icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 8
Pengantin Prianya
Jumlah Kata:996    |    Dirilis Pada:11/08/2022

Andri menghela napas lega setelah khawatir beberapa saat. Lalu, dia menyuruh dengan tenang agar gaun pengantin itu dibawakan padanya.

"Aku akan menunggumu di pintu."

"Tunggu sebentar!" Chelsea menghentikannya dan menambahkan, "Kita harus menandatangani perjanjian. Bagaimana aku bisa percaya kamu akan memberikan cincin itu padaku? Apa yang terjadi jika kamu tidak menepati janji?"

Dia tidak bisa memercayai ayahnya lagi.

"Apa kamu tidak percaya dengan ayahmu sendiri, Chelsea?" Andri memasang wajah muram.

"Bagaimana mungkin aku memercayai seorang ayah yang menjebak dan menempatkan putrinya sendiri dalam bahaya demi putri haramnya?" Chelsea bertanya langsung.

Andri hanya bisa menyetujuinya karena dia tidak bisa memengaruhi Chelsea dengan cara apa pun.

Chelsea buru-buru membuat perjanjian dan menyerahkannya padanya untuk ditandatangani. Di dalam perjanjian tersebut tertulis bahwa Chelsea bersedia menikah dengan Keluarga Sudrajat dan bahwa Andri akan memberikan cincin safir milik Jennifer pada Chelsea. Ini harus dilaksanakan lima hari kemudian. Chelsea berhak menuntut Andri jika perjanjian itu dilanggar.

Setelah mereka menandatangani perjanjian itu, Chelsea menyimpannya di tempat yang aman. Dia segera mengenakan rias wajah dan juga gaun pengantinnya. Kemudian dia masuk ke mobil dan pergi menemui Keluarga Sudrajat.

Rumah bersejarah tersebut tampak seperti kastil yang menakjubkan karena dipenuhi dengan ornamen-ornamen mahal. Kelihatannya sangat luar biasa, tapi masih tidak bisa dibandingkan dengan rumah pria yang ditemuinya di hari sebelumnya.

Pria itu jelas berkuasa dan memiliki harta yang berlimpah.

Chelsea menghela napas dengan kesal, lagi-lagi dia memarahi dirinya sendiri karena memikirkan pria itu.

Meskipun ini adalah pernikahan Tristan, pria itu tidak terlihat di mana pun.

Sekarang Chelsea merasa sedikit cemas. Sementara itu, Andri berniat untuk memenangkan hati Daniel Sudrajat, ayah Tristan, kepala Keluarga Sudrajat saat ini.

Sayangnya, Daniel mengabaikan Andri dan mendekati Chelsea. Dia memeriksanya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia berkata dengan nada tidak berperasaan, "Lumayan juga. Nanti akan ada seseorang yang menjelaskan semua tradisi serta peraturan Keluarga Sudrajat padamu. Ingatlah kamu tidak boleh mempermalukan Keluarga Sudrajat."

Chelsea bingung dengan sikap apatis dan arogan yang ditunjukkan oleh pria yang berbicara padanya itu. Ini mengingatkannya akan pria yang ditemuinya semalam.

Wajah mereka berdua sedikit mirip dan sikap mereka sangat mirip. Namun, Daniel tampak jauh lebih tua dan kurang menarik dari pria itu.

Lalu, tiba-tiba Daniel berbalik dan berjalan pergi tanpa melihat ke belakang.

Seorang pria lain melewati Daniel dan keduanya mulai berbicara. Chelsea tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Sementara itu, pria itu mengerutkan kening padanya dan melangkah mendekatinya.

"Aku kaget melihat betapa cantiknya kamu."

Pria itu tinggi, dan setelan yang dikenakannya berhasil menunjukkan perawakannya yang luar biasa. Kedua matanya yang menawan berkilau seperti batu yang tak ternilai harganya.

"Hai, Nona Kurnia. Aku Martin Sudrajat, kakak dari calon suamimu."

Senyumnya tampak menggoda. Dia memiliki penampilan yang mencolok dan tampan. Cara dia menampilkan dirinya sangat menakjubkan. Akan tetapi, Chelsea tidak menyukainya.

"Nama belakangku Kurniawan," ucapnya dengan tajam.

"Ah, aku tahu, Nona Kurniawan," jawab Martin sambil tersenyum cerah.

Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kartu nama berlapis emas, yang dia pegang di antara jari-jarinya. "Kamu bisa menghubungiku kapan saja jika kamu perlu bantuan. Aku senang bisa membantu orang lain."

Chelsea bingung dengan apa yang pria itu coba katakan. Sederhananya, menurutnya pria ini terlalu sembrono dan kasar. Meskipun demikian, dia tetap mengulurkan tangannya untuk mengambilnya, karena dia pikir sekarang mereka adalah keluarga.

