?"

"Jadwalkan ulang. Putar kembali ke kediaman."

Di Kediaman Bukit Awan.

Setelah melewati jalan panjang yang ditumbuhi pepohonan dan melewati tiga gerbang, mereka akhirnya tiba di sebuah kediaman yang menghadap laut.

Chelsea meringkuk di pelukan pria itu sambil menatap kediaman tersebut dengan matanya yang berkabut.

Kediaman itu merupakan satu-satunya bangunan di daerah itu. Rumah tersebut dibangun dalam gaya klasik dengan relief di dinding luarnya. Hanya seorang arsitek ahli yang bisa mendesain bangunan yang begitu mewah dan elegan.

Dekorasi di dalamnya lebih indah daripada di luar. Beberapa lukisan terkenal digantung di salah satu dinding, menambah kesan pesona vintage pada interior modern.

Berdasarkan sekian banyak kamera pengawas di rumah itu, Chelsea mengira bahwa pria ini bukanlah orang biasa.

Pria itu membawa Chelslea ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bak mandi. Sensasi dingin datang dari punggungnya, jadi dia secara naluriah melingkarkan kedua lengannya di leher pria itu.

"Dingin sekali ...."

Meskipun dia mengeluh, ada sedikit kegenitan dalam nada suaranya.

"Tidak akan lama."

Pria itu membelai punggungnya untuk menghiburnya, tetapi Chelsea tidak mau melepaskannya. Dia harus menyalakan pancuran, berharap air dingin akan memadamkan hasrat Chelsea yang membara.

Namun, meskipun sudah diguyur air dingin selama sepuluh menit, Chelsea masih tidak membaik. Bahkan pria itu juga merasa panas di bawah sentuhannya.

Kancing di bagian atas kemejanya terlepas, memperlihatkan dadanya yang kuat dan keras.

Terpesona oleh rasa halus dari kulit pria itu, Chelsea tidak bisa menahan diri untuk tidak menyandarkan wajahnya di dada pria tersebut.

Meskipun pria itu berusaha mendorongnya, Chelsea sudah memasukkan salah satu jari pria itu ke dalam mulutnya, mencengkeramnya dengan bibir merahnya yang montok dan mengisap ujung jari tersebut dengan lidahnya.

Menjilat ujung jarinya perlahan, dia menatap pria itu seperti seorang bidadari yang cantik dan menggoda.

Menatap kedua mata Chelsea yang tampak kabur, pria itu mendengarnya memohon, "Tolong aku ...."

