icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 5
Malam Indah
Jumlah Kata:577    |    Dirilis Pada:11/08/2022

Pria itu tercengang dan berada dalam dilema.

Dia tidak ingin mengambil keuntungan dari wanita yang sedang dipengaruhi obat bius itu. Selain itu, dia sudah melakukan pantangan beberapa tahun ini dan hampir tidak tertarik pada wanita mana pun.

Tapi wanita menggiurkan di hadapannya ini begitu gigih.

Melihat pria itu tidak merespons, Chelsea lalu menundukkan kepalanya dan kembali mengisap jari pria itu sambil membuat suara menggoda.

Jelas sekali bahwa Chelsea tidak berpengalaman dalam menyenangkan dan membelai seorang pria.

Akan tetapi, nafsu telah membuatnya menggila, dengan tidak sadar dia menunjukkan rayuan yang menggoda, yang merupakan daya tarik besar bagi kaum pria.

Pria itu tidak tahan lagi. Setiap detik yang dia habiskan bersama Chelsea adalah suatu siksaan.

Lidahnya yang basah dan lembut melilit ujung jarinya seperti seekor ular kecil yang sedikit demi sedikit merayap ke dalam pembuluh darahnya. Kemudian ular itu berenang bebas di dalam tubuhnya, mencoba menembus garis pertahanannya yang paling tersembunyi.

Meski begitu, pria itu tetap tidak merespons. Tak peduli dengan dirinya yang berada di dalam bak mandi, Chelsea lalu menekan tubuhnya yang basah kepada pria itu serta menempelkan bibirnya yang merah dan lembut ke bibir pria itu. Dia menggosokkan tubuhnya pada pria itu sebelum menciumnya dengan penuh gairah.

Hasrat pria itu langsung tersulut. Awalnya dia ingin menahan diri, tetapi ciuman itu membuatnya merasakan hawa nafsu yang jelas.

"Apa kamu tahu siapa aku?" Dia melingkarkan lengannya di pinggang ramping Chelsea dan mengajukan pertanyaan tersebut sementara kedua bibir mereka masih menyatu. Suaranya begitu dalam dan memabukkan.

Chelsea menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang kosong.

"Jangan pernah lupakan namaku." Pria itu kemudian membisikkan namanya di dekat telinganya.

Namun, Chelsea sudah diliputi nafsu dan dia hanya samar-samar mendengar kata 'Liswanto'. Suasana hatinya sedang tidak ingin memikirkan hal itu. Dia terus menempel pada pria itu sambil memohon dan menggodanya.

Gairah pria itu sudah tersulut dan dia tidak bisa mengendalikannya lagi.

Pada akhirnya, dia menyerah. Pria itu mengangkat Chelsea dan berjalan menuju ranjang di kamar tidur. Kemudian dia menurunkan Chelsea dengan sangat lembut.

"Mau ... aku mau ... berikan aku ...," gumam Chelsea sambil menanggalkan pakaian pria itu.

Sudut mulut pria itu berkedut.

Dia tidak menyangka bahwa Chelsea cukup kuat dan gerakannya gesit.

Chelsea tidak sabar untuk bersatu dengannya. Dia melepas celana dalamnya sendiri saat mencium pria itu.

Lekuk tubuhnya terlihat jelas di depan pria itu. Pria itu tidak bisa menahan gairahnya sedetik pun.

Chelsea memeluknya dengan erat, menekan kulitnya. Tubuh kuat pria itu menempel pada tubuh lembutnya dan perlahan keduanya menjadi satu. Dia menantikan pria itu memasuki dan menyentuh kelembutannya yang terdalam agar dia bisa melampiaskan nafsu serta hasratnya pada pria tersebut.

Chelsea sepenuhnya didorong oleh gairah. Dia memutar tubuhnya untuk mengikuti gerakan pria itu. Gerakan itu benar-benar menggoda.

Dia menatap tubuh kekar pria itu dan matanya tertuju pada bekas luka di pinggangnya.

Dia tidak bisa menahan diri untuk meraihnya, lalu membelai kulit yang sedikit berkerut di atas bekas luka tersebut.

Tindakan yang sederhana ini semakin menyulut hasrat pria tersebut.

"Namamu siapa?" tanyanya dengan lembut sambil menjaga kecepatannya. Dia sudah tahu bahwa wanita ini diatur oleh Keluarga Sudrajat untuk menjadi istrinya, tapi dia tidak tahu namanya.

"Chel ... Chel ...." Chelsea bergumam tanpa sadar. Bibir merahnya terbuka dan dia kembali menjerit dengan nikmat.

"Chel ...." Bibir tipis pria itu membentuk sebuah senyum.

Dia akan selalu mengingatnya.

Pria itu perlahan-lahan mempercepat gerakannya sampai Chelsea terpaksa berteriak dengan rasa nikmat yang menggairahkan. Chelsea tak bisa mengendalikan dirinya. Segera, dia tak sadarkan di bawah pengaruh gelombang puncak nafsu.

