icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 7
Perjanjian
Jumlah Kata:571    |    Dirilis Pada:11/08/2022

Chelsea kembali ke apartemen sewaannya dengan perasaan campur aduk. Dia bergegas menuju kamar mandi dan langsung mandi dengan air hangat.

Dia melihat bekas-bekas di sekujur tubuhnya. Wajahnya seakan terbakar ketika dia mengingat kejadian tadi malam.

Dia berharap setelah hari ini, masalah ini akan benar-benar terlupakan. Seandainya dia bisa menghapus semuanya.

Setelah mandi, dia mengambil uang dari lacinya. Dia hendak pergi untuk membeli pil kontrasepsi.

Tadi malam semuanya terjadi begitu tiba-tiba sehingga dia tidak sempat menggunakan alat kontrasepsi apa pun. Jika dia hamil, hidupnya benar-benar akan hancur.

Tapi begitu dia membuka pintu, dia melihat Andri sedang berdiri di luar.

"Kenapa kamu ke sini?" tanya Chelsea dengan bingung.

Sejak dia pindah, dia jarang menghubungi siapa pun dari Keluarga Kurniawan. Dia juga tidak memberi tahu Andri alamat rumahnya, jadi dia tidak menyangka pria itu bisa menemukannya.

Dia bahkan datang bersama beberapa pengawal.

Andri tidak menjawab pertanyaan itu. Sebaliknya, dia balas bertanya, "Kenapa kamu tidak menikah kemarin? Di mana sopir dan pengawal yang mengantarmu ke sana? Kami belum menemukan mereka. Apa yang kamu lakukan pada mereka?"

Chelsea mencibir dengan dingin.

Berani-beraninya dia bertanya padanya?

"Aku tidak tahu dan aku tidak ingin menikah dengan Tuan Sudrajat."

Andri menjadi marah dan cemas pada saat yang sama. "Keluarga Sudrajat sudah tahu bahwa kamu tidak muncul kemarin. Mereka mendatangi kami pagi-pagi sekali, menyalahkan kami dan meminta penjelasan. Aku berbohong kepada mereka bahwa ada yang tidak beres di jalan, jadi mereka memberikan satu hari lagi. Jika kamu tidak menikah dengannya, seluruh Grup Kurniawan akan hancur. Apa kamu tahu itu?"

Melihat Andri berkeringat deras, Chelsea menjawab dengan dingin, "Aku tahu."

Setelah kematian ibunya, Andri bergegas membawa kembali selingkuhannya, Megan, beserta putri haram mereka, Cheline, ke rumahnya. Dan dia, putri sahnya, dipaksa pindah.

Selama bertahun-tahun Andri tidak pernah peduli dengannya. Namun sekarang, dia ingin Chelsea mengorbankan kebahagiaannya untuk menyelamatkan perusahaannya? Dia pasti sedang bermimpi!

"Maaf, tapi aku bukanlah orang suci. Kenapa aku harus menggantikan Cheline? Mereka menginginkan putrimu, dan itu adalah Cheline. Aku bukan lagi putrimu. Aku tidak akan pernah menjadi pengantin pengganti. Minggir, aku harus pergi."

Chelsea hendak keluar, tapi Andri mengulurkan tangannya dan menghentikan Chelsea. Cincin safir di antara jari-jarinya bersinar terang di bawah cahaya matahari.

"Kamu mencari ini, bukan?" tanyanya secara langsung.

Sebenarnya, dia sengaja menjebak Chelsea. Dia bilang dia menemukan barang-barang peninggalan ibunya agar Chelsea datang kembali. Dia tahu bahwa Chelsea telah mencari cincin safir ini.

Cincin tersebut merupakan milik Jennifer Mahendra, ibu Chelsea. Andri tidak sengaja menemukan cincin itu di dalam brankas dan mengira bahwa cincin itu berharga, jadi dia menyimpannya.

Chelsea menatap Andri dengan kaget.

Sebelum ibunya meninggal, beliau sudah meminta Chelsea untuk menemukan cincin tersebut. Chelsea tidak menyangka cincin tersebut ada di tangan Andri. Pantas saja dia tidak dapat menemukan hal yang sangat penting ini setelah mengobrak-abrik barang-barang peninggalan ibunya.

Sebelum Chelsea bisa menjawab, Andri sudah melanjutkan, "Selama kamu bersedia menikah dengan Keluarga Sudrajat demi adikmu, aku akan memberimu cincin ini setelah lima hari."

Kali ini, Chelsea goyah.

Dia tidak ingin menjadi umpan di bawah belas kasihan orang lain. Tapi mendapatkan kembali cincin itu adalah keinginan terakhir ibunya. Sebelum ibunya meninggal, beliau sudah berulang kali menekankan agar cincin safir itu ditemukan.

Meskipun Chelsea tidak tahu mengapa ibunya sangat peduli dengan cincin itu, tapi sebagai seorang anak perempuan, dia tidak bisa mengabaikan permintaan terakhir ibunya begitu saja.

Memikirkan ekspresi gigih ibunya saat menyebutkan permintaan terakhirnya itu, Chelsea akhirnya berkompromi.