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Pengantin Pengganti2 Bab 2 Obatnya Mulai Bekerja3 Bab 3 Tolong Bantu Aku!4 Bab 4 Tolong Aku5 Bab 5 Malam Indah6 Bab 6 Pengantin Wanitanya Kabur Lagi7 Bab 7 Perjanjian8 Bab 8 Pengantin Prianya9 Bab 9 Salahku karena Tidak Cukup Lembut tadi Malam10 Bab 10 Apa Kamu Bersedia Ikut Denganku 11 Bab 11 Apa Kita akan Tidur Bersama Malam Ini 12 Bab 12 Apa yang Terjadi Semalam 13 Bab 13 Selamat Pagi, Sayang14 Bab 14 Berapa Banyak Anak Perempuan yang Dimiliki Tuan Kurniawan 15 Bab 15 Chelsea Dipecat16 Bab 16 Chel, Kemari17 Bab 17 Penerus Grup Erdiansyah Tiba18 Bab 18 Temannya Waluya19 Bab 19 Dia Memburu Desainer Berbakat Langsung di Tempat20 Bab 20 Aku yang Paling Mengenal Istriku21 Bab 21 Siapa yang Lebih Baik, Aku Atau Dia 22 Bab 22 Aku Ingin Memberikan yang Terbaik Untukmu23 Bab 23 Kartu Keanggotaan Palladium24 Bab 24 Seluruh Restoran25 Bab 25 Tristan Mencurigai Chelsea26 Bab 26 Makan Siang Romantis27 Bab 27 Tagihan Setinggi Langit28 Bab 28 Aku Sangat Miskin Sekarang29 Bab 29 Cincin Berlian Bernilai Lebih Dari Satu Triliun 30 Bab 30 Masakan Tristan31 Bab 31 Sopir Sang Istri32 Bab 32 Panggilan Wawancara33 Bab 33 Mencengkeramnya dengan Kuat34 Bab 34 Kartu Gajinya35 Bab 35 Aku Bahagia Selama Kamu Bahagia36 Bab 36 Kecantikan Ada di Mata yang Melihatnya37 Bab 37 Anggur Murah38 Bab 38 Suamiku Tersayang39 Bab 39 Terpikat40 Bab 40 Aku Ingin Tidur Dengan Suamiku41 Bab 41 Siksaan Luar Biasa Sepanjang Malam42 Bab 42 Aktif dan Antusias43 Bab 43 Gangguan Selama Wawancara44 Bab 44 Bintang Besar Membuat Masalah45 Bab 45 Chelsea Turun Tangan46 Bab 46 Mengubah Gaun47 Bab 47 Merampasmu untuk Bekerja Padaku48 Bab 48 Festival Film49 Bab 49 Aku Merindukanmu50 Bab 50 Dalam Masalah51 Bab 51 Aku Juga Merindukanmu, Sayang52 Bab 52 Anak Durhaka53 Bab 53 Merebut Cincin54 Bab 54 Tristan Tiba Tepat Waktu55 Bab 55 Tabungan Pribadi Tristan56 Bab 56 Suamiku, Tristan Sudrajat57 Bab 57 Aku dan Tristan Punya Banyak Waktu Ke Depannya58 Bab 58 Dorongan Untuk Menciummu59 Bab 59 Keterikatan60 Bab 60 Cincin Kawin61 Bab 61 Menggadaikan Cincin Kawin62 Bab 62 Mandi63 Bab 63 Jatuh di Kamar Mandi64 Bab 64 Kamu Imut dengan Cara Apa Pun65 Bab 65 Tidur Denganku66 Bab 66 Mimpi Basah67 Bab 67 CEO Misterius68 Bab 68 Desainer Profesional69 Bab 69 Kekacauan Pada Hari Pertama di Tempat Kerja70 Bab 70 Pria Paling Tampan yang Pernah Tercipta71 Bab 71 Tristan Pernah Bertunangan 72 Bab 72 Identitas Asli73 Bab 73 Orang-Orang Kaya Memang Suka Semaunya74 Bab 74 Menggandakan Gaji75 Bab 75 Rekan Kerja Mempersulitnya76 Bab 76 Senior di Kampus77 Bab 77 Dukungan Belia78 Bab 78 Maukah Kamu Makan Siang Denganku79 Bab 79 Direktur Ada Di Sini80 Bab 80 Teman Sekelas81 Bab 81 Dilecehkan oleh Mantan Pacarnya82 Bab 82 Apa Bagusnya Suami Miskinmu83 Bab 83 Perselisihan84 Bab 84 Penjilat85 Bab 85 Dua Putri Andri86 Bab 86 Kebenaran87 Bab 87 Teh Sore dari CEO88 Bab 88 Cincin Ini Palsu89 Bab 89 Cincin Mahal90 Bab 90 Aku Ingin Tahu yang Sebenarnya91 Bab 91 Berbohong Padamu Lagi92 Bab 92Aku Akan Mendengarkan Istriku93 Bab 93Mengingatkan Andri94 Bab 94Hadiah95 Bab 95Kekasih yang Hebat di Atas Ranjang96 Bab 96 Menghancurkan Grup Kurniawan97 Bab 97Suami yang Pencemburu98 Bab 98Kantin Eksekutif99 Bab 99Apa Hubungan Chelsea dengan Tuan Liswanto 100 Bab 100Apa Niko Mencintai Istri Pria Lain