Mereka berdua saling tergila-gila dengan tubuh satu sama lain.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Pengantin Pengganti2 Bab 2 Obatnya Mulai Bekerja3 Bab 3 Tolong Bantu Aku!4 Bab 4 Tolong Aku5 Bab 5 Malam Indah6 Bab 6 Pengantin Wanitanya Kabur Lagi7 Bab 7 Perjanjian8 Bab 8 Pengantin Prianya9 Bab 9 Salahku karena Tidak Cukup Lembut tadi Malam10 Bab 10 Apa Kamu Bersedia Ikut Denganku 11 Bab 11 Apa Kita akan Tidur Bersama Malam Ini 12 Bab 12 Apa yang Terjadi Semalam 13 Bab 13 Selamat Pagi, Sayang14 Bab 14 Berapa Banyak Anak Perempuan yang Dimiliki Tuan Kurniawan 15 Bab 15 Chelsea Dipecat16 Bab 16 Chel, Kemari17 Bab 17 Penerus Grup Erdiansyah Tiba18 Bab 18 Temannya Waluya19 Bab 19 Dia Memburu Desainer Berbakat Langsung di Tempat20 Bab 20 Aku yang Paling Mengenal Istriku21 Bab 21 Siapa yang Lebih Baik, Aku Atau Dia 22 Bab 22 Aku Ingin Memberikan yang Terbaik Untukmu23 Bab 23 Kartu Keanggotaan Palladium24 Bab 24 Seluruh Restoran25 Bab 25 Tristan Mencurigai Chelsea26 Bab 26 Makan Siang Romantis27 Bab 27 Tagihan Setinggi Langit28 Bab 28 Aku Sangat Miskin Sekarang29 Bab 29 Cincin Berlian Bernilai Lebih Dari Satu Triliun 30 Bab 30 Masakan Tristan31 Bab 31 Sopir Sang Istri32 Bab 32 Panggilan Wawancara33 Bab 33 Mencengkeramnya dengan Kuat34 Bab 34 Kartu Gajinya35 Bab 35 Aku Bahagia Selama Kamu Bahagia36 Bab 36 Kecantikan Ada di Mata yang Melihatnya37 Bab 37 Anggur Murah38 Bab 38 Suamiku Tersayang39 Bab 39 Terpikat40 Bab 40 Aku Ingin Tidur Dengan Suamiku41 Bab 41 Siksaan Luar Biasa Sepanjang Malam42 Bab 42 Aktif dan Antusias43 Bab 43 Gangguan Selama Wawancara44 Bab 44 Bintang Besar Membuat Masalah45 Bab 45 Chelsea Turun Tangan46 Bab 46 Mengubah Gaun47 Bab 47 Merampasmu untuk Bekerja Padaku48 Bab 48 Festival Film49 Bab 49 Aku Merindukanmu50 Bab 50 Dalam Masalah51 Bab 51 Aku Juga Merindukanmu, Sayang52 Bab 52 Anak Durhaka53 Bab 53 Merebut Cincin54 Bab 54 Tristan Tiba Tepat Waktu55 Bab 55 Tabungan Pribadi Tristan56 Bab 56 Suamiku, Tristan Sudrajat57 Bab 57 Aku dan Tristan Punya Banyak Waktu Ke Depannya58 Bab 58 Dorongan Untuk Menciummu59 Bab 59 Keterikatan60 Bab 60 Cincin Kawin61 Bab 61 Menggadaikan Cincin Kawin62 Bab 62 Mandi63 Bab 63 Jatuh di Kamar Mandi64 Bab 64 Kamu Imut dengan Cara Apa Pun65 Bab 65 Tidur Denganku66 Bab 66 Mimpi Basah67 Bab 67 CEO Misterius68 Bab 68 Desainer Profesional69 Bab 69 Kekacauan Pada Hari Pertama di Tempat Kerja70 Bab 70 Pria Paling Tampan yang Pernah Tercipta71 Bab 71 Tristan Pernah Bertunangan 72 Bab 72 Identitas Asli73 Bab 73 Orang-Orang Kaya Memang Suka Semaunya74 Bab 74 Menggandakan Gaji75 Bab 75 Rekan Kerja Mempersulitnya76 Bab 76 Senior di Kampus77 Bab 77 Dukungan Belia78 Bab 78 Maukah Kamu Makan Siang Denganku79 Bab 79 Direktur Ada Di Sini80 Bab 80 Teman Sekelas81 Bab 81 Dilecehkan oleh Mantan Pacarnya82 Bab 82 Apa Bagusnya Suami Miskinmu83 Bab 83 Perselisihan84 Bab 84 Penjilat85 Bab 85 Dua Putri Andri86 Bab 86 Kebenaran87 Bab 87 Teh Sore dari CEO88 Bab 88 Cincin Ini Palsu89 Bab 89 Cincin Mahal90 Bab 90 Aku Ingin Tahu yang Sebenarnya91 Bab 91 Berbohong Padamu Lagi92 Bab 92Aku Akan Mendengarkan Istriku93 Bab 93Mengingatkan Andri94 Bab 94Hadiah95 Bab 95Kekasih yang Hebat di Atas Ranjang96 Bab 96 Menghancurkan Grup Kurniawan97 Bab 97Suami yang Pencemburu98 Bab 98Kantin Eksekutif99 Bab 99Apa Hubungan Chelsea dengan Tuan Liswanto 100 Bab 100Apa Niko Mencintai Istri Pria Lain