"Oke, aku setuju untuk menikah dengannya." Setelah mengatakan ini, dia menggertakkan giginya, menutup matanya, dan mengepalkan tinjunya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Pengantin Pengganti2 Bab 2 Obatnya Mulai Bekerja3 Bab 3 Tolong Bantu Aku!4 Bab 4 Tolong Aku5 Bab 5 Malam Indah6 Bab 6 Pengantin Wanitanya Kabur Lagi7 Bab 7 Perjanjian8 Bab 8 Pengantin Prianya9 Bab 9 Salahku karena Tidak Cukup Lembut tadi Malam10 Bab 10 Apa Kamu Bersedia Ikut Denganku 11 Bab 11 Apa Kita akan Tidur Bersama Malam Ini 12 Bab 12 Apa yang Terjadi Semalam 13 Bab 13 Selamat Pagi, Sayang14 Bab 14 Berapa Banyak Anak Perempuan yang Dimiliki Tuan Kurniawan 15 Bab 15 Chelsea Dipecat16 Bab 16 Chel, Kemari17 Bab 17 Penerus Grup Erdiansyah Tiba18 Bab 18 Temannya Waluya19 Bab 19 Dia Memburu Desainer Berbakat Langsung di Tempat20 Bab 20 Aku yang Paling Mengenal Istriku21 Bab 21 Siapa yang Lebih Baik, Aku Atau Dia 22 Bab 22 Aku Ingin Memberikan yang Terbaik Untukmu23 Bab 23 Kartu Keanggotaan Palladium24 Bab 24 Seluruh Restoran25 Bab 25 Tristan Mencurigai Chelsea26 Bab 26 Makan Siang Romantis27 Bab 27 Tagihan Setinggi Langit28 Bab 28 Aku Sangat Miskin Sekarang29 Bab 29 Cincin Berlian Bernilai Lebih Dari Satu Triliun 30 Bab 30 Masakan Tristan31 Bab 31 Sopir Sang Istri32 Bab 32 Panggilan Wawancara33 Bab 33 Mencengkeramnya dengan Kuat34 Bab 34 Kartu Gajinya35 Bab 35 Aku Bahagia Selama Kamu Bahagia36 Bab 36 Kecantikan Ada di Mata yang Melihatnya37 Bab 37 Anggur Murah38 Bab 38 Suamiku Tersayang39 Bab 39 Terpikat40 Bab 40 Aku Ingin Tidur Dengan Suamiku41 Bab 41 Siksaan Luar Biasa Sepanjang Malam42 Bab 42 Aktif dan Antusias43 Bab 43 Gangguan Selama Wawancara44 Bab 44 Bintang Besar Membuat Masalah45 Bab 45 Chelsea Turun Tangan46 Bab 46 Mengubah Gaun47 Bab 47 Merampasmu untuk Bekerja Padaku48 Bab 48 Festival Film49 Bab 49 Aku Merindukanmu50 Bab 50 Dalam Masalah51 Bab 51 Aku Juga Merindukanmu, Sayang52 Bab 52 Anak Durhaka53 Bab 53 Merebut Cincin54 Bab 54 Tristan Tiba Tepat Waktu55 Bab 55 Tabungan Pribadi Tristan56 Bab 56 Suamiku, Tristan Sudrajat57 Bab 57 Aku dan Tristan Punya Banyak Waktu Ke Depannya58 Bab 58 Dorongan Untuk Menciummu59 Bab 59 Keterikatan60 Bab 60 Cincin Kawin61 Bab 61 Menggadaikan Cincin Kawin62 Bab 62 Mandi63 Bab 63 Jatuh di Kamar Mandi64 Bab 64 Kamu Imut dengan Cara Apa Pun65 Bab 65 Tidur Denganku66 Bab 66 Mimpi Basah67 Bab 67 CEO Misterius68 Bab 68 Desainer Profesional69 Bab 69 Kekacauan Pada Hari Pertama di Tempat Kerja70 Bab 70 Pria Paling Tampan yang Pernah Tercipta71 Bab 71 Tristan Pernah Bertunangan 72 Bab 72 Identitas Asli73 Bab 73 Orang-Orang Kaya Memang Suka Semaunya74 Bab 74 Menggandakan Gaji75 Bab 75 Rekan Kerja Mempersulitnya76 Bab 76 Senior di Kampus77 Bab 77 Dukungan Belia78 Bab 78 Maukah Kamu Makan Siang Denganku79 Bab 79 Direktur Ada Di Sini80 Bab 80 Teman Sekelas81 Bab 81 Dilecehkan oleh Mantan Pacarnya82 Bab 82 Apa Bagusnya Suami Miskinmu83 Bab 83 Perselisihan84 Bab 84 Penjilat85 Bab 85 Dua Putri Andri86 Bab 86 Kebenaran87 Bab 87 Teh Sore dari CEO88 Bab 88 Cincin Ini Palsu89 Bab 89 Cincin Mahal90 Bab 90 Aku Ingin Tahu yang Sebenarnya91 Bab 91 Berbohong Padamu Lagi92 Bab 92Aku Akan Mendengarkan Istriku93 Bab 93Mengingatkan Andri94 Bab 94Hadiah95 Bab 95Kekasih yang Hebat di Atas Ranjang96 Bab 96 Menghancurkan Grup Kurniawan97 Bab 97Suami yang Pencemburu98 Bab 98Kantin Eksekutif99 Bab 99Apa Hubungan Chelsea dengan Tuan Liswanto 100 Bab 100Apa Niko Mencintai Istri Pria Lain