Misteri Birahi Kampung Cilendir

Misteri Birahi Kampung Cilendir

Citra Cinta

5.0
Komentar
136.5K
Penayangan
77
Bab

"Terjebak Gairah Ustazah" Di balik kerudung panjang dan lantunan ayat suci, tersembunyi gejolak yang tak terucap. Reza, seorang duda muda yang baru pindah ke lingkungan baru, tak pernah menyangka bahwa ketenangan hidupnya akan terusik oleh pesona seorang ustazah muda bernama Naila. Dikenal santun, lembut, dan salehah, Ustazah Naila diam-diam menyimpan perasaan yang sulit ia kendalikan. Setiap tatap, setiap sentuhan yang tak sengaja, menciptakan dilema iman dan hasrat yang mengoyak batas norma. Ketika nasihat berubah menjadi bisikan lembut di senja hari, dan doa menjadi alasan untuk bertemu lebih lama, akankah keduanya mampu bertahan dalam jeratan rasa? Atau justru terjerumus dalam api yang mereka nyalakan sendiri?

Misteri Birahi Kampung Cilendir Bab 1 Akhwat 1

Pagi ini adalah hari pertama Wildan masuk kuliah di salah satu PTN ternama. Sudah sejak SMA dirinya menargetkan untuk bisa melanjutkan studi di kota ini.

Karena mempertimbangkan kondisi ekonominya, ia pun memutuskan untuk mencari kos di dekat kampus. Beruntung dia mendapatkan kos yang lumayan terjangkau meskipun kondisinya seadanya. Untuk membantu membiayai kuliahnya, dia berencana mencari kerja sampingan dambil kuliah.

Pagi itu udara lumayan dingin ketika dia keluar kost dan hendak ke kampus, matanya tertuju pada akhwat yang keluar dari rumah mewah di depannya. Berjilbab lebar sepinggang, dengan gamis hingga menyentuh tanah dan bercadar tetap saja tidak mampu menyembunyikan mata indahnya yang dihimpit kain cadar hitam dan dinaungi kacamata yang menambah keindahan matanya yang juga terpoles eyeliner.

Wanita itu seperti terburu-buru hendak menyalakan motornya, tapi ternyata tidak mau distarter sehingga akhwat itu harus menyalakan secara manual motor maticnya.

Biasa lah perempuan, pasti tidak kuat kalau harus menggunakan standar tengah, sehingga dia terlihat seperti kelabakan karena juga diburu waktu. Akhirnya Wildan pun memberanikan diri untuk membantunya.

Wildan: Maaf, butuh bantuan?

Ketika Wildan bertanya, ia pun menatap Wildan sesaat kemudian menganggukkan kepala seraya agak mundur dari motornya. Terlihat ia pun sedikit menundukkan pandangannya berusaha menjaga pandangan dari ikhwan. Wildan pun segera tanggap dengan langsung membantu mengangkat motor untuk distandar tengah.

Tanpa sengaja tangan Wildan bersentuhan dengannya yang sontak membuat si akhwat segera menarik tangannya. Wildan sempat melihat kulit putih tangannya dengan kutek merah marun menghias indah kukunya yang dibalut manset hitam.

"Gak sengaja."

Tanpa pikir panjang Wildan pun segera menggenjot stater kaki motornya dan langsung menyala. Sembari berterima kasih atas bantuan Wildan,

Wildan pun tak bisa melepaskan kesempatan itu untuk berkenalan.

Wildan: Nama saya Wildan, kalau boleh tau nama kamu siapa?"

Alisa: Alisa

Wildan: Ukhti Alisa ya... kuliah jurusan apa?

Alisa: Arsitektur, kalau kamu sendiri?

Wildan: Wah saya Teknik Fisika, kamu buru-buru ya?

Alisa: Iya... hari ini ada rekrutmen KMI (Keluarga Mahasiswa Islam) Fakultas pagi ini banget, jadi harus buru-buru... akhi Wildan sendiri ngga ikutan daftar?

Wildan: Wah... baru tahu... apa masih open requirement?

Alisa: Iya akhi... langsung aja ke sekretnya... ana duluan ya akhi... syukron... assalamualaikum

Kemudian Alisa pun pergi dengan melepas senyum yang tersirat melalui matanya bak bidadari. Pagi ini pun kulewati dengan perasaan bahagia karena hari pertamaku kuliah bisa berkenalan dengan ukhti cantik.