Dia kaget karena pria itu berusaha mendorong kartu nama tersebut ke dalam payudaranya. Tangannya hampir menyentuh payudaranya.

Chelsea terkejut dengan gerakan itu, dan dia langsung mendorongnya sebelum bisa menyentuh payudaranya.

"Apakah ini cara Keluarga Sudrajat biasanya berperilaku?" Dia naik pitam. Pria ini adalah seorang psikopat.

Meskipun Martin sudah ditolak, dia tidak menunjukkan tanda-tanda kemarahan. "Tolong jangan terlalu emosi begitu. Aku hanya berusaha membantu. Aku yakin Tristan tidak akan datang. Dia ingin meninggalkan pengantin wanita cantik sepertimu, seakan-akan kamu tak berarti apa-apa bagi pecundang jelek seperti dia. Aku hanya tidak tahan melihat ini."

Orang-orang di sekitar mereka mulai bergosip tentang Tristan setelah mendengar apa yang Martin katakan. Lagi pula, Martin sama sekali tidak berbicara dengan suara pelan.

"Kemarin Tuan Tristan tidak hadir. Sepertinya hari ini dia juga tidak akan datang."

"Tampaknya Nona Kurniawan diabaikan."

Chelsea juga yakin bahwa Tristan tidak akan menunjukkan batang hidungnya.

Kemungkinan besar, dia tidak setuju dengan pernikahan yang diatur orang tuanya untuknya, sama seperti dirinya.

Karena pengantin pria belum muncul, orang-orang mulai berdiskusi dengan hangat meskipun pengantin wanita ada di situ.

"Kenapa dia masih belum datang?"

"Apa dia tidak berniat datang karena dia tidak mau menikahi Nona Kurniawan?"

"Yah, siapa yang mau menikahi wanita seperti itu? Aku dengar sifat Nona Kurniawan tidak baik. Dia itu sombong dan mendominasi. Terlebih lagi, dia sering bergonta-ganti pacar!"

"Yang benar? Pantas saja pengantin pria tidak menginginkannya!"

Chelsea mencengkram sudut gaun pengantinnya saat mendengar hinaan tersebut. Telapak tangannya perlahan mulai berkeringat karena dia merasa begitu tidak nyaman.

Tentu saja, Andri dan Megan juga mendengar pembicaraan tersebut. Mereka tidak terlalu peduli dengan perasaan Chelsea. Mereka hanya takut jika pernikahan itu hancur, mereka tidak akan bisa mendapatkan investasi dari Keluarga Sudrajat.

Sambil menggertakkan giginya, Andri menghampiri sisi Chelsea dan memelototinya sambil berkata dengan suara rendah, "Dasar jalang yang tidak berguna. Jika Tuan Tristan tidak datang hari ini, kamu tidak akan bisa mendapatkan cincin ibumu!"

Chelsea mengatupkan giginya dan balas menatap Andri. Kemudian, dia melihat pintu masuk aula yang tidak jauh itu dengan cemas.

Apa pria itu benar-benar tidak akan datang?

Jika dia tidak datang, pernikahan mereka akan gagal. Lalu bagaimana dia bisa mendapatkan kembali cincin ibunya?

Seiring berjalannya waktu, kritik dan tudingan dari para tamu terdengar semakin keras.

Chelsea merasa putus asa di tengah kekacauan itu.

Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara teredam dan pintu aula yang berat itu didorong terbuka ....

Semua orang di aula buru-buru menoleh untuk melihat dari mana suara itu berasal.

Chelsea menatap gerbang itu dengan napas tertahan.

Setelah pintu didorong terbuka, terdengar derap langkah yang begitu lantang seperti guntur bagi Chelsea.

Jantung Chelsea berdetak sangat cepat.

Baginya, momen ini terasa seperti selamanya. Apa itu pengantin prianya?

Dia membuka matanya lebar-lebar dan menatap pria yang datang dengan sangat terkejut.

"Aku minta maaf karena datang terlambat." Suara seorang pria menarik perhatiannya, tetapi jeritan dari kerumunan segera menenggelamkannya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Pengantin Pengganti2 Bab 2 Obatnya Mulai Bekerja3 Bab 3 Tolong Bantu Aku!4 Bab 4 Tolong Aku5 Bab 5 Malam Indah6 Bab 6 Pengantin Wanitanya Kabur Lagi7 Bab 7 Perjanjian8 Bab 8 Pengantin Prianya9 Bab 9 Salahku karena Tidak Cukup Lembut tadi Malam10 Bab 10 Apa Kamu Bersedia Ikut Denganku 11 Bab 11 Apa Kita akan Tidur Bersama Malam Ini 12 Bab 12 Apa yang Terjadi Semalam 13 Bab 13 Selamat Pagi, Sayang14 Bab 14 Berapa Banyak Anak Perempuan yang Dimiliki Tuan Kurniawan 15 Bab 15 Chelsea Dipecat16 Bab 16 Chel, Kemari17 Bab 17 Penerus Grup Erdiansyah Tiba18 Bab 18 Temannya Waluya19 Bab 19 Dia Memburu Desainer Berbakat Langsung di Tempat20 Bab 20 Aku yang Paling Mengenal Istriku21 Bab 21 Siapa yang Lebih Baik, Aku Atau Dia 22 Bab 22 Aku Ingin Memberikan yang Terbaik Untukmu23 Bab 23 Kartu Keanggotaan Palladium24 Bab 24 Seluruh Restoran25 Bab 25 Tristan Mencurigai Chelsea26 Bab 26 Makan Siang Romantis27 Bab 27 Tagihan Setinggi Langit28 Bab 28 Aku Sangat Miskin Sekarang29 Bab 29 Cincin Berlian Bernilai Lebih Dari Satu Triliun 30 Bab 30 Masakan Tristan31 Bab 31 Sopir Sang Istri32 Bab 32 Panggilan Wawancara33 Bab 33 Mencengkeramnya dengan Kuat34 Bab 34 Kartu Gajinya35 Bab 35 Aku Bahagia Selama Kamu Bahagia36 Bab 36 Kecantikan Ada di Mata yang Melihatnya37 Bab 37 Anggur Murah38 Bab 38 Suamiku Tersayang39 Bab 39 Terpikat40 Bab 40 Aku Ingin Tidur Dengan Suamiku41 Bab 41 Siksaan Luar Biasa Sepanjang Malam42 Bab 42 Aktif dan Antusias43 Bab 43 Gangguan Selama Wawancara44 Bab 44 Bintang Besar Membuat Masalah45 Bab 45 Chelsea Turun Tangan46 Bab 46 Mengubah Gaun47 Bab 47 Merampasmu untuk Bekerja Padaku48 Bab 48 Festival Film49 Bab 49 Aku Merindukanmu50 Bab 50 Dalam Masalah51 Bab 51 Aku Juga Merindukanmu, Sayang52 Bab 52 Anak Durhaka53 Bab 53 Merebut Cincin54 Bab 54 Tristan Tiba Tepat Waktu55 Bab 55 Tabungan Pribadi Tristan56 Bab 56 Suamiku, Tristan Sudrajat57 Bab 57 Aku dan Tristan Punya Banyak Waktu Ke Depannya58 Bab 58 Dorongan Untuk Menciummu59 Bab 59 Keterikatan60 Bab 60 Cincin Kawin61 Bab 61 Menggadaikan Cincin Kawin62 Bab 62 Mandi63 Bab 63 Jatuh di Kamar Mandi64 Bab 64 Kamu Imut dengan Cara Apa Pun65 Bab 65 Tidur Denganku66 Bab 66 Mimpi Basah67 Bab 67 CEO Misterius68 Bab 68 Desainer Profesional69 Bab 69 Kekacauan Pada Hari Pertama di Tempat Kerja70 Bab 70 Pria Paling Tampan yang Pernah Tercipta71 Bab 71 Tristan Pernah Bertunangan 72 Bab 72 Identitas Asli73 Bab 73 Orang-Orang Kaya Memang Suka Semaunya74 Bab 74 Menggandakan Gaji75 Bab 75 Rekan Kerja Mempersulitnya76 Bab 76 Senior di Kampus77 Bab 77 Dukungan Belia78 Bab 78 Maukah Kamu Makan Siang Denganku79 Bab 79 Direktur Ada Di Sini80 Bab 80 Teman Sekelas81 Bab 81 Dilecehkan oleh Mantan Pacarnya82 Bab 82 Apa Bagusnya Suami Miskinmu83 Bab 83 Perselisihan84 Bab 84 Penjilat85 Bab 85 Dua Putri Andri86 Bab 86 Kebenaran87 Bab 87 Teh Sore dari CEO88 Bab 88 Cincin Ini Palsu89 Bab 89 Cincin Mahal90 Bab 90 Aku Ingin Tahu yang Sebenarnya91 Bab 91 Berbohong Padamu Lagi92 Bab 92Aku Akan Mendengarkan Istriku93 Bab 93Mengingatkan Andri94 Bab 94Hadiah95 Bab 95Kekasih yang Hebat di Atas Ranjang96 Bab 96 Menghancurkan Grup Kurniawan97 Bab 97Suami yang Pencemburu98 Bab 98Kantin Eksekutif99 Bab 99Apa Hubungan Chelsea dengan Tuan Liswanto 100 Bab 100Apa Niko Mencintai Istri Pria Lain