Sorenya Wildan pulang dan segera melakukan aktifitas rutinnya yaitu jogging setelah tadi sempat mengikuti reqruitmen di KMI kampusnya. Ketika dia selesai mengikat sepatu, tatapan mata Wildan teralihkan dengan selembar kertas yang menempel di gerbang rumah Alisa. Tertera bahwasanya dibutuhkan tenaga pembantu rumah. Tanpa pikir panjang Wildan langsung mengetuk pintu rumahnya.

Wildan: Assalamualaikum...

Terdengar sayup-sayup suara jawaban salam dari perempuan dari dalam rumah. Ketika dibuka pintunya, betapa kagetnya Wildan ketika melihat akhwat yang begitu cantik dengan kulit putih berjilab lebar sepaha dan gamis panjang membuka pintu gerbang.

Wildan: maaf bu... benar ini buka lowongan kerja ya?

Bu Siska: iya benar... gmna dek?

Wildan: kalau boleh saya ingin bekerja disini bu

Bu Siska: wah pas sekali... saya juga lagi butuh sesegera mungkin pembantu di rumah. Ohh iya nama adek siapa?

Wildan: nama ana Wildan Bu

Bu Siska: ohh dek Wildan... saya biasa dipanggil Bu Siska... panggil ummi juga boleh. Kira-kira besok sudah bisa mulai kerja kah?

Wildan: InshaaAllah bisa bu

Mata Wildan pun daritadi tidak bisa berhenti menjelajahi tubuh indah Ummu Zaskia yang tertutup rapi dengan jilbab lebar dan gamisnya. Kecantikan wajahnya yang begitu mirip Zaskia Adya Mecca pun menjadi poin utamanya. Wildan pun diberikan jobdesk pekerjaan yang harus dia kerjakan di rumahnya mulai besok dengan upah 800ribu/bulan

Hari berikutnya, ketika Wildan pulang dari kuliahnya, ia segera mengerjakan job desk yang sudah diberikan oleh Ummu Zaskia. Ketika Wildan mengetuk pintu gerbang, maka dibuka oleh Alisa dengan setelan cadar bandana hitam, jilbab biru navy dan gamis hitamnya

Alisa: ohh akhi Wildan... kata ummi mulai kerja di sini ya hari ini?

Wildan: iya maaf ukh... soalnya buat bantu-bantu biaya kuliah

Alisa: Mashaa Allah... ya sudah nanti kalau butuh apa-apa panggil ana ya, ana mau benah-benah kamar dulu.

Wildan: Inshaa Allah ukh

Kemudian Wildan segera melakukan jobdesk yang telah diberikan seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, menata taman, dll. Semua pekerjaan rumah ia lakukan. Wildan memang sudah terbiasa latihan fisik seperti jogging dll, sehingga pekerjaan seperti ini pun menjadi pengganti dari latihan hariannya.

Ketika tengah membersihkan ruang tamu, tiba-tiba terdengar seperti suara benda jatuh dan diiringi erangan Alisa.

Alisa: akhh!! Innalilaah

Wildan pun bersegera menuju kamar Alisa dan berhenti didepan pintu kamar Alisa.

Wildan: maaf ukh... ukhti gak papa?

Alisa yang mengetahui Wildan ada di depan kamarnya segera menyahut.

Alisa: iya akhi... gppa kok, ini tadi kepleset waktu bersih-bersih atas lemari jadi jatuh. Sambil alisa menahan sakit dan mengelus bagian tubuhnya yang memar.

Wildan: mau saya bantu ukh?

Alisa pun berfikir kalau dilanjutkan khawatir jatuh lagi tapi kalau minta Wildan untuk membantu, maka khawatir terjadi khalwat karena Alisa belum pernah berdua dengan Ikhwan dalam satu kamar. Tapi sejenak kemudian Alisa pun memantapkan diri untuk membolehkan Wildan membantunya.

Alisa: mm... boleh deh, tapi tunggu sebentar akhi, ana pakai cadar dulu.

Kemudian selesai memakai cadar, Wildan pun masuk kamar yang dibukakan oleh Alisa. Alisa pun kemudian duduk di ranjangnya dengan cadar bandana hitam dan jilbab instan warna biru navy dan gamis hitamnya. Wildan sempat melirik kearah tangannya yang putih mulus bersih tanpa manset membuatnya berkhayal tentang tubuh Alisa.

Alisa duduk dengan posisi agak membusung dengan tangan kiri menyangga tubuhnya dan tangan kanan mengelus punggungnya. Tak ayal bongkahan bukit indah yang tertutup jilbab itu mulai menampakkan wujud aslinya. Begitu besar dan bulat membuat Wildan menelan ludah membayangkan kekenyalannya. Tanpa sadar kontol Wildan pun mulai tegang di balik sarungnya.

Alisa: Itu tolong di atas lemari yang itu." Sembari Alisa menunjuk lemari yang dimaksud untuk dibersihkan dan ditata.

Ketika Wildan mulai menaiki kursi yang digunakan untuk pijakan, mau tidak mau dia pun harus menegakkan badan supaya bisa menjangkau bagian atas lemari. Sehingga kontol Wildan yang sudah tegang dan keras mengacung tajam bak tombak. Sarung yang menutupinya pun tak bisa membendung bentuk asli kontol Wildan.

Alisa pun terperanjat dan terbelalak melihat pemandangan di depannya. Meskipun masih tertutup sarung, ia pun tahu bahwa ada sesuatu di dalamnya yang sudah tegang mengeras. Memang Alisa menjaga diri dari perkara-perkara yang dilarang agama, tetapi bukan berarti ia tidak pernah melihat kontol asli seperti apa.

Sudah menjadi kewajaran di usia Alisa untuk penasaran terhadap hal-hal berbau laki-laki. Sehingga ia juga pernah sekali-sekali menonton video porno di laptopnya.

^*^

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Citra Cinta

Selebihnya

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Misteri Birahi Kampung Cilendir Misteri Birahi Kampung Cilendir Citra Cinta Romantis
“"Terjebak Gairah Ustazah" Di balik kerudung panjang dan lantunan ayat suci, tersembunyi gejolak yang tak terucap. Reza, seorang duda muda yang baru pindah ke lingkungan baru, tak pernah menyangka bahwa ketenangan hidupnya akan terusik oleh pesona seorang ustazah muda bernama Naila. Dikenal santun, lembut, dan salehah, Ustazah Naila diam-diam menyimpan perasaan yang sulit ia kendalikan. Setiap tatap, setiap sentuhan yang tak sengaja, menciptakan dilema iman dan hasrat yang mengoyak batas norma. Ketika nasihat berubah menjadi bisikan lembut di senja hari, dan doa menjadi alasan untuk bertemu lebih lama, akankah keduanya mampu bertahan dalam jeratan rasa? Atau justru terjerumus dalam api yang mereka nyalakan sendiri?”
1

Bab 1 Akhwat 1

07/02/2025

2

Bab 2 Akwat - 2

07/02/2025

3

Bab 3 Akhwat - 3

07/02/2025

4

Bab 4 Akhwat - 4

07/02/2025

5

Bab 5 Akwat -5

07/02/2025

6

Bab 6 Akhwat - 6

07/02/2025

7

Bab 7 Akhwat 7

07/02/2025

8

Bab 8 Akhwat - 8

07/02/2025

9

Bab 9 Akhwat - 9

07/02/2025

10

Bab 10 Akhwat 10

07/02/2025

11

Bab 11 Akhwat 11

15/05/2025

12

Bab 12 Peenakluk

16/05/2025

13

Bab 13 Penakluk

16/05/2025

14

Bab 14 Penakluk

16/05/2025

15

Bab 15 Penakluk

16/05/2025

16

Bab 16 Penakluk

16/05/2025

17

Bab 17 Penakluk

17/05/2025

18

Bab 18 Penakluk

17/05/2025

19

Bab 19 Penakluk

18/05/2025

20

Bab 20 Penakluk

18/05/2025

21

Bab 21 Penakluk

19/05/2025

22

Bab 22 Penakluk

19/05/2025

23

Bab 23 Penakluk

20/05/2025

24

Bab 24 Penakluk

20/05/2025

25

Bab 25 Penakluk 25

21/05/2025

26

Bab 26 Penakluk

21/05/2025

27

Bab 27 Penakluk

21/05/2025

28

Bab 28 Penakluk

21/05/2025

29

Bab 29 Penakluk

21/05/2025

30

Bab 30 Penkluk

22/05/2025

31

Bab 31 Penakluk

23/05/2025

32

Bab 32 Penakluk

23/05/2025

33

Bab 33 Penakluk

24/05/2025

34

Bab 34 Penakluk

24/05/2025

35

Bab 35 Penakluk

25/05/2025

36

Bab 36 Penakluk

25/05/2025

37

Bab 37 Penakluk

25/05/2025

38

Bab 38 Penakluk

28/05/2025

39

Bab 39 Penkaluk

29/05/2025

40

Bab 40 Penakluk

30/05/2025